April 23, 2008

Adilkah Hidup Ini?

Apakah kehidupan ini adil? Kalau adil, kenapa ada yang kaya dan miskin? Cantik dan jelek? Gendut dan kurus? Berkulit putih dan hitam? Kata sebagian orang, perbedaan adalah sesuatu yang indah.

Perbedaan seperti apakah yang indah? Yang berbahagia dan yang menderita? Yang kenyang dan yang lapar? Kehidupan itu seperti apa ya? Seperti pasir yang terbentang bagai pasir di gurun. Dengan kasat mata, tidak bisa dilihat dengan jelas. Panas, gersang dan menyakitkan?

Namun dari semua itu, ada setetes embun yang akan menyejukkan jiwa. Jiwa yang dahaga, jiwa yang butuh pertolongan. Akankah setetes embun itu bisa datang bagi yang membutuhkannya?

Akankah, ada kepercayaan sedalam itu. Bila jiwa mereka telah terkoyak dan disakiti? Masih adakah harapan, bagi mereka yang percaya.. Apakah embun mendengar isak tangis mereka, mereka yang terpuruk dalam keputus asa-an. Karena suara hingarbingar kebahagian terlalu nyaring diantara mereka?

Kebisuan dan senyapnya malam, menusuk-nusuk ulu hati, bahkan jantung mereka. Senyuman tak pernah lagi singgah pada bibir yang biru karena kedinginan dan penderitaan. Akankah, mereka akan terus mengalami siksaan batin dalam tubuhnya.

Kemana kah embun pergi? Kenapa tidak langsung menyerahkan setetes saja embun pada jiwa yang kosong dan menderita. Sampai kapan lagi menunggu, harus kah sampai jiwa yang menderita itu, meninggalkan tubuh sebagai tempatnya menompang kehidupan sementara di bumi ini?

Mau mencari kemana lagi, bila jiwa terus menderita? Haruskah mereka menyerah, pada ketiadaan? Ketiadaan jiwa mereka yang terkoyak karena derita yang tak kunjung berhenti. Salah kah mereka yang berusaha mencari kehidupan yang lebih baik, ternyata sia-sia perjuangannya..

Kemana lagi mereka harus melangkahkan kaki? Bila tiada tempat bagi jiwa yang sudah terkoyak, harga diri, perasaan dan tubuh sudah tak ada nilainya. Yang ada hanyalah jiwa yang kering di dalam daging yang beku.. Namun setetes embun masih menjadi suatu harapan bagi mereka. Tinggal menunggu dalam keputus asaan, yang bertahan akan mendapat apa yang pantas menjadi miliknya.. Tapi kapan kah itu? Tak satupun diantara mereka bisa menjawab, namun di dalam jiwa mereka yang sudah terkoyak masih ada setetes harapan, harapan yang bisa menyegarkan dahaga akan kebahagian..


Batam, 19 April 2008

Kehidupan

Kebingungan yang tak menentu arah. Kekesalan yang tak terungkap, membuat semuanya jadi samar. Kemurkaan yang sia-sia, iri dengki yang tak ada hasil. Dari semua itu yang hanya bisa diterima adalah kegagalan.

Apakah kamu seorang pecundang? Karena ketepurukan dan tak bisa bangkit dan meraih, apa yang kamu inginkan dan harapkan? Atau, apakah kamu seorang pejuang. Namun, tidak tahu apa yang sedang diperjuangkan?

Hidup adalah sebuah pilihan, bangkit atau menyerah; mati atau hidup. Semuanya ada konsekuensi yang harus diterima. Pilih yang mana. Menyia-nyiakan kehidupan mu, karena jalan yang kamu tahu telah ditutup atau berjuang untuk menemukan jalan mu kembali...

Tak ada ratapan dan belas kasihan, terkadang kamu berpikir, kasihan sekali hidupnya yang berhati dengki dan berpikiran sempit. Itulah yang selalu aku jumpai di sekitar dan sekeliling ku. Aku bahkan, tak pernah menduga atau menyangkalnya.

Aku hanya merasa kasihan, kebesarannya, kekuasaannya digunakan bukan pada tempatnya. Hidup ini rumit, serumit benang yang sudah ruwet. Terlalu berhati-hati, tak kunjung selesai digulung kembali, terlalu terburu-buru membuatnya terputus dan tak bisa disambung kembali.

Bila memilih, aku ingin menjadi tempat gulungan benang. Biar benang putus, kusut atau kotor, tempatnya tidak akan pernah berubah. Selalu sama, biar bagaimana pun hidup di deranya. Sayangnya, hidup bukanlah pilihan, semuanya tergantung cara pandang dan berpikir mu.

Aku, dengan cara pandang ku, membuat hidup jadi lebih menyenangkan. Aku tak pernah menganggap semua rintangan yang terjadi akan menghalangi ku untuk maju. Semuanya akan ku hadapi, karena aku tahu semuanya akan semakin baik.

Hidup ada di tangan mu. Karena hidup adalah apa yang kamu pikir dan kamu pandang. Demikian mudah untuk diucapkan, tetapi terlalu sulit untuk dicerna dan dilakukan. Namun, satu hal yang sudah menjadi perhatian ku, rintangan bukan suatu halangan untuk membuat ku mundur. Namun, suatu tantangan yang menyatakan aku masih hidup dan berjuang, sebesar apapun atau sekecil apapun akan membuat hidup semakin hidup.

Need God

Ya Tuhan, tiba-tiba perasaan ini meresap masuk dalam jiwa dan hati ku. Aku merindukan Mu, aku haus akan firman Mu. Aku bagai domba yang tersesat. Aku tak menentu arah. Aku membutuhkan pertolongan Mu, untuk mengubah hidup ku menjadi lebih baik.

Lebih baik, bukan dari segi material, tetapi lebih ke arah jiwa ku. Yang kadang terasa hampa dan kering.. Tuhan sentuh lah jiwa ku, bimbinglah aku. Berikanlah penerangan pada setiap langkah ku.

Jangan biarkan aku terlarut dalam kehidupan ku yang sia-sia, bila aku jauh dari Mu. Jangan biarkan, disaat aku menderita, aku mengingat Mu dan melupakan Mu disaat ku senang.. Aku ingin keduanya, bahkan bila disaat gembira.

Negatif Thinking

Hari ini aku berpikir, bagaimana hidup bisa terasa menyenangkan bila pikiran negatif terus bermunculan. Seakan-akan menari dalam benak yang keruh.. Kegalauan hati, seakan sudah menjawab semua pertanyaan yang ada... Padahal, semua hanya ilusi semata.

Kenapa pikiran negatif terus berputar-putar dalam benak seseorang? Seakan-akan menari dan membuat si pemilik hidup lelah. Lelah akan pikirannya sendiri. Terkadang, pikiran negatif timbul karena apa yang sedang terjadi dan yang sedang dilihat.

Buruk kah itu? Sebenarnya, aku tidak ingin mempermasahkan apa yang sedang aku lihat dan aku rasakan. Karena semua palsu. Palsu dalam tipu daya yang kadang membuat terlena dan lupa segalanya. Begitu tersadar, semua tak seperti apa yang diharapkan..

Ketakutan seperti apakah sebenarnya yang ada di dalam diri ku? Kegagalan, kesuksesan atau ketiadaan? Aku muak dengan diri ku sendiri, karena secara otomatis bisa menyesuaikan keadaan, apa yang harus aku lakukan dan tidak dalam waktu bersamaan.

Sudah banyak hal yang terjadi dalam hidup ku, bagai gelombang laut yang tak pernah berhenti memecahkan keheningan pantai. Kadang suaranya menyejukan jiwa dan kadang hentakan ombaknya mengoyakan jiwa. Bila badai datang mengampiri pantai.

Harus bagaimanakah aku menghadapinya. Siap kah aku mencapai puncak? Sanggupkah aku, setegar batu karang. Kadang pikiran ku terkoyak, akibat perasaan ku yang gampang bberubah. Seperti angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat ku terlena. Bahan tiupan angin bisa menumbangkan sebatang pohon besar sampai seakar-akarnya.

Seperti apakah kekuatan ku untuk menjalani hidup ini? Kegelisahan ini sering menemani ku disepanjang hari. Perasaan menyesal sering merembes masuk ke dalam hati ku. Bagai tetesan embun yang berusaha menyejukan suasana pagi hari. Tapi embun ini menyisahkan pedih di hati ku.

Tuhan, seru ku dalam hati, sanggupkah aku melaluinya. Kegalauan hidup ku, derita hati dan perasaan ku. Berikanlah aku jawaban disetiap desah nafas ku. Tuntunlah aku, disetiap langkah dan pikiran ku berjalan. Jangan biarkan ku terjatuh pada pikiran yang negatif.

Hidup ku adalah tarikan nafas ku setiap detik akan pikiran apa yang terjadi hari ini, esok atau lusa. Aku hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja.

Batam 22 April 2008

April 20, 2008

Teman

Sudah dua-tiga hari ini aku mendapat SMS diluar bayangan ku.. Kata yang belakangan ini selalu meresap dalam hati ku, MISS U. Sms ini aku dapat dari tante ku, sahabat ku, bahkan adik ku yang paling bandel..

Aku terbangun lebih awal, dibanding hari biasa dan saat membuka sms yang masuk, 'Cit,Miss U. Ntah kenapa waktu buka album foto, aku jadi kangen kamu..' Terus terang aja, aku kaget waktu membacanya, karena diantara 3 sahabat ku, dia yang paling sibuk. Apalagi, ia baru menikah.

Membaca sms-nya aku jadi kembali mengingat masa-masa kuliah dulu. Entah, bagaimana awalnya, kami jadi akrab. Aku, Ima, Lisa dan Endy. Dari awal pertemuan Endy dan Lisa sudah menggunakan jilbab dan selang beberapa tahun berjalan, Ima pun menyusul menggunakan jilbab.

Banyak kawan-kawan yang lain merasa heran dengan persahabatan kami. Karena masing-masing kami mempunyai karakter yang berbeda, Ima yang centil dan childish, Endy yang keibuan padahal dia yang paling muda diantara kami. Lisa yang selalu banyak fansnya, dan aku yang selalu anteng dengan sikap ku yang cuek dan selalu mengutamakan fashion.

Namun, kami mempunyai sikap yang sama dan ku rasa, itulah yang menyatukan kami dari awal ospek yakni tidak suka membicarakan orang. Karena kami lebih senang membicarakan tentang diri kami sendiri, daripada membicarakan orang. Plus, kami merupakan team work. Setiap tugas selalu kami kerjakan bareng-bareng..

Bukan berarti, kami menutup diri dari teman-teman yang lain. Kami tetap berteman dengan mereka.. Hanya saja, kami mempunyai lingkaran kecil kehidupan kami di kampus. Ya, itu dulu. Sekarang kehidupan kami berbeda.

Lisa sudah berbahagia dengan suaminya yang pegawai bank di Jakarta, tapi tetap merasa cemburu.Kalau Lisa main ke Jogja. Takut teringan mantan pacarnya yang polisi. Padahal, mantannya sudah menikah juga. Cinta memang tak bisa ditebak. Jauh-jauh mencari calon suami, dapatnya juga di dekat rumahnya di bumiayu. Waktu dia menikah, kabarnya banyak yang patah hati.

Sementara Ima, yang kami anggap playgirl, karena gampang jatuh cinta. Menikah lebih dulu dibanding Lisa. Ima yang penggemar pria pelayar dan orang Bandung. Mendapatkan, pria sesuai dengan keinginannya..

Lalu, Endy. Setelah putus dengan pacarnya. Asyik tenggelam dengan pekerjaannya yang mengajar di salah satu LPK dan malah memikat pemilik LPK dan menikah bulan lalu.. Sampai saat ini, masih masa-masa pacaran. Karena pernikahannya lebih cepat dibanding masa penjajakan pacaran. Gitu katanya.

Sedangkan aku, aku masih senang dengan kesendirian ku. Pacar ku yang di Jogja pun sudah aku putuskan. Terlalu repot, pacaran jarak jauh. Walaupun dia bilang akan 'setia' tetapi tetap saja tak sama rasanya... Sabahat-sahabat ku juga pada sibuk memperkenalkan beberapa kawannya yang dianggap cocok dengan tipe yang aku inginkan.

Kata mereka, aku terlalu tembangpilih. Padahal seh ga sepenuhnya benar. Aku hanya mencari sesuai dengan apa yang aku inginkan, itu sulit banget. Ya, ku pikir belum waktunya aja. Ntar juga datang 'paket' sesuai dengan jadwalnya. Lagipula aku juga ga memikirkan hal itu, aku hanya ingin mendapatkan apa yang aku inginkan. Simple seh, aku ingin membuat novel. Tapi sampai sekarang, masih tersimpan dalam hardisk. Karena computer ku sudah ku jual...

Ya cepat atau lambat, aku pasti bisa. Bisa mencapai opsesi yang sudah ada sejak aku masih SMP. Ingin menjadi penulis, eh malah nyasar jadi kuli tinta. Orangtua, awalnya tidak setuju, tapi lama kelamaan juga mendukung. Namun, untuk urusan jodoh. Mereka sama dengan kawan ku. Please deh, untuk urutan itu masuk dalam urutan kesekian.

Aku sama seperti yang lain koq, normal. Hanya saja belum aja kali. Pria idaman ku itu, diurutan kesekian dalam hidup ku.... Setelah semua tercapai, pasti urutan itu akan naik.. Tidak ditahun ini dan tahun berikutnya. Walaupun kadang aku takut dengan tindakan ku. Tapi itu adalah konsikuensi yang harus ku ambil, bukan? Karena hidup, tidak hanya untuk itu. Apalagi ini di era reformasi dan moderen. Jadi tidak ada masalah, wanita diatas 25 tahun belum menikah...

April 15, 2008

Employee of The Month

Zack Bradley (Dane Cook) dan Vince Downey (Dax Shepard), persaingan dua karyawan Super Club yang masing-masing telah bekerja selama sepuluh tahun. Vince, dengan kepercayaan Jorge (Efren Ramirez) menjabat sebagai kepala kasir dan mendapatkan 17 kali penghargaan "Pegawai Bulan Ini". Zack, dengan penampilan urakan dan cuek tapi populer di koleganya, namun membuatnya tetap menjadi bawahan. Sejak lama, mereka bersaing mendapatkan perhatian Amy (Jessica Simpson), kasir baru yang cantik dengan reputasi hanya berkencan dengan pemenang "Pegawai Bulan Ini".

Dengan gaya flamboyannya dibelakang kasir, dengan segera membuat Amy dan banyak pelanggan terkesan padanya. Usaha Zack untuk menarik perhatian rekan kerja baru yang cantik tersebut adalah dengan melawan Vince. Harapan Zack untuk itu sangat jauh, maka satu-satunya kesempatan adalah memenangkan penghargaan "Pegawai Bulan Ini"

Untuk mendapatkan penghargaan 'pegawai bulan ini' ia pun meninggalkan kolega yang selama ini selalu mendukungnya. Karena ambisi untuk mendapatkan wanita impiannya, ia pun rela bangun pagi dan bekerja lembur. Serta belajar untuk menjadi kasir yang baik. Hingga akhirnya, ia memenangkan perlombaan itu. Dikarenakan Vince, ketahuan berbuat curang.

DISTURBIA

Setelah kematian ayahnya, Kale menjadi pemarah dan biang keladi, yang berakhir hingga menjadi tahanan rumah oleh pengadilan. Sebab, memukul hidung guru yang sedang mengajarnya. Ibunya, Julie, bekerja siang dan malam untuk menghidupi diri dan putranya, membuat dirinya tak peduli dengan putranya.

Karena merasa bosan di dalam rumah, TV satelit pun dihentikan. Dinding-dinding rumahnya mulai akrab dengan Kale. Ia menjadi seorang pengintai sejak ia tertarik mengintip para tetangganya melalui jendelanya, dimana salah satunya ia curigai sebagai pembunuh berantai, dan seorang gadis yang baru pindah yang merupakan tontonan menarik baginya.

Mereka pun berteman, kecurigaan Kale beralasan, ternyata pria, tetangga sebelah rumahnya adalah pembunuh berantai. Ia pun berjuang untuk menyelamatkan nyawanya dan juga orang-orang yang disayanginya dari pembunuh berdarah dingin itu.

Filmnya menegangkan, mungkin, karena aku bukan termasuk golongan orang yang menyukai film triller. Namun, cukup memicu adrenalin. Karena efek ketegangan dan musik yang pas disetiap adegan pembunuhan.

BRATZ

Empat remaja putri yang sudah bersama sejak masih SMP, kini memasuki babak baru dalam kehidupannya sebagai siswi di SMA. Di tahun pertama di sekolah menengah atas, empat sahabat wanita melawan presiden himpunan siswa yang diktator yang ingin memisahkan mereka ke dalam beberapa kelompok siswa. Sesuai dengan kemampuan mereka. Pada awalnya, tidak ada masalah. Namun, begitu masing-masing mengikuti kegiatan ekstra, sesyai bidangnya. Mereka pun dengan sendirinya menjauh dan bergabung dengan teman-temannya.

Jarak pun tercipta hingga tingkat dua, namun semua itu disatukan kembali. Lantaran kejadian kecil yang tidak sengaja yang menyebabkan patung kepala sekolah pecah. Sehingga mereka dikumpulkan dalam satu ruangan. Disitu, mereka saling bertengkar dan menyakiti satu dengan yang lain. Hingga mereka menyadari bahwa mereka sudah menjauh dan terpisahkan.

Lalu, mereka membuat suatu rencana untuk mengubah sekolah menjadi lebih baik. Filmya seru, tetapi memang untuk remaja. Namun, cukup menghibur dengan berbagai fashion dan juga kejadian lucu yang terjadi di lingkungan sekolah.

Sakit Perut

Entah empat hari belakangan ini, perut ku gak enak banget. Hampir tiap hari sakit tiba-tiba datang. Rasanya, minta ampun. Padahal jadwal ku kan masih lama.... Hari ini, sakit itu datang dan hilang dengan tiba-tiba. Tak seperti beberapa hari belakangan ini yang datang hanya sekali saja, tetapi berulang-ulang kali.

Padahal, sekarang ini aku rajin sarapan pagi. Walaupun hanya minum segelas sereal coklat atau pun makan mie gelas. Ya, tergantung mood. Yang penting perut ku tidak kosong. Anehnya, sakit perut ku menjadi-jadi.... Aku sendiri bingung harus bagaimana?

Pergi ke dokter? Bukannya ga ada uang, tetapi takut untuk mendengar apa kata dokter. Maag kronis or ada something wrong in my stomach. Padahal, aku sering, eh kadang-kadang membuat berita kesehatan dan selalu menyarankan pembaca untuk rutin melakukan perawatan ke dokter untuk segera mengetahui penyakit yang sedang diderita. Sehingga penanganannya semakin cepat, semakin baik.

Ternyata hal itu sangat menyulitkan ku. Karena perasaan takut dan beranggapan hanya sakit perut biasa, bentar lagi juga hilang. Secara naluri aku masukan dalam pikiran bahwa sadar ku. Sehingga, aku berpikir tidak perlu ke 'rumah peristhirahatan' yang biasa disebut orang Melayu, sedangkan orang Indonesia, kita, rumah sakit...

April 13, 2008

Sabtu yang Melelahkan

Sebenarnya tak ada niat mengecat kamar Sabtu (12/4) ini, tapi dikarenakan perbincangan singkat dengan Heru, teman kantor, jumat malam. Saat dalam perjalanan ke Ezy, rental Vcd. Ia pun berniat membantu. Tentu saja, gayung bersambut ini tak mungkin ku lepas.

Aku menerima tawarannya, sabtu siang untuk mengecat kamar ku. Mentari pun menyambut pagi, karena semalam tidur larut, aku pun bangun kesiangan. Niat ke gereja pun terpaksa di cancel. Karena hujan turun. Berhubung tidak punya payung, jadi tak bisa kemana-mana..

Waktu berlalu dengan lambat, menunggu hujan reda, perasaan rada-rada cemas.. Ya, kalau hujan berhenti, kalau tidak? Rencana bisa buyar.. Jam menunjukan pukul 11.30 WIB, aku pun segera menghubungi Heru. Di tempatnya masih hujan deras, sedangkan tempat ku tinggal rintik2.. Menunggu kedatangannya, aku menghabiskan waktu dengan membaca Harry Potter terakhir, yang ku pinjam dari pok Ifah, alias barter. Dia ku pinjamin buku Women under cover, yang baru aku beli beberapa hari lalu dan baru ku baca beberapa bab tentang sex dan striptis dunia pria...

Tak lama kemudian, jam yang sudah menunjukan jarum panjangnya ke 9 dan jarum pendek ke angka 11, ia pun datang dengan jaket andalannya. Kami pun segera membeli cat di mitra 10. Rencananya, aku ingin mengecat kamar ku dengan dua warna favorit ku, ungu dan pink. Tapi rencana, tinggallah rencana. Karena tak ada cat dalam kemasan sedang. Akhirnya aku putuskan memilih warna ungu muda.

Lalu, saat perjalanan pulang, kami pun membeli makanan untuk makan siang. Setelah barang ku di geser-geser, ia segera mengecat kamar ku. Aku menunggu sambil melanjutkan membaca Harry Potter, sesekali membantunya mengeserkan lemari dan juga mencari tongkat.

Beberapa waktu kemudian, Heru menerima telpon dari kawannya, Ian. Ia pun menyusulnya ke kost ku. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 4. Aku mendapat telp dari mas deny yang sudah stand by di Godiva Ngy Hill dan mba Widya..

Karena waktu terus berjalan dan Heru juga sudah capek, acara ngecat pun dihentikan dan disambung sabtu depan. Alhasil, kamar ku jadi belang. Ungu dan putih. Tak henti-hentinya telepon dan SMS pun datang silih berganti, dari kawan, sepupu dan juga komunitas BBC.

Jam sudah menunjukan pukul 4, aku segera mandi dan bersiap ke Nagoya Hill. Sesampainya disana, sudah menunggu Dev, Joko, Chika, Arifin, Okie, Mel dan widya. Kami pun menghabiskan waktu hingga Magrib. Mba Widya pulang, wahyu dan mba Ani datang. Berbincang-bincang tak tentu arah hingga kira-kira jam 9 malam. Kami pun pulang ke rumah masing-masing...

April 10, 2008

TIME

Apa ya yang membuat kehidupan berlalu begitu cepat dan lambat. Terkadang, waktu berlalu dalam hitungan detik, begitu cepat sampai tak terasa. Kadang, waktu berlalu lama, hingga detik, menit terasa membosankan.Kenapa bisa begitu?

Aku pun tidak tahu. Apakah karena perasaan atau pikiran yang membuat semuanya berlalu dengan cepat atau lambat. Suasana hati, mungkin kah bisa mempengaruhi waktu yang berlalu... Kalau memang begitu, aku ingin perasaan hati ku selalu riang dan gembira. Sehingga waktu berlalu dengan cepat. Tetapi untuk itu, tidaklah mudah. Karena, suasana hati, terpengaruh oleh kegiatan dan suasana lingkungan sekitarnya...

Bila waktu berlalu dengan cepat, susah juga jadinya.. Kenapa, karena usia ku jadi cepat berkurang di bumi. Waktu berlalu dalam hitungan detik, menit dan jam. Terasa atau tidaknya waktu berjalan, siap atau tidak. Kehidupan terus berjalan, tanpa seorang pun bisa menghentikannya.

Aku merasa kehidupan ku berjalan dengan cepat dan lembaran kehidupan ku hanya berjalan di tempat. Aku tak tau kenapa bisa begitu? Aku ingin sesuatu yang berbeda dan yang bisa memberikan kebahagian dan semangat di dalam hidup ku.

Begitu sulitnya kah mencapai apa yang diinginkan. Begitu mudahnya menutup mata dan berpura-pura semuanya baik-baik saja. Menunggu keajaiban dan membiarkan waktu terus berlalu atau membuat keajaiban itu sendiri bersama waktu?

Kenapa berbagai pilihan sukar dan mudah, manusia sendiri yang menentukan? Kenapa waktu hanya terus memutarkan jarum jam-nya tanpa peduli apa yang sedang dirasa dan yang terjadi. Seolah-olah, dengan cepatnya waktu berlalu, penderitaan juga berlalu.. Benarkah itu?

Lalu, kenapa banyak orang yang berusaha menghentikan waktu. Dengan berbagai cara, yang masuk akal dan tidak. Percobaan bunuh diri, dengan membunuh diri mereka, mereka bisa menghentikan perputaran waktu kehidupan mereka. Tetapi itu terlalu di dramatis dan bagi beberapa orang menganggap hal itu tidak berpendidikan.

Jadi, bagaimanakah menghentikan dan mempercepat waktu berlalu? Ku rasa, tak seorang pun mampu melakukannya. Jalanilah kehidupan seperti yang kamu ingin dan rasakan. Bila tidak sesuai dengan keinginan mu, kamu masih bisa meluangkan waktu sejenak melamun kan kehidupan yang kamu inginkan. Walaupun itu hanya khayalan, menariknya hal sederhana itu mampu memberikan kamu semangat baru. Untuk mewujudkan hal yang paling diinginkan, bersamaan dengan waktu, harapan dan perjuangan.

Karena, tak selamanya waktu itu mengerikan, kadang waktu juga menyenangkan. Dimana sebagian manusia ingin mengulang dimasa-masa dulu, dengan khayalan dan lamunan, waktu akan membawa mu ke masa itu.. Sehingga tiap detik waktu yang berlalu, terlalu berharga dibiarkan berlalu begitu saja, tanpa melakukan apa pun.

Batam 10 April 2008

The Man

Apa seh asyiknya membahas tentang pria? Karena pria itu susah untuk ditebak dan lebih rumit dari wanita. Tetapi, kawan2 ku, khususnya yang wanita, sering banget membahas tentang pria. Unik kah pria itu, yang
katanya, selalu menggunakan logika, dibanding perasaan. Ku rasa itu tidak benar.

Pertama, kaum pria kebanyakan menggunakan hawa 'nafsu' dibanding akal sehat. Rayuan-rayuan yang dilontarkan pun basi banget. Salah satunya, kawan ku, sebut saja An. Dia berkenalan dengan teman kantornya, tetapi entah tanpa sebab yang jelas, ia menciumnya..

Ini menunjukan, beberapa diantara mereka tidak menggunakan logika, tetapi perasaan nafsu sesaat. Kalau ia menggunakan logika, hal itu tak perlu terjadi.. Sebelum bertindak, ia akan memikirkan konsekuensinya
dan pemerkosaan yang sering diberitakan di media cetak dan elektronik tidak akan terjadi..

Kedua, sok berkuasa. Ini adalah sikap pria yang selalu merasa sebagi seorang pemimpin. Karena terlahir sebagai seorang lelaki. Sehingga tidak heran, banyak diantara mereka yang selalu mengatur pacarnya,
sesuai yang diinginkannya. Salah satunya, sebut saja Mi, ia baru tiga bulan jadian dan pacarnya,
sudah sibuk mengatur, tak boleh pakai ini, pakai itu, hingga kalau mau keluar jalan harus atas izinnya atau persetujuannya.

Halo, pria begini-neh, tak layak untuk dijadikan suami. Belum apa-apa saja sudah seenaknya. Bagaimana kalau sudah menjadi suami? Pacar itu, kata kawan ku, cukup mengetahui. Sedangkan suami
menyetujui. Tetapi, sekarang kebanyakan kebalik....

Ketiga, tidak mau kalah. Pria selalu beranggapan mereka yang terbaik. Benarkah? Bagaimana tiba-tiba istrinya atau pacarnya, berpenghasilan lebih banyak? Tentunya, ia tidak ingin ditandingi dan menganggap
sebagai persaingan. Untuk contoh yang satu ini sudah banyak. Jadi tak perlu diberikan alias dibahas.

Keempat, sikap yang selalu berubah-ubah tanpa sebab yang jelas. Begitu rumit, serumit menyusun balok-balok menjadi piramida. karena bila tidak hati-hati, susunan balok akan hancur berantakan dan harus
mengulang lagi dari awal.

Sebenarnya, pria itu sama seperti wanita, mempunyai perasaan dan juga ingin diperhatikan. Hanya saja, mereka terlalu gengsi untuk menunjukan bahwa sebenarnya mereka menginginkan apa yang diinginkan wanita.

April 09, 2008

Bangun Pagi

Rencananya hari ini, setel alaram pagi jam 6, berniat olahraga, at last, jogging. Soalnya, mengharapkan pergi fitnes, tak kunjung juga sempat. Sehingga atau perasaan ku saja, berat badan ku naik. Ditambah, hampir tiap malam dinner terus plus yang dipesan yang berlemak-lemak, seperti ayam bakar plus es campur. Bagaimana hal itu tidak membuat BB ku naik?

Alhasil, alaram berbunyi, bukannya bergegas malah matikan alaram dan tidur lagi. Hingga terbangun, karena suara Kangen Band, yang ku jadikan suara alaram ku di ponsel satunya. Dengan perasaan sedikit ogah-ogahan, aku pun langsung menghidupkan televisi dan mendengarkan musik yang ditayangkan di SCTV dalam progam INBOX. Sambil mendengarkan dan menyaksikan video klip yang bagus, aku membersihkan kamar dan membaca koran Batam News, setiap pagi, tak pernah terlewatkan, kecuali lopper koran tidak mengantar.

Setelah itu, aku pun mandi dan bersiap berangkat ke lapangan, mencari beberapa informasi mengenai posisi ku, sebagai kuli. Sebelum berangkat kerja, aku menyempatkan diri untuk SMS kawan blogger, mengingatkan
untuk ngumpul Sabtu (12/4) di Godiva jam 4 sore..

Beberapa kawan yang ku SMS pun membalas, diantaranya Wahyu, Ryane dan Firman.. Dari sekian SMS yang masuk, ada satu SMS yang mengejutkan ku. SMS dari kakak ku yang cemas. Lantaran sewaktu masak, piringnya pecah. Ia mengira suatu pertanda terjadi. Untunglah itu, tidak benar.. Karena, aku segera menghubungi orang rumah dan semua dalam keadaan baik..

Mungkin bisa di bilang, hari ini aku apes. Sebab, sudah buat janji mau wawancara tetapi tak satu pun dari mereka ada waktu. Untunglah, aku pun mendapatkan berita yang bisa dibawa pulang ke kantor...

Kesalahan

Ketika perasaan gelisah melanda, aku tak tau harus berbuat apa. Perasaan gelisah ini datang darimana, aku pun tak tahu. Rasanya, hidup ku tak nyaman. Gundah dan resah.
Semuanya berawal dari perkenalan yang aku sendiri lupa, siapa yang memulai. Saat itu, aku pikir hanya perkawanan biasa. Ternyata, itu tak seperti yang ku pikirkan.

Entah, karena dia yang memulai, atau karena kebodohan ku dan niat ku mendiamkannya. Aku pun tak tau, semuanya terlalu cepat, tanpa aba-aba dan sejujurnya, aku juga menikmatinya...

Menikmati tiap detik, bukan karena aku mendamba atau menginginkannya. Aku hanya ingin mengetahuinya. Ku pikir, cukup sekali itu, aku melakukannya..
Rasanya lembut dan basah... Ya, ciuman yang ku lakukan bukan karena aku menyukainya, tetapi hanya ingin mengetahui dan merasakannya. Aneh bukan? Aku aja bingung dengan tindakan ku..

Lalu, yang kedua kalinya. Ku harap ini untuk yang terakhir. Maafkan aku. Karena aku sendiri pun bingung mau mengutarakannya. Yang kedua, sungguh berbeda dari yang pertama. Padahal, aku ingin melupakannya. Melupakan kesalahan, kesalahan yang bukan kesalahan ku. Karena aku tak kuasa menolaknya. Mudahan ini, untuk yang terakhir kali. Karena aku selalu merasa gelisah dan terus bertanya pada diri ku, ada apa dengan diri ku? Aku pun, tak bisa menjawab pertanyaan yang ku lontarkan sendiri.

Karena aku sendiri bingung pada tindakan ku, aku pun bertanya padanya. Namun, ia pun tak bergeming menjawab pertanyaan ku. Inikah yang namanya, tindakan diluar logika atau akal sehat. Ku rasa bukan? Ini adalah nafsu sesaat. Ya, manusia penuh dengan kelemahan.. Begitu juga dengan ku, tergoda untuk mencoba dan melakukannya. Mudahan, hanya sampai disini, perasaan gundah dan resah yang kerap selalu menghantui pikiran dan hati ku.

Ini adalah rahasia 'kita' jangan sampai ada yang mengetahuinya, hanya antara aku dan diri mu saja... Ku tutup lembaran ini dan kamu jangan coba untuk mengoda ku lagi, meski hanya dalam lamunan.

Batam, 9 April 2008

April 08, 2008

BANDIDAS

Menurut aku, film Bandidas ini layak ditonton. Karena lucu habis. Film ini berkisah tentang petualangan komedi di tahun 1888 yang setting film-nya berada di Meksiko dengan dua orang wanita yang mempunyai misi yang sama dengan latar belakang yang berbeda.

Maria Alvarez yang diperankan Penelope Cruz merupakan wanita yang pemberani dan juga sedikit arogan. Awalnya ia bertemu dengan Sara Sandoval yang diperankan Salma Hayek di rumah Sara yang termasuk kalangan menengah atas. Maria kesana untuk memperjuangkan haknya, karena sertifikat tanah rumahnya diambil oleh tuan tanah. Lantaran, belum membayar hutang.

Film ini layak di tonton bila sedang lucu, karena ada adegan yang seharusnya serius jadi membuat penonton tertawa. Cukup menghibur rasa bosan ataupun perasaan lelah, menyaksikan film yang ringan bisa membuat perasaan kembali rileks.

Aku Belum Kena...

Beberapa kawan kantor dan yang lainnya sedang menderita penyakit cacar. Aku pikir, aku sudah pernah mengalaminya masa kecil. Karena makin banyak yang tertular, aku pun merasa cemas dan berpikir 'apakah aku pernah kena ya?' Dengan perasaan cemas dan penasaran, aku pun menelpon orang yang paling mengetahui aku, siapa lagi kalau bukan my mother.

Ternyata aku belum pernah terkena cacar. Ini kabar mengembirakan or mengerikan ya? Yang jelas, mulai detik ini. Jauh-jauh deh dari orang yang sedang menderita cacar. Daripada nanti, aku yang repot sendiri. Ngak terbayang deh. Mudahan saja, selama virus ini masih mendera, fisik ku sehat-sehat saja. Sehingga tidak tertular. Siapa yang ingin? Tentu saja tidak ada.

Perjalanan ke Dabo

Rasanya lama sekali, aku tak menyempatkan diri mengutarakan kejadian, waktu yang ku alami belakangan ini. Banyak permasalahan seputar perasaan yang tak sempat ku tuang dalam bentuk tulisan. Permasalahan 'hati' dan sikap yang aku sendiri bingung harus memulai dari mana. Mungkin, untuk yang satu ini hanya aku dan 'dia' saja yang tau...

Sabtu (5/4) berbeda dari hari biasanya, biasanya aku bangun jam 7 atau jam 8 pagi. Kali ini, aku harus bangun jam 6.30 WIB, padahal malamnya aku baru bisa tertidur pukul 1.00 WIB. Karena harus menyelesaikan urusan mencuci baju dan merapikan kamar. Baru deh tertidur sambil mendengarkan alunan musik lembut yang dimainkan Ricard

Tepat jam 6.30 WIB, alaram ponsel Sony Ericsson ku pun berbunyi. Dengan perasaan malas dan berat hati, aku pun mematikan dan tidur lagi selama sepuluh menit dan terbangun lagi. Karena alaram ponsel Nokia ku pun telah berbunyi. Menggerakan sedikit badan agar mata ku benar-benar terbuka, aku pun segera mengambil handuk dan mandi. Sempat ada tatapan bertanya dari seorang kawan kost ku. Soalnya, aku tak pernah bangun sepagi itu sudah membawa perlengkapan mandi.

Jam 07.30, aku pun masih menunggu angkutan, soalnya kalau pagi susah. Setiba di Gerai Telkomsel, sudah menunggu mba ayu, humas Telkomsel, Usvim dan Indra dari BTV, Andi (sijori mandiri), Naim (antara), Robi (Batam pos) dan menunggu Menik (Tribun). Setelah semua berkumpul di Lobi Telkomsel. Kami pun berangkat ke punggur.

Sesampainya di sana, Widodo (GM Regional Telkomsel SumBagTeg) telah menunggu. Kapal feri berangkat ke TPI jam 09.00 WIB. Karena rute jam 08.10 WIB sudah terisi penuh. Sambil menunggu, aku pun membaca koran untuk mengusir ngantuk, begitu juga yang lainnya. Perjalan pun membutuhkan waktu 45 menit.

Begitu sampai, kami langsung diajak sarapan sama panitia yang sudah menunggu di Tanjungpinang. Setelah itu, perjalan dilanjutkan naik kapal speed ke pulau Dabosingkep yang membutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan. Cuaca yang bagus, tidak membuat gejolak yang begitu berarti. Kami tiba jam 02.00 WIB. Karena air laut, aku pun merasa lelah. Setelah mengelilingi pulau, rombongan wartawan lebih memilih balik ke hotel. Begitu tiba, hal pertama yang ku lakukan adalah mandi dan tidur. Begitu juga yang lain...

Ternyata, beberapa diantara kami memutuskan jalan-jalan dan mencari berita walet. Karena di Batam Ranperdanya masih penuh konflik. Lalu, kami pun bersiap untuk makan malam di salah satu warung yang terkenal di sana. Makanan yang disajikan berupa seafood, ayam dan ikan. Kami pun menyantap sambil bercanda gurau.

Setelah itu, kami pergi mengunjungi Tengku Kelana, seorang pengusaha walet dan kolektor barang antik. Setelah puas bertanya dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kami pun kembali ke hotel dan istirahat.

Aku dan Menik dibangunkan pukul 06.00 WIB oleh mba Ayu. Sambil malas-malasan, aku pun pergi mandi. Karena Menik masih ingin menikmati beberapa menit dibawah selimut. Lalu, kami pun berangkat ke lapangan merdeka menyaksikan acara jalan santai. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Gerai Telkomsel ke 20 di Dabosingkep.

Setelah semua selesai, kami kembali untuk pulang ke Batam... Tak, lupa membeli oleh-oleh untuk kawan. Hal yang utama, cuaca di sana masih asri, enak untuk menikmati suasana sore hari di Dabo. Karena masih jauh tercemar polusi udara.

April 02, 2008

Sleepy. . .

Dua hari tidak bisa tidur dengan nyenyak, bangun pagi badan pun jadi tidak segar. Entah kenapa, hal ini terjadi. Mungkin, dikarenakan cuaca yang buruk. Sehingga badan jadi terasa tidak nyaman. Rencananya, sepulang kerja, hari ini, aku dan beberapa kawan ingin menonton 21. Dah, lama memang, aku tidak menyempatkan diri untuk meluangkan waktu menyaksikan film-film terbaru yang diputar di bioskop.

Terakhir menginjakkan kaki di 21 Nagoya Hill menyaksikan film Kawin Kontrak, itu pun nyuri-nyuri waktu. Sedangkan ini mau nonton di malam hari. Entah, pulang jam berapa. Padahal besok, kawan ngajakin nongkrong lagi di Novotel.

Mank seh, bergadang sudah aku lupakan. Tetapi, akhir-akhir ini gak bisa tidur lebih cepat, kenapa ya?? Sekarang ini, ngantuk banget rasanya. Tapi, tetap saja ngak bisa tidur cepat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra