Belakangan ini ada rasa bosan yang kadang masuk ke dalam kehidupanku. Aku pun sendiri tidak mengerti, dengan sendirinya aktivitas ku menjadi menonton, membosankan dan ingin melakukan hal yang berbeda, tetapi tidak bisa. Tanpa di sadari, memang aktivitas yang selalu menonton dari waktu ke waktu membuat kehidupan tanpa di sadari menjadi hampa.

Wah bahaya neh, kalau sudah begitu. Ya, semua orang --manusia pastinya donk-- pernah merasakan hal itu. Berada di titik jenuh kehidupan rutinitas yang selalu dilakukan. Lalu, bagaimana? Tidak heran kalau banyak orang yang stres saat ini. Kondisi perekonomian yang sulit, membuat beberapa anggaran harus dihemat. Jadi, tidak bisa travelling keluar kota untuk sekedar membunuh rasa bosan atau mengganti rutinitas sehari-hari yang itu-itu saja.

Gejala stres sudah menjadi bagian dari kehidupan, sudah berbagai hal dilakukan agar tidak stres. Karena stres sangat mempengarugi kesehatan dan tentunya kehidupan kita? Jadi, bagaimana neh, padahal sudah mencoba melakukan hal yang berbeda, tetap saja jenuh.

Kalau perasaan jenuh sudah mulai melanda, aku mencoba mencari aktivitas yang lain. Karena bagi ku waktu adalah waktu. Sehingga sangat penting untuk menjalankan segala sesuatunya berarti --menurut ku-- Karena kalau menurut orang lain, belum tentu berarti.

Pertama kalau sudah bosan dengan pekerjaan. Aku memikirkan kembali, kenapa aku harus bekerja dan kenapa aku harus memilih pekerjaan itu dari sekian banyak pekerjaan. Setelah aku renungkan dan memikirkan kembali motivasi dalam diri ku bekerja di perusahaan --tempat ku bekerja-- Aku langsung mengatakan I CAN DO IT. Ya, aku bisa melakukan apa pun yang harus aku kerjakan --sesuai dengan porsi pekerjaan kita tentunya--

Terkadang tiba-tiba tuntutan pekerjaan terasa berat, tidak sanggup untuk dilakukan, stres, panik, menyebalkan dan segala emosi yang tidak menyenangkan melanda. Biasanya aku tarik nafas dalam-dalam, berdoa --dalam hati, semoga hari ku berjalan dengan baik dan lancar-- Berusaha memunculkan aura positif yang ada di dalam diri. Ya, karena semua orang memilikinya, namun sedikit yang menyadari kemampuan diri sendiri.

Memang --ku akui-- terkadang menyebalkan. Bahkan aku sendiri sudah berminggu-minggu tidak pernah menulis hal kesukaan ku lagi. Karena rasa bosan dan jenuh. Kini tidak lagi. Karena terkadang karena kesibukan rutinitas sehari-hari membuat kita lupa akan tujuan dan motivasi kita sendiri.

Setelah melalui tahapan tersebut. Bagaimana kalau kita bosan dengan kehidupan kita? Tertekan masalah 'ekonomi' yang tidak pernah cukup. Gaji berapapun orang kalau tidak pernah merasa cukup, tentu saja tidak akan pernah merasa puas. Ya, jujur, terkadang aku juga mempunyai masalah keuangan. Padahal masih single, tetapi uang itu tidak pernah cukup --slalu merasa kurang--

Nah, trik pertama. Aku harus merasa kaya --kaya dalam arti bukan memiliki uang bertriliunan-- melainkan merasa kaya akan diri ku sendiri. Aku bisa bekerja dan menghasilkan uang --jangan pikirkan, wah habis gajian uang langsung habis untuk ini dan itu-- Melainkan mensyukuri apa yang sudah kamu lakukan selama sebulan ini dan uang itu pantas kamu dapatkan, karena hasil kerja keras mu.

Memanjakan diri sekali-kali boleh saja, setelah menerima hasil usaha selama satu bulan. Misalnya ke salon yang kita inginkan --kelas eklusif dengan biaya mahal-- Sekali-kali tidak ada salahnya, anggap aja itu adalah hadiah untuk diri mu sendiri, karena sudah berusaha semampu mungkin dalam satu bulan, melewati beragam masalah, depresi dan tekanan pekerjaan. Bersenang-senang dengan sedikit uang penghasilan tidak ada salahnya koq tuk dilakukan.

Coba baru menerima gajian, sudah harus memikirkan membayar A, B, C, D wah uang masih kurang. Wah, besok-besok mau kerja malas alias tidak bergairah karena merasa tidak pernah cukup. Setelah itu anggap saja mengatur keuangan --seakan-akan-- Kamu adalah 'bos'. Karena memang begitu adanya. Jangan beranggapan dalam mengelola uang adalah pekerjaan yang membuat stres. Melainkan berpikirlah dalam mengelola uang pribadimu itu adalah aset yang terpenting untuk mencapai bulan berikutnya.

Karena itu jangan pernah lupa, selipkan beberapa puluh uang lembar untuk budget liburan atau for fun. Ya, itu penting bukan? Karena bila merasa bosan atau jenuh. Kita bisa menggunakan uang tersebut untuk menghibur kita.

Bagaimana kalau bosan dengan pergaulan kita? Ini memang pernah ku rasakan. Ada berbagai macam trik yang bisa kita lakukan. Anggap saja kawan-kawan lama itu adalah kawan baru yang kita kenal --mereka kan tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran mu-- Sehingga kamu bisa menghargai mereka dari waktu ke waktu.

Selain itu, sangat penting bagi kita untuk terus meningkatkan pergaulan kita. Jangan hanya pada komunitas kita saja. Melainkan kegiatan lain. Ditambah, salurkanlah hobi yang selama ini belum pernah kamu gali. Carilah orang yang memiliki hobi yang sama, tentunya akan menambah pengetahuan dan pergaulan juga.

Jangan segan-segan untuk mencoba bergaul di lingkungan yang asing --neh sekarang aku mencoba bergaul dengan pemuda-pemudi di gereja, karena sebelumnya aku enggan untuk bergaul dengan mereka-- Ya, karena 'lepas' dari belenggu yang kamu ciptakan akan membuat pergaulan mu menjadi lebih berwarna dan tentunya tidak membosankan. Selain itu, jangan pernah menganggap orang remeh, karena penampilan, gaya bicara, gaya pikirnya. Mungkin saja, dia juga sedang mencari jati dirinya sendiri.

Ok, tips gue, kalau banyak masalah atau stres hal pertama yang aku lakukan adalah hunting ice cream dan buku di toko buku. Karena bagi ku melakukan hal yang aku sukai adalah membunuh rasa bosan dan stres. Apalagi kegiatan yang aku sukai jarang aku lakukan. Terkadang berpikirlah, apa yang kamu lakukan tidak hanya sekedar untuk diri mu sendiri.

Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

Jadilah orang pertama yang berkomentar!

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health