Mei 31, 2008

Akhirnya Tiba di Pinang

Kemarin, hari ku benar-benar apes benar. Bagaimana tidak, seharusnya Jumat, aku harus sudah berangkat ke Pinang. Namun, lantaran hujan jadi tidak berangkat. Padahal, aku sudah beli banyak makanan spesial buat adek ku yang paling jelexs....

Karena kesal dan sedikit tidak iklas, karena harus pindah ke Pinang atau karena perasaan sedang tidak enak. Banyak, masalah yang mengampiri. Salah satunya, sekring kamar ku rusak. Otomatis, aku tidak bisa menghidupkan TV, bayangin aja, aku tidak mendengarkan musik setengah harian. Rasanya sunyi dan bete....

Untung saja, ada kawan yang berbaik hati mendengarkan keluh kesah ku dan mengajak jalan-jalan. Eh, akhirnya nyampai juga ke Jodoh. Langsung deh, aku beli MP4.... Lumayan, untuk menghilangkan rasa kesal, heheh...

Malamnya, aku tidak bisa tidur. Karena, cuaca yang panas, serta hati yang bete. Membuat semuanya complait. Tengah malam, ponsel, kedua ponsel ku pun ikut-ikutan ngambek. Alias, batre habis. Membuat ku, tambah kesal aja. Untung, mas-mas kamar bawah, pada belum tidur. So, numpang charge di salah satu kamar mereka.

Pagi-paginya, aku dibangunkan dan ponsel ku diantar ke kamar. Karena mereka harus kerja. Karena belum juga dibenarin ma bapak kost, jadi numpang charge di kamar tetangga...

Walaupun berat, meninggalkan kost-kostan ku, terpaksa aku harus berangkat ke punggur. Disana bang Jek sudah menunggu, Ya itung-itung, lumayan tiket gratis hehe. Setiba di Pinang, papa sudah menunggu di pelabuhan dan mengantarkan aku pulang.

Rasa lelah dan lapar membuat ku, terpaksa mencari makan di luar bersama adek ku yang paling bandel en kami putuskan makan di KFC. Sudah begitu, hujan terus-terusan dan harus mengikuti kebaktian.

Akhirnya, sekitar jam 4-an, aku mampir ke kantor perwakilan Batam Pos, Riau Pos Grup di Tanjungpinang untuk menemui Mr Sigit, kepala perwakilan BP di Pinang. Disana ada Jaya dan Zakmi yang sedang asyik mengetik laporan. Berbincang-bincang singkat. Akhirnya aku pulang, aku tahu. Pada saat itu, Zakmi sedang mengetik berita demo malpraktik. Saat aku minta nomor telepon LSM dan Dinas Kesehatan, dia tidak punya.

Lantaran semalam, rumahnya kemalingan dan tiga unit ponselnya melayang..... Aku gak tahu harus bagaimana untuk mendapatkan informasi tersebut. Karena, aku tidak tahu pinang.

Mei 29, 2008

I bought 4 novels

Akhirnya, sudah sekian lama. Alias satu bulan, aku tidak membeli buku... Kamis kemarin, aku langsung membeli empat buku novel. Tidak masalah, menghabiskan beberapa lembar uang lima puluh ribuan, yang penting puas....

Ya, aku terpaksa langsung membeli banyak. Karena dua bulan, bukanlah waktu sebentar untuk dipindah tugaskan di Tanjungpinang. Aku membutuhkan bacaan yang baru, biar tidak suntuk. Buku yang ku beli, sepertinya lumayan bagus. Saat aku membaca sekilas kata pengantar dan review yang ada di belakang buku....

Mudahan aja, semua sesuai seperti yang diharapkan aja. Buku-nya menarik untuk di baca hehe..

Besok Berangkat

Besok aku berangkat ke Tanjungpinang, jadwal keberangkatannya dipercepat beberapa hari. Seharusnya menurut jadwal, aku berangkat hari Senin nanti. Ya, apa boleh diperbuat...

Berangkat ya ayo..., siapa takut!! Lagipula, mungkin ada baiknya aku di Pinang untuk beberapa bulan. Selain penyegaran, ya mengubah rutinitas dan pengalaman baru.

Aku sendiri belum mempersiapkan segala sesuatunya untuk pergi selama dua bulan. Yang penting, untuk kost sudah aku bayar tadi pagi dan sudah aku bilang, sama ibu kost bahwa aku akan di tempatkan ke Pinang selama dua bulan. Dan teman ku, kadang-kadang akan main ke kost untuk melihat kondisi ataupun menghilangkan bau pengap. Karena kosong dan tak berpenghuni...

Semalam, aku tidak bisa tidur sampai jam 3 subuh. Bukan karena keasyikan nonton film yang aku sewa di ezy. Tetapi karena beban pikiran yang sangat berat mengenai ke berangkatan ku Pinang..

Mau, jadi apakah aku di sana? Biasanya untuk pertama kalinya akan terasa berat. Pekerjaan, rumah dan masih banyak lagi urusan lainnya. Mudahan dan harapan ku, semuanya lancar dan bisa kembali ke kondisi semua, ASAP.

Mei 25, 2008

Bye Bye Batam

Berapa hari belakangan ini banyak kejadian, tetapi aku belum sempat meluangkannya dalam bentuk tulisan. Mungkin karena udah kecapelan duluan or malas menulis ya? Yang jelas, aku merasa tidak enak badan. Rasanya badan ku lemas, otak dan perasaan ku 'mati'.

Mati dalam artian tak bergairah, lemes bahkan tak berdaya. Di kondisi tubuh dan pikiran ku yang sedang seperti ini ada aja masalah yang datang dan membuat ku kesal, marah dan muak. Contoh kecilnya aja, dari pagi sampai sore, banyak aja pria-pria hidung belang yang menganggu ku.

Cuaca yang dari tadi pagi sudah panas membara membuat ku makin kesal dengan kelakuan orang-orang yang tidak memiliki etika. Nyebelin bo..., kemana aja seh, waktu guru nerangkan moral dan sikap yang sopan...

Ok lupakan aja, karena lama tidak ditulis jadi bingung mau memulai yang mana. Mungkin di mulai Jumat kemarin aja kali ya, gosip mengenai keberangkatan ku ke tanjung pinang mulai menyebar.. Tidak hanya di kalangan redaksi tetapi juga pemasaran. Ternyata hal itu benar, Jumat malam di rapat redaksi pada akhir rapat, diumumkan.

Terhitung awal depan say good bye Batam untuk dua bulan ke depan. Sanggupkah aku diberi tanggung jawab dan kepercayaan yang besar dari kantor? Aku harap, ya aku sanggup. Asal bang Rizal mensepakati perjanjian awal dengan ku, aku hanya di tempatkan di sana dua bulan. Lebih dari itu, aku gak ke bayang.

Karena barang ku banyak di Batam dan lagipula aku harus membayar kost tiap bulan. Jadi banyak beban yang harus aku pikirkan lagi. Begitu berita ini ku sampaikan pada mama. Rasa antusias dan senangnya sangat
tinggi.

Sudah aku duga dalam pikiran ku yang paling dalam, mama akan mengatur ku. Dan itu sangat terbukti 100 persen. Belum apa-apa, dia sudah mengatur, makan siang di rumah, baju mama yang siapkan dan sebagainya...

Alo... apakah aku anak kecil? Dua bulan lagi, tepatnya awal Juli, terhitung tanggal satu. Usia ku bertambah dan angka yang akan ada di kue tar terbilang 'tidak muda'. Bayangkan 27 tahun, aku masih diperlakukan bagai anak kecil.. Hal inilah yang membuat ku berpikir ribuan kali, waktu aku diajukan untuk memperluas jaringan di Pinang.

Anyway, aku tetaplah aku. Setiap di dekat mama aku selalu berubah menjadi orang yang tergantung padanya dan aku termasuk katagori orang yang manja. Bila di dekat ibu satu ini. Inilah yang aku takutkan, aku tak akan bisa bersikap tegas dan mandiri. Seperti ada magnet yang membuat ku bersikap layaknya anak kecil. Padahal, bila tidak ada ibu tersayang disamping ku. Aku bisa bersikap.

Sedangkan papa berbeda, papa adalah orang yang memahami aku. Aku tidak tahu, kenapa mereka sangat peduli dan sayang pada ku. Aku jadi ingat, kalau aku lagi bertengkar dengan my sweet sis, mama akan selalu
'membela' ku. Begitu juga papa. Sampai-sampai, aku di bilang anak mas mereka.

Padahal aku tidak merasa seperti itu.. Ku rasa kalau aku menulis itu, aku membohongi diri ku. Ok, aku merasa sedikit menjadi anak kesayangan. Mau, bagaimana lagi. Soalnya, setiap barang yang kakak ku punya dan aku inginkan itu pasti ku dapatkan.

Entah papa yang bicara dengan kakak ku ataupun mama. Maaf ya ka, gak ada maksud hehehe... Biar bagaimana pun juga, kakak ku tetap memberikannya, tanpa ada unsur paksaan lho. Karena dia juga sayang sama aku. Begitupula aku sayang padanya, walaupun sampai detik ini, aku belum pernah memberikan barang yang mahal ataupun yang dia inginkan...

Koq ada rasa rindu padanya yang masuk dalam relung jiwa ku. Padahal kalau ketemu, kami selalu bertengkar, tetapi kalau berjauhan selalu merasa kangen-kangenan. Lucu bukan? Itu lah aku dan kakak ku yang cantik dan menarik. Tak seorang pun percaya, kalau kami saudara kandung, Karena perbedaan yang begitu besar dari segi bodi dan juga dari segi warna kulit. Dia berkulit putih, sedangkan aku berkulit eksotis alias item manis hehe..

Mei 19, 2008

Keputusan ku?

Aku memandang ke atas dengan tatapan nanar alias kosong. Tiba-tiba, aku tersentak oleh suara Mala yang bertanya 'Kenapa Cit?'. Oh, dikiranya, aku sedang memperhatikannya lewat dari lantai tiga. Padahal, aku sedang berpikir, bukan memandang wanita itu. Aku sedang berpikir tentang tawaran untuk ke Tanjungpinang untuk membuka link di sana.

Tawaran ini sudah pernah dilontarkan sejak sebulan lalu, tepatnya di pertengahan bulan April 2008. Batam News berniat melebarkan sayap ke sana. Walaupun puluhan ekslempar Batam News sudah beredar di sana tiap hari. Namun, pihak managemen ingin lebih 'menekankan' atau memaksimalkan penjualan di sana, dengan menghadirkan berbagai informasi seputar Tanjungpinang yang dijadikan ibukota Kepulaun Riau.

Awalnya, aku sering menolak tawaran itu, setiap kali membicarakan itu. Aku selalu menghindar, memang tidak bersikap dewasa. Tetapi, bukan hanya aku saja yang bertindak 'sedikit' childish itu. Martuah juga melakukan hal yang sama, bahkan ia lebih emosi dibanding diri ku, hehe...

Tadi malam, aku tidak bisa tidur, mungkin karena 22.00 WIB aku nongkrong di Cafe Ku, cafe kecil yang berada di depan gerbang utama Perumahan Green Land. Duduk disana sambil menghabiskan segelas wedang jahe dan sepotong pisang bakar yang ditaburi keju dan coklat. Sehingga malamnya, mata ini sulit mengantuk.

Mau melanjutkan membaca buku, rasanya malas banget. Apalagi mau menonton film, sedang gak mood. Karena mata sudah lelah, seharian 'bertempur' di depan komputer. Akhirnya, aku berpikir dan berpikir, hingga aku SMS bang Rizal, pimpred Batam News, bahwa aku menyetujui dipindahkan ke Tanjungpinang asal hanya satu bulan saja sampai menemukan wartawan untuk di tempatkan di kota Gurindam itu (bener gak ya?).

Nah, kesimpulannya, tadi pas ketemu bang Rizal, ia menanyakan SMS yang ku kirim, apa memang benar, aku mau di tempatkan di sana. Tentunya, aku jawab, seperti yang di SMS ku. Lalu, ia bilang, mungkin aku di sana sebulan or dua bulan sampai mendapatkan orang yang mengerti Tanjungpinang.

Aku tidak ingin orang beranggapan bahwa aku merintangi jalannya perkembangan untuk membuka jalur ke Tanjungpiang. Memang, hal ini secara gamblang pernah di bahas di rapat. Maksudnya, bukan hanya aku saja, tetapi juga Martuah. Namun, aku pikirkan kembali. Inikan untuk kemajuan kami bersama, kenapa tidak ada satu pun mau mencoba membuka jalur kesana secara resmi.

Bukannya, aku juga sudah mengenal Pemerintah Kepri dan juga DPRD Kepri. Tinggal membuka link baru untuk Pemerintah Kota Batam dan juga DPRD Kota Batam. Pastilah, tidak sulit. Walaupun terbilang baru dalam melalang buana di dunia jurnalis yang masih bisa dihitung dengan beberapa jari. Tetapi, kalau ada kemauan pasti bisa.

Apalagi disana, juga ada beberapa kawan jurnalis yang aku kenal dan satu grup dengan Batam News. Tidak ada salahnya mencoba hal baru, dan jangan pernah takut merasa gagal, diberi tanggung jawab yang besar dari kantor, bukan? Ku rasa, keputusan aku tidak lah salah bukan?

Mei 18, 2008

Fun Kopdar

Sabtu (17/5) kemarin, kami kembali mengadakan kopdar. Sedikit dadakan, karena di luar planning. Seharusnya kopdar ini diadakan sabtu depan. Berhubung tamu dari Jakarta, Kozi minta dipercepat. Maka jadilah kopdar tanpa terjadwal dengan sempurna.

Sehari sebelumnya aku sudah mengubah info jadwal pertemuan di Mega Mall, jam 6.30 pm, lebih tepatnya di Godiva Coffee. Untunglah, kawan-kawan tidak ada yang keberatan. Walaupun a half mengatakan akan datang terlambat. Ngak masalah.

Sabtu ini jadwal ku sedikit padat, ke gereja, bersihin kamar dan bang Noel mengambil beberapa gambar untuk dokumen ku menjelang detik-detik usia ku bertambah... Setelah itu, aku menonton TV sambil menunggu waktu yang dijanjikan.

Lagi asyik-asyiknya nonton Lizzie Mcguire, ponsel ku berbunyi. Ternyata mas Kozi menghubungi ku dan mengatakan sudah ada di sana dan lonely. Karena mba ani dan mas Dev sudah pergi. Kozi minta aku datang lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan. Mereka sudah ngumpul terlebih dahulu. Karena filmnya lagi tanggung, jadi ku bilang, biar aku menyelesaikan satu disc film yang sedang ku saksikan..

Setelah itu, aku pergi ke mega mall. Berhubung susah mencari angkutan, akhirnya aku baru nyampe sekitar jam 06.15 menit. Disana sudah ada ka Mel, Kozi dan temannya, Krish. Kami pun berbincang-bincang mengenai
beberapa hal. Lalu, datang mas Deni dan selang satu jam kemudian rombongan mas Dev datang yang terdiri dari mas Okie, mas Arda (bener ga ya?), mba ade dan kemudian menyusul mas Joko.

Perbincangan pun terbagi dua atau tiga kelompok. Tak terasa jam hampir menunjukan pukul 9 Pm. Satu per satu orang membubarkan diri, pertama ka Mel. Ya dia mank harus pergi, karena anaknya sudah dua kali menelpon, menanyakan kapan bundanya pulang. Disusul, Kozi dan mas Krish, lalu mas Deni.

Kami masih melanjutkan perbincangan, sebenarnya bukan 'perbincangan'. Tak lama kemudian, kami pun meninggalkan Godiva. Mas Dev harus menjemput Arum, dan sebagian masih melanjutkan acara nongkrong di
Engku Putri, including me.

Padahal tadinya aku ingin pulang bareng kawan yang kerja di Mega Mall. Berhubung diajakin 'ngesot' istilah mas Okie, aku pikir sekali-kali napa tidak.. Jadilah kami kesana. Just to talk and main internet... Mereka mempunyai karakter yang 'sedikit' berbeda dengan teman-teman dilingkungan aku bekerja. Namun pada intinya narsis abis. Ya
dimana-mana yang namanya satu ini, narsis, dimana-mana selalu ada.

Karakter mereka menarik dan untuk yang saat ini beberapa kali pertemuan, yang paling aku suka nikmati percakapan dengan ka Mel. Ya, pemikiran dan juga pembahasannya menarik. Walaupun bodi-nya jauh dari
Shania Twin tetapi dengan gaya pemikirannya yang terbilang unik tetapi masuk akal. Membuatnya terlihat cool.

Pada saat rombongan Dev belum datang, kami lagi ngebahas tentang ML (making love) yang saat ini sedang dilakukan riset oleh Kozi, perhaps. Coz, ia selalu mengatakan 'sedang mencari ibu-ibu segar'. Ka Mel bersikeras agar Kozi tidak menggunakan bahasa ML. Karena dia beranggapan ML itu untuk pasangan suami-istri. Jangan dikotori dengan pembahasan sex sesaaat.

Akhirnya diputuskan menggunakan HS (having sex). Karena sex pada artian itu hanya untuk senang2. Entah kenapa jadi ngelantur ke HK (having Kiss). Disinilah opini ka Mel membuat ku berkata 'Wow' tapi dalam hati ku aja, hehe...
Menurut ibu dua anak itu, yang tidak mau disebut mama (ini namanya kalimat yang tidak boleh digunakan jurnalis. berhubung untuk blog pribadi, jadi gak masalah), HK tidak bisa dipaksakan seperti HS, seseorang bisa mendrive HS tetapi tidak bisa memaksakan HK. Walapun Kozi bersikukuh, HK lebih intim dari HS tetap logis pendapatnya ka Mel.

Kenapa aku setuju, tetapi tidak 100 persen mendukung seh. Karena HK baru bisa dinikmati bila dua-duanya Sama-sama mempunyai perasaan. Walaupun, ada beberapa orang yang mempunyai keahlian memaksakan keinginannya dan 'korban' menjadi larut dalam bagian itu. Sedangkan HS bisa saja dipaksakan dan korban merasakan derita pada saat melakukannya. Kalau yang satu ini sudah banyak pengalaman dari korban pemerkosaan, bukan? Di TV, koran sering membahas korban pemerkosaan bukan korban kissing...

Ok, sampai disini dulu. Aku mau tidur sudah malam. Kapan-kapan kita bahas topik yang menarik. Seperti saat ini sedang membuat karya tulis dan masih dalam tahap observasi hehe.. Mudahan aja, dalam tahun ini kelar, amin.

Mei 15, 2008

Cemas

Tak adakah yang mengerti hati dan perasaan ku. Rindu ini membuat ku tak berdaya. Ingin rasanya kembali ke masa lalu. Masa lalu yang tak perlu di pusingkan dengan hal-hal keuangan, pekerjaan dan tanggung jawab yang besar. Karena tanggung jawab pelajar hanyalah belajar.

Tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun terus berganti. Ku rasakan detak jantung ku semakin mengebu. Rasa cemas dan takut akan masa depan seperti apa yang akan menanti ku. Yang pasti, saat ini yang paling ku takutkan adalah di awal bulan Juli. Bulan dimana usia ku akan bertambah di bumi.

Yang ku takutkan, bukanlah kematian.Karena manusia pada akhirnya, cepat atau lambat akan menghadap pada sang penciptanya. Yang ku takutkan adalah apa yang sudah aku kerjakan, yang sudah aku capai hingga usia ku akan mencapai '27' tahun. Masa depan seperti apa yang akan menanti ku? Harapan dan impian ku tak mungkin bisa terwujud. Itu hanya tinggal kenangan...

Pikiran ini terus menghantui ku, bukan karena aku belum menikah seperti teman-teman ku, sabahat ku bahkan sepupu ku. Namun harapan dan impian ku. Aku ingin sekali tercapai. Sehingga aku bisa merasa puas dan bahagia.
Mengenai tanggung jawab, sejak manusia terlahir di bumi sudah memiliki tanggung jawab yang harus dipikulnya.

Hanya saja caranya masih mudah dan ringan. Karena dia masih mempunyai malaikat pelindung. Kembali ke masa lalu, membuat ku teringat kata-kata di tangan kanan ku, ada seorang malaikat baik yang selalu mencatat perbuatan ku yang baik dan di sebelah kiri ku, ada malaikat jahat yang akan mencatat perbuatan ku yang jahat dan nantinya catatan itu akan di buka dan menentukan aku masuk surga atau ke neraka.

Kata itu sekarang hanyalah kiasan belaka. Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Lihatlah kehidupan di sekeliling mu. berbagai kejahatan terbentang, pemerkosaan, pencabulan, perampokan, pembunuhan dan masih banyak lagi.. Padahal mereka tahu itu tak baik dilakukan, dengan alasan apa pun.

Dari semua itu, semua orang pasti menginginkan suatu pengharapan dan keajaiban. Begitu juga dengan diri ku dan aku masih mempunyai setitik keyakinan, semua akan baik-baik saja. Tak perlu takut dan gentar dengan apa yang ku inginkan. Jika aku masih mempunyai tekad dan kemauan, semua pasti bisa terpenuhi, bukan?

Memasuki usia 27 tahun tidak lah begitu menyeramkan dan menakutkan. Karena semua pasti akan berlalu, seperti waktu berlalu dengan cepat, namun masih membawa setitik kesegaran dan kenangan akan masa lalu dan harapan akan masa depan. Yang pasti, apa yang aku pikirkan ini lah yang akan membawa ku pada masa depan. Karena semua masih misteri bagi ku dan bagi yang lain.

Kehidupan yang diberikan pada ku adalah sebuah anugrah, anugrah yang terindah yang Tuhan berikan pada ku. Aku terlahir dengan tubuh dan pikiran sempurna dan masih diberi kesempatan untuk mengapai cita, cinta dan impian ku. Bukan hanya aku saja, tetapi juga yang lain dengan cara yang berbeda dan aku percaya itu dengan sepenuh jiwa dan raga ku. Aku tak perlu gentar, bulan Juli tak seburuk yang ku bayangkan...

SMS

Hari ini aku bangun pagi, entah kenapa ingin melakukan hal yang berbeda tetapi simple atau mudah. Aku pun mencoba SMS ke beberapa teman yang sudah lama tidak berhubungan. SMS ku berbunyi atau brisikan
Hi:
"Every day God thinks of you. Every hour God looks after you. Every minute God cares for you. Because every second He loves you".
Morning, have a nice day.

Inilah beberapa jawaban dari SMS yang aku kirim dari beberapa kawan ku.

donna
TnPa HuMor HiduP SePi... TnPa CinTa HiduP NoThin9... eN TnPa Seorn9 Y9 n9aNgeNiN kyaK sY,,,,HiduP pZtna "n9eBoseNiN"
..he..he ;>
havè nice dày too.

Ria
Yes, Citra, I'd like to say have a nice day too.thanks.Ria

anto
Cory, i late reply your messg frzd, nice word,like kharil gibran, how ar u today? i hope good day for u..

mulia
"Damai Sejahtera KUtinggalkan bagimu.
Trmksh Citra, ini firman Tuhan utk renungan pagi.

Damai Sejahtera-KU KUberikan kepadamu, dan apa yang KUberikan tidak
seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.Janganlah gelisah dan gentar
hatimu."(Yohanes 14,27)

Guntur
Wow

Ayu
Wah romantis amat lu cit,lg jatuh cinta ya..He..He

Denni
Met pg jg citra. "jgn takut meninggalkan sesuatu yg baik utk mendptkan yg lbh baik (kenny rogers)"

Didi
Thanks ... That's so sweet. Excuse me, may I know the name of person who wrote that inspirational words?

Yusfa
Tumben ne ada sms beginian pg2. What the matter ?

Darlispon
I HOVE YOU TOO. Citra.

Rahmat
Morning juga ba Citra...Mudah2xan hari ini menjadi hari yg menyenagkan,tuk meraih cita&cinta,sukses ya!

Ima
Honestly,,sometime we dont care about him,then...Forget him when we have joyfull,happiness.almost "sorrow"n "sad make human always remember you god.Isn't right?

reinhard
Thanks Citra, God Love you Too, Have a nice day

Edi
Wah kata2 bagus sy terima pagi ini. Terima kasih n maaf beberapa hari ini jarang BW, bhb lg banyak diluar batam. Sekarang sj, aku lg perjalanan dari bandung ke jogja, sdh hampir sampai tasik malaya, tetap semangat, salam

dju cieng
Morning the god say same to you. Thanks to blessing with me.

anto
Amen..Thanks Cit.Very nice thought. Same to you

Mei 09, 2008

Teror SMS

Semalam diri ku menerima beberapa SMS yang berisi : mengenai Ring in Red yang terjadi di banyak negera. Kepdik WHO telah menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan ulah ilmu hitam, tapi radiasi infra merah yang sengaja dipancarkan secara berlebihan ke nomor ponsel atau handphone yang dituju. Memang benar dapat menyebabkan penerima tewas beberapa saat setelah mendengar telepon.

Walaupun tidak di jawab, HP yang terletak dekat juga berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit perlahan seperti kanker. Sebaiknya kurangi pengaktifan HP sampai dinyatakan aman, Kasih tau yang lain, besok merupakan puncaknya. Mohon satu hari HP jangan dihidupkan.

Jelas saja, SMS seperti ini aku anggap angin lalu dan hanya jadi bahan tertawaan dalam hati. Buang-buang pulsa saja, karena menghabiskan 3 SMS untuk tulisan atau informasi yang tidak penting banget.

Anehnya, keesokan harinya, beberapa teman pada heboh mengenai SMS tersebut. Mereka mengatakan hal tersebut benar. Karena ada di salah satu koran lokal Batam dan telah memakan satu orang korban. Mereka tidak berani mengaktifkan ponsel mereka hingga esok hari atau siang sekitar pukul 13.00 WIB, seperti yang dinyatakan dalam tulisan SMS yang mereka terima.

Saat mereka mendengar ponsel ku berbunyi, mereka menanyakan koq berani dihidupkan, ga takut terkena infared? Tentu saja, pertanyaan mereka aku jawab dengan tertawa, sambil berujar, hari gini percaya begituan yang benar aja deh... Tentu saja, secara teknologi atau logika, hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Padahal di ponsel sendiri saja, sudah ada infarednya, meskipun kekuatannya kecil. Dimana-mana, penggunaan teknologi yang berlebihan, ya tidak baik dan lagipula namanya musibah atau meninggal dunia ya tergantung dengan diatas.

Widodo, GM CSM Telkomsel SumBagTeg pun juga menuturkan, ini merupakan salah satu teknik yang digunakan kompotiter baru yang akan meluncurkan produknya. Sehingga masyarakat di takutkan dengan SMS tersebut.

''Sekarang ini SMS bisa dikirim melalui warna bagi ponsel yang sudah berwarna dan tidak berbahaya bagi nyawa. Karena secara teknologi tidak ada pengaruhnya. Kecuali, si penelpon menakut-nakuti penerima telepon dengan mengatakan ada saudaranya yang meninggal, kebetulan dia punya penyakit jantung. Sehingga jantungan dan meninggal,'' ujarnya sambil tersenyum.

Mei 07, 2008

Mereka Bilang, Aku Monyet

Sudah kah teman-teman menonton film ini? Awalnya aku tidak tertarik untuk menyewa fim satu ini. Bukan dari judulnya, karena film Indonesia, pasti berkisar tentang percintaan atau tentang kehidupan mewah di pusat kota metropolitan Jakarta. Bosan deh, kalau kebanyakan film seperti itu ditayangkan terus.

Kalau mau film seperti itu, ya gak usah sewa film di Ezy selain buang-buang uang juga waktu. Karena di televisi swasta tiap hari menyajikan film yang serupa. Jadi, buat apa nyewa. Lantaran, beberapa film terbaru yang aku ingin pinjam pada keluar semua. Akhirnya, aku mengambil kaset tersebut, lagi pula, pikir ku saat itu, aku sewa pakai bonus return early, jadi gak rugi lah kalau filmnya jelek. Kan, gratis.

Sesampai di rumah, mencari posisi yang enak, lalu memutar film tersebut di playar disc. Film pun telah di putar, awal pemutaran film itu aku sudah mulai tertarik dari percakapan yang di lontarkan para pemainnya. Walaupun, pemainnya itu jauh dari cantik, tetapi pas memerankan sebagai Adjeng dari intonasi bicara dan juga tingkah lakunya yang sedikit 'liar' menarik.

Ya, film ini ternyata dilatar belakangi dari dua buah cerpen hasil karya Djenar Maesa Ayu. Tentunya, bagi yang pernah membaca karyanya, pasti mengetahui gaya bahasanya yang selalu menggunakan beberapa 'kata yang bebas'. Film ini dibuat berdasarkan cerpen yang berjudul Lintah dan Melukis Jendela.

Dimana film ini mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita dewasa bernama Adjeng, mencoba bergulat dengan segala aspek kehidupan yang menimpanya. Beranjak dari masa lalu yang kelam, ia memilih profesi sebagai penulis, penulis cerita anak-anak. Segala upaya di tempuhnya semasa kecil yang di perlakukan orangtuanya secara kurang layak. Sehingga membentuk karakter Adjeng dewasa menjadi dua kepribadian. Di satu sisi, ia bersikap sangat agresif ketika sedang bersama teman–teman dan kekasihnya, namun di sisi lain ia terlihat begitu pasif di depan ibunya.

Walaupun setting dan alur ceritanya sangat sederhana, film ini cukup bagus untuk di tonton. Akting beberapa pemain juga lumayan. Daripada penonton disajikan hal-hal yang berbau glamor tentang kehidupan orang kaya, film ini lebih menarik dibanding sinetron yang sering diputar di TV Swasta yang membosankan dan tidak ada mutu dan kualitas yang dapat dipetik. Mungkin ada, tapi itu sebagian kecil.

Asa Mengampiri Ku

Asa ini datang mengampiri ku
Aku tak kuasa menolaknya
Walaupun aku ingin menepisnya
Namun aku tak mampu menghindarinya

Ini terjadi karena perasaan ku yang hampa
Ini terjadi karena diri mu membuat ku bingung
Membuat ku, tak mengerti tentang diri mu
Membuat kegetiran dalam relung jiwa ku

Aku tak menginginkannya.....
Karena akan membuat ku mendamba
Menginginkan lebih dan lebih dari itu
Sentuhan, belaian, hasrat dan cinta

Kini, asa itu terus datang kembali
Ini karena diri mu membuat asa dalam jiwa ku
Ruang yang ku tutup rapat selama ini tlah terbuka
Aku hanya bisa menyesali dan asa ini terus menemani
Menemani dalam keputus asaan ini

Mentari tak lagi indah, angin tak lagi menyejukan
Yang terasa dan terlihat hanyalah kehampaan
Kesetiaan tak lagi bermakna karena aib tlah terbuka
Kamu menghianati semua yang tlah di bangun

Kini tinggal puing dan asa dalam jiwa ku
Kau datang, membangun dan menghancurkannya
Musnah semua yang terjalin dalam diri ku
Biar lah asa ini tinggal dan menghilang
Sama seperti bayangan mu yang menghilang

Hilang dari dalam jiwa dan hidup ku
Untuk selamanya...
karena asa tak selamanya menetap
Dalam jiwa yang kelam
Kalau ada setitik cahaya yang menemani hari ku.

Life is ....

Kehidupan ini aneh, aku sama sekali tidak habis berpikir. Koq bisa, seorang kawan yang aku anggap baik, melakukan hal itu pada ku. Wah, gila memang diluar logika. Karena aku gak pernah menyangka, apalagi membayangkannya.

Kadang aku berpikir, apa wanita itu memang dilahirkan untuk 'menggoda'. Ku rasa pikiran yang kadang terlintas di kepala ku itu salah. Karena pria-nya lah yang imannya lemah. Tak seorang pun wanita dilahirkan untuk menggoda. Mungkin, kalau memang ada hanya sedikit dan bisa dihitung dengan tangan. Dan aku tidak masuk ke dalam bagian itu!

Sejujurnya saja, kadang aku di buat terkaget-kaget dan membingungkan untuk tingkah laku segelintir kawan ku. Ya, walaupun kelakuan kedua kawan ku itu diluar logika, aku tidak tau apa penyebabnya dan tak pernah menanyakannya.

Bukannya aku tak berani, tetapi aku belum siap menerima jawaban dari logika ku. Aku tidak mau terperangkap dalam analisa ku terhadap beberapa teman pria yang rencananya akan ku buat beberapa tokoh dalam novel ku nanti. Ya, saat ini masih dalam tahap tanya-tanya dan sudah dapat beberapa gambaran mengenai itu. Tetapi belum sempurna.

Membuat proyek tapi aku jadi terikut masuk dalam bagiannya. Aneh, gak masuk logika, tapi masih dalam batas kewajaran koq. Ya, mendebarkan dan membuat adrenalin ku terpacu dengan rasa yang menyenangkan sekaligus mendebarkan... Cukup sampai di sini, tunggu saja hasilnya hehe... Sekali-kali melakukan hal di luar logika, boleh juga. Asal masih dalam batas kewajaran saja.

Cerpen yang belum selesai

Tidak biasanya aku bangun sepagi ini, angin pagi berhemus membuat ku merasakan sedikit hembusan angin yang membuat ku terasa sedikit kedinginan. Ternyata sekali-kali bangun lebih awal, sebelum mentari benar-benar memunculkan sinar kemerahannya dengan penuh keberanian yang membuat bumi terasa hangat bahkan panas, menyenangkan juga. Tetesan embun yang menetes dari kelopak bunga mawar dengan malu-malu, membuat ku merasa Tuhan telah menganugrahkan kehidupan yang luar biasa pada ku.

Aku bahkan sempat melupakan rasa luka dalam hati dan jiwa ku. Ini kesekian kalinya aku gagal menjalin hubungan yang serius dengan pria. Aku merasa tanpa mereka aku bisa bertahan, aku benar. Tetapi, lingkungan ku mengatakan tidak. Setidaknya di keluarga ku, terutama mama ku yang menuntut aku untuk segera menikah.

Menikah? Terbesit di dalam pikiran ku saja membuat aku merinding. Aku bukannya takut komitmen tetapi aku takut apa yang terjadi setelahnya. Dunia ku bakal terkurung dalam sangkar, aku bakal bagai burung yang tak bisa bebas mengepakan sayap-sayap ku. Aku belum siap menghadapi tuntutan-tuntutan setelah menikah.

Mungkin karena itulah beberapa kali aku putus dengan pasangan ku, karena mereka semua mengajak hubungan yang kami bina untuk lebih serius. Apalagi, kalau bukan pernikahan. Beberapa sahabat dekat ku, mengatakan aku bodoh. Kalau topik ini ku lontarkan di sela-sela pertemuan.

''Kurang apa Rudi? Karirnya cemerlang, keluarganya juga pengusaha sukses. Dia juga baik dan tidak pelit, kalau kamu menikah sama dia, kamu pasti bahagia ann,'' ujar Endy menyayangkan.

Lisa menimpali, kamu sudah lama menjalin hubungan. Dua tahun itu, bukan waktu yang singkat menjalin hubungan.

Aku hanya menepis komentar mereka. Ya, kadang apa yang mereka katakan ada benarnya juga. Hanya saja, apa harta dan karirnya yang cemerlang bakal menjamin pernikahan itu akan langeng? Tentu saja, pertanyaan yang aku lontarkan tidak pernah terjawab hingga usia ku, dua tahun lagi berkepala tiga.

Aku melihat pernikahan Lisa tak berjalan mulus. Lantaran, suaminya tak terima, karir istrinya melaju dengan cepat, melebihi karir suaminya. Ia pun meminta Lisa untuk menjadi ibu rumah tangga. Tentu saja, Lisa menolak. Karena karir yang ia bangun tak semudah itu ia dapatkan, butuh kerja keras dan penuh tantangan untuk mencapai jabatan sebagai manager.

Sedangkan Endy harus pasrah di madu, karena suaminya tercinta 'tak sengaja' menghamili seketarisnya saat itu, katanya. Tak sengaja? Yang benar saja, selingkuh ya selingkuh aja. Endy terpaksa menerima nasib jadi istri tertua. Karena tidak bisa berbuat apa-apa. Pekerjaan tak punya, mau berbuat apalagi. Ya, nasi sudah menjadi bubur.

Lalu, aku? Mau seperti apa nasib akan membawa ku, seperti Endy atau Lisa? Tentu saja, aku tidak mau bernasib sama dengan mereka. Walaupun, aku sangat prihatin dan peduli dengannya. Aku ingin hidup ku selalu bahagia. Meskipun itu sulit digapai.

''Pagi-pagi koq udah melamun, mba'' sapa Udin, tukang sapu komplek perumahan tempat aku ngontrak.

''Gak juga koq pak, niatnya mau jogging tapi ga jadi. Permisi pak, saya mau masuk ke dalam dulu,'' ujar ku sambil mengambil koran yang tergeletak di teras rumah.

Kembali ke rutinitas, terkadang membuat ku jemu. Ingin rasanya melarikan diri dan tengelam dalam dunia ku sendiri walaupun cuma beberapa hari. Tanpa melakukan apa pun yang diminta orang lain atau atasan. Tapi, sayang kalau mau mengambil cuti untuk hal-hal begitu, karena aku sudah punya rencana bakal menghabiskan cuti tahunan ku untuk berlibur ke Singapura. Sekedar cuci mata dan jauh dari dunia rutinitas ku.

Mei 06, 2008

Sedih, Kecewa dan Apes Benar

Dua hari belakangan ini, entah kenapa aku selalu saja salah ngetik. Sungguh terlalu, hehe... Gak biasanya aku gak konsentrasi begini, malu-maluin aja. Masa, aku mau mengetik Safety menjadi Safely di semua kalimat lagi. Itu, namanya sudah salah kaprah. Tidak hanya itu saja, keesokan harinya, aku bermaksud menulis Julia Jewelry eh yang terketik malah Julia Jewerly, gila bener ya....

Akhirnya hari ini, Selasa, semua dalam keadaan baik dan hampir tidak ada salah ketik yang memalukan. Ini semua berawal dari ade ku yang ribet mau datang ke Batam, yang tentu saja membuat aku sedikit bingung. Sehingga membuat konsentrasi ku terkoyak-koyak. Untunglah, aku sudah mulai menyadari bahwa aku harus bekerja dengan konsentrasi yang full.

Hujan yang datang di pagi hari membuat ku sedikit kesal. Karena beberapa agenda terpaksa tidak bisa dilaksanakan. Udah gitu, usaha ku sia-sia membuat rambut ku terlihat keriting. Padahal ngerjakannya butuh waktu satu jam-an, udah gitu bangun pagi lagi untuk menyelesaikannya.... Apes benar kan???

Anyway, tidak ada masalah buat aku. Yang nyebelinnya lagi, aku sudah mengusahakan SMS kawan di pagi hari untuk mengingatkan membawa buku yang ia pinjam dengan 'sedikit' memaksa. Karena sebenarnya, aku gak niat mau meminjamkannya (hehe). Eh, pas ketemu dengan santainya dia bilang 'Lupa' dan kata 'lupa' ini sudah dia ucapakan tiga hari, yang benar aja deh? Niat balikin or ngak seh? Kalau mank belum selesai membaca, kan bisa bilang, pastinya aku memaklumin dan memberikan batas waktu sehari lagi untuk mengembalikan buku itu.

Soalnya, aku mank mau membaca buku itu. Untuk menambah analisa yang sedang aku buat dan aku garap untuk cerpen ku kelak. hehe.... Ya, hanya inilah yang bisa ku utarakan di hari yang dingin dan lapar ini. Mudahan esok, menjadi lebih baik lagiiiii.

Tak Berjudul

desir angin pantai membawa aroma laut bersamanya
deru ombak membuat bibir pantai menari-nari
mengikuti irama yang sedang dimainkan
Suara burung camar menambah ramai suasana pantai

Embusan angin yang menyanyikan lagu merdu
membuat suasana menjadi menyenangkan
ku mainkan sebait lagu dalam hati
bersenandung indahnya hari ini

Semua berdamai, pantai, ombak, laut dan angin
tak ada riak diantara mereka
yang ada hanyalah melodi yang menyenangkan
membuat suasana hati ku yang buruk berangsur-angsur pulih

Kedukaan dan kesengsaraan ikut surut
dalam desiran angin dan pasang surut gelombang laut
Ku teriakkan kepedihan dan kepenatan hati
Menyambut embusan angin beraroma laut
Membawa kembali kesegaran jiwa ku

Laut dan pantai seakan menyatu tanpa batas
Warna yang sama, senandung melodi dalam hati ku
Keindahan dan keselarasan ini ingin ku simpan dalam hati ku
Jangan sampai terkoyak oleh api yang membara dalam jiwa ku
Saat aku pulang ke rumah.

Mei 04, 2008

The Forbidden Kingdom

Aku nonton film ini ditraktir bang Budi, Thanks ya. Alur film ini sebenarnya biasa saja, menceritakan tentang kera sakti, pada intinya. Namun, pemeran dan juga musik serta beberapa adegan dalam film itu sangat bagus dan menarik.

Awal Kera Sakti itu muncul di layar, aku sudah menduga kalau itu Jet Lie. Namun, ia bersikukuh bukan Jet Lie. Eh, ternyata aku benar. Soalnya, senyumnya Jet Lie itu khas banget. Ya, film ini berawal dari seorang anak yang bernama Jason sedang berburu DVD bajangan kung-fu di rumah peggadaian Chinatown.

Jason sangat senang dengan film-film kungfu, bahkan ia bermimpi mengenai hal tersebut. Hingga akhirnya membawanya pada Cina masa lampau. Hal itu bermulai, ketika ia harus mengantarkan tongkat kera sakti yang dijadikan patung oleh panglima perang Batu Giok yang jahat.

Dalam perjalanannya yang dia sendiri tidak mengerti, ia bertemu dengan Tuan Lu Yan yang diperankan Jackie Chan, seorang penyair yang gagal. Lu Yan, sangat gemar meminum minuman keras. Hingga membuat kekacuan di kedai, yang membuat mereka harus bertarung. Karena tidak mempunyai latar belakang bela diri. Alhasil, ia pun bingung harus bagaimana. Saat mereka berdua terpojok, mereka diselamatkan oleh burung walet dan mereka bertiga pun melarikan diri ke hutan.

Saat mereka sedang berkemah, Jason diserang Silent Monk yang diperankan Jet Li dan merebut tongkat kerasakti yang sedang dipegangnya. Melihat kawannya di serang ia pun segera mengejar Silent Monk. Ternyata ia sedang bersemedi di sebuah kuil yang sudah lama tak terurus. Pertarungan sengit pun terjadi, ya beberapa adegan pertarungan tak henti-hentinya membuat para penonton tertawa. Karena lucu dan mendebarkan.

Setelah itu, mereka pun sepakat untuk pergi bersama-sama mengembalikan tongkat tersebut ke pemiliknya. Dalam perjalanan menuju ke sana, mereka pun dihadang wanita penyihir srigala yang ingin merebut tongkat tersebut dan diserahkan ke panglima untuk dimunsahkan dengan imbalan air keabadian.

Selanjutnya, silahkan nonton sendiri ya. Soalnya panjang, kalau mau diceritakan secara detail hehehe...

Lomba Blog di MK

Minggu lalu, mas Edy menelpon aku dan meminta aku menjadi salah satu juri untuk perlombaan website untuk kalangan pelajar. Mungkin, terjadi mis comunication antara mas Edy dan panitia. Begitu hari H yang benar-benar mendadak, karena aku di telpon sama panita perlombaan Kamis (1/5) siang. Padahal acaranya Jumat malam.

Untunglah, rapat gabungan yang dimulai sekitar pukul 18.20 WIB berlangsung cepat. Sekitar jam 19.45 WIB, rapat berlanjut makan malam di Empang. Minta izin untuk tidak ikut acara makan malam bersama, aku dan Slamet pergi ke Mukakuning. Menunju ke tempat yang tidak begitu familiar dan tidak mengenal satu pun orang disana. Bahkan panitia yang menelpon ku pun, aku tak tahu wajah dan rupanya seperti apa.

Sesampai di sana aku coba menelpon panita yang nomor ponselnya masih tertera di telpon ku. Lantaran, suara bising, aku putuskan untuk ber SMS ria. Setelah terbengong-bengong gak karuan selama 10 menit. Akhirnya aku dan panita bertemu. Pertemuannya pun terkesan lucu, karena aku dan dia muter-muter mencari. Sebab, dia pun tidak mengenal aku.

Alhasil, setelah ketemu, aku diajak ke aula. Sesampai disana, dia mengutarakan mba Ani dan mas Edy tidak bisa datang. Jadilah aku sendiri dihadapkan ke empat peserta yang hadir. Dan lucunya, aku sendiri sebenarnya bingung mau ngebahas apa. Untunglah usulan ku, waktu pihak panita menelpon mengenai kiteria apa yang harus dinilai aku bilang content (isi blog), akses atau kecapatan saat dibuka blognya, tampilan dan juga fitur yang mempercantik blog.

Setelah membuka dan melihat-lihat blog yang beberapa tidak bisa dibuka dan ada juga beberapa yang bagus. Akhirnya, aku menilai satu per satu dan ku kasih panitia. Pihak panitia minta aku menjabarkan di depan peserta. Padahal, aku belum mempersiapkan kata-kata. Lagipula, awal niat aku menerima tawaran jadi juri untuk memperkenalkan bahwa di Batam ada komunitas blogger.

Ini dia alamat yang ikut serta menjadi peserta blogger yang diadakan di Mukakuning antara lain, www.IKMIBatam.wordpress.com, http://majelistaklimnurulhidayah.wordpress.com, www.MTIMAMAN.blogspot.com, www.santrikms.blogspot.com, http://reisqi.blogspot.com, http://reisqi.wordpress.com, http://imshier.blogspot.com
dan www.himusphinxp.blogspot.com

Hingga kini, aku aja belum tahu siapa yang menang? hehe.. Soalnya dua panitia yang mangkir bakal mengirim jumlah nilai yang bakal dinilai keesokan harinya.

Di Bulan Mei

Tak terasa sudah memasuki bulan Mei, waktu pun berlalu begitu cepat. Entah apa saja yang sudah ku hasilkan bulan lalu. Aku pun tidak menyadari dan memahaminya. Sebentar lagi, tinggal menunggu waktu dua bulan lagi. Usia ku akan bertambah. Wah, rasanya pasti tidak begitu menyenangkan, berbeda saat menunggu ulangtahun yang ke 17 tahun, hehe,

Karena, aku merasa belum melakukan apa pun hingga saat ini. Impian ku aja masih tergeletak begitu saja. Mau bagaimana lagi. Waktu terus berjalan dan aku hanya bisa menelusuri waktu dengan jalan perlahan. Sebab, waktu tak mengenal siapa diri ku dan diri mu.....

Belakangan ini aku sempat mengalami sedikit problem, lantaran harus bangun pagi untuk mengikuti rapat pagi. Hingga membuat ku salah memasukan pin nomor ATM. Aku merasa seolah-olah peredaran darah dari otak ke tubuh ku tidak lancar. Darah ku membeku di perairan otak ku....

Lho, kenapa aku menulis jadi berbelit-belit ya? Apa karena aku lagi membaca buku sastra yang dipinjamkan bang Hasan Aspahani pada ku. Buku yang berjudul Il Postino by Antonio Skarmeta...

Mengurus dan mengambil uang di bank secara langsung ternyata prosesnya super ribet banget. Lelah mengantri dan menunggu. Padahal hari Jumat, tapi ngantrinya lumayan panjang. Udah begitu, mengambil sejumlah uang aja mesti pakai KTP dan sebagainya. Ya, aku maklum untuk berjaga-jaga, itu memang sudah bagian dari petugas bank.

Menyikapi gaya hidup ku yang tidak sehat. Aku bertekad untuk bangun pagi dan melakukan olahraga kecil-kecilan, seperti jogging agar badan ku tetap sehat. Apalagi, saat ini berat badan ku sedang bertambah, ku rasa. Aku tidak ingin berat badan ku terus mengalami peningkatan dan perut ku yang dulu tidak ada, kini makin gemuk. Ini namanya bayaha besar hehe....

Membicarakan diri sendiri, bagi sebagian merupakan hal yang menyenagkan. Namun bagi yang mendengarkan, apalagi yang membaca, tentu adalah membosankan. Tetapi, meluangkan apa yang dipikirkan lebih menyenangkan. Sehingga tidak heran banyak orang yang membuat blog untuk belajar menulis ataupun meluangkan kata yang tak terucapkan...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra