Juni 30, 2008

Until U love me

Judul yang terlalu dalam maknanya. Tetapi itulah yang diiginkan semua orang, benar kah? Pemaksaan kehendak atau sabar? Aku sendiri tidak tahu . . . Sampai kamu mencintai ku. Itulah arti kalau di Indonesiakan dari sebait kata Until U love me....

Seberapa besar kah, kesabaran wanita or pria dalam penantian? Atau seberapa besar kah godaan untuk berusaha dan menanti dengan setia? Aku sendiri tak tahu. Karena makna dari cinta sendiri terkadang membuat ku laugh. Aku lebih senang menuliskannya dari pada melakukannya.

Karena bagi ku, saat ini, cinta hanya berupa halangan untuk melangkahkan kaki. Namun, tak dipungkiri manusia membutuhkan cinta, jadi tak ada salahnya kah, bila orang menunggu????

Apakah kamu percaya dengan jodoh? Kawan ku percaya, jodoh ditangan yang diatas dan ada yang percaya jodoh itu harus dicari. Nah, kalau aku??? Aku gak tahu terus terang. Namun, aku merasa senang, kawan-kawan ku dah pada nikah. Mereka pun mendorong ku untuk mengambil keputusan itu, Tapi, aku selalu menjawab, makasih. Lom, saatnya. Cita-cita dan keinginan ku lom terpenuhi hehe..

Apa seh yang lo cari, tanya beberapa kawan ku.

Jawab ku, Banyak hal dan aku yakin. Kamu pasti tidak memahaminya, banyak hal dan banyak impian dan baru sedikit yang tercapai...

Lalu, ada yang nanya, tidak takut termakan usia? Usia? Siapa seh yang bisa menebak? Do the best saja tiap hari. Mungkin hari ini kiamat, besok, lusa. Who's know ? Tapi, tetap kerjakan yang terbaik dan nantinya akan mendapatkan yang terbaik

Love

Em.... I Think she like me.... baris kalimat lagu The Moffatts... Aku lagi mendengarkan lagu ini. Mengingatkan ku pada masa SMU. Dulu, aku paling anti dengan namanya ngefans ma artis. Tapi, dengan empat pemuda cute ini ga ada tuh. Bahkan, kalau diingat-ingat kembali. Dialah yang mengenalkan ku pada dunia internet...

Ini berawal, aku liat-liat kasetnya yang ku beli dan ada alamat www.themoffatts.com. Tentunya aku penasaran dan tanya ma mama eni dan mama eni langsung membawa ke kantornya pas hari Minggu. Disitulah, aku berkenalan dengan namanya dunia maya hingga sekarang.

Love.... berawal dari kecintaan ku pada the moffatts membuat ku memahami dan menyukai dunia maya. Hingga virus ngeblog ini aku tularkan pada beberapa kawan di kantor Batam dan juga Tanjungpinang...

Yuk, brantas orang yang kagak ngerti ngeblog!! Blog murah meriah koq dan tetap OK!!

Emmmm

Akhirnya, ade ku yang paling bandel dan jelex pergi merantau juga ke kota orang. Berani juga dia. Mudahan aja, dia baik-baik aja... Em... walaupun dia 'sok' ganteng dan 'sok' menarik tetap ade ku yang paling baik.

Cueknya melebihi ku, kadang buat bete. Bagaimana tidak, permintaannya selalu mendadak. Saat ini, dia pergi dengan mendadak. Pagi-pagi ngasih tau mau ke luar kota. Terpaksa mama memesankan tiket pesawat hari itu juga.

Untunglah ada tiket, dah gitu barang yang mau dibawa gak disiapkan. Alhasil, aku pun dibuat repot. Ya, gud luck dan sukses deh buat mu adik ku ANDREAS SAHALA PANDIANGAN

Juni 27, 2008

Satu Kata yang Ingin ku Tulis

Seeebeellll, hari ini aku sebel banget. Habis, pagi-pagi adek dah buat gara-gara ma mama. Pergi tanpa izin. So, ngerepet deh hingga aku berangkat kerja di pagi hari. Perjalanan ku pagi ini menuju ke BBR (bintan beach resort). Aku tiba di sana jam 09.00 WIB, di sana sudah menunggu Dewa dan bang Iman.

Disana ada acara pelantikan KPU Kabupaten/Kota se Provinsi Kepri. Banyak narasumber di sana, tapi yang lagi di buru pak Ismeth. Karena untuk mempertanyakan perkembangan FTZ yang rencananya akan berjalan di BBK. Di sana, aku sampai jam 11.00 WIB.

Lalu, Dewa meminta ditemanin ke Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang dan bang Iman mengajak untuk mengambil foto olahraga di Asrama Haji di Pinang. Berhubung lagi malas, so, aku pergi ma Dewa saja. Dari sana, kami melanjutkan lagi ke Kejakasaan Negeri Tanjungpinang, ketemu kepala kejari.

Orangnya ramah, walaupun sempat di demo beberapa wartawan, awal aku datang di Pinang. Namun, orangnya baik koq. Hanya saja, ada miscommunication saja antara sesama wartawan. Coz waktu demo ada beberapa 'wartawan mingguan' ikutan juga....

Setelah lama berbincang dan berkenalan. Jam sudah menunjukan pukul 12.00 WIB, kawan ku mau sholat Jumatan. So, aku diantar ke kantor. Sambil mengetik dan membaca koran. Aku dan dia pun kembali meliput di gedung provinsi kepri dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

Hingga malam ini aku terdampar di cafe, ngenet. Karena aku pikir my lover en my sweethie pada chat. Ternyata tidak..... :((

What am I Think

Sudah lama aku tak berpikir mengenai berbagai hal. Ya, what am I think this morning? Aku berpikir, hidup ini semakin lama semakin sulit. Tidak hanya dikarenakan harga serba pada mahal. Melainkan berbagai macam kejadian yang tak bisa dipikirkan masuk dalam logika.

Seorang anak remaja dan masih duduk di bangku kelas II SMP sudah melakukan having sex itu pun di rumah kawannya dan membuat tuh pacar hamil enam bulan. Era kebebasan membuat orang jadi kebablasan. Sudah tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah.

Selain itu, film-film yang ditayangkan pun sudah tak sama seperti dulu lagi, yang mana isinya tentang perselingkuhan. Padahal, kebanyakan di jam sore, penontonnya adalah anak-anak. Sehingga tidak heran, anak-anak dan remaja tumbuh menjadi dewasa lebih awal.

Sebagian orang menyalahkan televisi atas terjadinya perbuatan cabul, pemerkosaan dan sebagainya. Menurut mereka, acara TV merusak moral anak? Benerkah demikian? Memang terkadang, aku akui acara televisi sebagaian besar menyiarkan berbagai sinetron yang kebanyakan mengenai film percintaan anak remaja.

Nah, kebanyakan remaja, menurut ku, meniru berbagai adegan di TV dan dibuat pada kehidupan nyata. Selain itu, banyak hal seh. Cuma dah malas aja ngetik hehe. Besok aja disambung

Sedih

Malam ini terasa sepi...
Sepi yang melanda ku ini
Dikarenakan ada yang hilang
Bagian dari tubuh ku menghilang

Hilang bersama hilangnya sinar mentari di sore hari
Kini, malam menyelimuti hati ku . . . . .
Hati ku sehitam langit di malam hari....

Ku mencari sosok seseorang
Namun, hingga kini aku masih terus mencari
Tak seorang pun dapat memahaminya
Juga diri ku. . . . .

Karena aku sendiri masih bingung
Bingung menentukan apa yang ku mau
Sedih selalu menyelimuti ku
Dikala mentari mulai meredup

Karena aku tak tahu harus berbuat apa
Perasaan sedih ini selalu datang di malam hari
Ingin ku enyah kan, namun ku tak kuasa
Ku biarkan sedih menemani ku di malam ini

Juni 25, 2008

Sick

Gila... Rasa malas melanda ku. Hari ini, asli aku malas banget bekerja. Bukannya, aku ingin bolos bekerja. Mana mungkin, selemah apa pun aku, aku terpaksa harus bekerja. Bahkan, impian ku jalan-jalan ke Bali, bulan depan. Juga harus dipendam....

Semuanya karena apalagi, kalau bukan karena kerja!! Bukannya aku gila kerja. Melainkan, itu suatu 'kewajiban' yang harus aku lalui. Batam News baru saja memulai memasuki pasar Pinang. So, aku sendiri menghadapi para preman, polisi, politik dan pemerintah. Jadi, mana mungkin, aku diizinkan cuti 2 minggu untuk bersenang-senang. Padahal disini, banyak kerjaan yang harus ku urus.

Menambah link berarti menambah narasumber serta pelanggan koran tentunya. Namun, hingga hampir sebulan, aku masih belum memberikan maksimal untuk kantor. Sori bos, i am lonely here and I miss my boarding house.... Namun, semuanya sudah aku terima dalam hati. Walaupun alasan hanya dua bulan, tetapi keyakinan ku kuat, aku bakal lama di sini.

Ya... sekarang aku sakit, namun aku akan tetap bertahan. Karena, semua demi kebaikan bersama. Biar tahun depan, dapat profit sharing yang banyak dari kantor hehehe....

Menghitung Hari

Menghitung hari.... Kali ini benar-benar menghitung hari. Ini sudah tanggal 25 berarti enam hari lagi. Usia ku bakal bertambah. Wah, what can I do? Aku juga gak tahu. Ternyata tanggal 1 Juli nanti, bukan hanya my b'day tetapi juga b'day Batam News.

Terus terang aku tak tahu. Karena dulu, B'day Batam News terlalu tengelam dengan Posmetro. Namun, karena sekarang sudah berdiri sendiri. Berarti perayaannya juga sendiri. Memasuki usia kepala 2.. membuat ku bingung.

Bukannya aku takut dengan usia seperti itu, hanya saja, apa yang sudah aku lakukan buat diri ku? Aku belum pernah membuat diri ku merasa 'nyaman' melakukan apa yang aku inginkan hehe... Kalau, aku melakukan itu, berarti aku egois donk....

Terkadang aku berpikir, menjalani atau menerima adakah perbedaannya? Aku pikir menjalani dan menerima adalah sama. Hanya kosa katanya saja yang berbeda. Takdir kah ini? Ku rasa bukan. Karena jalan manusia bisa berubah.

Aku harap, akhir tahun ini, semuanya sesuai dengan apa yang ku rencanakan dan harapkan. Karena aku yakin dan percaya, semuanya pasti bisa ku lalui dan proyek ku bisa selesai tepat waktu. I wish God will be hear me and help me.

My Life

Jiwa ku hampa dan pikiran ku kosong
Raga ku lemah dan tak bertenaga
Aku tak tahu harus berbuat apa
Aku bingung akan hidup ku!!!

Aku benci akan dunia ku
Karena kepura-puraan sudah
Menjadi bagian dari hidup ku. . .
Aku ingin keluar dari ketempurukan ku

Namun, aku tak berani . . .
Aku takut apa yang kan terjadi
Bila, aku menunjukan diri ku sebenarnya. . . .

Aku lemah dan tak berdaya
Hidup dan mati sama saja bagi ku
Tak ada seorang pun yang peduli
Hingga ku sadari ada yang salah
Di dalam diri ku ini . . .

Aku memulai lagi dari awal
Aku tak berpura-pura menjadi diri ku
Ku biarkan orang tahu apa yang ku inginkan
Aku hanya ingin di perhatikan . . . .

Sama seperti yang lain
Yang juga ingin diperhatikan
Akhirnya ku sadari . . .
Hidup ku tak sia-sia....

Jogjakarta, Agustus 2003

kiriman dari seorang kawan

Setahun yang lalu, hidup saya terasa runtuh. Saya bekerja sampai kelelahan, ayah tibatiba meninggal, dan hubungan dengan rekan-rekan kerja serta orang-orang yang saya cintai sedang kacau. Pada saat itu saya tidak tahu bahwa keputusasaan terberat saya kelak menjadi karunia terbesar.

Saya telah diberi kilasan sebuah Rahasia Besar—Rahasia Kehidupan. Kilasan ini datang melalui sebuah buku berusia seratus tahun, yang dihadiahkan putri saya, Hayley. Dan saya mulai melacak Rahasia ini melalui sejarah. Saya sangat terkejut menemukan rang-orang yang telah mengenal Rahasia ini. Mereka adalah orang-orang besar dalam sejarah: Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison, dan Einstein.

Ini membuat saya bertanya, “Mengapa tidak setiap orang mengetahui Rahasia ini?” Hasrat yang menyala-nyala untuk membagikan Rahasia kepada dunia membakar diri saya, dan saya mulai mencari orang-orang yang masih hidup, yang mengenal Rahasia ini.

Satu per satu mereka mulai muncul. Saya menjadi seperti sebatang magnet. Ketika saya mulai mencari, seorang guru yang masih hidup dan seorang lagi yang lain tertarik kea rah saya. Ketika saya menemukan satu guru, ia akan mengaitkan saya ke guru berikutnya, dalam sebuah rantai yang sempurna. Jika saya berada di jalan yang salah, akan muncul hal lain yang menarik perhatian saya. Pengalihan jalan itu memunculkan guru besar erikutnya.

Jika saya “tidak sengaja” menekan mata rantai (link) yang salah ketika menelusuri Internet, saya akan dijuruskan ke potongan informasi yang sangatpenting. Dalam beberapa minggu yang singkat, saya telah melacak Rahasia ini sampai ke abad-abad yang lampau, dan saya telah menemukan praktisi masa kini dari Rahasia ini.

Sebuah visi ntuk membawa Rahasia ini ke dunia melalui sebuah film tercamkan di benak saya. Dan selama dua bulan berikutnya, tim saya bidang produksi film dan televisi telah mempelajari Rahasia ini. Setiap anggota tim wajib mengetahui Rahasia ini karena tanpa mengetahuinya, apa yang akan kami upayakan ini akan mustahil.

Kami tidak mempunyai satu guru tetap untuk film ini, tetapi kami mengenal Rahasia ini. Jadi, dengan keyakinan teguh saya terbang dari Australia ke Amerika Serikat, tempat sebagian besar guru ini tinggal. Tujuh minggu kemudian tim Rahasia telah memfilmkan lima puluh lima guru besar yang ada di Amerika Serikat, dengan durasi film lebih dari 120 jam. Pada setiap langkah, setiap nafas, kami menggunakan Rahasia untuk menciptakan film The Secret. Benar-benar, kami ini seperti magnet yang
menarik segala sesuatu dan semua orang. Delapan bulan kemudian The Secret diluncurkan.

Ketika film ini merambah dunia, kisah-kisah keajaiban mulai membanjir masuk: orang-orang menulis tentang penyembuhan dari nyeri, depresi, dan penyakit menahun; berjalan untuk pertama kalinya setelah kecelakaan; bahkan pemulihan dari ranjang kematian. Kami telah menerima ribuan kisah tentang Rahasia yang mendatangkan sejumlah besar uang dan cek yang tidak terduga. Orang-orang telah menggunakan Rahasia untuk mewujudkan rumah sempurnanya, pasangan hidup, mobil, pekerjaan, dan kenaikan jabatan; serta banyak kisah bisnis yang mengalami transformasi dalam beberapa hari setelah menerapkan Rahasia ini. Ada banyak kisah yang menghangatkan hati tentang hubungan yang sulit dengan anak-anak berubah menjadi hubungan yang harmonis.

Beberapa kisah luar biasa yang kami terima datang dari anak-anak yang menggunakan Rahasia ini untuk meraih keinginan mereka, termasuk perolehan niilai tinggi dan banyak teman. The Secret telah mengilhami para dokter membagikan pengetahuan tentang Rahasia kepada pasien mereka; universitas dan sekolah kepada para mahasiswa dan siswanya; klub-klub kesehatan kepada para kliennya; dan gereja-gereja dari berbagai sekte dan pusat-pusat spiritual kepada umat mereka. Terdapat pula pertemuan yang diselenggarakan di rumah-rumah di seluruh dunia, mereka membagi pengetahuan ini dengan keluarga dan orang-orang yang dicintainya. Rahasia ini telah digunakan untuk mendapat segala hal—mulai dari sebilah bulu khusus sampai sepuluh juta dolar. Semua ini terjadi dalam beberapa bulan setelah meluncuran filmnya.

Niat saya dalam menciptakan The Secret adalah menghadirkan kegembiraan bagi miliaran orang di dunia. Tim kami mengalami perwujudan niat itu seitap hari ketika kami menerima ribuan surat dari masyarakat di seluruh dunia, dari segala usia, segala ras, dan segala bangsa. Mereka mengungkapkan terima kasih atas kegembiraan yang telah dihadirkan oleh The Secret. Tidak ada satu hal pun yang membuat Rahasia ini tidak dapat diterapkan. Terlepas dari siapa Anda atau di mana Anda berada, Rahasia dapat memberikan apa pun yang Anda inginkan.

Dua puluh empat guru yang menakjubkan akan dikisahkan dalam buku ini. Katakata mereka telah difilmkan di berbagai tempat di Amerika Serikat dalam waktu yang berbeda, tetapi mereka berbicara dalam satu suara. Buku ini berisi kata-kata guru Rahasia, dan juga kisah-kisah ajaib yang terjadi. Saya juga membagikan semua jejak, kiat, dan jalan pintas yang telah saya pelajari, sehingga Anda dapat mewujudkan impian Anda.


Di sepanjang buku Anda akan melihat bahwa pada tempat-tempat tertentu saya menggunakan huruf besar untuk kata “ANDA”. Alasan saya melakukan hal ini adalah saya menginginkan Anda, pembaca, merasakan dan mengetahui bahwa saya telah menciptakan buku ini untuk Anda. Saya berbicara secara pribadi kepada Anda ketika saya mengucapkan Anda. Niat saya adalah agar Anda merasakan hubungan pribadi
dengan halaman-halaman buku ini karena buku Rahasia ini diciptakan untuk ANDA.

Ketika Anda menjelajahi halaman-halamannya dan mempelajari Rahasia, Anda akan menyadari bagaimana Anda bisa mendapatkan atau melakukan segala sesuatu yang Anda inginkan. Anda akan menyadari siapa sesungguhnya diri Anda. Anda akan menyadari keagungan sejati yang sedang menanti Anda.


Dengan syukur yang mendalam, saya ingin berterima kasih kepada setiap orang yang telah datang dalam hidup saya, yang mengilhami, menyentuh, dan menerangi saya melalui kehadirannya. Saya juga ingin ebrterima kasih dan mengucap syukur kepada orang-orang di bawah ini untuk dukungan dan sumbangan besarnya pada perjalanan saya dan penciptaan buku ini:
Untuk kearifan, cinta dan keilahian yang telah dibagikan, saya mengucap syukur kepada rekan-rekan pengarang yang ditokohkan dalam buku ini: John Assaraf, Michael Bernard Beckwith, Lee Brower, Jack Canfield, Dr. John Demartini, Marie Diamond, Mike Dooley, Bob Doyle, Hale Dwoskin, Morris Goodman, Dr. John Gray, Dr. John Hagelin, Bill Harris, Dr. Ben Johnson, Loral Langemeier, Lisa Nichols, Bob Proctor, James Ray, David Schirmer, Marci Shimoff, Dr. Joe Vitale, Dr. Denis Waitley, Neale
Donald Wa lsch, dan Dr. Fred Alan Wolf.Manusia-manusia luar biasa yang telah membangun tim produksi The Secret: Paul Harrington, Glenda Bell, Skye Byrne, dan Nic George. Juga kepada Drew Heriot, Daniel Kerr, Damian Corboy, dan semua yang telah berjalan bersama kami dalam penciptaan film The Secret. Gozer Media, untuk penciptaan gambar-gambar yang indah, serta pencitraan kesan Rahasia: James Armstrong, Shamus Hoare, dan Andy Lewis. Direktur Eksekutif Utama The Secret, Bob Rainone, yang telah dikirim dari surga kepada kami.Michael Gardiner dan tim hukum serta penasihat di seluruh Australia dan Amerika Serikat. Tim situs web The Secret: Dan Hollings, John Herren, dan semua orang di Powerful Intensions yang mengelola dan menyelenggarakan forum The Secret, serta orang-orang luar biasa yang berada di forum. Para guru besar dari masa lalu, yang tulisan-tulisannya menyalakan hasrat di dalam diri saya. Saya telah ebrjalan di bawah bayangan kebesaran mereka, dan saya menghormati setiap diri mereka. Terima kasih khusus kepada Robert Collier dan Penerbit Robert Collier, Walace Wattles, Charles Haanel, Joseph Campbell dan Yayasan Joseph Campbell, Prentice Mulford, Genevieve Behrend, dan Charles Fillmore.

Kepada Richard Cohn dan Cynthia Black dari Penerbit Beyond Words, serta Judith Curr dari Simon & Schuster, karena telah membuka hati mereka dan merangkul The Secret. Henry Covi dan Julie Steigerwaldt untuk penyuntingannya. Untuk kemurahan hati berbagi kisah: Cathy Goodman, Susan dan Colin Sloate,Susan Morrice (Direktur Belize Natural Energy), Jeannie MacKay, dan Joe Sugarman. Untuk ajaran yang mengilhami: Dr. Robert Anthony, Jerry dan Esther Hicks serta ajaran Abrahamnya, David Cameron Gikandi, John Harricharan, Catherine Ponder, Gay dan Katie Hendricks, Stephen MR Convey, Eckhart Tolle, dan Debbie Ford. Untuk dukungan yang murah hati: Chris dan Janet Attwood, Marcia Martin, para anggota Transformational Leaders Council, Spiritual Cinema Circle, staf di Agape Spiritual Center, dan para asisten serta staf dari semua guru yang ditokohkan dalam buku ini.
Untuk cinta dan dukungan dariteman-teman berharga saya: Marcy Koltun-Crilley, Margaret Rainone, Athena Golianis dan John Walker, Elaine Bate, Andrea Keir, dan Michael serta Kendra Abay. Dan keluarga saya yang menakjubkan: Peter Byrne; saudarisaudari khusus saya: Jan Child untuk bantuannya yang tak ternilai pada buku ini, Pauline Vernon, Kaye Izon (almarhum), dan Glenda Bell, yang selalu berada di sisi saya dengan cinta serta dukungannya yang tak mengenal batas. Ibu saya yang berani dan cantik, Irene Izon; dan ayah saya dalam kenangan, Ronald Izon, yang terang dan cintanya terus
menerangi kehidupan kami.

Dan akhirnya, putri-putri saya, Hayley dan Skye Byrne. Kepada Hayley, yang bertanggung jawab untuk memulai hidup saya serta perjalanan sejatinya, dan kepada Skye, yang mengikuti jejak langkah saya dalam penciptaan buku ini, serta menyunting dan mengubah kata-kata saya dengan sangat cerdik. Putri-putri saya adalah mutiara berharga dalam hidup saya, dan keberadaan mereka menghiasi hidup saya.

BOB PROCTOR
FILSUF, PENGARANG, DAN PEMBIMBING PRIBADI
Rahasia memberikan segala sesuatu yang Anda inginkan: kebahagiaan, kesehatan, dan
kekayaan.
DR. JOE VITALE
METAFISIKAWAN, SPESIALIS PEMASARAN, DAN PENGARANG
Anda dapat memiliki atau melakukan segala sesuatu yang Anda inginkan.
JOHN ASSARAF
WIRASWASTAWAN DAN AHLI PENGOLAH KEUANGAN
Kita dapat memiliki apa pun yang kita pilih. Terlepas dari seberapa pun besarnya.
Rumah seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda ingin menjadi jutawan? Bisnis
seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda menginginkan lebih banyak sukses? Apa
yang sungguh-sungguh Anda inginkan?
DR. JOHN DEMARTINI
FILSUF, KIROPRAKTOR, PENYEMBUH, DAN SPESIALIS TRANSFORMASI
PRIBADI
Ini adalah Rahasia Besar Kehidupan.
DR. DENIS WAITLEY
PSIKOLOG DAN PELATIH POTENSI PIKIRAN
Para pemimpin di masa lalu yang memiliki Rahasia ini ingin menyimpan sendiri
kekuatannya. Mereka membaut orang-orang mengacuhkan Rahasia ini. Orang-orang
pergi ke tempat kerja, bekerja, lalu pulang ke rumah. Mereka berada di ban berjalan
tanpa daya karena Rahasia ini disembunyikan dan hanya diketahui oleh sedikit orang.
Di sepanjang sejarah, ada banyak orang yang menyembunyikan pengetahuan tentang
Rahasia ini, dan banyak pula yang telah menemukan jalan untuk menyebarkan
pengetahuan ini kepada dunia.
MICHAEL BERNARD BECKWITH
VISIONER DAN PENDIRI AGAPE INTERNATIONAL SPIRITUAL CENTER
Saya telah melihat banyak keajaiban terjadi dalam hidup orang-orang. Keajaiban
keuangan, keajaiban penyembuhan jasmani, penyembuhan mental, dan penyembuhan
hubungan.
JACK CANFIELD
PENGARANG, GURU, PEMBIMBING HIDUP, DAN PEMBICARA MOTIVASI
Semua ini terjadi karena mengetahui cara menerapkan Rahasia.

Juni 24, 2008

Missing

Betapa sedihnya hati ku. Hati ku terluka. Perih ku rasa. Karena tak seorang pun menghargai ku. Walaupun, aku mencoba untuk menghargai mereka. Aku tak kuasa menahan kekesalan ku lagi. Ingin ku tumpahkan semua, tapi pada siapa? Aku pun tak tahu!!!!

Aku merasa, aku hidup sendiri di dunia ini. Aku sudah lupa bagaimana rasanya tersenyum. Yang benar-benar tersenyum, bukan pura-pura... Senyum yang berdasarkan dari jiwa, yang paling dalam.

Aku lupa caranya dan seakan-akan sudah seabad lamanya. Aku benar-bear merasa kangen dengan kehangatan di rumah..... Aku merindukan suasana rumah, di saat ku sendiri, menatap langit-langit kost ku.


yogyakarta, Agustus 2003

SenYum

Senyumlah . . . . .
Disaat kamu bersedih dan bergembira
Tersenyumlah . . . .
Saat kamu terluka dan disaat terjatuh

Senyumlah . . . . . .
Saat orang lain tidak mempedulikan mu
Dan lihatlah perubahan d sekeliling mu.
Mungkin kamu tak menyadarinya

Karena senyum bisa membuat suatu perubahan
Walaupun itu perubahan kecil . . . .
Namun, senyum dapat membuat orang bahagia

Juni 23, 2008

Ngeliput Mayat

Dah lama, aku tak meliput mayat. Bukannya mengharapkan ada mayat tiap hari, hehe... Cuman, aku sudah hampir satu tahun lebih tidak post di kriminal. Melainkan di Bisnis, Kecantikan dan Life Style... Mengenai mayat, aku sudah tidak terlalu mengerikan lagi. Seperti pertama kali meliput, hal tersebut.

Seperti biasa, pagi SMS ajudan bu Tati dan Humas Pemprov, menanyakan kegiatan yang berlangsung. Namun, seperti biasa pula, hari senin adalah hari yang sepi. So, tidak terlalu banyak event yang berlangsung. Apalagi gub, ada acara di Batam. So, bingung mencari berita. Aku SMS beberapa kawan, sama, sepi.

Tak lama kemudian, Jaya SMS dan mengabarkan ada info di Polsek Kota Tanjungpinang mengadakan bazaar. Aku pun ke sana, di sana sudah menunggu Dewa, yang juga ku kabari dan papa sam (Asfanel) dari Sijori Mandiri. Kami pun meliput hanya sebentar.

Lalu, aku dan Dewa melanjutkan perjalanan ke Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, sesampai disana, aku mendapat SMS dari bro Agas. Ada pencabulan di Polsek Bintan Bestari. Eh, baru nyampai dan wawancara bentar. Ada kabar, penemuan mayat.

So, kami pada kesana. Aku dan kawan-kawan naik mobil polisi (mobil box) dan masyarakat yang melihat kami pada heran. Preman dari mana neh yang ditangkap hehe... Yang paling lucunya lagi, ada ibu-ibu naik transport pada pity of us. Karena ketangkap polisi hehe.. Padahal, kami mau ke Dompak untuk meliput mayat (lom tahu dia) hehe...

Perjalannya lumayan jauh, ke Dompak lama membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sudah gitu, perjalanan di lanjutkan lagi dengan naik kapal pompong.... Kira-kira 20 menit-an untuk mencapai lokasi pembuangan mayat.

Sesampai di Sungai Boren, kami naik kapal kecil untuk mencapai ke tempat mayat berada. Lumayan juga membuat kepala pening. Karena, aku paling tak suka dengan laut hehe.. Kira-kira 10 menitan, kami menaik kapal untuk tiba ke lokasi mayat.

Tubuh yang sudah tak bernyawa itu ternyata perempuan. Dari posisi tubuhnya, aku dan beberapa kawan menduga adalah korban pemerkosaan. Lantaran, kami adalah kuli, so, tidak bisa ber-opini dalam menulis berita.....

Tak lama kemudian, tim IDEN datang dan langsung mengangkat mayat yang sudah kaku dari sungai itu. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang... Capek banget. Sudah gitu, sampai kantor mati lampu lagi... Ya, apes deh... hehe


Juni 21, 2008

seharian ngeliput sambil jalan

Sabtu ini, aku lewatkan dengan bekerja bukannya ke gereja. Ya terpaksa seh, karena rencananya mau meliput sehari bersama gubernur, tapi tak jadi. Karena tak sesuai dengan jadwal. Lagipula, hari rabu sudah terisi dengan liputan sehari bersama dengan politik. So, aku liputan untuk berita metro Pinang saja.

Pagi-pagi, aku sudah terbangun, karena mendengar suara bunyi telepon... Setelah menjawab telpon. Aku tak bisa melanjutkan tidur lagi, so aku mendengarkan lagu Nikita, sambil makan roti deh...... Jam sudah menunjukan pukul 7.00 wib. Aku pun segera mandi dan bersiap ke kantor gubernur.

Mulai dari jam 08.10 WIB, aku sudah menunggu di kantor gubernur. Tak lama kemudian, bang Iman pun datang. Lalu, kami sarapan. Tepatnya menemani dia sarapan. Karena, aku sendiri sudah sarapan di rumah. Kami pun menunggu lama, sekitar jam 09.00 WIB, akhirnya kami berangkat ke Sebong...

Perjalanan yang dibutuhkan sekitar satu setengah jam untuk tiba di Sebong..... Lumayan, di dalam perjalanan aku bisa tidur sejenak. Begitu, bangun badan dah segar. Suasana di sana sangat nyaman dan aman. Sayang, aku tidak sempat mengabadikan dalam kamera. Apalagi, pada saat itu. Aku dah 'kebelet' susah lagi cari toilet.

Sesudah menyaksikan pertandingan kapal layar di laut Sebong. Kami dan rombongan Gubernur makan siang di Kelong. Makanan yang disajikan kebanyakan makanan laut (sea food). Karena tidak bisa memakanan itu, aku hanya mengambil ayam dan emping doank (hik hik...)

Setelah itu, perjalanan di lanjutkan lagi untuk melihat sawah di Simpang Raya, Kabupaten Bintan. Ini merupakan sawah yang di panen perdana oleh Gubernur dan Bupati. Setelah dua kali gagal panen. Ternyata di Kepri, bisa juga ada sawah. Mengingatkan ku pada Jogja he-eh...

Cuaca hujan, tak membuat acara cepat berakhir, dalam keadaan hujan, mereka berpidato plus menuwai padi. Perjalanan tidak berhenti sampai disitu. Kami melanjutkan lagi ke simpang Lagoi untuk menyerahkan proyek APBD.

Cuaca kembali memanas. Gerah dan capek sudah ku rasakan. Acara tetap berjalan seperti biasa. Untunglah tak terlalu lama. Kami pun kembali pulang ke kantor gubernur. Kami tiba jam 5-an. Capek terasa....

Namun lumayan juga untuk mehilangkan rutinitas yang membosankan. Mama sempat marah, karena aku terpaksa tidak ke gereja. Sorry ya...

Juni 19, 2008

Look at Me


LIHAT DENGAR DAN RASAKAN
AKU AKAN SELALU ADA DAN ADA
LIHAT DENGAR DAN RASAKAN
JIWA KU KAN SELALU BERTERIAK

LIHAT DENGAR DAN RASAKAN
AKU SELALU MEMBUTUHKAN SEMUANYA
MEMBUTUHKAN SEMUA PERHATIAN
DAN RASA SEPI YANG KAN MEMBUNUH KU

LIHAT DENGAR DAN RASAKAN
DESIRAN ANGIN DAN SUARA HUJAN
ADALAH UNGKAPAN HATI KU YANG TERPENDAM
LIHAT LAH, JANGAN SEBELAH MATA

KARENA AKU KAN SELALU ADA
ADA DI DALAM HATI DAN JIWA MU
BILA KAMU BISA RASAKAN DAN DENGARKAN
BERARTI KITA ADALAH SATU

TANPA PERLU SERIBU KATA YANG DIUCAPKAN
HANYA DENGAN MELIHAT DAN RASAKAN
ITULAH NAMANYA CINTA

Stop!! 1000 x stop


STOP!!!!!


Rasanya aku ingin meneriakan kata itu, tetapi aku tak kuasa mengutarakannya. Semalam merupakan hari yang berat bagi ku. Dari rumah pagi aku ke Senggarang untuk meliput karpet. Yang menurut kontraktor waktu menelpon ku, akan dipaksa untuk di lepas. Karena karpet wali kota Tanjungpinang belum membayarkannya.

Ternyata tidak jadi di lepas, dikarenakan memang karpet tersebut dianggarakan di APBD 2008 bukan APBD 2007. So, sabar aja donk. Hari itu, aku tak bisa kemana-mana. Karena hujan, terpaksa menunggu hujan reda. Karena Senggarang ke Pinang lumayan jauh dan sepi. Bahaya kalau ada apa-apa.

Beruntung aku punya papa yang sabar menemani. Sudah gitu, malamnya aku 'digangguin' dengan suara telp dari KL (Koordinator Liputan) yang menyatakan di Pinang ada kebakaran, sidik punya sidik bukan di Pinang melainkan di Tanjunguban.

BEtE gak seh, itu kan bukan wilayah patroli ku. Akhirnya ya ini, kepala ku sekarang jadi sakit. Karena kurang tidur. Memangnya enak apa, di daerah sendirian. Memikirkan berita kuat dan membuka serta menjalin link?? Tanpa ada bantuan dari kantor....

So, sabar donk. Pasti, aku bakal lebih lama disini. Terus, bagaimana dengan kost ku tercinta??? Aku pun ngak tahu nasibnya bagaimana. Susah benar jadi diri ku, yang selalu bersabar dan bersabar.

Stop!!!!


Aku tidak ingin mengasihani diri ku. Karena ku tahu, aku mampu. Tetapi, kenapa aku merasa terlalu di tekan dari berbagai sisi. Kantor, di rumah dan di rumah.

Stop!!!!


Aku tidak ingin terlihat kuat apalagi lemah. Aku hanya ingin biasa-biasa aja. Sama seperti orang kantor yang lain, yang tekanannya tidak seberat aku. Padahal aku baru dua minggu menginjakkan kaki ku di pinang.

Stop!!!!!

Aku termasuk beruntung. Karena teman-teman disini baik semua. Seharusnya, aku melihat dari segi itu. Jadi, buat apa aku pusing-pusing...


Stop!!!

Jangan terus membaca donk, apa ngak capek hehe.....

Juni 18, 2008

Thanks Pa...

Hari ini, Pinang di guyur hujan dari pagi sampai malam. Membuat pekerjaan ku jadi sedikit terganggu. Bagaimana tidak, aku lagi di kantor wali kota TPI yang katanya karpetnya mau diambil sama kontraktor. Eh, ternyata, tak jadi....

Udah gitu hujan, jadi gak bisa kemana-mana. Terpaksa nongkrong di dekat pakiran dan kantin. Sekitar jam 1-an baru deh cabut. Makasih ya, pa... Dah dengan sabar dan setia menemani hehe....

Lelah Mata Ku

Mata ku lelah hari ini, bukan karena kurang tidur atau pun mengantuk. Kelamaan di depan komputer, membuat mata ku jadi sakit. Ini dikarenakan computernya memang sudah sepatutnya diganti. Karena layarnya sudah berubah kuning. Sehingga menyebabkan radiasi computer semakin ketara dan terasa.

Hari ini dan kemarin adalah hari yang melelahkan. Badan ku, terasa pegal dan tidak nyaman. Perut terasa mual dan kepala sakit..... Em, 'emosi' sedikit tidak stabil. Ngak, tau kenapa????

Bahkan, aku merindukan kamar ku. Padahal, baru tiga hari lalu. Aku datang ke Batam dan menikmati kamar ku seharian. Sambil menonton film dan memakan makanan yang ena-enak.

Bersantai di kamar sendiri, memang beda kalau di rumah. Di rumah ada mama dan adik yang suka menganggu kesenangan ku. Bukannya, aku tidak rela. Sudah begitu, hiburan ku tak ada. Suntuk, ya suntuk sendiri. sedangkan di sana, aku memiliki segudang kawan yang setia menemani atau meluangkan waktu bila aku bete.

Sementara itu, aku ingin mengambil jatah cuti ku, tidak di izinkan. Aku tak masalah, walau sebenarnya, rada sedih. Karena aku berencana tanggal 1 Juli nanti, ingin menikmati hidup ku di Bali selama dua minggu...

Ya, aku ingin menikmati hidup ku dan merencankan apa yang sedang aku pikirkan. Aku tidak tahu, harus bagaimana menjelang detik-detik usia ku bertambah.

Juni 12, 2008

Jarak Jauh, Tak Jadi Soal

Cuaca Tanjungpinang hari ini sangat panas, panas yang dipancarkan matahari sangat menyengat. Tidak seperti biasanya, walaupun panas, tetapi tidak sampai menyilaukan mata. Mulai dari pagi, seperti biasa, sibuk SMS menanyakan berbagai informasi apa agenda hari ini.

Untunglah ajudan Suryati, mba Ica sangat baik. Sehingga beberapa agenda wali kota Tanjungpinang, yang bisa ku tempuh or dekat, tidak ketinggalan. Sedangkan untuk di Provinsi Kepri, ada bang Irmansyah yang selalu menginfo kan agenda gubernur bila ada di Tanjungpinang.

Untuk agenda gubernur 'terpaksa' banyak ku lewatkan, soalnya selalu siang jam 2 dan mulai acara jam 3. Hal ini dikarenakan dead line di kantor masih simpang siur... Kadang minta berita cepat, kadang lama. Setahu ku, semenjak Sepakbola Eropa digelar, deadlinenya di lama sampai jam 2 malam. Otomatis, aku masih punya banyak waktu untuk mecari informasi.

Walaupun, aku tidak bisa menggunkan motor. Terpaksa nebeng sana, nebeng sini, sama orang yang berbaik hati untuk ditumpangi. Seperti hari ini, ada pemusnahan BB di Batu 9, di lembang Asri Tanjungpinang. Jaraknya sangat jauh.... Mana cuaca panas, aku pergi kesana dengan Iman. Lalu, pulang dengan bang Andre.

Coba kalau gak ada mereka, pasti aku hanya bisa 'menonton' dari jauh deh.. Alias pakai mata hati.. Hari ini, berbagai hal terjadi. Wartawan demo Kejari. Maaf ya, tak sempat ku tulis. Sudah kehabisan waktu.. Soalnya, banyak banget yang harus di konfirmasi.

Lagi mengetik berita pembakaran BB, dapat 'telepon' dari kawan mengenai Kodim yang mau menyelanggarakan berbagai kegiatan. Lokasi Kodim d Batu 5. Lagi-lagi, numpang bareng kawan, kali ini Dewa. Banyak banget deh, aku sendiri tidak tahu. Apakah aku mulai kerasan di Tanjungpinang or tidak. Besok, aku mau ke Batam untuk menyelesaikan kost dan mengambil cuti ke Bali. Kayanya, cuti ku cancel dulu deh. Soalnya, aku lagi menikmati kerja di Pinang.

Wartawannya sangat solid dan baik... Selain itu, sampai saat ini, aku jarang kecolongan berita. Kecuali berita pemerintahan, karena acaranya jauh-jauh. So, ogah deh. Habis, kebanyakan mereka by phone hehehe....

Juni 10, 2008

Memori

Iseng-iseng aku membuka buku harian ku, ini tidak sengaja aku temukan di tumpukan koleksi buku ku, yang diletakan di kamar.... Saat aku membacanya kembali, aku hanya menahan senyum geli. Lucu, di masa-masa aku kuliah.

Dimana kebanyakan isinya mengulas mengenai teman. Permasalahan teman pria dan wanita, terutama sahabat-sabahat ku. Ternyata, peran seorang teman, baik itu hanya satu or lebih, sangat mempengaruhi piskis seseorang.

Itu kesimpulan, saat aku membaca kembali buku harian ku dan mengenang setiap kejadian dan masalah yang terjadi pada masa itu. Bukan hanya pengalaman ku saja, tetapi juga beberapa kawan. Sebenarnya, persahabatan itu merupakan hubungan yang sangat penting dan diinginakan semua orang.

Sehingga, tidak heran banyak orang yang menginginkan persahabatan yang abadi atau selalu mencari orang yang mengerti dirinya.

Juni 09, 2008

What Can I do

Aku bingung memulai dari mana.... Sudah lama, aku tidak menulis. Padahal, ada banyak hal yang ingin aku luangkan dalam tulisan. Hanya saja tidak sempat. Dikarenakan, mata cepat lelah, berada di computer satu ini.

Coz. layarnya bila tidak sengaja di senggol or kadang suka berubah menjadi kuning. Membuat mata ku cepat lelah. Berada di layar komputer.... Tidak hanya itu, kondisi badan ku terus mengalami penurunan. Lelah dan tak bisa tidur, dikarenakan pikiran ku yang 'berlarian entah kemana'

Menyesalkah aku? Ditempatkan di Pinang, yang direncanakan hanya dua bulan saja. Aku tidak bisa menjawabnya. Dibilang menyesal, ku rasa tidak juga. Hanya saja, aku lebih suka di Batam. Disini, jaraknya jauh-jauh dan cuuuaapeknya minta ampun. Karena aku seorang diri di Pinang.

Padahal media lain, ada banyak 'pasukan' untuk menggali informasi disini. Rasanya, aku ingin teriak. Tapi, aku sudah tak punya tenaga. Aku juga sudah berusaha, memberitahukan 'bos-bos' yang ada di Batam. Tetapi, mereka selalu menjawab 'sabar dulu, baru juga beberapa hari' or berjuang donk....

Aku sudah berusaha, sejauh ini, semampu ku dan berusaha memberikan yang terbaik (tentunya menurut versi ku). Tetapi, aku akui, aku tidak mampu, seorang diri disini.

Banyak kawan mengatakan, di Pinang ini enak. Dan, aku sudah merasakannya, memang enak, hanya saja berat bagi ku. Informasi banyak aku dapatkan dari kawan wartawan, baik TV maupun cetak. Tidak hanya itu saja, sumber dari humas dan ajudan walikota pun, tak pernah berhenti memberikan ku informasi mengenai berbagai kegiatan yang dihadiri walikota Tanjungpinang maupun Gubernur yang ada disini.

Namun, lagi-lagi jarak yang merintangi perjalanan ku. Susah juga, kalau tidak bisa mengendarai sepeda motor dan aku, terus terang, tidak enak bila meminta papa mengantar dan menjemput ku di setiap lokasi kejadian.

Aku harus bagaimana lagi? Susah mencari angkutan di sini, dengan jarak yang super jauh dan kendaraan umum yang tidak ada jalur yang diatur. Karena, kota kecil, jadi suka-suka mereka. Sehingga mereka suka berputar dan kebanyakan jalan di Pinang adalah satu arah.... Ya, jadinya membutuhkan waktu satu jam-an perjalanan. Kalau naik angkutan.. Udah gitu, belum tentu, angkutannya mau....


Alhasil, SMS or telpon papa untuk menjemput. Thanks Pa, coz you are so friendly with me...

Juni 04, 2008

So heaVy

Baru empat hari aku di Pinang, otak ku sudah buntu dan tak ada inspirasi yang datang mengampiri ku. Padahal, target ku, tahun ini, proyek ku sudah bisa terselesaikan. Why? Aku juga tidak tahu alasannya. Aku sendiri tidak bisa menjawab dan memahaminya.

Apa karena aku merasa tenang, karena berada di rumah or karena perasaan dan hati ku sedang merasa 'tenang'. Ternyata tingkat pressure dari kantor, bisa membuat otak ku bekerja terlalu keras dan membuat ku berandai-andai. Hingga terciptalah suatu ide yang dari dulu, memang ingin aku laksanakan.

Jangan sampai aku terlalu lama di kota ini, pikiran ku bisa buntu. Tidak ada tekanan, tidak ada rasa bersaing untuk menghasilkan yang terbaik. Mungkin, perkataan ku terlalu sombong, bila dibaca. Tapi, saat ini, memang itulah yang sedang aku rasakan. Aku tidak mungkin membohongi diri ku sendiri.

Beberapa kawan mengatakan, di Pinang merupakan tempat kerja yang nyaman dan enak. Itu, bagi mereka yang mendapatkan pos-pos yang tidak mungkin kecolongan. Sedangkan aku, di sini, bekerja sendirian. Alo...., benar kata kawan ku, Vera, berat di tempatkan di daerah. Dan, aku sudah merasakannya....

Menyerah? Inginnya seperti itu. Tapi, biarlah aku mencoba bertahan hingga akhir bulan ini. Kalau, aku tidak bisa. Aku akan mengutarakan ke pimpinan. Berat, itulah yang ku bayangkan dan ku rasakan. Seorang diri, mengcover Tanjungpinang yang luas dengan jarak yang jauh.

Berbicara memang sangat mudah. Namun, menjalankannya susah. Beberapa kawan di Batam, memberi semangat, survive!!! katanya, itu hanya suara dan tulisan. Coba, kalau mereka yang di tempatkan. Apakah, kata itu cukup untuk memberi semangat dan motivasi?

Hidup dari dulu memang aneh dan tak bisa ketebak. Bagaimana tidak? Aku jadi ingat, semalam, aku mendapatkan buku harian ku tahun 2003. Ngak nyangka masih ada... Isinya, kebanyakan seputar penderitaan ku. Kini, aku bekerja, sama, penderitaan ku.

Manusia itu aneh. Sangat aneh, di kasih ini, minta itu. di kasih itu, minta ini. Aku yang 'bodoh' atau aku yang 'munafik' menerima penderitaan ini. Ini juga karena permintaan ku, habis di kantor gak ada yang mau. Ternyata, aku memang bodoh. Berrrrraaaatttt...............

Serasa 3 Tahun

Sudah tiga hari aku berada di Tanjungpinang, namun terasa seperti sudah tiga abad. Terlalu berlebih, kalau di bilang tiga abad, ya... tiga tahun lah. Tentunya, aku memiliki alasan yang jelas. Kenapa, aku sampai bilang seperti itu.

Kehidupan di Pinang, berbeda dengan di Batam. Bahkan, sangat jauh perbedaannya. Untuk menenangkan diri, Pinang merupakan kota yang cocok untuk menghindari hiruk piruk perkotaan. Karena, nuansanya masih seperti di 'kota kecil'. Namun, untuk bekerja di Pinang, apalagi, seperti pekerjaan ku, sebagai kuli. Merupakan tantangan yang berat.

Kenapa? Aku sendirian di sini, di suruh meliput kriminal, pemerintah dengan jarak satu lokasi dengan yang lain, sangat berjauhan.... Sudah begitu, susahnya mencari angkutan. Coba bayangin aja, dari tempat aku tinggal sementara sampai ke DPRD Kepri yang berada di Batu 11, membutuhkan waktu satu jam....

Belum lagi, aku harus ke Pemprov, bila ada kegiatan yang berada di Jalan..... (aku lupa namanya) membutuhkan waktu dari DPRD Kepri ke sana membutuhkan waktu sekitar 45 menit... Coba, bayangin aja. Betapa susahnya mencari angkutan. Sudah begitu, KL (koordinator liputan), membuat ku makin bete. Mank, mudah apa.

Kalau dipikir-pikir seh, mank tanggung jawab dia juga. Tapi, ya lihat sikon donk. Sudah berapa banyak dana yang aku keluar untuk ongkos. Minimal sehari, khusus untuk ongkos aku harus spend uang Rp60 ribu. Naik ojek.

Untunglah, kadang-kadang, ada kawan yang memberikan tumpangan. Jadi bisa menghemat 'dana' sedikit. oh my God, what can I do? I wish someone understand what I need. Mudahan aja, aku bisa bertahan satu bulan di sini. Sudah syukur deh...

Juni 01, 2008

Apes Bener

Baru dua hari di Pinang, perasaan ku. Aku apes benar. Bagaimana tidak? Pertama, kunci kost ku ketinggalan or hilang, aku juga gak tau.... Untunglah, ternyata kunci ku ketinggalan. Berkat, seorang kawan yang berbaik hati, melihat kost-kostan ku, yang harus aku tinggal untuk beberapa bulan.

Kedua, di Pinang dari pagi hingga sore terus di guyur hujan. Membuat ku ngak bisa kemana-mana dan tidak tahu mau kemana. Karena, aku belum mendapatkan informasi dari kawan yang disini.... Apes kan?? Akhirnya, aku harus mengorbankan pulsa untuk menelpon.

Ketiga, dengan susah payah, aku pergi ke jalan pramuka untuk menyetor berita 'seadanya' (harap maklum ya kantor, kan masih baru, belum menguasai medan perang), eh kantornya tutup. Karena hari minggu. Jadi, ya beginilah aku, terdampar di warnet di batu 3.

Keempat, aku benar-benar tidak bisa konsentrasi mengetik. Karena, suara-suara yang bising dan membuat aku tambah puyeng. Sudah begitu, ada gangguan dari Tati, yang sibuk menanyakan sample untuk kerjaannya. Padahal, sudah untung. dia tuh, aku rekomendasikan.

Kelima, aku masih belum mempunyai rencana untuk meliput kemana besok. Otak ku benar-benar blank dan kantor belum mengasih arahan, hanya merekomendasikan untuk meliput pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri... Oh my God, Please help me.... Tapi, aku yakin... hari ini, aku mank apes. Besok, pasti mentari akan bersinar untuk ku. I hope so.................
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra