November 24, 2007

Ketidak Berdayaan

Kata kawan ku, wanita itu lemah!!!

Aku rasa, dia salah!!! Karena wanita itu tidak lah lemah, hanya saja wanita itu tegar..... Banyak hal yang terjadi dan yang ku perhatikan, bahwa wanita itu hebat.. Itu bukan karena aku adalah wanita. Karena banyak wanita-wanita lain yang hebat, kalo aku seh belum seberapa..

Bukan karena aku wanita makanya aku membela kaum ku.... Karena, aku merasa wanita itu hebat.

November 23, 2007

Beli Buku

Sesuai janji ku, aku mau membeli beberapa buku. Karena sudah lama aku tidak pernah lagi menambah koleksi buku ku. Ini dikarenakan, aku lebih keseringan meminjam buku kepada teman-teman ku, sehingga aku tak lagi menambah koleksi ku.

Kebetulan dua hari lalu, aku dapat bayaran dari upah mengajar ku. Sehingga aku putuskan untuk menghabiskan beberapa lembar uang berwarna biru tua itu untuk menambah koleksi buku ku.

Aku mendapatkan 5 koleksi buku yang sebenarnya tidak terlalu aku butuhkan. Karena reviewnya bagus, maka aku mengambil lima buku diantaranya buku tentang marketing, melihat masalah anak, satu novel, satu cerpen Melly G dan tiga komik. Itu kemarin

Sedangkan hari ini, aku membeli dua buku, satu buku cerita untuk anak-anak dan satu lagi novel yang ku kira diskon 50 persen ternyata 20 persen. Ya kecewa seh, tapi ya sudah lah ngak papa. Sekali-kali menghabiskan uang untuk membeli buku, kan tidak ada salahnya.....

Puanasss

Cuaca hari ini puanaaas banget, terasa membakar kulit ku dan membuat kepala ku yang sudah pusing semakin pusing. Sakit kepala ini, mungkin karena aku kurang tidur. Sehingga waktu bangun kepala ku sedikit berkunang-kunang dan membuat ku enggan beranjak dari tempat tidur.

Untunglah, aku masih mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaan ku. Walaupun enggan, aku pun bergegas pergi ke kamar mandi, pastinya untuk mandi. Setelah itu, dengan kebiasaan 'jelek' ku, aku pun mulai membuka lembaran-lembaran koran yang selalu diantar tiap pagi oleh loper koran langganan kantor.

Jam sudah menunjukan pukul 10.00 WIB, aku pun bergegas untuk keluar rumah dan pergi ke BCS Mall seperti biasa. Setiap hari aku harus bergantian mengelilingi mall untuk mencari yang menarik. Kali ini ke BCS Mall dan DC Mall. Namun, sayangnya tidak ada yang menarik menurut pandangan ku. Mungkin, karena tiap hari kecuali sabtu aku selalu pergi ke mall. Tidak hanya satu mall saja dalam satu hari tetapi kadang bisa tiga mall sekaligus.

November 07, 2007

Perjalanan

Luangkan sejak waktu untuk memikirkan diri sendiri. Terkadang hidup ini membawa kita entah kemana. Terkadang membawa kesenangan, kegembiraan bahkan terkadang keterpurukan yang paling parah. Namun, itu semua tergantung dari mana kita menyingkapinya. Menyingkapi kehidupan memang lah tidak semudah mengatakan ataupun menuliskan dalam selembar kertas. Kehidupan yang sedang dijalani ini penuh dengan suka duka yang tiada pernah putus, dan akan berakhir pada saatnya nanti.

Kebahagian ku ini hanyalah semu, begitu juga dengan kesedihan ku. Semuanya bisa datang dan berganti seiring waktu berjalan. Kadang semuanya bisa terlewati dengan baik, kadang malah membuat ku semakin menderita. Ingin menjerit dan melepaskan semua kepenatan yang ku rasakan. Terkadang sempat terbesit, aku ingin melarikan diri dari semua ini. Tapi, aku enggan melepaskan apa yang sudah aku dapatkan.

Perjalanan hidup tak ada semulus dan seindah yang diinginkan. Semuanya gelap, terang bahkan abu-abu. Tak, seorang pun bisa menempuh perjalan hidup dengan lurus dan tanpa cela dikit pun. Terkadang berteriak bisa melepaskan penat atau membuat jeritan yang keluar menjadi sejadi-jadinya tapi tanpa penyelesaian suatu apa pun.

Kadang senyuman kegembiraan yang dikeluarkan adalah hambar tanpa ada rasa kebahagian yang tersirat pada pandangan mata maupun raut wajah. Kehidupan ini semu, tak ada yang benar dan tak ada yang salah semua abu-abu bukan hitam ataupun putih.

Itu terkadang yang terlintas, kalau hidup bisa seperti itu. Tentu tidak susah memilih jalan mana yang harus ditempuh. Pada kenyataan hidup adalah dua pilihan, sama seperti mata uang logam yang mempunyai sisi yang berbeda....

Perjalanan hidup ku ke depan adalah rahasia yang di atas. Tetapi perjalanan masa lalu ku adalah kenangan yang ingin ku lupakan atau bahkan ingin ku ingat hingga akhir nafas ku....

Confused

Aku tidak sengaja terjun ke 'dunia politik'. Aku baru tahu bahwa dunia itu adalah dunia yang berbahaya dan kejam. Tadi, aku berbincang-bincang lama dengan salah seorang pengurus politik. Dia mengatakan bahwa aku harus tegas dalam meminta dana untuk pendidikan anak-anak tidak mampu. Karena, selama ini tenaga dan pikiran ku dimanfaatin.

Sejujurnya, tidak ada niat aku masuk ke dunia itu, hanya saja aku ingin berbagi ilmu. Itu tulus ga ada embel apa-apa. Kalau dimanfaatin begitu, terus terang saja aku kecewa. Padahal, aku sudah berusaha membantu sebisa mungkin!!!!!

Tak, perlu aku ungkapkan semua disini. Sebab, hanya akan membuat ku semakin bingung. Entahlah, setelah dengar dari beberapa orang yang dekat dengan ku disana. Apa sebaiknya aku pertimbangkan lagi?? Lalu, bagaimana dengan anak-anak? Mereka rela datang jauh-jauh hanya untuk menambah ilmu.

Mereka anak-anak yang tidak memiliki banyak uang untuk bisa membayar kursus. Ga ku sangka, DIA begitu jahat. Baiklah, aku akan coba mengikuti sistemnya. Biar ke galauan ku ini hilang. Biar saja, aku tak peduli. Selain itu, biar anak-anak tetap bisa belajar kembali dengan serius.

November 06, 2007

Never Give Up

Sudah dua hari ini, aku merasa kesal dengan seseorang. Soalnya dia selalu bertindak seenaknya. Tidak memiliki tanggung jawab sedikit pun. Aku jadi merasa bingung. Kalau mank sudah tidak mau bertanggung jawab dengan pekerjaan sampingan, ya sudah keluar aja. Atau gara-gara belum dapat bayaran jadi bertindak semaunya?

Please deh, jangan hanya sebatas mengharapkan imbalan duit sehingga mau mengajar anak-anak yang tak mampu. Melainkan menolong mereka karena iklas dan tulus. Coba, bayangkan saja, kalau kita diposisi mereka. Ingin masuk TK tapi ga ada biaya, ingin kursus bahasa inggris tapi tak memiliki dana?

Aku memang segaja, meminjam ruang salah seorang partai di Batam. Tetapi dengan tujuan baik yakni berbagi ilmu. Namun partai tersebut memberikan dana untuk biaya operasional belajar dan juga biaya transportasi ku. Aku pikir ga masalah. Selama apa yang ku lakukan itu tidak salah. Namun, tanggung jawab yang dipikul jadi lebih besar.

Aku tidak pernah menyerah, agar mereka bisa baca tulis. Sehingg begitu masuk SD mereka sudah bisa lulus tes masuk sekolah. Sedangkan anak SDnya, aku ajarin bahasa Inggris
agar mereka memiliki skill yang lain. Selain itu, ilmu yang sudah aku pelajari jadi tidak hilang begitu saja.

Semoga apa yang aku kerjakan saat ini tidak salah. Apalagi hal ini sudah berlangsung hampir setengah tahun. Jangan sampai hal itu jadi sia-sia belaka. Please God Help me to do something.

November 04, 2007

On journey in Singapore

Pagi-pagi banget dan tidak seperti biasanya, aku bangun lebih awal dan langsung mencuci pakaian. Soalnya aku sudah punya rencana akan berpergian seharian ke Singapura. Ini pertama kalinya, sejak tahun lalu aku ingin pergi ke Negara yang berlambang Singa itu. Namun, karena banyak kesibukan kantor dan pekerjaan part time. Sehingga, rencana itu selalu gagal.

Tidak ingin rencana itu gagal. Pada tanggal 12 Januari, aku dan bersama kawan ku Vera langsung membeli tiket dan menukarkan uang rupiah kami ke mata uang sana. Saat ini dolar Singapura sedang mahal-mahalnya. Kami mesti membeli satu dolar Rp5950 per dolar. AKhirnya kami menukarkan uang dan mendapatkan Rp100 dolar lebih. Beli tiket one way $S15. Akhirnya, kami berangkat keesokan harinya. Meskipun, saat itu kami tidak yakin. Karena benar-benar belum pernah menginjakan kaki kesana.

Berbekal informasi yang di browsing dari internet. Kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Merlion Park dan China Town. Begitu sampai disana, kami ditanyai pihak imigrasi dan lolos. Karena memang hanya berniat jalan-jalan. Begitu sampai, rada pusing dikit. Soalnya ombaknya sangat kencang. Dan kami masih berkutat pada satu tempat dan merasa binggung, harus naik apa ke Merlion Park.

Tanya-tanya dengan orang asal daerah sana. Mereka tidak segan-segan membantu dan menyetopkan bus. Kami merasa senang, karena bapak tua itu, (maaf saya lupa nanya namanya). Dan menanyakan ke driver, apa bisa bus ini menurunkan kami ke Merlion Park.
Ternyata bus itu, satu jurusan dan kami akhirnya naik dan harus membayar $S2,20. Berhubung tidak ada uang sen kami menyetor $S3.

Supirnya menurunkan kami dan menunjukan Merlion Park yang berada disebrang halte bus. Untuk menyebrang ke sana, kami juga merasa binggung. Soalnya rada aneh, kita mengikuti orang yang kebetulan juga akan menyebrang. Setelah itu, kami merasa menikmati suasana disana, ramai banget dan dari berbagai macam kalangan etnik, dari India, Eropa dan Indonesia sendiri, termasuk kami.

Sayangnya, cuaca rada sedikit mendung dan gerimis. Sehingga tidak puas berfoto-foto disana. Tempatnya seh sederhana banget dan tidak ada yang istimewa. Namun, merlion park atau tepatnya patung berkepala singa dan berbadan ikan itu, menjadi salah satu sejarah bagi warga Singapura. Sehingga rasanya kurang pas, kalau tidak kesana dan berfoto-foto ria.

Setelah puas, perjalanan pun dilanjutkan ke taman yang berada disekitar kita. Berjalan kaki, mengikuti arus. Kami terus saja berjalan dan akhirnya tiba di taman yang bernama Esplanade Park. Taman itu harus ditempuh kurang lebih 7 menit dengan berjalan kaki. Namun, karena cuacanya tidak panas dan banyak pemandangan indah, seperti jembatan gantung yang menarik dan unik. Serta banyaknya turis yang berjalan kaki. Ya, kami mengikuti juga dan ternyata berjalan kaki dibanding naik bus atau taksi lebih menyenangkan.

Karena, lebih banyak pemandangan yang bisa dilihat dan benar-benar terasa berlibur. Pemandangan yang hijau dan rindang benar-benar membuat aku dan kawan ku merasa iri. Kalau di Batam sendiri saja, banyak pohon yang ditebang untuk dijadikan perumahaan. Sedangkan disana, malah membuat taman yang banyak, selain menjadi rindang juga bisa dijadikan tempat pariwisata bagi turis.

Di sebarang Esplanade Park akan dibangun taman, hebat bukan? Berbeda dengan Batam, taman kota yang kecil itu di Engku Putri saja, rencananya akan dibangun parkiran untuk pemeritah yang menurutnya kurang. Karena kebanyakan pegawai dan pejabat pemerintah hampir semuanya ke kantor menggunakan mobil.

Bukan membandingkan Negara sendiri dengan Negara tetangga. Namun, benar-benar sangat contras dan berbeda. Disana, tidak macet dan tidak berdebu. Benar-benar teratur dan menyenangkan. Bukan hanya aku saja yang berpikiran seperti itu. Tetapi juga jawan ku.
Setelah berfoto-foto di taman, kami pun melanjutkan perjalan ke museum tetapi tidak lama, kami mengganti rute perjalanan. Karena perut kami sudah lapar. Jadi, kami berahli ke mall. Wah, banyak sekali mall dan teratur. Kami pun hampir tersesat dalam mall yang besar itu. Kanan-Kiri mall semua dan anehnya tidak pernah mati.

Di kota kami, begitu mall baru didirikan, mall lama akan mati dan tertinggal. Disana, banyak sekali mall dan tidak pernah sepi atau pun mati. Gedung-gendung yang menjulang tinggi membuat kami terpesona. Bukannya disini, tidak ada gedung yang tinggi. Namun, susunannya yang saling berdekatan dan hampir disepanjang jalan ditanami perpohonan dan ada desain-desain patung yang unik dan yang tidak pernah kami tahu akan makna apa patung itu.

Kami jalan-jalan dan membeli berbagai macam cindera mata, harganya murah dan barangnya bagus. Aku hanya membeli beberapa jepit rambut untuk keponakan ku. Karena, disana sudah banyak pernak-pernik yang berdesain babi. Karena sebentar lagi tahun babi api. Sedangkan kawan ku, membeli gelang, kalung dan bros. Tiga barang $S10, awalnya kawan ku kira murah, ternyata lumayan mahal juga bila dibanding beli di Jakarta. “Wah… ternyata mahal juga, lebih murah di Jakarta. Tapi aku puas” begitu katanya beberapa hari setelah kami bertemu lagi.

Ternyata waktu disana, ia salah mengitung harga. Ya, tetapi benar-benar menikmati suasana. Pada awalnya memang berniat mau membeli makanan, jadi keliling mall.
Setelah puas, kami putuskan untuk membeli makanan. Awalnya ingin makan di MC Donald tetapi juah-jauh kesini, masa makannya di MC Donald. Bugger King, ngak jadi, jauh-jauh masa pada akhirnya makan bugger. Namun, karena perut dan rasa lelah dikaki. Karena sepanjang hari belum ada duduk dan lapar. Akhirnya, kami memilih tempat makan yang kecil. Karena merasa binggung dengan daftar menu disana. Aku memilih cheese omlet dan kawan ku memilih sandwich.

Lalu, kami melanjutkan perjalanan ke China Town dan merasa bingung. Harus kemana? Kami menanyakan pada orang, ada beberapa orang melihat kami merasa heran. Dan akhirnya kami baru mengetahui dari MR SO and SO bahwa, kalau mau China Town petang hari. Kalau jam segini, disana tidak ada apa-apanya. Namun, karena ingin tahu saja, kami tetap kesana dan membeli beberapa manisan.


catatan di bulan Januari, 21, 2007

Diary Tahun 2007...

Memang semuanya tidak akan semudah dan seringan apa yang sudah direncanakan dan pikirkan. Mulailah membangkitkan semangat dari diri sendiri. Sebelum menularkannya pada orang lain. Aku sudah merencanakan beberapa agenda ke depannya. Aku ingin lebih memfokuskan pekerjaan, organisasi dan terlebih rajin ke gereja.

Ku akui tahun 2005 memang tahun yang penuh banyak rintangan dan membuat ku lelah, baik dari segi pikiran, tenaga dan finansial. Namun, tahun ini aku penuh keyakinan, akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan aku sudah milai melakukan gerakan organisasi peduli pendidikan terhadap anak-anak jalanan. Disamping bekerja, aku berusaha memberikan apa yang aku telah dapatkan dari yang diatas (God).

Karena itu, aku berbagai ilmu kepada orang yang tidak pernah atau terputus saat duduk di bangku sekolah. Aku harus lebih mensyukuri hidup ku ini. Ini bukan karena aku kebanyakan nonton film. Malah, aku sedang mengurangi menonton televisi, kecuali news (berita). Kalau soal film-film sinetron, drama, bioskop sedang aku kurangi dan akan lebih mendekatkan diri pada yang diatas.

Makasih sudah baca tulisan ini, hehehe... Dan mulailah dengan hal yang baik untuk mendapatkan yang lebih baik.

November 02, 2007

Why Me?

Semalam aku merasa kesal baget. Mungkin sepenuhnya bukan salah ku. Soalnya, semua orang juga melakukan hal yang sama dengan ku. Lalu, napa mesti aku yang selalu kena? Tapi, semuanya harus aku terima dan jalani dengan perasaan lapang dada.

Hari ini, aku ada janji dengan manager marketing Cipta Grup jam 10 pagi. Ternyata begitu aku sampai kantornya di Winsor, ia walah pergi. Ya sudah, tidak apa-apa. Aku melanjutkan mencari berita di Mega Mall berhubung ada pameran Batam Agribisnis Expo 2007. Ternyata disana, aku pun tidak mendapat apa yang seperti aku inginkan

Ya sudahlah ngak masalah. Hari ini, aku merasa senang. Mudahan suasana ini akan ku rasakan sampai ntar malam. Rapat redaksi, biasanya segala persoalan di bahas disana. Good Luck and Have a nice dy to me.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra