Desember 26, 2009

Dipenghujung Tahun

Hatiku berdebar, tak kala menanti . . .
Menanti pergantian tahun!!
Tinggal hitungan jari tangan
Membuat debaran hatiku kian menggebu . . .

Entah kenapa, rasanya ada yang berbeda
Setiap dipenghujung tahun
Selalu kurasakan hal yang sama.
Apakah tahun depan lebih baik dari tahun inui

Ataukah sebaliknya?
Aku tidak tahu jawabannya
Aku tidak tahu akan seperti apa
Karena aku bukanlah paranormal

Aku adalah aku. . . .
Manusia biasa yang memiliki cita-cita
Aku tak kuatir akan hal nanti
Karena ku yakin, sangat yakin

Jika aku berusaha sebaik mungkin
Maka semuanya akan lebih baik.
Karena keyakinan, tekad dan usaha
Itu adalah nomor satu!!

Desember 24, 2009

Tutup Buku 2009

Rasa syukurku tak terkira atas berkah yang selama ini aku terima sepanjang tahun 2009. Meskipun sebenarnya, banyak kejadian yang tak menyenangkan. Karena itu, menjadikan aku belajar untuk tidak percaya sama orang -khususnya orang yang tidak bisa dipercaya- Orang lebih tua belum tentu memiliki pemkiran dewasa. Em, pelajaran pertama yang bisa aku petik di tahun 2010 nanti.

Selain itu, pelajaran kedua, jangan cepat putus asa. Kawan yang baik, adalah kawan yang bisa memberi masukan yang baik. Aku mencoba menjadi kawan yang baik. Namun disalah artikan dan membuatku berpikir, ternyata masih banyak orang yang belum bisa menerima kritikan. Padahal, aku selalu merasa senang jika ada yang memberikan saran dan mengertik yang membangun. Itu tandanya mereka peduli pada kita.

Itulah sebabnya aku sangat memaklumin, meskipun kadang tidak. Banyak pergaulan yang salah jalan. Karena pemikiran dan pandangan yang berbeda. Namun itu membuat warna hidup lebih beragam dan bermakna. Meskipun sakit, dibicarakan dibelakang. Aku harus menyadari, tidak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini.

Tidak mungkin, aku menulis semua mengenai keburukan dan pengalaman pahitku di tahun 2009. Walaupun masih belum berakhir, tapi dikarenakan sudah dipenghujung akhir tahun. Tak ada salahnya menulis sebagian besar pengalaman yang telah kulalui.

Pengalaman yang paling menyebalkan dan menjengkelkan adalah pengalaman burukku. Jatuh dua kali dari sepeda motor dalam waktu berdekatan hingga membuat aku terluka dan motor harus dibawa ke bengkel.

Akibat dari ke PD-an ku membawa sepeda motor di jalan raya, membuatku harus menerima hukuman 'tidak boleh mengendari sepeda motor' capex deh xixixixi. Ya, mau bagaimana lagi, aku juga merasa bersyukur karena dilahirkan di keluarga Pandiangan, khususnya bonyokku donk. Walaupun kadang sangat menyebalkan menyandang pandiangan dibelakang namaku, citra. Habis, sejak ada Facebook, banyak yang orang batak mengejekku tak bisa bahasa batak. EGP... Padahal Mank gue pikirin hahaha

Any way, mank aku juga memiliki darah batak dan jawa. Ok, next story!! Ada tiga hal yang membuatku merasa sangat menyenangkan bisa mengingat tahun 2009. Kenapa? mau tahu ya? Kalau sahabatku pasti tahu.

Akhirnya aku bisa menerbitkan buku pertamaku, Simpul Terujung, meskipun harus cetak sendiri. Aku merasa senang, bukuku sudah beredar ke sebagian pembaca. Aku berterimakasih banget bagi yang memberi komentar membangun dan mengkritiki karya pertamaku. Itu berarti, kawan2 memang membaca dengan seksama. Terimakasih untuk itu.

Ditahun 2009 juga aku merasa senang, akhirnya bisa juga menginjakan Bali. Soalnya waktu kuliah, rencana ke Bali selalu saja kandas ditengah jalan. Em, walau kurang puas. Tahun depan, aku harap bisa kembali menginjakkan kaki ke pulau dewata itu.

Selain itu, aku juga menyempatkan magang di Riau Pos, walau tak sempurna haha, tapi akhirnya bisa juga menginjakan kaki di Pekanbaru dan bertemu dengan kawan2 yang baik. Thanks ya, atas kesempatan dan bantuannya selama aku di kota Pekanbaru.

Selain hal yang akutulis, ada banyak hal yang menarik, menjengkelkan dan menyenangkan disepanjang tahun 2009. Em, beberapa hari lagi akan tutup buku. Mudahan tahun depan jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya,
Today feels different than the previous day, because more than six days again turnover the year? Many things I have not done, like continue to college, adding a collection of books, traveling around the world... (just dream and till now I wish I can make it be come true to traveling the world).

life is beautiful and so brief. Because of that, I want to make each time is very valuable. Although very difficult to live this life, I'll keep trying and never give up. I will try to make my dream come true. Although some people laughed at me. people will always try to achieve a better life, including me, absolutely.

I am also grateful to God because I had published a book called simpul terujung. God has been very good to me, so I am very grateful for His kindness to me.

Desember 22, 2009

Happy Mothers Day Mom

Jasa seorang ibu sangat lah luar biasa. Seorang ibu dapat bersikap seperti batu karang yang kokoh untuk melindungi anaknya dari bahaya dan dapat berubah lebih lembut dari sutra. Karena ibu adalah seorang pengasih.

Tiap kali air matanya turun, menangis karena perlakuan anak yang kadang tidak sopan terhadap orangtuanya. Namun dengan lapang dada, ibu memaafkan anaknya. Meskipun anaknya belum mengucapkan kata maaf.'

Jasa ibu adalah jasa yang luar biasa. Pahlawan pun kalah dibanding jasa ibu, dari kecil bahkan sejak di dalam kandungan, kehangatan dan kasih sayang sudah diberikan tanpa minta di balas sedikitpun.

Seorang ibu, bisa berjuang melawan maut hanya tuk melahirkan seorang anak. Membesarkan dengan perasaan sabar dan penuh kasih. Walaupun tubuhnya telah lelah dan letih, tiap malam ibu rela mengganti popok atau pun sekedar memberikan minum pada anaknya yang kehausan.

Sudah besar anaknya pun, ibu tiada henti terus menjaga dan mengawasi hingga anaknya telah memiliki anak. Namun, status ibu tidak pernah hilang dari tubuhnya. Walaupun si anak, mengaku sudah besar dan sudah bisa mandiri. Dimata ibu, anaknya masih butuh penjagaannya...

Ibu, kamu adalah pahlawan bagi anak. Jasamu tak kan bisa dibayarkan dengan harta berlimpah. Kasih ibu tiada batas, kasih anak kadang berbatas. Namun, dengan iklas, ibu selalu tersenyum. Meskipun hati menangis. Ibu, selamat hari ibu, karena ibu memang layak menjadi seorang pahlawan.

dedicated to all of mothers in the world, Tanjungpinang 22 Desember 2009

November 25, 2009

Long Time . . .

Karena kesibukan bekerja, aku sudah lama juga tidak menulis di blog. Udah kangen juga menulis, sangking banyak hal yang mau ditulis jadi malas hahaha dasar payah. em . . . pada kesempatan ini, gak papa donk sekali2 narsis.com haha . . . Em, buku pertamaku sudah bisa didapatkan di toko buku 171 Pekanbaru dalam dalam waktu dekat gramedia Batam, toko buku di Karimun.

Wah, senang banget.... jadi kalo kawan2 penasaran langsung saja datang ke sana ya. Saat ini kesibukanku selain bekerja tentunya lagi membuat buku kedua dan ketiga, mudahan dalam waktu dekat bisa langsung memenuhi pasaran buku yang ada di Indonesia.

November 17, 2009

SMS Suprise di Minggu Pagi

Minggu pagi, aku mendapatkan kejutan dari SMS seorang kawan --saat itu nomornya belum tersimpan di phone book-- Cit, kamu masuk koran? --Nah lho, gw kan kerja di koran biasanya gw yang masukin orang ke koran-- Coba beli Batampos. Tadi aku, cuma lihat fotomu aja belum sempat balas.

Langsung deh, aku membaca harian Batam Pos, edisi Minggu 15 November 2009. Begitu bolak-balik koran minggu, mataku tertuju pada koran yang bertulisan buku. Memang benar, hampir seperempat halaman mengulas novelku.

Thanks ya bang Kohar, gak nyangka kalau opini abang bakal di masukan ke koran. Terimakasih juga buat semuanya yang sudah membeli novelku juga. Mudahan bisa menambah wawasan dan juga moral.

Oktober 31, 2009

Waktu dan Rasa Syukur

Tak terasa waktu terus berlalu, em . . . awal bulan November, setelah itu Desember . . . Kemudian Januari. Cepat sekali waktu itu berlalu, sedangkan aku merasa --merasakan-- berjalan di tempat. Tak ada yang berbeda yang kurasakan. . . Bukannya aku mengeluh, hanya saja kalau aku bisa, aku ingin menghentikan waktu.

Aku tak ingin waktu cepat berlalu, karena impian dan harapanku masih belum tercapai. Aku masih ingin mengapai asaku, walaupun itu sulit. Aku bingung dengan diriku. Aku bingung dengan perasaanku kian hari membuatku tak berdaya. . .

Waktu memang kita yang mengendalikan, dalam arti kita yang membagi waktu kita untuk apa. Namun kadang 1 x 24 jam terasa kurang. Apalagi belakangan ini, waktu untuk kebaktian pun berkurang. . . . Oh No, aku bingung. Aku tidak merana dan tidak senang. Aku hanya bingung dengan apa yang kuinginkan.

Terkadang ada rasa bosan yang menusuk sanubariku. Hidupku serasa berjalan di tempat. Ach, bosan!!!! Setiap waktu selalu sama. Tak ada yang beda. Satu per satu datang dan pergi. Namun, tak satu pun bisa menarik hatiku. Aku sendiri juga bingung.

Entah lah, manusia itu seharusnya menyerahkan segala kekuatirannya pada yang di atas. Tapi, kenapa terkadang manusia malah tidak mengingat yang diatas di setiap waktu kebahagiaan dan kesedihannya. Bahkan rela bunuh diri karena tidak memiliki jalan keluar.

Em . . . . Tuhan itu maha tahu dan adil. Walau terkadang kita lupa akanNya. Dia tidak pernah lupa akan kita. Apalagi kalau kita sudah memohon ampun dan berjanji akan mengubah pola hidup kita menjadi lebih baik. Dia dengan senang hati akan menerima kita kembali.

Kini, semua persoalan dan keinginanku, kuutarakan padaNya. Semua kesukaran dan kebahagianku ada padaNya. Daripada mempercayai manusia (baca kawan) malah membuatku makin menderita. Karena terkadang manusia itu hanya baik di depan kita. Kalau dibelakang entah apa yang dikatakannya.

Jadi kawan, mari kita serahkan segala kehidupan kita hanya pada satu ya itu Tuhan. Luangkan lah waktu walau sejenak tuk mengucapkan syukur dan terimakasih. Niscaya, hidup kita akan damai dan tentram.

Hepi Banget

Rasanya senang banget waktu membaca tulisan mengenai novelku yang di ulas bg Kohar, seorang penulis senior yang setiap ketemu 'online' selalu aku rusuhin dengan berbagai pertanyaan seputar dunia menulis. Karena karyanya bagi penggemar sastra tentunya sudah tak asing.

Nama bg Kohar Ibrahim sudah banyak menghasilkan sastra-sastra yang dipublikasikan langsung lewat prosa kata dalam bentuk article hingga novel. Siapa yang tidak kenal sosok Abdul Kohar Ibrahim dalam dunia menulis.

Beragam tulisannya sering muncul di media cetak baik lokal, seperti Batampos maupun nasional seperti Kompas. Kepiaweannya dalam menulis sastra tentunya telah menghasilkan berbagai karya tulis dan aku tentunya merasa senang. Seorang Abdul Kohar Ibrahim menuliskan mengenai novel pertamaku.

Aku tahu dan yakin benar --sebenar-benarnya-- masih banyak kesalahan ejaan dalam tulisanku. Secara memang editornya bukan dari jurusan jurnalist ataupun bahasa Indonesia. Namun, kesalahan kecil itu tidak mengurangi dari makna yang terkandung dalam tulisan.

Sesuai dengan kata penganta, kalau dalam novel --goresan pena-- disitu aku tuangkan alasan kenapa aku menulis mengenai HIV/AIDS dan saat ini aku sedang mengharap novel kedua dan aku juga berharap, tetap mendapat masukan dari penulis-penulis hebat yang sangat aku kagumi dan ingin seperti mereka yang dua jempol tak cukup untuk mengungkapkan kekagumanku terhadap karya sastra mereka baik berupa novel maupun puisi yakni pak Rida K Liamsi, Abdul Kohar Ibrahim, Ramon Damora, ms Putu dan beberapa lainnya.

Tulisan dari A Kohar Ibrahim 'Simpul Terujung'

Bloknota: A.Kohar Ibrahim

B
ENAR. Aku selalu gembira bahkan bangga menerima hasil terbitan baru, terutama berupa karya sastra baik prosa maupun puisi. Terutama sekali karya penulis-jurnalis dan perempuan pula. Semata-mata lantaran medan juang maupun kedekatan dengan kaum “kuli” yang aku kenal dalam perjalanan hidupku.

Begitulah kegembiraanku menerima novel berjudul Simpul Terujung karya Citra Pandiangan – wartawati Harian Batam News – terbitan Milaz Grafika, Tanjungpinang 2009. Dedicated to all of ODHA (Orang Dengan HIV/AID). Benar. Sungguh benar bahwasanya kisah yang diungkap novel dengan judul Simpul Terujung itu sejak awal mula sudah memikat hatiku. Beberapa waktu yang lalu. Ketika Citra mengutarakan garis bersar jalan cerita atau alur dari tema yang hendak diungkapkannya. Pertama, suatu tema yang besar.

Lantaran memang merupakan tantangan sekaligus salah satu ancaman besar bagi keberadaan umat manusia. Ancaman salah satu macam penyakit tersebut HIV/AID yang telah menggelobal. Yang tersebar di lima benua. Selain yang paling gawat di benua Afrika, juga di Asia, termasuk Indonesia. Problematika yang mengancam kehidupan manusia dan kemanusiaan ini memang layak diungkap dan diperhatikan serta diupayakan solusinya. Kedua, penuangan isi atau komposisi alur kisahnya yang menggelitik hati dan pikiran. Kisah Segi Tiga. Kisah ketiga tokoh-tokoh utamanya yang berkonflik: Ellen – Audrey – Jack. Benar.

Ada benar yang sebenar-benarnya memang – akan hubungan yang tak pernah ada perceraian. Apa dan bagaimanapun terjadinya konflik, namun takkan ada kata cerai dengan saudari kandung sendiri. Apa pula terbuktikan adanya bauran hubungan kasih-sayang dan benci serta saling membutuhkan satu sama lain, meski terselang silang seling perihal konfliktual yang gawat. Dari sudut pandang hidup kehidupan hubungan kekeluargaan itulah pas-nya judul Simpul Terujung bagi alur novel pertama Citra Pandiangan ini.Sebagai cicipan dari novel bernas lagi pula enak dibaca ini, saya turunkan nukilan yang tertera pada cover belakang, sebagai berikut:

”Hidup Ellen cukup lumayan, dia memiliki pekerjaan sebagai Public Relation, punya teman yag perhatian dan kekasih yang tampan, Jack. Bahkan seminggu lagi dia akan menikah dengan pujuaan hatinya. Namun rencana pernikahannya berantakan. Setelah Audrey, adiknya menyatakan dirinya hamil dengan Jack. Hidupnya jadi tak menentu.Dia membenci adiknya yang sejak kecil selalu menyusahkan hidupnya, dia membenci Jack, karena mengkhianatinya. Padahal hubungan mereka telah terjalin empat tahun, bukan waktu yang sebentar tuk mengenal karakter pasangan.Rasa malu terhadap rekan kerja dean juga koleganya membuatnya keluar dari pekerjaan.

Walaupun bosnya, Raymond melarangnya untuk keluar dari perusahaan.Dia lebih menyukai kesendiriannya. Selama tiga bulan, dia menyendiri, menutup diri dari luar. Namun, dia bangkit dari keterpurukannya. Mencoba memulai hidup baru. Setelah dia memutuskan hubungan sepihak dengan adikinya, begitu pernikahan (Audrey & Jack) berlangsung.Mencoba kembali menata hidup, Ellen pindah dari Jakarta ke Batam. Dia memperoleh pekerjaan di salah satu hotel berbintang di sana. Di Batam, tak seoraqng pun yang mengetahui masa lalunya.Disaat dia mulai kembali menatap hidupnya dan merasa nyaman di Batam, dia mendapat kabar buruk. Audrey, adiknya, terkena vrus AIDS dan kanker. Antara rasa tak percaya dan bingung.

Berbagai perasaan berkecambuk, apakah dia harus melihat kondisi adiknya dan memaafkannya?”Pembaca akan menemukan sendiri jawabannya, dengan mengikuti jalan kisah yang menggelitik sarat akan ragam rasa manusia yang manusiawi. Layaknya nada lagu humanisme yang lugu, mendayu dan mengharukan. Novel yang berkisah dengan nuansa melodrama bahkan romantika gaya Citra ini tidak memberikan kesan sebagai novel cengeng, melainkan sebaliknyalah. Bernas. Berbobot. Layak simak oleh kalangan pembaca yang luas – tua muda – yang perduli akan salah satu bencana yang menimpa ummat manusia yang tersebut penyakit berupa virus AIDS.

Yang peduli pada pendidikan bagi sesama manusia, terutama putera-puterinya, betapa dampak hubungan seks bebas dan ragam prilaku kelainannya sekalian kaitannya dengan narkoba yang menyesatkan.Novel Simpul Terujung ini menarik hati dan pikiran, lantaran terasa penulisnya memang juga jurnalis yang sebagai ”kuli” (tinta) mengemban idealisme pencerahan. Jurnalis yang bukan menulis secara asal-asalan, melainkan dengan pengenalan materi, data dan fakta yang dikumpulkan.

Lantas berkat bakatnya dalam mengkomposisi kata-kata yang pas dan juga daya imajinasi yang kuat, terwujudlah suatu karya prosa berupa novel yang layak sekaligus enak simak. Bahkan, via karya sastra alias komposisi kata-kata berupa novel ini Citra bukan saja menunjukkan ke-sastrawati-annya, tapi sekaligus juga sebagai salah satu ”dokter” yang ujar-katanya layak perhatian masyarakat. Teristimewa sekali bagi kaum penderita serangan virus AIDS atau bagi Orang Dengan HIV/AIDS.

Dengan baris-baris kata di atas, mengingat makna pentingnya kata-kata bagi sastrawan-sastrawati, bagi wartawan-wartawati, berkaitan dengan penyakit dan kedokteran, saya jadi teringat pada seorang dokter Rusia bernama Anton Chekov yang akhirnya memilih karir sebagai sastrawan kebanding kedokteran.Akhirul kata, saya acungkan jempol untuk Citra Pandiangan, sebagai novelis baru yang mengingatkan saya pada para penulis-jurnalis wanita lainnya yang saya kenal dan hormati, seperti LA.. Juga pada para novelis macam Francoise Sagan, pada Toni Morrison, pada Taslima Naser, pada NH Dini dan lainnya yang peduli pada suka-duka masyarakat banyak.Terima kasih telah memperkaya kesusastraan Indonesia dan dunia. Salam
kreatif. ***

DIKUTIP DARI NOTE FB BG KOHAR IBRAHIM
Batam, 28 Oktober 2009.

Oktober 28, 2009

Sketsa Kehidupan ‘’Antara Dusta dan Derita’’

Sejak mamanya meninggal karena kanker, Audrey hanya bergantung pada kakaknya seorang. Ayahnya sibuk bekerja dan tak pernah mempedulikannya. Rasa sepinya memuncak, saat kakaknya memutuskan ngekos, begitu masuk universitas.

Rasa sepi itu selalu menghantuinya tiap malam, hingga akhirnya ia tak lagi merasakan sepi. Setelah mengenal dunia gemerlap. Berawal dari pergi ke pub, diskotik yang sering dilakukannya diam-diam, tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Malah membawa Audrey terjerumus dalam pergaulan bebas. Narkoba merupakan bagian dari dirinya yang tak terpisahkan. Seringnya menggunakan drugs, membuat Audrey kehilangan keperawanannya demi satu gram sabu-sabu.

Hidupnya kian terpelosok dalam pergaulan bebas. Kebohongannya membuat ia makin menderita, bahkan tunangan kakaknya pun terpaksa menikah dengannya. Dikarenakan Audrey hamil. Akibatnya, ia makin kehilangan sosok kakak yang sangat dibutuhkannya.

Kakaknya menghilang usai pesta pernikahannya. Sedangkan Jack selalu memperlakukannya dengan kasar dan menyebabkan ia keguguran. Ia memutuskan bercerai, setelah kehilangan bayi dalam kandungannya. Keputusan itu didukung ayahnya.

Setelah bercerai, ia semakin terpuruk dan tengelam dalam dunianya sendiri. Ayahnya tidak bisa berbuat apa-apa. Hal itu dilakukannya agar bisa melupakan gelora hidupnya yang penuh dengan kebohongan dan derita.

Hingga akhirnya ia diketahui mengidap penyakit HIV dan kemudian diagnosa dokter kanker payudara. Audrey harus berjuang menerima keadaannya Apakah ia menyerah dengan keadaannya atau berjuang dengan sisa waktu yang ada?

BAKAL SEGERA HADIR

Oktober 25, 2009

Suer Ingin Diet

Padahal aku sudah senang banget, waktu di Pekanbaru aku bisa menurunkan berat badan. Padahal cuma sebelas hari. Bisa nahan godaan tuk tidak makan. Apa karena juga bulan puasa ya? Nah, sekarang sudah hampir satu bulan di rumah, eh berat badan naik lagi.

Duh . . . . Dulu makan apa saja nggak bisa gemuk, susah. Sekarang berat badan dah mencapai 50 KG. Padahal dulu tuk mencapai 44-45 Kg susahnya minta ampun. Sekarang kebalik, mau menurunkan berat badan susah banget.

Kadang naik, kadang turun. gak stabil deh. Jadi, enaknya bagaimana ya. Suer gw pengen diet banget. Olahraga, sudah jarang dilakukan, makan malam dah nggak makan. Kadang seh sekali-kali. Minum obat diet?

Duh mana berani, resiko . . . Apalagi kalau kerjaannya di lapangan. Bakal berabe kalau sakit perut karena pengaruh obat yang sedang bekerja. Bisa repotkan hehe. . . . Plus kondisi PLN ''uka-uka'' Kadang hidup, kadang mati.

Nggak pagi, siang, sore dan malam. Duh pusing. . . Mau sauna kemana ya? mau olahraga, bawaannya dah malas banget deh. Habis belakangan ini bangun pagi susah betul. Eh, malam susah tidur. Gilber, dunia gue jadi kebalik . . .

Apa karena kepikiran ingin nurunin berat badan ya. Karena udah nggak nyaman dengan kondisi tubuh seperti ini. Aduuuuh, pusing di buatnya. Mudahan dalam waktu dekat, gw bisa balik normal lagi deh, minimal 45 kilogram.

Oktober 15, 2009

Terjatuh Pada Lubang yang Sama

Entah apa aku bisa dibilang apes, beruntung, sial atau bagaimana. Yang jelas aku tidak tahu, pasti!!! Yang kutahu, tubuhku sakit, memar dan luka. Padahal, luka pertama saja masih belum hilang. Eh, sekarang lukanya lebih parah. memar hampir disekujur tubuhku dan menyebabkan beberapa bagian tubuhku.

Dalam seminggu dua kali aku terjatuh pada ''lubang'' yang sama alias terjatuh dari namanya roda dua. Pertama, terjatuh mau masuk selokan di pertigaan lampu lalu lintas di kampung baru. Itu menyebabkan memar dan biru pada paha kanan dan kiri, serta harus membawa tuh motor tuk di perbaiki. Hilang lah beberapa lembarann mata uang rupiah yang berwarna biru.

Jatuhnya yang pertama kali karena membawa sepeda motor di jalan raya, tidak membuat aku jera. Hal itu, aku ulangi lagi --dikit terpaksa-- karena papa sedang berada di Medan. Aku harus menaklukan si roda dua menuju batu 9 --Bintancentre-- sepanjang perjalanan aku terus berdoa agar selamat sampai tujuan. Karena lalu lintas dari batu 6 ke kantor padat dan banyak angkutan besar2 lewat dengan kecepatan tinggi. Wasalam deh kalau kecelakaan di situ, nyawa taruhannya.

Apalagi, kaya orang seperti aku pedenya poll tapi masih belum menguasai motor. Alhasil, waktu di depan SMA 2, motorku terjatuh dan aku terjungkir. Untung lah, nyawaku tidak apa-apa. Aku menyalahkan jalan, karena licin. Habis hujan soalnya. Padahal itu semua akibat kecerobohanku.

So guys, kalau belum bisa bawa motor lebih save kalo numpang ma kawan aja deh. Jangan bawa di jalan raya, apalagi kalau lalulintasnya padat dan jalan bertikungan. Nyawa taruhannya. Kini, tubuhku memar semua. Kalau digerakin sakit. Terpaksa hari ini izin tak masuk; Besok wajib nyetor berita lebih banyak hehe. . .

SUNYI


Setiap malam datang , hanya kesunyiaan yang ada
Hanya kegelapan yang ada disekelilingku . . . .
Sunyi, itulah yang ku tahu


Gelap, walaupun cahaya lampu menderang
Terlalu sunyi, hingga aku bisa mendengar suara jangkrik
Aku takut pada keheningan malam


Aku takut pada kesunyian yang membisu dan kelam
Salahkah aku, jika aku mengusir sunyi ini dengan ke diskotik?
Setidaknya di sana tidak sesepi di sini


Di sana penuh orang yang beragam
Pastinya, aku tidak merasa takut pada kegelapan
Walaupun lampunya tidak seterang kamarkuNamun tidak sesunyi rumah dan hatiku



NB. Sepenggal puisi dari novel kedua yang berjudul Sketsa Kehidupan

antara dusta dan derita . . .

Oktober 07, 2009

Terjatuh dari Motor

Lumayan, sakitnya baru terasa sekarang. Habis jatuh dari motor tadi siang. Em, pelajaran neh bagi kawan-kawan juga. Jangan sok-sokan deh, kalau belum mahir sudah berjalan di jalan raya hehe. . . Akibatnya bisa fatal lho. . .

Pagi-pagi aku mendapat telepon dari Pimpredku dan meminta aku datang ke warung makan dengan membawa laptop dan modem, kebetulan bos mau menggunakan itu. Untuk urusan kerja. Jadilah, aku ke sana dengan menggunakan sepeda motor seorang diri.

Motor ini baru aku beli seminggu yang lalu, namun belum sempat aku gunakan. Kebetulan tuh motor mank sengaja aku minta agar gak digunakan ma adikku. Otomatis, aku segera meluncur ke lokasi, muter2 gak dapat. disitu aku jadi pede menggunakan tuh motor.

Siangnya, aku mencoba ke beberapa lokasi menyelesaikan urusan kerja. Em. . . pas pulang dari tempat tersebut, entah kenapa pas turunan di pertigaan lampu merah di Kampung baru, aku salah perhitungan dan hampir terjatuh ke dalam selokan.

Akibat jatuh tersungkur dan separuh badanku menggantung --karena mau masuk ke dalam selokan-- motor Vega R lumayan pesok dan tergores. Ya, untung lah nyawaku selamat, alias tidak luka parah.

Asli, aku malu banget. . . Namun, kalau gak begitu tentunya tidak ada pengalamankan? Sekarang, sakit di lutut kiri, di telapak kanan dan kiri serta perutku lumayan neh membuatku merana hehe . . . Aku hanya bisa keep silent, tidak mau terlalu terbuka, ntar gak boleh bawa motor ma bonyok deh.

September 30, 2009

Akhirnya, . . Karimun Kesampaian Juga

Membutuhkan waktu selama empat jam perjalanan dari Tanjungpinang menempuh Karimun. Untunglah ombaknya tidak terlalu 'parah'. Jadi perjalanan tak terasa lama, apalagi ditemani dengan buku. Selain itu AC ferry yang dinaikin lumayan adem . . . Geeerrr dingin hehe, terpaksa syal ditaruh di kepala untuk nutupin hawa dingin di kepala.

Walaupun tinggal di Kepri, kepulauan. Bukan berarti semua pulau sudah pernah aku jajaki. Kebetulan masih memiliki waktu, jadinya aku berkesempatan mengunjungi Karimun. Walaupun tidak semua tempat aku kunjungi, tapi lumayan lah.

Kawan-kawan di sana juga baik dan bersedia membantu. Pengalaman yang lumayan berkesan. Hari pertama di sana, terjadi gempa di PAdang, turut berduka atas saudara2 di Padang yang menderita. . . . Mudahan diberi ketabahan ya.

Selama empat hari, apa saja ya yang kulakukan di sana? Em, gak terlalu banyak. Namun lumayan berkesan, dan aku juga gak sengaja memecahkan gelas hotel, wkakaka dasar norak ach!!!

Oke, deh karena dah berlalu dan tak sempat-sempat menyelesaikan jadi pada intinya, aku menikmati perjalananku di sana.

September 28, 2009

Tugas, Tanggungjawab dan Pimpinan Bijaksana

Wow hari ini aku rapat dan datang juga ke Batam. walaupun di dalam kapal terombang-ambing, ombak kencang eh salah tinggi. Namun, akhirnya sampai juga ketujuan dengan selamat. Begitu sampai Batam, kawan sudah ada yang menjemput. Jadi, gak perlu ngeluarkan ongkos tambahan tuk naik taksi or berhimpit-himpitan naik Jopur (Jodoh Punggur),
Sampai di kantor, rapat dipusatkan di ruang rapat lantai dua. Tidak banyak berubah memang bentuk kantornya. Dalam rapat, aku yang sudah terlambat mengikuti rapat. Aku diberi berbagai tugas dan finally, aku bisa menyelesaikannya sekarang --hehehe-- Em, di sana sempat terjadi adu pendapat dan gue salut ma pimpia gw yg bsa menyelesaikan perkara dengan baik.
Dalam memimpin suatu perusahaan memang dibutuhkan pimpinan bijaksana dan untuk itu, gue salut banget ma pimpinan gue yang kata-katanya menarik dan tidak memojokan orang lain. Bravo, semoga semua dapat berjalan sesuai dengan rencana. Maju Tanjungpinang Pos dari yang sebelumnya adalah Batam News. . .

September 26, 2009

Kisah Perjalananku ke Bali

Sudah lama mau melanjutkan tulisan mengenai perjalanan ke Bali. Pulau Dewata, tidak salah memang pulau Bali dinyatakan sebagai Pulau Dewata. Panoramanya luar biasa, em . . Jadi menghargai ciptaan Tuhan. Pulau yang penuh dengan pesona alam. Sayang, jika harus dilewatkan begitu saja, jika berada di Bali.

Hari Pertama, bangun dengan perut kelaparan. Langsung mandi dan segera deh meluncur ke lobi dan sarapan. Supir dan mobil yang aku rental, sudah stand by, berhubung semalaman suntuk nggak makan. Ya, terpaksa deh makan dulu.

Sudah terisi perut, mobil pun menuju lokasi pertemuan. Ya, walau sempat 'dikit' menyesal, tapi tak apa-apa deh. Aku sudah merasa senang, di sana ketemu wagub yang sedang bersantai, sambil menunggu pertemuan para gubernur di seluruh Indonesia.

Kami pun sarapan, karena ini hotel berbintang lima, so makanananya super damper banyak. Karena tahu ini adalah Bali, tetap hati-hati memilih makanan. heheh . . eh, kawan yang kurang hati-hati kemakan omlet isi daging babi, wkakaka kami pun tertawa-tawa. . . . langsung Ifeel deh dia.

Setengah hari menghadiri pertemuan se Gubernur Indonesia dan sempat wawancara dikit dengan Ketua KPAN dan juga menteri kesehatan. Terus berlanjut ke pertemuan yang lain dan sebelum pulang beli oleh2 terlebih dahulu di pasar oleh2 . . . .

Karena tidak terlalu capek saat datang, aku sempatin kembali keliling Legian dan mengumpulkan informasi untuk kutulis. Walaupun kantor sudah mengijinkan aku ke Bali, tetap tanggungjawab mengisi berita di Tanjungpinang.

Pengen nulis lagi seh, cuma kondisi lagi mati lampu neh. Besok di sambung lagi ya. Pada dasarnya, Bali is so nice city,

September 24, 2009

Masa Seh Novel Gue Porno?



Aku heran ada beberapa kawan, lebih dari lima yang menyatakan bahwa novel gue berbau porno. Bahkan adikku suka mengejek, wah kalau di filmkan siapa yang bermain di adegan panas. . . sopan gak seh tuh anak.

Memang ada beberapa bagian yang menggambarkan seksualitas yang dijabarkan dalam bahasa seni, bukan bahasa porno. Nah, kalau memang pembacanya ternyata terangsang hanya karena tulisan di dalam novelku, hal itu tidak bisa dinyatakan sebagai novel porno dan kalau di filmkan jadi film porno.

Jelas, gue tak terima donk. Secara, beberapa pembaca menerka-nerka gue pernah berhubungan. Alamak, nikah aja gue belum. Bisa-bisanya mereka berpikiran seperti itu!!! Parah banget or ngeres banget ya heheh , . . . . tak tau lah gue. Yang jelas, memang pembaca saja lah yang mengartikannya

Setidaknya Novel simpul terujung bukan lah novel porno. Ini novel menceritakan mengenai saudara yang terkena HIV bagaimana dia menerima dan menjaga hingga akhir hayatnya dan dalam waktu dekat novel kedua, masih trilogi dari novel pertama dengan judul ''Sketsa Kehidupan antara Dusta dan Derita'' bisa segera diluncurkan. Mudahan Tuhan memberkati semua usaha yang sudah kulakukan, sehingga kawan-kawan yang tertarik dengan tulisan saya bisa membaca dan membelinya, tentunya . . . .

Bagi yang tertarik membeli novel saya, karena masih tinggal 200 buku lagi, jadi buruan aja kirim ke citrapandiangan@gmail.com dengan tulisan di subject order buku atau bisa langsung menghubungi gue di 081372019454 . . . .

Thanks for attantionnya ya guys. . . . enjoy the reading . . .

September 15, 2009

My Journey

Seharusnya aku menyelesaikan kisah perjalananku saat berada di Bali, memang banyak yang ingin aku ungkapan. Berhubung tidak adanya waktu untuk menceritakan pengalaman unikku saat berada di Bali. Namun, aku berniat bakal menuliskannya --kalau ada waktu xixixi--

Sudah dua hari, aku berada di ibukota Riau daratan yakni tepatnya di Pekanbaru. Tidak lain kedatanganku dengan dua tujuan mengumpulkan bahan novel keduaku yang akan membahas tuntas mengenai kisah Audrey, salah satu tokoh utama dalam novel yang berjudul simpul terujung.

Karena kenekadanku ingin menghasilkan karya yang tidak hanya isapan jempol dan usai begitu dibaca, aku ingin novelku memiliki gambaran yang benar dan diskripsi yang bisa mengungkapkan kepahitan hidup sebagai pengguna atau yang biasa disebut user.
Walaupun alasanan novel pertamaku sebagai user merupakan latar belakang persoalan keluarga. Namun, konflik seperti ini yang memang menjadi realita yang terjadi dalam kehidupan nyata yang banyak dialami para pengguna sendiri hingga sampai sekarang.

Keberadaanku di Pekanbaru yang merupakan kota yang luar biasa panas dan berdebu ini merupakan kunjungan yang kedua, yang sebelumnya karena ada liputan migas, lalu ini karena keinginan kuat untuk menghasilkan karya yang bisa diterima masyarakat --harapan--
Manusia hidup dengan penuh harapan, namun jika hanya sekedar harapan tanpa mencoba mendapatkannya itu sama saja sia-sia atau hanya pembicaraan angin lalu. Di kota Pekanbaru, aku sudah memasuki hari kedua. Kedatanganku tepat di kota yang merupakan induk Riau Pos Grop (RPG), perusahaan induk dari anak perusahaan tempatku bekerja di Batam memasuki hari kedua.

Tepat tanggal 10 September 2009, aku menginjakan kaki di kota ini, sekitar pukul 13.30 WIB melalui pesawat Mandala, sampai di bandara yang tidak terlalu asing tetapi janggal bagiku, sudah menunggu adiknya kawan yang menanti kedatanganku yang sudah jauh-jauh hari aku informasikan, aku bakal berada di kota ini.

Setelah mengetahui adik kawan yang sudah menanti dan ketemu, perjalanan dilanjutkan menuju rumah kontrakan yang sederhana di kawasan Mapohan --benar gak ya? lupa hehe-- atau tepatnya di Jalan Khairudin Nasution --mudahan yang ini benar, maklum nulisnya dalam kondisi ngantuk dan capek yang luar biasa--

Istirahat sejenak, karena memang cuacanya saat aku datang panasnya mengerikan dan susah untuk digambarkan --bilang aja malas-- Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 15.30 WIB, lalu diperkenalkannya aku pada kota Pekanbaru, yang ada dalam benakku saat itu panas dan berdebu luar biasa. Dari lokasi ini menuju ke RPG lumayan jauh, diperkirakan sekitar 30 menit.
Ditunjukannya aku kalau mau kesini, ke sana dengan menggunakan angkutan metro dan berhenti disini dan di sana, awalnya ingat, sekarang harus nanya lagi neh hehe... Sekitar empat jam, waktu dihabiskan muter ke sana kemari tak tentu arah hanya sekedar memperkenalkan kota Pekanbaru dan agar nanti aku tidak nyasar.

Setelah pantat terasa terbakar, bayangkan saja empat jam bo duduk diatas motor tanpa henti, capek dan pegel wkakaka --banyak yang protes waktu gue buat di facebook-- Kami kembali ke kediamannya dan kembali berbincang-bincang tak tentu arah. Anaknya gaul plus wawasannya luas, sehingga berbincang dengannya tak terasa sudah hampir 19.30 WIB.

Kuputuskan mandi dan setelah itu diajak untuk mengunjungi kawannya yang melahirkan bayi perempuan pada kalender cantik 09-09-09 yang berada di rumah sakit bersalin ibu dan anak. Setelah menjemput beberapa kawannya, perjalan pun dilanjutkan mencari 'buah tangan' dan menuju lokasi RS ibu dan anak. Sampai disana berbincang-bincang lah mereka, sekawanan kawan akrab sejak kuliah --mungkin hihi ditambah-tambahin bumbu neh--

Perjalanan pun berakhir di salah satu konter handphone milik kawannya, waktu terasa lambat saat itu, karena badan sudah lelah, mau gabung juga lagi blank plus haus banget. Dari tadi cuma minum sebotol aqua, biasanya banyak hahaha dasar parah.

Em, pulang ke rumah diantar kawan adiknya kawan jam 01.10 WIB, rasa kantuk sudah luar biasa, namun aku masih belum bisa tertidur dan terus terjaga dan terjaga. Maklum ini baru pertama kalinya nginap di rumah adiknya kawan yang tidak ada perempuannya. Namun, malam ini kayanya sudah terbiasa deh wkakaka, ngaco deh.

ok, pergantian malam, hari ini, Jumat, aku sudah menentukan arah tujuanku kemana saja dan berakhir di Riau Pos. Dari ujung ke ujung Pekanbaru kayanya aku kelilingi. Luar biasa, bukan? Pertama, karena aku sudah kelaparan jadi cari makan namun sayang dipinggiran jalan atau di rumah makan tidak ada yang buka.

Rasa haus luar biasa menyerangku. Untunglah kawan yang satu ini beragama sama, jadi tidak berdosa kalau diajak makan. Keliling-keliling mencari tak ketemu, mentok kuberi usulan untuk ke mall saja. Karena, pasti mall buka untuk restaurantnya, tidak mungkin, tidak buka bukan? Mall gitu lho.

Ternyata selama bulan puasa atau mank di setiap daerah mallnya buka berbeda-beda, ternyata mallnya baru buka jam 10.00 WIB. Padahal saat itu jam di ponsel baru menunjukan pukul 09.30, lapar seh gak terlalu, hanya saja hausnya luar biasa.

Untuk yang bagian ini disensor aja ya, --padahal malas nulis-- Setelah full bensin neh, perjalanpun dilanjutkan ke tempat rehabilitas. Namun, sayang ternyata tidak ada anak yang kecanduan drug di sana cuma anak-anak nakal yang dititipkan di kilometer 17, aku lupa nama daerahnya apa. Soalnya di pelosok banget.

Disitu ketemu sama kepala bagian tempat bimbingan anak nakal yang dulunya merupakan tempat kantor Departemen Sosial. Namun, karena otonomi daerah, tuh gedung diserahkan ke Pemerintah Pekanbaru.

Berbincang dan menggali informasi di sana menarik dan bertemu sekitar 15 penghuni tempat bimbingan anak nakal tersebut sangat seru. Walaupun banyak binatang agas yang beterbangan tak tentu arah, gigit sana gigit sini. Namun, mendengar celoteh anak-anak tersebut sangat lucu juga. Menarik dan menghibur.

Sepertinya hidup mereka tidaklah menjadi beban. Bahkan mereka yang putus sekolah karena tidak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA lebih bisa memahami kondisi itu. Berawal dari anak nakal dan berusaha memiliki keterampilan untuk menunjang masa depan mereka nanti. Menjadi salah satu harapan bagi mereka untuk bisa bertahan selama lima bulan.
Berbagai cerita menarik dan seru dan alasan-alasan keberadaan mereka berada di tempat tersebut.

Agustus 24, 2009

My friends Comments

Ini dia beberapa kawan yang membaca sebelum dipublikasikan, makasih ya guys. . . . Karena sudah meluangkan waktu untuk memberikan comentar. Sayang, waktu itu, pak Marganas Naingolan nggak sempat memberikan kata pengantar, mudahan di lain waktu memberikan comentar terhadap tulisan ini.

Aku suka novel ini, karena lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya warna pikiran dengan gaya bercerita anak muda dan moderen.

Rida K Liamsi - Penulis Bulang Cahaya dan CEO Riau Pos Grup

Cerita yang sangat menyentuh dan dapat dijadikan pelajaran bagi orangtua agar tidak pilih kasih pada anak. Cerita dari awal hingga akhir yang mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Mengenai pergaulan bebas yang memang tidak baik, karena digambarkan dengan jelas akibat dari pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Layak untuk dibaca kalangan
remaja hingga dewasa. Untuk menambah pengetahuan mengenai HIV dan AIDS. Karena penulisannya sangat lincah dan mungkin bagus kali ya kalau di filmkan.


Syaniar Usman -Aktifis Wanita dan Politikus Golkar

Novel ini bukan novel biasa. Karena novel ini bukan saja menghibur, tetapi juga mendidik. Tidak hanya kisah cinta yang manis, sekaligus menyakitkan, dan juga persahabatan dan keluarga yang ada di dalamnya, tetapi juga memberikan pencerahan kepada pembacanya tentang apa itu HIV, apa itu ODHA. Sebuah rangkaian cerita yang bagus . Penuturannya dramatis dan mampu membawa perasaan pembacanya sehingga seolah-olah pembaca masuk ke dalam alur cerita.
Sebagai penulis baru, Citra patut diacungi jempol.

Ani - karyawan -Bunda Blog Batam -www.ani.tehobenk.com-

Rasa benci seorang kakak terhadap adiknya, dan sang adik yang selalu berusaha mandiri tanpa membebankan sang kakak malah menjadi korban pria mempunyai kelainan sex. Bahkan, risiko apapun yang kemudian muncul, bisa jadi tak dilihat sebagai penghalang melainkan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Itu pula yang dikisahkan dalam novel Simpul Terujung ini. Kisah seorang kakak dengan keterbatasannya tidak bias memperhatikan sang adik yang selalu meminta perhatian kakak sebagai sosok seorang ibu. Kisah Kakak beradik ini memang berliku dan penuh pengorbanan.

Tidak hanya kisah cinta yang bisa diambil hikmahnya dari novel ini. Lebih dari itu adalah perjuangan seorang kakak dengan segala upaya untuk membatu orang lain sehingga tidak menjadi koraban yang di alami adiknya. Dan pederitaan yang di alami sang adiklah yang menjadi tema hangat dalam Novel Simpul Terujung ini. Novel ini membawa kita peduli
terhadap lingkungan sekitar kita. Bagus Banget!

Ridwan Rambe - Kabag Layout dan blogger

Sketsa kehidupan masa kini, bukan sekadar membahas tentang cinta, pengkhianatan dan perselingkuhan. Akan tetapi lebih mendalam karena penulis bukan hanya menulis sebuah cerita tapi membebaskan diri dari belenggu karya tulis yang kaku dan arogan.
Cerita yang tidak bias dari awal sampai akhir mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Penyakit Aids yang cukup melekat kuat dalam cerita memberikan pemahaman pada kita bahwa sastra bukan sekadar untaian kata, disana ada pikiran, imajinasi, khayalan, juga barangkali ada provokasi dan kesakitan.

Bisa jadi di akhir cerita anda menemukan kearifan bagaimana sulitnya menghilangkan kesakitan akibat pengkhianatan serta memaafkan yang merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang saat ini sulit untuk didapatkan.

Yoga Regawa Indra a.k.a Kopitozie -blogger-

Nah, comen kawan-kawan yang ada di Facebook. Comen ini dibuat sesudah dan sebelum peluncuran buku simpul. Aku sengaja menuliskan atau mengmkopi paste di note facebook dengan judul Simpul Terujung pada note yang ada di facebook. Sebab, saat itu, lagi hot-hotnya semua kalangan menggunakan facebook baik tua maupun muda.

Ini dia yang memberikan jempolnya pada sinopsis buku pertama ku diantaranya Susi Lim, Hevila Erica Francisca Pandiangan, Andrew Munandar and 3 others like this.

Sedangkan yang memberikan comentar pada note facebook, em... pasti kalian mikir, gue neh norak banget. Karena blog ini adalah catatan harian aku dan ini termasuk catatan harianku yang patut aku simpan juga, benarkan?

Harry Suhartanto : Mau dong dikirimin, Cit... Tapi kasi autograhp juga ye.. Tx 02 June at 21:28

Arie Srie Riyanie Tio: ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... 02 June at 21:29 ·

Elfis Pandiangan : bagaimana sy bs dapatkan novelnya..?tq 02 June at 21:36 ·

Citra Pandiangan@ bg Harry masih dalam proses mas, oke deh. ntar disediakan satu ya xixixi tp ambil sendiri d pinang@ Mom Yesssssssssss hehe 02 June at 21:39 ·

Caroline Elysa Valentina : Mantapp,,mw lagi nahh...02 June at 21:42 ·

Endang Soentoro : Cant wait to read the full version. When will i get the copy? :D 02 June at 21:45 ·

Citra Pandiangan @ Elfish Masih dalam proses cetak mbak. Kalau tidak ada aral melintang bulan Juni sudah beredar tp
tuk sementara masih di Kepri
@ Caroline Sabar ya say, masih dala proses cetak hehe... Read more
@ Endang A.S.A.P I will send it 4 u Ndang ^_^ 02 June at 21:51 ·

Ika Novitasari Terusannya mana mba? Hehe..Beh, nama anak gw audrey pun dibawa2.. Haha.. Tp penasaran jg ma critanya, info2 ya kalo dah kelar, gud luck c0usin!02 June at 21:56

Arie Srie Riyanie Tio Wuih keren abiz.. Kayak ngaca diri aja ya? Cnta emang penuh perjuangan..penuh intriks dan yg ini
krn anakq yg buat jd bangga deh,jo lali mami dikrmin 02 June at 22:06

Caroline Elysa Valentina Aq tunggu slanjutx.. Tar low udh slese,kirimin aq y sist.. 02 June at 22:11 ·

Soegih Telogood effort. good news. 02 June at 22:21 ·

Keqi Pradana woh akhirnya keluar juga, selamat ya.. 02 June at 23:03 ·

Chacha Kirei cinta ak jg mauu........03 June at 01:12

Meike Binsneyder Kerennn...akhirnya keluar jg,congrats cit,jgn lupa 1 untuk ku,kpn ni?...:) 03 June at 08:05

Citra Pandiangan@ Vita hehe... asli gak niat pake nama keponakan ku yang cantik, tapi kebetulan waktu buka kamus
nama itu keren juga di pakai . Oke, pasti deh kalo dah cetak, di kabari deh... Thanks ya@ Mom Yanie beres mom, ntar d kirimin deh hehe... Read more@ Olin Ya, aman tuh sis, tenang aja ya
@ Soegi TeloI think so like that xixi ^_^
@ ms EqiYa mas akhirnya selesai juga :D Thanks ya
@ ChachaBeres say, mudahan akhir bulan neh dah bisa beredar deh
@ Ka Mei Thanks ka Mei, beres deh. Akhir bulan ini ka Mei. Beredarnya tapi gak pakai launching2an seh hehe. . . .03 June at 19:02
Bahtiar S Abbas Kasi tahu di mana Bp bisa beli kopinya ya :) Salut ama kamu .. 04 June at 16:49 ·
Citra Pandiangan tuk saat ini beredarnya hanya di Kepri saja pak, tapi kalau bapak mau, ntar bisa Citra kirim koq pak...
Makasih ya pak 04 June at 16:50 ·
Bahtiar S Abbas Mks. Citra ........ Bapak punya perjalanan hidup lebih seru dari Laskar Pelangi, cuma sayang Bapak nggak
punya bakat nulis novel, kalau Bp cerita Citra yang bikin novelnya boleh juga tuh...... he he he 04 June at 17:08 ·
Citra Pandianganwah boleh juga tuh pak, usulan diterima xixi.... tapi bapak aja baru sekali ke Kepri :D bagaimana bisa
cerita ya ^_^ 04 June at 17:16
Bahtiar S Abbas Ya ... ntar kapan Bpak sempatkan pulang ke Pinang .... plus kapan2 Citra ke Jkt :))
Citra Pandianganberes pak, mank ada rencana mau main ke Jakarta, cuma masih belum tahu kapan :D
Bahtiar S AbbasLet me know when yiu are in Jakarta OK!
Davy PolitonSist..mau dong... :) Akhirnya...keluar juga yach...jadi penasaran...:)
Andrew MunandarNice story you wrote... Is this based on true story..?
uni Antomantap coy......hidup adalah pilihan?
Citra Pandiangan@ P Bahtiar Ok Pak
@ ms Davyboleh aja, ya neh mas.... dalam waktu dekat, cuma beredarnya masih sekitar TPi, tapi kalo mank mau, boleh d kirim koq
xixi... Read more
@ andrew Just fiksi but all of information about ODHA that's true
@ AntoYoi man... hidup tuh sebuah pilihan
Bertha Pandiangan ck..ck..ck..novelnya udah terbit yach..hhhmmm..jangan lupa bagian buat gw yach hahahaha
Citra Pandiangan wkakak... dasar matre..... miss u muach
Bertha Pandiangan namanya jg usaha,masa adek minta ama kk terus! sekali2 kk nya kecipratan rezeki donk wakakaka
Citra Pandiangan hi all guys... novelnya sudah ada, kalau mau beli

T Rama Sunanto Citra novelnya bagus banget... Bisa terima koment or masukan ya?

Citra Pandiangan bisa, apa neh comen or masukannya?

Arya Adhika Bgs and mnarik.. Ngga lpas dri pngorbanan dan cinta.. Cinta itu ngga buta,dy hnya mmahami..Hehehe..=)

Citra Pandianganyup, sapa bilang cinta itu buta?

Arya AdhikaBnyk kok orng yg blg..Klo cinta itu buta,buat ap ad bikini..Ngga nyambung kyk nya...Hehehe..Kepri nya dmn?... Read moreAq dpku,tp kuliah djogja..Hehehe..

Citra Pandiangan d Tanjungpinang bro, tuh bagi mereka kali bro

T Rama SunantoParagrhap 1 a.1 bertentangan. P.3 dgn 13 bertentangan. Maaf ya... Sekedar koreksi

Citra Pandiangan lho ya jelas donk kalo sama boring itu kan sinopsis kalo mw baca ful cari aja hehe . . . kritikan d terima koq, open minded

T Rama Sunanto Kau orangx asyik ya... Legowo en pinter... Sukses slalu buat kamu. Imiss se u...

Citra Pandianganthanks, biasa aja ko bro

Endang Purnama Sarimbak. buat aku mana novelnya...maaf ya tadi malam jadi ngga bisa ngobrol banyakkkkk

Citra Pandiangan pasti mba, nanti kalau kita ketemuan lagi saya kasih deh

Arni Dahniar Keren keren..Mau dungs kak..

Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.

Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.

Deby Pandiangan ka, dapetinnya dimana?mau duong..

Citra Pandiangan@ Arni thanks ya sis
@ P Machzumituk sementara pesannya via pos, d toko buku baru ada di Batam. Kalo mau pesan, bisa tinggalkan pesan d inbox saya
saja. Harganya Rp45 ribu... Read more
@ Debytuk saat ini pesananya via pos sist, belum nemu distributor nasional
Arni Dahniar@k.Citra..Kog dpasarinY cm dbatam kak..Pdhl nOvel kK tU bgs lho..Jd ga sbr pgn baca..
Citra Pandiangan @ Arni maklum say, belum kenal distributor or agen buku nasional jadi tuk sementara d wilayah Kepri.
ntar kalo pulang ada koq
Arni Dahniar Bener ya k.Cit..Jgn mpe anik ga kebAgIan lho..Ngemeng2 ini udh nOvel kbrP yg dterbitin..
Citra Pandiangan baru novel pertama dan rencananya mau di buat triologi, doain ya hehe,.. sekarang lagi ngumpulin
data mengenai t4 rehabilitas narkoba
Arni Dahniar Sipmantap x lah kk yg satU ini..Butuh bAntUan blg aja ya kak,aye siap bntU..
Citra Pandiangan sip sister, pasti deh, lebaran pulang ga
Arni Dahniar Pulang dungs sis..JanjiY dtepatin yach..
Citra Pandianganpasti sist,
Komentar kawan yang sudah membaca novel yang sudah dicetak. Thanks bagi yang membeli novel saya, dan semoga
slalu sukses ^_^ yang tidak membeli juga sukses koq :) Ini dia komennya.

Moel : Tulisannya bagus, tapi mank masih ada salah eja dan kalau dilihat sekilas mirip tulisan Mira W

Aris : Konfliknya masih kurang mantap

Aji : Konfliknya kurang tetapi alurnya sudah cukup bagus.

Donna : Aku suka tokoh Audrey dan Ramon, cukup menggemaskan membacanya.
Chipenk : Tiap ceritanya membuatku penasaran dan ingin menyelesaikan sampai akhir, bagus.
Candy :

Reza : Aq Udah Baca Ampai hbs............aduh endingnya seru X...emang sich kita ngak pernah dalam entuk apa kasih sayang seorang dik kepada kita...... eja merasa kok krna eja jga anak
petama dari 3 adik beradik............ sedih campur gondok jga sich bacanya hbs penghianatan cinta ngak bisa di ma'afkan
masak ambil kesempatan dalam kesempitan..........
aduh...... gmana rasanya kita mau menikah lantas kita melakukan hubungan badan ama adik ipar kita aduh..... ngak
punya perasaan tuch org...... aku smpat sedih jga membacanya...........
yg jelas Bravo Citra......................... Aq Suka Novelnya...., Jangan Bosan-bosan berkarya.......

Dwi: Hai cit, kk udah baca novelnya.. Menurut kk Bagus.. Tidak hanya sekedar novel cinta biasa, tapi jg berisi info ttg aids dan banyak hal tentang kehidupan, tapi tetap nyambung dan mudah di pahami..
Novel ini mengingatkan kk pada novel ayat2 cinta, bukan sekedar novel cinta biasa, tp jg berisi dakwah dan realita
kehidupan..
Kk jg suka novel ini krn novel ini menceritakan sisi manusiawi seorang insan yang tersakiti, tidak di buat2 tegar, seperti
kebanyakan novel lainnya.. mmm.. Kk terharu dan suka banget puisi audrey saat mnjelang kematiannya..Kakak salut deh buat citra
Tapi kl boleh kk kasi kritik.. Mengingat novel ini bagus jg di baca untuk semua kalangan dan umur..Kk agak terganggu dengan ekspos adegan ranjang yang ditulis secara detil, hehehe.. Maaf ya cit jk kurang berkenan.. Kk
cm ngasi pendapat kk pribadi aja.. Ok thanks ya udh kasi kk kesempatan membaca novel citra,
My friends Comments
Ini dia beberapa kawan yang membaca sebelum dipublikasikan, makasih ya guys. . . . Karena sudah meluangkan waktu
untuk memberikan comentar. Sayang, waktu itu, pak Marganas Naingolan nggak sempat memberikan kata pengantar,
mudahan di lain waktu memberikan comentar terhadap tulisan ini.

Aku suka novel ini, karena lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya warna pikiran dengan gaya bercerita anak muda
dan moderen.
Rida K Liamsi - Penulis Bulang Cahaya dan CEO Riau Pos Grup

Cerita yang sangat menyentuh dan dapat dijadikan pelajaran bagi orangtua agar tidak pilih kasih pada anak. Cerita dari
awal hingga akhir yang mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Mengenai pergaulan bebas yang memang tidak baik,
karena digambarkan dengan jelas akibat dari pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Layak untuk dibaca kalangan
remaja hingga dewasa. Untuk menambah pengetahuan mengenai HIV dan AIDS. Karena penulisannya sangat lincah dan
mungkin bagus kali ya kalau di filmkan.
Syaniar Usman -Aktifis Wanita dan Politikus Golkar

Novel ini bukan novel biasa. Karena novel ini bukan saja menghibur, tetapi juga mendidik. Tidak hanya kisah cinta yang
manis, sekaligus menyakitkan, dan juga persahabatan dan keluarga yang ada di dalamnya, tetapi juga memberikan
pencerahan kepada pembacanya tentang apa itu HIV, apa itu ODHA. Sebuah rangkaian cerita yang bagus . Penuturannya
dramatis dan mampu membawa perasaan pembacanya sehingga seolah-olah pembaca masuk ke dalam alur cerita.
Sebagai penulis baru, Citra patut diacungi jempol.
Ani - karyawan -Bunda Blog Batam -www.ani.tehobenk.com-

Rasa benci seorang kakak terhadap adiknya, dan sang adik yang selalu berusaha mandiri tanpa membebankan sang
kakak malah menjadi korban pria mempunyai kelainan sex. Bahkan, risiko apapun yang kemudian muncul, bisa jadi tak
dilihat sebagai penghalang melainkan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Itu pula yang dikisahkan dalam novel Simpul Terujung ini. Kisah seorang kakak dengan keterbatasannya tidak bias
memperhatikan sang adik yang selalu meminta perhatian kakak sebagai sosok seorang ibu. Kisah Kakak beradik ini
memang berliku dan penuh pengorbanan.

Tidak hanya kisah cinta yang bisa diambil hikmahnya dari novel ini. Lebih dari itu adalah perjuangan seorang kakak
dengan segala upaya untuk membatu orang lain sehingga tidak menjadi koraban yang di alami adiknya. Dan pederitaan
yang di alami sang adiklah yang menjadi tema hangat dalam Novel Simpul Terujung ini. Novel ini membawa kita peduli
terhadap lingkungan sekitar kita. Bagus Banget!

Ridwan Rambe - Kabag Layout dan blogger

Sketsa kehidupan masa kini, bukan sekadar membahas tentang cinta, pengkhianatan dan perselingkuhan. Akan tetapi
lebih mendalam karena penulis bukan hanya menulis sebuah cerita tapi membebaskan diri dari belenggu karya tulis
yang kaku dan arogan.
Cerita yang tidak bias dari awal sampai akhir mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Penyakit Aids yang cukup melekat
kuat dalam cerita memberikan pemahaman pada kita bahwa sastra bukan sekadar untaian kata, disana ada pikiran,
imajinasi, khayalan, juga barangkali ada provokasi dan kesakitan.
Bisa jadi di akhir cerita anda menemukan kearifan bagaimana sulitnya menghilangkan kesakitan akibat pengkhianatan
serta memaafkan yang merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang saat ini sulit untuk didapatkan.
Yoga Regawa Indra a.k.a Kopitozie -blogger-

Nah, comen kawan-kawan yang ada di Facebook. Comen ini dibuat sesudah dan sebelum peluncuran buku simpul. Aku
sengaja menuliskan atau mengmkopi paste di note facebook dengan judul Simpul Terujung pada note yang ada di
facebook. Sebab, saat itu, lagi hot-hotnya semua kalangan menggunakan facebook baik tua maupun muda.

Ini dia yang memberikan jempolnya pada sinopsis buku pertama ku diantaranya Susi Lim, Hevila Erica Francisca
Pandiangan, Andrew Munandar and 3 others like this.

Sedangkan yang memberikan comentar pada note facebook, em... pasti kalian mikir, gue neh norak banget. Karena blog i
ni adalah catatan harian aku dan ini termasuk catatan harianku yang patut aku simpan juga, benarkan?

Harry Suhartanto : Mau dong dikirimin, Cit... Tapi kasi autograhp juga ye.. Tx 02 June at 21:28

Arie Srie Riyanie Tio: ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... 02 June at 21:29 ·

Elfis Pandiangan : bagaimana sy bs dapatkan novelnya..?tq 02 June at 21:36 ·

Citra Pandiangan@ bg Harry masih dalam proses mas, oke deh. ntar disediakan satu ya xixixi tp ambil sendiri d pinang@ Mom Yesssssssssss hehe 02 June at 21:39 ·

Caroline Elysa Valentina : Mantapp,,mw lagi nahh...02 June at 21:42 ·

Endang Soentoro : Cant wait to read the full version. When will i get the copy? :D 02 June at 21:45 ·

Citra Pandiangan @ Elfish Masih dalam proses cetak mbak. Kalau tidak ada aral melintang bulan Juni sudah beredar tp
tuk sementara masih di Kepri
@ Caroline Sabar ya say, masih dala proses cetak hehe... Read more
@ Endang A.S.A.P I will send it 4 u Ndang ^_^ 02 June at 21:51 ·

Ika Novitasari Terusannya mana mba? Hehe..Beh, nama anak gw audrey pun dibawa2.. Haha.. Tp penasaran jg ma critanya, info2 ya kalo dah kelar, gud luck c0usin!02 June at 21:56

Arie Srie Riyanie Tio Wuih keren abiz.. Kayak ngaca diri aja ya? Cnta emang penuh perjuangan..penuh intriks dan yg ini
krn anakq yg buat jd bangga deh,jo lali mami dikrmin 02 June at 22:06

Caroline Elysa Valentina Aq tunggu slanjutx.. Tar low udh slese,kirimin aq y sist.. 02 June at 22:11 ·

Soegih Telogood effort. good news. 02 June at 22:21 ·

Keqi Pradana woh akhirnya keluar juga, selamat ya.. 02 June at 23:03 ·

Chacha Kirei cinta ak jg mauu........03 June at 01:12

Meike Binsneyder Kerennn...akhirnya keluar jg,congrats cit,jgn lupa 1 untuk ku,kpn ni?...:) 03 June at 08:05

Citra Pandiangan@ Vita hehe... asli gak niat pake nama keponakan ku yang cantik, tapi kebetulan waktu buka kamus
nama itu keren juga di pakai . Oke, pasti deh kalo dah cetak, di kabari deh... Thanks ya@ Mom Yanie beres mom, ntar d kirimin deh hehe... Read more@ Olin Ya, aman tuh sis, tenang aja ya
@ Soegi TeloI think so like that xixi ^_^
@ ms EqiYa mas akhirnya selesai juga :D Thanks ya
@ ChachaBeres say, mudahan akhir bulan neh dah bisa beredar deh
@ Ka Mei Thanks ka Mei, beres deh. Akhir bulan ini ka Mei. Beredarnya tapi gak pakai launching2an seh hehe. . . .03 June at 19:02
Bahtiar S Abbas Kasi tahu di mana Bp bisa beli kopinya ya :) Salut ama kamu .. 04 June at 16:49 ·
Citra Pandiangan tuk saat ini beredarnya hanya di Kepri saja pak, tapi kalau bapak mau, ntar bisa Citra kirim koq pak...
Makasih ya pak 04 June at 16:50 ·
Bahtiar S Abbas Mks. Citra ........ Bapak punya perjalanan hidup lebih seru dari Laskar Pelangi, cuma sayang Bapak nggak
punya bakat nulis novel, kalau Bp cerita Citra yang bikin novelnya boleh juga tuh...... he he he 04 June at 17:08 ·
Citra Pandianganwah boleh juga tuh pak, usulan diterima xixi.... tapi bapak aja baru sekali ke Kepri :D bagaimana bisa
cerita ya ^_^ 04 June at 17:16
Bahtiar S Abbas Ya ... ntar kapan Bpak sempatkan pulang ke Pinang .... plus kapan2 Citra ke Jkt :))
Citra Pandianganberes pak, mank ada rencana mau main ke Jakarta, cuma masih belum tahu kapan :D
Bahtiar S AbbasLet me know when yiu are in Jakarta OK!
Davy PolitonSist..mau dong... :) Akhirnya...keluar juga yach...jadi penasaran...:)
Andrew MunandarNice story you wrote... Is this based on true story..?
uni Antomantap coy......hidup adalah pilihan?
Citra Pandiangan@ P Bahtiar Ok Pak
@ ms Davyboleh aja, ya neh mas.... dalam waktu dekat, cuma beredarnya masih sekitar TPi, tapi kalo mank mau, boleh d kirim koq
xixi... Read more
@ andrew Just fiksi but all of information about ODHA that's true
@ AntoYoi man... hidup tuh sebuah pilihan
Bertha Pandiangan ck..ck..ck..novelnya udah terbit yach..hhhmmm..jangan lupa bagian buat gw yach hahahaha
Citra Pandiangan wkakak... dasar matre..... miss u muach
Bertha Pandiangan namanya jg usaha,masa adek minta ama kk terus! sekali2 kk nya kecipratan rezeki donk wakakaka
Citra Pandiangan hi all guys... novelnya sudah ada, kalau mau beli
T Rama Sunanto Citra novelnya bagus banget... Bisa terima koment or masukan ya?
Citra Pandiangan bisa, apa neh comen or masukannya?
Arya Adhika Bgs and mnarik.. Ngga lpas dri pngorbanan dan cinta.. Cinta itu ngga buta,dy hnya mmahami..Hehehe..=)
Citra Pandianganyup, sapa bilang cinta itu buta?
Arya AdhikaBnyk kok orng yg blg..Klo cinta itu buta,buat ap ad bikini..Ngga nyambung kyk nya...Hehehe..Kepri nya dmn?... Read moreAq dpku,tp kuliah djogja..Hehehe..
Citra Pandiangan d Tanjungpinang bro, tuh bagi mereka kali bro
T Rama SunantoParagrhap 1 a.1 bertentangan. P.3 dgn 13 bertentangan. Maaf ya... Sekedar koreksi
Citra Pandiangan lho ya jelas donk kalo sama boring itu kan sinopsis kalo mw baca ful cari aja hehe . . . kritikan d terima
koq, open minded
T Rama Sunanto Kau orangx asyik ya... Legowo en pinter... Sukses slalu buat kamu. Imiss se u...
Citra Pandianganthanks, biasa aja ko bro
Endang Purnama Sarimbak. buat aku mana novelnya...maaf ya tadi malam jadi ngga bisa ngobrol banyakkkkk
Citra Pandiangan pasti mba, nanti kalau kita ketemuan lagi saya kasih deh
Arni Dahniar Keren keren..Mau dungs kak..
Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.
Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.
Deby Pandiangan ka, dapetinnya dimana?mau duong..
Citra Pandiangan@ Arni thanks ya sis
@ P Machzumituk sementara pesannya via pos, d toko buku baru ada di Batam. Kalo mau pesan, bisa tinggalkan pesan d inbox saya
saja. Harganya Rp45 ribu... Read more
@ Debytuk saat ini pesananya via pos sist, belum nemu distributor nasional
Arni Dahniar@k.Citra..Kog dpasarinY cm dbatam kak..Pdhl nOvel kK tU bgs lho..Jd ga sbr pgn baca..
Citra Pandiangan @ Arni maklum say, belum kenal distributor or agen buku nasional jadi tuk sementara d wilayah Kepri.
ntar kalo pulang ada koq
Arni Dahniar Bener ya k.Cit..Jgn mpe anik ga kebAgIan lho..Ngemeng2 ini udh nOvel kbrP yg dterbitin..
Citra Pandiangan baru novel pertama dan rencananya mau di buat triologi, doain ya hehe,.. sekarang lagi ngumpulin
data mengenai t4 rehabilitas narkoba
Arni Dahniar Sipmantap x lah kk yg satU ini..Butuh bAntUan blg aja ya kak,aye siap bntU..
Citra Pandiangan sip sister, pasti deh, lebaran pulang ga
Arni Dahniar Pulang dungs sis..JanjiY dtepatin yach..
Citra Pandianganpasti sist,
Komentar kawan yang sudah membaca novel yang sudah dicetak. Thanks bagi yang membeli novel saya, dan semoga
slalu sukses ^_^ yang tidak membeli juga sukses koq :) Ini dia komennya.

Moel : Tulisannya bagus, tapi mank masih ada salah eja dan kalau dilihat sekilas mirip tulisan Mira W

Aris : Konfliknya masih kurang mantap

Aji : Konfliknya kurang tetapi alurnya sudah cukup bagus.

Donna : Aku suka tokoh Audrey dan Ramon, cukup menggemaskan membacanya.
Chipenk : Tiap ceritanya membuatku penasaran dan ingin menyelesaikan sampai akhir, bagus.
Candy :

Reza : Aq Udah Baca Ampai hbs............aduh endingnya seru X...emang sich kita ngak pernah dalam entuk apa kasih sayang seorang dik kepada kita...... eja merasa kok krna eja jga anak
petama dari 3 adik beradik............ sedih campur gondok jga sich bacanya hbs penghianatan cinta ngak bisa di ma'afkan
masak ambil kesempatan dalam kesempitan..........
aduh...... gmana rasanya kita mau menikah lantas kita melakukan hubungan badan ama adik ipar kita aduh..... ngak
punya perasaan tuch org...... aku smpat sedih jga membacanya...........
yg jelas Bravo Citra......................... Aq Suka Novelnya...., Jangan Bosan-bosan berkarya.......

Dwi: Hai cit, kk udah baca novelnya.. Menurut kk Bagus.. Tidak hanya sekedar novel cinta biasa, tapi jg berisi info ttg aids dan banyak hal tentang kehidupan, tapi tetap nyambung dan mudah di pahami..
Novel ini mengingatkan kk pada novel ayat2 cinta, bukan sekedar novel cinta biasa, tp jg berisi dakwah dan realita
kehidupan..
Kk jg suka novel ini krn novel ini menceritakan sisi manusiawi seorang insan yang tersakiti, tidak di buat2 tegar, seperti
kebanyakan novel lainnya.. mmm.. Kk terharu dan suka banget puisi audrey saat mnjelang kematiannya..Kakak salut deh buat citra
Tapi kl boleh kk kasi kritik.. Mengingat novel ini bagus jg di baca untuk semua kalangan dan umur..Kk agak terganggu dengan ekspos adegan ranjang yang ditulis secara detil, hehehe.. Maaf ya cit jk kurang berkenan.. Kk
cm ngasi pendapat kk pribadi aja.. Ok thanks ya udh kasi kk kesempatan membaca novel citra,

Simpul Terujung versi bahasa inggris

Ellen is a strong woman, very brave to face the turmoil of her life. Even though she was frail. Born as the first child, a four-year difference in age of Audrey, her sister. Made to be protective. Although, she was not really like Audrey. It was not without good reason.
She always blamed every time Audrey was doing a problem. Dad always punished. While in college, she decided to leave the home for independent, in fact the most powerful reasons to avoid Audrey.

That's where Ellen found a lover, Jack. He is a handsome and also attractive man. Their relationship lasted for four years. In fact, they decided to get married.
A week before the wedding, Ellen cancel it. The reason, Audrey reveals a very painful feeling. Audrey was pregnant with Jack admitted. Immediately Ellen world destroyed.
Even so Ellen tried to brave it all and she asked him to account for his actions. Ellen's only human who can feel pain. Therefore, she took the decision to break up with Audrey.
Ellen came out of work and out in the village for three months. To complete the determination cut off ties with her family, she changed her phone number. Only Fanny, her friend who know the latest numbers.

Feeling devastated and did not make him desperate constantly destroyed. Ellen decided to get up and start a new life. Leaving the city of Jakarta, which is full of bitter memories to Batam city to start his new life.
Starting a new life means to forget the pain. For two years, Ellen settled in the city of Batam. Her life gradually improved, work and work at one of four-star hotel in Nagoya just standing.
For two years, Ellen had never received news of her sister, Audrey. Until one day, her sister Fanny's ill informed. AIDS and cancer pain.

There was disbelief, confused and not know what to do. In times of despair and doubt, Ellen tried to contact friend’s Audrey, Barbara. There she got the information that is still vague. But Barbara justify the information conveyed Fanny. HIV illness plus her sister acute cancer.
Although there is still hurt, Ellen tries to find the truth. Until finally, she decided to return to Jakarta. There she saw her sister's condition is weak and helpless.

There is a sense of guilt that her heart pierced, because it pulls away from her family for two years. Especially after getting information that contradicts with thoughts and hopes. Her life was always filled with guilt.
***
Audrey, was a fragile woman. She always felt lonely. Especially after her sister, Ellen decided to boarding house. The house was quiet, especially my father was never there for her. She needed someone who cared about her.

While loneliness kept sweeping her life, Audrey make friends with the wrong crowd. Clubbing, disco and drugs are part of can not escape from it. Dependence on drugs made to sacrifice her virginity to get a gram of sabu-sabu (drugs).

According to Audrey with drugs, drunk may forget the sadness and loneliness. Even after that, she often turns to the couple just can not drink alcohol and get drugs in any form, putaw, ecstasy, sabu-sabu or marijuana. Provided that could make it fly and forget about loneliness.
Are you interesting to buy this novel after reading the synopsis, u can contact me on my mail citrapandiangan@gmail.com or call me on the number phone +628566 814 2575

Google Searching

Iseng-iseng buka google searching, kali ini bukan tuk mencari data or tulisan lain. Melainkan mengetikan judul buku saya sendiri, simpul terujung. Em . . . . rupanya saat melihat mesin pencarian google terhadap key word yang saya ketik, rupanya sudah banyak yang mengulas sekilas terhadap karya pertama saya. Untuk itu guys, saya ucapkan terimakasih.
Ada beberapa kawan menanyakan mengenai buku yang saya buat, apa alasan kenapa saya membuat buku tersebut. Alasan, pertama saya, sudah saya tuliskan pada pengantar buku tersebut atau lebih tepatnya goresan pena.Goresan Pena.

Awal ditunjuk untuk membuat tulisan mengenai ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)
membuatku sedikit merasa takut. Namanya juga manusia, dengan pemikiran terbatas
mengenai virus HIV.
Namun tugas adalah tugas, aku mencoba semampuku untuk
mencari informasi salah seorang penderita HIV.

Ketemulah orang itu dan dia bersedia di wawancarai. Janjian ketemu di
rumahnya, ternyata dia ada kegiatan lain. Akhirnya dia mengajakku turut serta
kegiatan ulang tahun kawannya. Aku ikut bergabung dengan mereka, tidak ada
perbedaan memang antara yang sakit dan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di
salah satu fast food.

Terus terang, ada rasa takut saat menyantap makanan tersebut. Padahal
makanan itu baru diantar pelayan. Bagaimana tidak, aku habis bersalaman.
Walaupun tanganku sudah dicuci dengan sabun, tetap saja rasa was-was itu
ada.

Pengalaman kedua pun sama, masih ada rasa was-was saat aku makan bersama
salah satu narasumberku. Kali ini aku yang mengundangnya dan meminta kawanku
mengantarkan. Karena sudah malam, sekitar jam 21.00 WIB. Kami janjian ketemu di fast food dibilangan Nagoya yang buka 1 x 24 jam.

Aku pesankan langsung tiga porsi, untukku, kawanku dan narasumber itu.
Karena aku memang tidak terlalu suka nasi, jadi aku pesan kentang. Dia, orangnya
ramah. Langsung menyapaku, mbak Citra. Ya, kami pun bersalaman, tidak mungkin
aku ke dalam lagi untuk mencuci tangan. Sehabis bersentuhan dengannya. Bagaimana
perasaannya? Bisa tersinggung dan sakit hati, mungkin. Bahkan dia mengambil
beberapa pieces kentang goreng yang memang kutawarkan padanya.

Tentunya dalam bekerja harus bersifat professional. Karena itu, aku
menanamkan dalam benakku, aku tidak akan tertular berada didekat ODHA dan
bersentuhan dengan mereka. Selain itu, aku terus menggali informasi mengenai
HIV. Aku ingin mengetahui lebih, bukan hanya sebagai tuntutan pekerjaan ku
sebagai ‘’kuli’’.

Melainkan aku ingin mengubah pola pikirku dan aku bisa. Kenapa aku tidak
mencoba mengubah pemikiran yang lain mengenai ODHA. Karena mereka juga manusia, mereka juga berhak mendapatkan kesempatan hidup layak, layaknya orang normal. Tanpa merasa takut berada didekatnya.

Karena itu lah aku mencoba menulis novel pertamaku mengenai ODHA. Sudah
sejak lama aku ingin membuat novel. Cuma masih belum percaya diri, namun tidak
ada salahnya mencoba. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih kepada
orangtuaku, Albert Pandiangan dan Sofi Yanie yang memberikan dukungan. Karena
aku tahu, mereka selalu memberikan dukungan yang terkadang tidak pernah ku
pahami hingga saat ini. I Love you soooo much….

Tidak ketinggalan, almarhum grand ma, yang sejak kecil mendukung diriku
menjadi penulis. Namun baru kali ini terwujud. Begitu juga dengan Grand Fa,
Soekomiharjo yang ada di Balikpapan, tidak pernah henti-hentinya memberikan
support yang aku butuhkan.

Makasih juga tuk, Pak Sani, Wakil Gubernur Kepri, kak Rani, Seketaris KPA
Kepri yang memberikan gambaran mengenai HIV dan kegiatan yang dilakukannya.
Turut juga AKBP Yusri Yunus, Kapolresta Tanjungpinang dan juga Kapolresta
Bintan, AKBP Yohanes Widodo, yang bersedia memberikan gambaran mengenai
penangkapan bandar Narkoba dan juga inspirasinya. Karena berhasil menangkap
empat Bandar Narkoba dalam 1 x 24 jam di wilayah Bintan dan
Tanjungpinang.

Em . . . Tidak ketinggalan, makasih juga kepada orang yang memberiku kesempatan sebagai ‘’kuli’’ hingga saat ini, Rikson Sitomeang, dan tak henti-hentinya bang Alib, Socrates yang suka ‘’memarahi’’ saat tulisanku ancur, tuk pertama kali menjajaki dunia jurnalistik.

Sehingga memberikan berbagai pengalaman dan membuat keinginan untuk menulis
buku semakin tersirat. Tentu, tidak terlupa bagi dokter Fransiska, yang tidak
pernah bosan ditelepon maupun didatangi untuk berbagi informasi mengenai virus
HIV/AIDS. Sehingga informasi yang ada di dalam novel ini bisa berguna bagi
pembaca.

Selain itu, thanks ya Rambe, kamu sudah bersedia membuatkan cover novel
yang aku inginkan. Bang Kohar Ibrahim juga yang memberikan ide mengenai
judul yang sesuai dengan alur cerita Simpul Terujung. Tidak ketinggalan Pak Rida
K Liamsi dan bang Raymond yang memberikan masukan, sehingga novel ini menjadi
lebih enak tuk dibaca. Karena masukan dari penulis dua generasi yang berbeda,
namun karyanya spektakuler.

Tentunya tidak ketinggalan juga my cute sister, Bertha, yang mau membaca
konsep novel yang belum jadi. Em… Pastinya tidak kelupaan, tuk kawan-kawan
blogger yang juga memberikan support dan kawan-kawan laen yang ada di
Tanjungpinang, Thanks all of your support. Maaf tidak bisa disebutkan satu per
satu. Bisa penuh soalnya ^_^ thanks guys . . . .

Tanjungpinang, Desember 2008


Aku akui, buku ini bukanlah buku yang bisa menghasilkan banyak uang. Untuk yang mendukung penerbitan buku ini aku ucapkan terimakasih banyak. Begitu juga masukan dari beberapa penulis senior yang aku kagumi, walaupun banyak keritik tetapi itu untuk kemajuan tulisan saya sendiri.

Kembali, aku akui memang sebagian yang sudah membeli buku saya dan banyak memberikan komentar baik yang bagus maupun yang buruk. Semua aku terima dengan lapang dada. Karena, aku tahu, mereka semua mau agar aku terus berkarya dan tidak merasa puas dengan apa yang sudah aku hasilkan sekarang.

Untuk awal karya saya ini, memang saya cetak sendiri dan itu juga atas bantuan dari 'orang' yang mau menghargai karya saya. Saya merasa sedikit senang dengan hasil tulisan yang saya buat saat saya cuti dan tidak pergi kemana-mana, berjam-jam dan berhari-hari bergelut dengan computer dan terciptalah karya Simpul Terujung.

Atas karya saya ini, saya ucapkan syukur atas Tuhan yang Maha Esa, yang membantuku membuat diskripsi kata-kata mengalir begitu saja. Walaupun, ada beberapa ejaan yang salah, maklum karena yang mengedit lebih dari lima orang, mereka adalah kawan-kawanku dan untuk itu, aku juga mengucapkan terimakasih.

Cetakan pertama buku ini adalah 500 buku dan sudah setengah terjual dan dibagikan secara gratis pada saat peluncuran dan untuk itu juga, bagi yang berniat membeli maupun membantu agar modal bisa kembali dan untuk karya kedua masih dengan tema HIV dan drugs, silahkan membeli buku saya ini. Bantuan atas pembelian novel saya ini sangat saya hargai. Bagi yang berminat bisa email saya di citrapandiangan@gmail.com or SMS ke +628566 814 2575.

Agustus 18, 2009

Perjalanan ke Bali

Ini pertama kalinya aku menginjakan kaki ke Bali, setiap mau ke Bali selalu saja ada halangan. Padahal waktu kuliah dari Jogjakarta ke Bali lebih dekat dibading posisiku sekarang. cuti ingin ke Bali, tak sempat juga. Hingga akhirnya kesampaian juga ke Bali. Entah kenapa, aku tertarik banget ingin menginjakan kaki di pulau dewata tersebut. Minggu pagi. Pagi-pagi banget, aku sudah harus terbang dari Tanjungpinang ke Jakarta dengan satu tujuan Bali. Bali, I am coming, begitu pikirku saat itu. Bela-belain bangun pagi, karena dapatnya penerbangan pertama dengan pesawat Sri Wijaya. Em . . . . . rasanya kantuk banget, mana pagi itu, cuaca panas. Padahal masih pagi.

Sampai di Jakarta tepat pukul 07.30 WIB, bisa dibayangkan, terlalu pagi. Padahal penerbanganku berikutnya adalah ke Bali jam 13.00 WIB. Bingung mau ngapain, akhirnya aku keliling2 melihat bandara yang ada di dalam. Tetap saja bosan, akhirnya aku putuskan menelpon narasumber untuk mengetik berita dan aku kirim berita.

Perut terasa lapar, mau makan malas, tapi dasar perut ga kompromi, akhirnya makan juga di salah satu restauran di sana. Setelah terisi dan bosan berada disitu. Aku putuskan nunggu waktu di terminal D5 saja.

Di sana juga sudah banyak orang yang menunggu, kebanyakan dari Padang, Bangka Belitung, dan sebagainya. Mata ngantuk, aku pejamkan sejak mencoba duduk paling belakang dan yang tidak terlalu ramai. Akhirnya walau cuma 10 menit, mata bisa terpejam juga.

Setelah itu mulai lagi tangan bergerak ke sana-sani di tuts keybord laptop untuk menyelesaikan novel berikutnya. Sambil berharap mudahan novelku yang pertama segera habis terjual ^_^
Ok, mengetik dan mengetik, bosan duduk disitu, apalagi sudah banyak yang duduk disitu, aku pun kembali mencari t4 yang nyaman. Duduk disitu dan mulai mengetik. Lalu, datanglah lagi seorang duduk disitu, jadilah kami terlibat pembicaraan singkat dan saling menukar facebook dan sampai saat ini masih berhubungan lewat facebook.

Penerbangan yang delay pun tak terasa ngerumpi dan kesana-sani. Oh ya, saat itu ada rombongan dari sekda suatu provinsi yang niatnya mau kunker di Bali,tapi anehnya yang kunker ibu-ibu alias istri pada pejabat yang berniat kunker untuk kemajuan daerahnya --kali--
Sampai di Bali sekitar pukul 05.00 waktu setempat, kawanku sudah menjemput, Hendriawan. Kami pun langsung meluncur ke hotel di kawasan Legian, Harmony Legian Hotel, itulah tempat aku menginap selama empat hari, tiga malam.

Rasa lelah badan dan mata mengantuk terasa, kawanku pun pulang. Aku mandi, lalu tidur sejenak. Terbangun, karena perut lapar. Malas mau keluar, rencananya mau pesan di hotel saja. Lalu, berubah pikiran, masa ke Bali cuma ngendon di kamar saja. jadilah, aku keluar menelusuri jalan legian dan menuju monumen peringatan BOM Bali, di sana banyak turis dari berbagai negara mengabadikan momen nama2 yang tercatat pada dinding tersebut.

Lelah dan lapar terasa juga, namun sayang saat lihat menu-menu seafood dan juga lainnya, harga rata2 sama, sayangnya gak bisa makan, Ya, soalnya kan agamaku mank ribet tuk urusan makan. Advent gitu lho. Akhirnya mentok2 berniat pulang ke hotel, lupa arah pulang hotel. Nanya2 juga gak nemu. Em . . . . liat ada warung tradisional, aku coba makan d sana. lihat daftar menu, sama saja dengan harga di cafe kurang lebih, beti (beda tipis).

Ya, karena sudah tak kuat lagi kaki melangkah, akhirnya aku duduk disitu pesan soto. Membayangkan makan soto kaya soto2 biasanya, ternyata sungguh mengecewakan plus masa soto pakai ebi, Ifeel jadinya. Tak jadi ku makan, aku pun kembali mencari hotel, dah hampir putus asa, eh malah ketemu di depan mata, kacau deh. Aku pun segera tidur, karena restauran sudah tutup.

Agustus 14, 2009

Wisata Pantai Kuta Tak Pernah Sepi

Pengojek Meraup Untung dari Turis

Bali (BN)- Pulau Dewata memang tidak pernah sepi dari kunjungan turis baik domestik hingga luar negeri. Pulau yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata itu memiliki beragam wisata yang banyak dilirik wisata domestik dan luar negeri. Mulai dari dinas hingga rombongan banyak menghampiri pulau Bali yang perbedaan waktu di Kepri satu jam lebih cepat. Salah satu kawasan yang tidak pernah sepi adalah kawasan legian atau jalan legian.

Puluhan hotel bisa didapat di jalan Legian yang jarak tempuh ke pantai kuta yang terkenal dengan ombaknya itu mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan. Menurut Andi, kemarin malam, salah satu pekerja hotel melati, di gang-gang masih banyak hotel yang tarifnya lebih murah dibanding bintang tiga di jalan Legian.

''Ada tarif mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu, untuk harga segitu tentunya fasilitasnya tidak tersedia. Cuma bisa untuk tidur saja,'' ujar Andi, perantauan dari Jawa itu.

Untuk mendapatkan tarif hotel dengan harga segitu, bisa didapat di gang-gang disekitar jalan Legian. Menariknya lagi, menurut salah satu pekerja di hotel tersebut, kebanyakan yang menyewa kamar tersebut untuk melakukan short time. Pasalnya, lokasi tersebut memang lumayan jauh untuk masuk ke dalam.

Jalan Legian, selain menawarkan tarif hotel yang beragam, di sepanjang jalan itu juga dipenuhi pedagang dari merek terkenal hingga buatan Bali. Kebanyakan yang menginap di jalan Legian dan kawasan Kuta. Karena lokasi tersebut merupakan lokasi yang sangat strategis untuk menuju pantai kuta berkisar lima belas menit hingga empat puluh menit dengan menempuh jalan kaki.

Hampir sebagian tamu lebih memilih jalan kaki menuju pantai Kuta. Pantai Kuta sendiri tidak pernah sepi dari turis. Salah satunya kelompok Carol, mahasiswi Australia. Dia memang sengaja memilih hotel di kawasan Legian, karena memudahkan dia dan empat kawannya menuju Pantai Kuta. ''Kami sengaja malam ini tidak kembali ke hotel. Kami ingi menghabiskan malam di pantai kuta,'' ujarnya saat ditemui sedang memandang hamparan laut.

Hingga tengah malam, pantai Kuta tak pernah sepi. Bergantian orang yang datang ke sana untuk menikmati malam. Ada yang berduan dan berkelompok. Sekitar jam 04.00, waktu setempat, di pantai kuta juga sudah banyak orang yang datang. Ada yang berniat menunggu matahari terbit dan ada yang sekedar menyempatkan olahraga di sekitar pantai.

''Saya memang sengaja memilih subuh ke pantai, hamparannya bagus dan udaranya segar dan kalau jam segini tidak terlalu banyak orang yang datang,'' tutur Rikky, yang mengaku sudah tiga hari liburan di Bali bersama teman-temannya.

Rikky menuturkan, pilihan Bali merupakan pilihan tempat berlibur dari rutinitas kerja dibidang hukum di Jakarta. ''Jarak dari Jakarta ke Bali dekat dan harga tiketnya terjangkau kapanpun kita mau pergi,'' katanya.

Dibalik para turis domestik dan juga Luar Negeri yang datang ke Bali. Dibalik itu, ada sekumpulan orang yang menarik rejeki dari kedatangan turis yang datang ke Bali, khususnya tamu yang menginap di jalan Legian dan Kuta. Menurut Agus, tukang ojek, tiap hari bisa meraih keuntungan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu kalau banyak tamu.

''Kami mematok tarif berbeda-beda dan tidak membedakan tamu luar negeri atau lokal. Bagi tamu yang pertama kali datang ke Bali dan mau ke :Pantai Kuta kami kenakan tarif berkisar Rp10 ribu dan tergantung jaraknya. Sedangkan yang sudah biasa dan sering ke Bali. Kita kenakan tarif Rp5 ribu,'' tutur Agus saat sedang mangkal di depan swalayan Circle yang buka 1 x 24 di dekat pantai Kuta.

Diakui Agus, yang baru enam bulan di Bali, kerja jadi pengojek bukanlah kerja tetap tapi sambilan, karena jam berapa pun orang butuh ojek. ''Disini jarang pengojek dijadikan kerja terusan yang ada kerja sampingan saja,'' katanya.

Untuk mengelilingi jalan Legian dan Kuta, lanjut pria gondrong itu, dikenakan tarif berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. ''Di sini orang bilangnya round-round long,'' katanya yang mengaku ikut-ikutan.

Biasanya pengojek yang menarik penumpang untuk keliling jalan legian dan kuta biasanya membiarkan penumpangnya untuk melihat-lihat barang atau di toko, dimana ia minta berhenti. ''Biasanya kami kasih waktu dua hingga tiga jam,'' ujarnya.

Sedangkan dikala Bali sepi dan pesaing ojek banyak, Agus mengaku, kadang memberikan tarif murah asalkan bisa mengisi bensin atau mengganti bensin yang sudah dipakainya keliling mencari turis lokal dan domestik.

Juli 23, 2009

Geliat Perempuan Penulis

By : moel

Dunia kepengarangan di Kepri memang tak pernah mati walau gairahnya kurang terasa. Kemunculan buku-buku baru, yang bersifat karya sastra, sejak sepuluh tahun belakangan dalam setiap tahunnya dapat dihitung dengan jari. Namun gairah itu mulai tumbuh kembali. Terutama di kalangan perempuan penulis di Tanjungpinang.

''Walau secara kualitas agaknya belum dapat disanding dengan karya-karya perempuan penulis era sebelumnya, tapi secara kuantitas perkembangan itu cukup nyata,'' ungkap Machzumi Dawood,'' sastrawan dan penulis yang tunak di Kepulauan Riau.

Tersebutlah nama Suryatati A Manan. Perempuan yang juga Wali Kota Tanjungpinang ini sejak jatuh hati pada puisi, telah mengeluarkan tiga buku masing-masing berjudul, Melayukah Aku, Perempuan Wali Kota dan Perempuan Dalam Makna. Tatik, sapaan akrab wali kota, termasuk penulis puisi yang produktif jika dibandingkan kesibukannya sebagai teraju negeri.

Masih dari Tanjungpinang, nama Aisyah Gustirani telah dulu dikenal sebagai penulis novel belia yang juga cukup produktif. Perempuan yang masih duduk di bangku sekolah ini telah menerbitkan sekitar empat judul novel yang kesemuanya dapat dijumpai di toko-toko buku. ''Satu judul lagi dalam pengerjaan. Insya allah, segera terbit,'' ujar dara manis ini beberapa waktu lalu.

Lalu ada nama Ruziana yang bernama pena Unizara. Sejak memenangkan sayembara penulisan cerita pendek yang diadakan Pemerintah Kota Tanjungpinang tahun 2007, wartawati ini sudah menerbitkan dua buku karya sastra antaranya, Novel Penyengat Aku Akan Kembali dan Perpustakaan Mini Tasya. Cerpennya berjudul KaTePe diterbitkan pemerintah dalam antologi cerpen dengan judul yang sama.

Nama Endang Purnamasari, dosen di Universitas Maritim Raja Ali Haji, juga patut dicatat sebagai penulis perempuan Tanjungpinang. Pertama kali muncul, perempuan yang hobi menulis meski disibukkan kegiatan lainnya ini, meluncurkan sekaligus dua buku, satu novel dan satu buku ilmiah.

Paling terbaru, nama Citra Pandiangan. Belum lama ini, perempuan yang juga tercatat sebagai wartawati koran lokal di Kepri ini meluncurkan novel berjudul Simpul Terujung. Novel yang didedikasikan untuk ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), ini, memotret kisah bagaimana orang-orang bisa terjangkit HIV/AIDS dan bagaimana masyarakat di sekelilingnya memperlakukan ODHA.

Citra, menurut penulis senior yang juga CEO Riau Pos Group, memiliki kekhasan gaya penulisan dalam novel ini. ''Lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya pikiran dengan gaya bercerita modern,'' ungkap Rida.

Dalam karya sastra, unsur ekpresi, peluapan emosi, peluapan rasa hati, dan pertentangan pemikiran batin pengarang memang tidak akan pernah hilang. Unsur yang berkaitan dengan kejiwaan dan lingkungan pengarangnya akan muncul walau tanpa kita cermati dengan saksama.

Karya sastra bukan semuanya kenyataan. Bukan pula seratus peratus imajinasi. Juga, karya sastra bukan semata mengungkap hal-hal, peristiwa, kejadian yang berkaitan dengan kehidupan luaran, tetapi juga membungkus keadaan dan kehidupan dalaman si pengarangnya. Karya sastra terlahir dari kehalusan otak dan hati pengarangnya.

Novel Simpul Terujung, tentunya dilahirkan Citra dari otak dan kehalusan hatinya. Alur cerita yang terus mengalir terasa tak menjemukan untuk terus menelusurinya. Kepiawaian Citra bercerita, kata banyak tanggapan pembaca, inilah kekuatan Simpul Terujung yang membuat pembaca ingin menuntaskan bacaannya. Tak banyak memang penulis yang bisa menggiring keingintahuan pembaca. Tapi meski tak sempurna, Citra boleh dikatakan berhasil, setidaknya meningkatkan minat baca pada novelnya.

Kepada Sijori Mandiri, Citra mengungkapkan, akan terbit novel berikutnya yang merupakan bagian dari Simpul Terujung. ''Aku bercita-cita novel ini menjadi trilogi,'' katanya.

Karya penulis perempuan yang juga disebut-sebut akan terbit adalah novel milik Baiq Desi, juga wartawati koran lokal di Kepri. Sebenarnya, dari penelusuran yang dilakukan, banyak sekali penulis-penulis perempuan di Tanjungpinang khususnya, yang ingin menerbitkan karyanya. Tapi, kebuntuan jalan, utamanya soal cetak, inilah yang menghambat sehingga hasil tulisan dan buah pikiran mereka terpendam.

Ada banyak hal menjadi penyebab, antara lain, tidak banyak percetakan yang bersedia menjadi penerbit, dukungan dari pihak yang seharusnya mengapresiasi setiap karya yang akan lahir, pun minim. Selama ini, pengakuan dari perempuan-perempuan yang sudah menerbitkan karyanya, pemerintahlah yang menjadi sandaran mencairkan kebuntuan penerbitan. Itu pun, terkesan belum maksimal.

''Jika jalan untuk menerbitkan karya itu terbuka, maka dipastikan setiap bulan dalam satu tahun, karya-karya perempuan penulis di Tanjungpinang akan lahir dan lebih semarak. Secara kualitas pun, dipastikan bisa disandingkan dengan penulis-penulis yang sudah populer,'' ungkap Ruziana.

terbit Sijori Mandiri Minggu, 12 Juli 2009

Juli 18, 2009

Amarah

Sudah lama tidak ada menulis mengenai kasih, kali ini enaknya membahas apa ya? Em . . . karena belakangan ini emosiku suka meledak-ledak. Jadi, tidak ada salahnya, sekarang diary-citra membahas mengenai amarah.

Terkadang sebagai manusia, kita tidak bisa mengendalikan emosi amarah yang ada. Rasanya, terkadang 'PLONG' saat apa yang ada di dalam hati, kita luapkan. Namun, kita tidak menyadari bahwa apa yang kita ungkapkan di kala marah, menyakiti seseorang.

Sebenarnya, cara efesien seperti apa untuk bisa meluapkan emosi, namun tidak menyakiti perasaan orang lain? Tidak mungkin, selamanya kita bisa menahan emosi. Jadi, bagaimana cara mengungkapkan emosi yang ada. Dah, keburu memuncak neh. Em . . . sebagai orang Kristen, tentunya kita selalu belajar mengasihi, tidak bosan-bosannya Alkitab membahas mengenai kasih.

Dalam Mazmur 4 : 5 bertulisan ''Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah DIAM. sela''
Kalau kita membaca ayat tersebut, sepertinya Tuhan memahami mahluk ciptaannya. Kita diizinkan marah, tetapi Tuhan juga mengingatkan agar kita tidak berbuat dosa saat kita marah?

Nah lo bagaimana ini? Boleh marah, tetapi tidak boleh berbuat dosa? Maksudnya adalah, terkadang perkataan yang kita ucapkan di kala marah, kesal, tanpa disadari menyakiti hati seseorang. Itu, berarti, kita berbuat dosa. Em..... karena itu lah, kita diperbolehkan marah, tetapi di dalam hati kita. Sehingga orang yang dimaksud tidak mengetahui apa yang kita ucapkan di dalam hati.

Perasaan juga plong, masih kurang plong juga. Bisa tuh dilampiaskan dengan memukul boneka, sampai tenaga habis. Perasaan jadi benar-benar plong. Bukan kah, Tuhan mengajarkan memaafkan dan mengasihi musuhmu.

Bahkan, mengampuni saudara yang berdosa tidak hanya satu kali atau sampai tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Hal itu terdapat pada Matius 18 :22 yakni Yesus berkata kepadanya: ''Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.''

Dalam artian orang awam, tidak terhingga. Memang itu sulit, tetapi dengan memberikan maaf, ada kelegaan tersendiri yang bisa kita rasakan. Nggak percaya? Buktikan saja sendiri.

Juli 17, 2009

Berserah Lebih Baik

Dering ponsel Anne tidak berhenti. Padahal, Anne saat itu tengah bertekad untuk tidak mengangkat telepon dari siapa pun. Ia lelah, menjadi sosok yang sempurna, sosok yang tegar, sosok wanita karir yang mandiri. Padahal, dia sedang meratapi nasibnya yang kian suram.

Biasanya, hidup Anne sangat lah indah, menyenangkan. Bekerja dan memiliki bisnis merupakan impian yang sejak dulu ingin diraihnya. Entah, kenapa belakangan ini hidupnya terasa sunyi, hampa dan tidak berarti.

Mengerjakan pekerjaannya pun mulai setengah hati, bisnis yang berkembang pun mulai menyita waktunya, belum lagi deadline di majalah dwi mingguan yang harus disetor.

Selain itu, persoalan jodoh juga membuatnya sedikit gundah. Walaupun hal itu tidak terlalu masuk dalam perhitungan kamus dalam hidupnya. Karena jatuh cinta itu tidak pernah membutakan matanya untuk berpaling dari sesuatu yang sudah diyakininya sejak dulu.

Dering ponsel itu merupakan dering ke dua puluh. Sudah ada dua puluh misscall, saat Anne mencoba meraih ponselnya yang sengaja di letakan jauh dari kamarnya.

Berbagai nomor yang belum disimpan dan sejumlah nama muncul di layar ponselnya. Belum lagi pesan mail box dan SMS yang sudah menumpuk Anne tertarik dengan nomor ponsel yang menelponnya berkali-kali.

Anne mencoba menelponnya kembali, belum dering pertamanya, suara di seberang sana berteriak, cemas.

''Kamu kemana saja, kami cemas sudah beberapa hari ini gak ada online, chatting, kirim email, sms atau kabar,'' jeritnya.

Aku berdiam, menarik nafas. ''Nggak kemana-mana, di rumah saja,'' kataku masih dengan nada malas-malasan.

Perempuan diseberang itu pun kembali bersuara, ''Ini bukan kamu, bukan kamu yang biasanya. Ada apa?''

Kembali, aku terdiam dan mencoba merenungkan kata-katanya. Memangnya, aku sebenarnya itu seperti apa? Aku saja tidak pernah tahu siapa diriku sebenarnya, jati diriku dan masih banyak hal yang tak kupahami akan diriku sendiri. Tanpa, kusadari aku terisak, tanpa sebab, hampa.

''Kenapa,'' ujarnya lembut.

''Aku merasa jenuh, bosan dan hampa.''

''Memangnya, kenapa bisa sampai merasa seperti itu. Apa kamu sudah berserah? Mencoba yang terbaik dalam doamu?''

Aku tertegun. Ya, aku menyadari, belakangan ini, sudah hampir dua bulan aku tak pernah berdoa, pergi ke gereja pun hanya sebatas rutinitas yang wajib aku lakukan. Aku menangis, hanya karena ucapan yang sedikit namun menggena di hatiku.

Aku tidak sendirian di dalam hidup ini. Karena masih banyak orang yang menyayangiku apa adanya. Tinggal bagaimana aku lebih mendekatkan diriku padaNya.

''Anne, kalau kamu butuh di kuatkan, aku bersedia datang untuk berdoa bersama. Karena kamu tidak sendirian di dunia ini,'' ucap tulus sahabatku.

Sosok Pahlawan

Setiap orang membutuhkan sosok pahlawan, sosok yang bisa dicontoh dan dijadikan panutan hidup. Entah, sejak kapan hal itu lahir, karena sampai hari ini semua selalu mencari sosok pahlawan dan juga ingin merasa di kagumi. Itu merupakan hal yang lumrah, apalagi di kondisi saat ini. Dimana, semua ingin menjadi 'pahlawan'.

Pahlawan yang ku maksud bukan yang berani mati dalam medan perang. Pahlawan yang aku maksud adalah idola, orang yang di kagumi, di banggakan. Gak, mesti artis or lainnya. Bisa jadi sosok pahlawan adalah ibu or ayah kamu. Terkadang tanpa disadari ayah ingin menjadi sosok yang sempurna di mata anaknya. Begitu juga sebaliknya.

Namun, terkadang karena ingin dianggap sempurna di mata anak atau orangtua. Malah kesalahan yang terjadi, menjadi sosok pahlawan itu tidak lah gampang. Menjadi sosok pahlawan, padahal tak sanggup menyandang gelar itu, malah membuat kita tersandung dalam masalah.

Be yourself and do the best itu lah yang terbaik. Dari pada membohongi untuk mendapatkan sosok pahlawan di mata keluarga, seperti film tentang petinju. Dimana jurnalist tersebut memiliki seorang anak, untuk membuat anaknya bangga, ia mencoba mencari article yang berbeda dan bertemulah dengan seorang petinju.

Ternyata petinju itu tidak lain adalah seorang 'penipu'. Alhasil, terjadi masalah dengan article yang dibuatnya. Disitulah, ia mulai belajar kesalahannya. Mencoba menjadi sosok pahlawan di mata keluarga, sebenarnya tidak lah susah. Hanya tunjukan cinta kita dan berusaha bekerja maksimal tanpa perlu merasa harus menjadi sempurna.

Juli 15, 2009

Suami, Menulari Ku AIDS

Aku baru berumur 18 tahun, saat menginjakkan kaki di Kota Batam. Berharap mendapatkan pekerjaan dengan bermodalkan ijazah berharga ku. Ijazah SMA yang ku tempuh selama tiga tahun. Dari Karimun, ku melangkahkan kaki ke kota Indutri. Dengan harapan perusahaan-perusahaan di kota Batam memberikan kesempatan untuk gadis seperti ku bekerja di sana.

Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Industri elektronik di daerah Batamcentre. Dalam hitungan minggu, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan, hanya berbekal semangat dan ijazah SMA, aku memulai pekerjaan pertama ku.


Langkah kaki penuh kebanggaan, saat aku mengenakan uniform berwarna biru muda. Bekerja sebagai operator berarti system bekerjanya ada tiga shift, pagi, siang dan sore. Kalau beruntung, bisa mendapatkan over time yang berarti ada penambahan gaji diluar salary. Itu yang ku tahu, sewaktu aku diterima bekerja oleh pak Boy, bagian HRD yang mewawancari ku dan akhirnya, aku masuk dalam 50 karyawati yang dibutuhkan.

Waktu terus berlalu, tak terasa gajian pun tiba. Gaji pertama yang ku terima dengan usaha sendiri membuat ku merasa bangga. Aku kirimkan sebagian ke orangtua dan membeli segala yang ku butuhkan dan juga untuk membayar kos-kosan.

Juli 03, 2009

Launching Buku Lagi Batam

Em . . . . makasih banget buat KPA Kepri yang mau memberikan waktu untuk kembali memperkenalkan buku ku kepada kalangan orang yang peduli terhadap ODHA dan penyebaran HIV/AIDS. Kembali lagi KPA mengundang diriku untuk bisa hadir pada kesempatan kegiatan yang diadakan di Batam, 28 Juni 2009 lalu, tepatnya di Hotel Swish In.

Di sana hadir Wakil Gubernur Kepri, HM Sani dan juga Seketaris KPA Kepri, Rina, serta dokter Fransiska. Pada kesempatan itu, aku langsung mengucapkan terimakasih pada dokter Fransiska yang mau berbagi informasi mengenai HIV/AIDS.

Sejujurnya, aku gugup, padahal yang hadir cuma tidak sebanyak di Senggarang, tetapi yang hadir di ruangan rapat lantai dua itu adalah orang yang lebih paham terhadap ODHA.

Tentunya, aku apalah diriku dibanding mereka. Makasih banget, responnya baik dan antusias. Bahkan buku yang hanya ku bawa 15 buku habis dan pada minta semua tamu yang hadir, sayangnya gak semua di kasih. Soalnya, lumayan berat juga lho bawanya hehe . . .

Jadi gak enak dengan mas satu itu yang sudah order eh malah kelupaan, sorry ya. Waktu itu, di depan belasan tamu yang hadir, aku ungkapkan kenapa aku membuat buku itu. Buku yang mungkin kalau dijual di pasaran kurang laris, soalnya mengenai ODHA seh.

Tapi, aku hanya ingin menyampaikan pesan moral dari novel Simpul Terujung, walaupun masih banyak kekurangan, ada kesalahan tulisan dan sebagainya. Tapi, aku yakin novel ini bisa mengugah masyarakat untuk lebih memperhatikan dirinya sendiri, setidaknya mendapatkan gambaran mengenai ODHA, penderita dan juga penyebab serta berbagai hal dari penyakit yang masih belum memiliki penangkal (baca obat penyembuh)

Dulu, aku juga beranggapan ODHA sangat berbahaya dan mengerikan, was-was berada di dekatnya, mereka diasingkan. Itu tidak perlu sebenarnya bukan? Sekali lagi, Thanks Tuhan yang memberikan aku ide dan membantuku melewati beberapa tahapan, teman-teman yang membantu mengedit, yang memberi dukungan moral, yang memberi masukan dan juga kritikan agar novel ini menjadi novel yang patut dibaca dan juga layak menjadi bagian dari koleki buku yang ada di rak-rak buku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra