Maret 28, 2009

Sepi . . .

Aku merasa sepi . . .
Aku merasa hampa . . .
Kenapa?
Aku tidak tahu jawabannya ! !

Uh, ku tarik nafas ku dalam-dalam
Ku coba merenung kenapa bisa terasa hampa
Tapi masih juga tak menemukan jawabannya

Aku heran, kenapa ini bisa terjadi?
Kenapa hampa, kenapa terasa garing
Ku coba dengan segala kekuatan tuk mengetahuinya

Ya . . .
Aku tahu jawabannya
Jawaban yang tak pernah ku sadari
Jawaban yang tak pernah ku pikirkan sebelumnya

Aku kesepian . . .
Aku merasa kesepian, bukan karena tak ada kawan
Bukan karena hal-hal lain . . .
Melainkan diri ku yang menutup diri tuk itu semua

Entah sejak kapan, aku menutup semuanya
Hingga perlan-lahan aku merasa sepi
Sepi yang menyiksa . . .
Sepi yang tak menyenangkan

Uh . . .
Aku bingung . . . .
Setelah mengetahui jawabannya !!
Apa yang harus ku perbuat?

Bagaimana aku harus mengusir sepi ini?
Aku sudah tak kuasa menahan gejolak hampa dalam hidup ku
Harus kah, aku membuka lembaran lama?
Atau membuka lembaran baru . . .

Dari pada tersiksa dengan perasaan hampa
Yang kian hari menyiksa ku dalam relung jiwa ku
Yang kesepian karena ku tutup hati ku?

Sepi . . .
Tak ku sadari kamu begitu kuat
Hingga menusuk relung jiwa kelam ku
Kini, ku berjuang tuk mengusir mu . . .

Walaupun begitu, terkadang aku menikmati mu
Menikmati kesunyian di malam hari
Sambil mendengarkan alunan melodi
Agar sepi tidak terlalu mengigit di relung jiwa ku

@ Tanjungpinang, 25 Maret 2009

Maret 17, 2009

Just Don't Make a Scene Mum

Menghabiskan waktu luang memang asyik dengan mengisi membaca buku, salah satunya buku karya Rosie Rushton, dengan judul Just Don't make a Scene Mum, kalau di Indonesiakan, Jangan malu-maluin dong, Mum. . . Ada-ada aja kisah yang diluangkan dalam buku dengan 200 halaman, ada banyak kisah dalam buku tersebut, seperti kisah Laura. Laura memiliki problem, ayah dan ibunya bercerai. Ayahnya kumpul kebo dengan Bety, yang dipanggilnya BsB (Bety si Bengis), sedangkan ibunya berpacaran lagi dengan Melvyn, yang dijuluki si Tengil Melvyn.

Hidup Laura menderita, ketika mengetahui mamanya berciuman dengan si tengil Melvyn di depan umum. Hidupnya terasa sangat menyedihkan malu, sedangkan dia sendiri tidak bisa berkata apa-apa terhadap perbuatan ibunya.

Nah, dia lalu memutuskan untuk curhat di radio di Hot FM. Pada saat dia curhat di radio mengenai persoalannya itu, penyiar radio menyadari bahwa ternyata itu adalah anak dari sahabatnya. Pada saat bersamaan orangtua dari Laura yang memakai nama samaran pada saat on air mendengarnya. Reaksinya marah, kesal dan malu, tentu saja.

Lain lagi dengan persoalan Jemma, ibu Jemma suka mendandani Jemma, serta memperlakukannya bagai anak yang berusia 11 tahun, padahal umur Jemma udah 14 tahun. Ditambah lagi, ibu Jemma suka memanggilnya dengan sebutan manis, sayang, petal alias kelopak bunga di depan umum. Duh. . . malunya, itu lah yang di rasakan Jemma.

Berbeda kisah dengan Sumitha, ayahnya ngotot untu mempertahankan tradisi India merea. Walaupun mereka sudah lama tidak tinggal di India. Sumitha ingin potong rambut, namun ayahnya melarang keras Sumitha potong rambut. Apalagi makai make plus punya pacar, nggak mungkin tuh. So complicated hidupnya.

Berbeda dengan Chelsia yang harus mendengarkan ibunya yang 'sok' mengerti kehidupan remaja. Kenyataannya, ibu Chelsia tidak seperti itu. Bukannya mendengarkan persoalan anaknya, tetapi malah bersikap genit dengan cowoq yang ditaksir Chelsia.

Lain lagi dengan Jon, Jon memiliki masalah dengan ayahnya yang suka memaksanya selalu belajar dan tidak pernah mengizinkannya menikmati hidup remajanya. Ayahnya hanya memperhatikan dan menuntut Jon untuk terus berminat pada yang barbau akademis. Padahal Jon tertarik pada kalikatur.

Dibalik masalah pelik tersebut, kelima remaja ini menginginkan pergi ke pub. Bisakah kelimanya pergi ke pub dan menyelesaikan persoalan yang menganjal hidupnya. Menarik, dalam satu buku banyak masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan dan pada akhirnya, happy ending, karena antara orang tua dan anak saling memahami dan mengerti antara satu sama yang lain.... Seru deh!!!!

Maret 16, 2009

Wedding Lagi2 Wedding...

Kenapa topik pernikahan selalu membuat aku tak nyaman. . . . . . Tahun 2010, kakak ku berencana menikah dengan pacarnya. Alhasil, di rumah pembahasannya itu melulu. Karena kaka ku harus menyelesaikan kontak kerja di Magdid sebagai Assisten Manager.

Bukannya aku anti ma pria, hanya saja belum. Gara-gara pembicaraan mengenai pria. Eh, aku keceplosan berbicara. Beberapa teman pria ku yang ku kenal, mau melamar aku tolak.

Terus terang, bukan karena aku tak butuh pria. Namun, aku masih belum siap mengubah dunia ku. Dan aku juga menyadari nobody perfect. Beberapa kawan lama, mengajak menjalin kasih secara serius --otomatis buntutnya ke wedding-- Ya, lagi-lagi ku tepis.

Sebagian dari mereka mengetahui sifat ku, terkadang childish, manja, dewasa, egois, entah sifat buruk or baik lainnya. Aku sendiri heran, napa bisa mengerti diri ku. Padahal, kadang aja aku merasa bingung dengan sifat ku yang bisa berubah dengan dratis tanpa ku sadari.

Kadang bisa bete tanpa sebab, suntuk tanpa alasan. Namun, beberapa kawan malah bilang, ''Hidup ku koq ngak pernah susah, selalu senyum dan bahagia,'' --Wow-- makasih deh.

Itu kan pandangan dan opini. Sedangkan aku merasa beban hidup ku itu berat. Namun, aku berusaha membuat hidup ku itu easy going. Balik ke wedding, em . . . . Beberapa sahabat pria yang berniat serius dengan ku, sering melontarkan pertanyaan. Kalau kamu jadi istri ku, kamu mau ngak ninggalin pekerjaan mu.

Terus terang, aku bilang sama mereka. Aku belum siap meninggalkan pekerjaan ku dan aku tidak mau menjadi 'ibu rumah tangga' biasa. Aku rasa, aku ngak bisa. . . Aku masih belum siap menjadi ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan gaji suami. Aku ingin tetap bisa menjalankan semuanya, keduanya tanpa beban yang berat, karir dan rumahtangga.

Masalahnya adalah hubungan jarak jauh, lama-lama membosankan dan juga terkesan aku lom punya doi. Duh, nyebelin deh . . . . . Itu lain lagi, ada beberapa pria yang melamar diri ku tidak langsung dan mereka cukup mapan dalam bidang keuangannya, karena bekerja dan memiliki usaha. Lagi-lagi, mereka tidak satu lokasi dengan ku, salah satu diantara mereka agamanya sama dengan ku, walau beda dikit, yang pentingkan kristen. Nah, lagi-lagi aku harus mengikuti jejak calon suami ku, kalau dia di Jakarta, Balikpapan, aku harus mengikutinya, lalu bagaimana kehidupan pribadiku???

Ribet, untuk itulah aku lebih memilih --saat ini-- menjadi single dan berbahagia. Daripada berhubungan yang ada berantem tanpa jelas dan hubungan yang mengambang dan tak bisa satu pun maju. . . Capek deh.... Be single, be happy, do what you wanna do, that's life, life is easy going, isn't it?

Maret 15, 2009

EAGLE EYE

Film Eagle Eye ini sangat menarik unutuk disaksikan, film ini menceritakan mengenai Thriller. Film ini berawal dari Angkatan bersenjata Amerika Serikat yang mengarah pada dugaan teroris di Timur Tengah, pada saat pemakaman, diduga disitu ada seorang bos teroris dan berdasarkan analisa computer 50-50. Sehingga misi harus dihentikan, Sekretaris Pertahanan (Michael Chiklis) setuju dengan batalkan rekomendasi, namun Presiden pesanan misi minta terus dilakukan. Ini berubah menjadi politik ketika tendangan membunuh semua orang ternyata menjadi warga sipil, dan bersifat pembalasan.

Setelah Timur Tengah di bom, kehidupan Jerry Shaw (Shia LaBeouf) berubah dratis. Pasalnya, pria yang lulusan Universitas Stanford yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Plus merupakan kembaran Ethan, seorang kapten Angkatan Udara yang meninggal tanpa diketahui penyebabnya pada awal cerita menjadi menarik.

Saat dia mengikuti pemakaman dan ayahnya memberikannya cek dan hendak dicairkan di ATM. Dia kaget saat menarik uang dari ATM bahwa ia memiliki saldo sebanyak $ 751.000 di rekening. Keanehan pun muncul, ketika dia kembali pulang ke apartemennya, ia menemukan apartemen yang diisi dengan sejumlah besar senjata, peledak, dan dokumen.

Setelah itu, ia menerima panggilan telepon dari wanita yang tidak dikenal, yang menjelaskan bahwa FBI sebantar lagi akan menyerbu apartemennya. Tentunya dia tak percaya dan selang beberapa lama, FBI langsung menyerbu masuk ke apartemennya dan dia pun ditahan.

Tertangkap oleh FBI, ia pun dikirim ke salah satu ruangan di mana dia interogasi oleh Special Agent Thomas Morgan (Billy Bob Thornton). Morgan ketika meninggalkan ruangan untuk bertemu dengan Air Force Office of Special Penyelidikan Special Agent Zoe Perez (Rosario Dawson), yang tidak diketahui wanita yang menelpon Jerry kembali menelponnya dan meminta dia untuk bergabung dan melarikan diri dari kantor polisi.

Di lokasi yang berbeda ibu tunggal Rachel Holloman (Michelle Monaghan). Rachel sedang berada di cafe, sehabis oleh perempuan yang tidak dikenal ke dalam membantu Jerry, dengan mengancam untuk membunuh anaknya, Sam, seorang pemain terompet pada jalan ke Washington, DC dari Chicago untuk pertunjukan band.

Si Penelpon pun mengancam Rachel untuk membuat jalur kereta yang dinaiki putranya keluar dari jalur kereta api. Terpaksa dia membantu si penelpon tak dikenal itu dan menunggu di sebrang stasiun kereta api. Tak lama kemudian, Jerry yang sedang dikejar-kejar kepolisian Chicago dan juga FBI.

Si Penelpon gelap itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan hampir semua perangkat jaringan, seperti lampu lalu lintas, ponsel, dan bahkan otomatis cranes. Sementara Jerry dan Rachel mengikuti instruksi si penelpon. Berbagai kejadian pun berlangsung seru. Setiap mereka tidak mengidahkan permintaan telepon, hidupnya akan sengsara.

Si penelpon tersebut juga memiliki kristal peledak yang dibuat menjadi kalung dan suara berbasis memicu ditempatkan di dalam Sam's sangkakala. Jerry dan Rachel dipimpin dari Chicago ke Washington, DC melalui Indianapolis dan Dayton melalui berbagai cara. Mereka mencapai Sirkuit Kota toko elektronik yang si penelpon yang mengarahkan mereka. Selama beberapa televisi layar dia memperkenalkan dirinya kepada mereka: ia adalah supercomputer yang disebut dengan Ariia, tugasnya mengumpulkan intelijen dari seluruh dunia. Ariia dapat mengendalikan hampir apapun elektronik dan telah pemantauan baik kehidupan mereka dan membawa keduanya Jerry dan Rachel kepadanya.

Sehubungan dengan kesalahan yang dibuat oleh Presiden pada awal film, Ariia telah memutuskan bahwa eksekutif merupakan ancaman kepada publik dan harus dihilangkan. Ariia rencana untuk memusnahkan Presiden dari kabinet, dan panggilan ini Operasi dgn pemenggalan kepala. Telah memutuskan untuk meninggalkan menteri pertahanan, yang telah disepakati dengan rekomendasi ke batalkan misi, sebagai penggantinya kepada presiden. Ia tidak mengungkapkan hal ini kepada Jerry atau Rachel, hanya menjelaskan bahwa ia sedang mencoba untuk membantu rakyat Amerika Serikat.

Di Pentagon, dimana Ariia adalah housed, Agen Perez menemukan bahwa Ethan bekerja sebagai teknisi komputer untuk penguncian dan bawah untuk mencegah Ariia dari melaksanakan rencana itu. Perez memperingatkan Sekretaris Pertahanan dan mereka membicarakan situasi di kamar yang tertutup rapat untuk mencegah Ariia dari mereka mendengar percakapan. Jerry dan Rachel tiba di Pentagon dan dipimpin ke supercomputer, dimana Ariia memaksa Jerry untuk meniru Ethan dan menggunakan kode memungkinkan menimpa dia go ahead dengan rencana.

Menonton CCTV panjangnya menampilkan Ethan's fatal car crash Jerry menyadari bahwa Ariia yang membunuh Ethan dengan melakukan sobotase lampu lalu lintas) karena Ethan dapat dihentikan Operasi dgn pemenggalan kepala. Ariia kemudian menyuruh Rachel untuk menghilangkan Jerry setelah kuncinya terbuka dengan suara Jerry sebagai kunci utama.

Dengan membunuh Jerry, Ariia bisa mencegah kunci tersebut untuk terkunci kembali tetapi Rachel tidak bisa membunuh Jerry. Rachel keluar dari markas tersebut dengan dibantu Ariia sedangkan Jerry sendiri tertangkap oleh Agent Morgan. Setelah peringatan oleh Agent Perez, Morgan percaya bahwa cerita Jerry dan juga mengenai Amerika Serikat Capitol. Ariia mengirimkan sebuah MQ-9 Reaper UCAV untuk membunuh mereka.

Agen Morgan harus berkorban dirinya untuk merusak dengung dan menyelamatkan Jerry dari pesawat yang dikendalikan Ariia. . . Sementara itu, Agen Perez kembali ke supercomputer dan berusaha untuk memusnahkannya. Rachel adalah tanpa diberi peletus kalung oleh pejabat yang juga coerced oleh Ariia dan dikirim untuk menonton sambutan Presiden di depan puluhan petinggi besar.

Film action yang cukup bagus tuk disaksikan di akhir pekan... Mendebarkan dari awal sampai akhir. Yuk, sewa aja di Odiva, dijamin puas deh --iklan banget--

Maret 12, 2009

Hope

Manusia membutuhkan harapan untuk bisa bertahan dalam kehidupan. Karena dengan harapan, manusia bisa bertahan dan berjuang dalam menghadapi gejolak hidup yang berkepanjangan. Sekeras apa manusia berjuang dalam kehidupan, jika tidak ada harapan dalam kehidupannya itu akan menjadi sia-sia. Harapan, impian akan membuat kehidupan ini menjadi lebih mudah, lebih indah dalam bertahan baik dalam keadaan menderita maupun senang.

Harapan adalah sumber dari segala sumber kekuatan yang ada. Harapan agar bisa hidup sehat, panjang umur, keluar dari kesulitan dan juga mengucapkan doa agar harapan itu selalu ada dan menjadi kenyataan.

Manusia hidup dengan berharap, harapan itu ada sejak kita berada di dalam kandungan. Harapan akan memperoleh kehidupan dan berjuang pada kehidupan yang memberikan ruang dan tempat pada sebuah harapan.

Harapan adalah kehidupan, sejak kecil kita sudah mengenal dekat dengan harapan. Itu tidak bisa dipungkiri, harapan agar mendapat perhatian orangtua, saat kita masih kecil, ketika orangtua mulai sibuk, pasti kita berbuat ulah agar diperhatikan dan di manja --hingga saat ini, itu masih ku lakukan-- Harapan itu hidup dan semakin kuat di dalam diri seseorang.

Jika tidak ada harapan, entah bagaimana kehidupan ini akan berjalan. Entah, bagaimana perasaan dan perjuangan yang tak kan pernah berhenti hingga detik-detik terakhir. Oh, harapan. . . Jangan hilangkan harapan itu pada diri ku. Walaupun aku tahu harapan itu terkadang hanya tinggal harapan, tetapi terkadang masih ada setitik harapan agar keinginan itu bisa terpenuhi semua. Karena itu lah harapan itu akan selalu ada disetiap tarikan dan hembusan nafas kehidupan manusia. . . . I knew that and I hope, my wish will be come true although I don't know when all of that will be come true. . . . I just hope, and always hope . . .

Maret 10, 2009

Akhirnya Bisa BW

Beberapa hari ini, gue dapat fever eh ternyata saat periksa ke dokter, gue kena gejala malaria. Untunglah, ada orangtua yang perhatian dan ngerti, kalau aku nggak mau di rawat inap di rumah sakit dan minta di rawat di rumah aja.

Kondisi badan gue mank belakangan ini nggak menentu, terkadang terasa dingin, panas, kadang bersamaan terasa keduanya --hehe aneh kan? Mank super damper aneh--

Melakukan apa pun terasa aneh dan serba salah, tidur salah, duduk salah, baca salah, nonton apa lagi, mata gue kaya berkunang-kunang. Duh, sebelnya. . . . Rasanya nggak enak sakit. Mank ada apa orang yang mau sakit???

Duh . . . udah dulu ach, gi nggak mood mau nulis panjang lebar. Nah, karena sakit dan gak mood ini sudah hampir dua minggu aku gak ada blog walking, sorry ya frez . . . nah ini disempatin neh BW, dah kangen juga hehehe

Bersabar... Duh Susahnya

Ya Tuhan kenapa ini berat sekali menghadapi orang, adik, siapa pun dengan suara yang lemah lembut. Kalau pada akhirnya, mereka menjengkelkan dan membuat emosi meluap-luap. Begitu beratkah menjadi orang yang baik --baik sepenuhnya-- Memang mudah berbicara, menulis namun pada praktiknya sangat sukar untuk dilakukan?

Apa yang harus ku lakukan, bila aku berada di puncak emosi? Apakah salah, bila aku mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan berteriak? Tentu, aku tahu jawabannya. Salah. Jadi aku harus bagaimana menghadapi ini semua? Kan tidak mungkin aku berdiam, aku ingin teriak, mengeluarkan kekesalan ku. Setidaknya perasaan ku akan menjadi baik, bukan?

Kalau akhirnya perkataan emosi ku itu di dengar orang --bahkan orang yang aku maksudkan-- tentua itu akan menimbulkan perkara baru. Jadi, what kind I do for that God? I am not a perfect person who can be patient, love, care and others good character. I am just a human, have feeling, have guilty and sometimes egois, honest and wanna be the winer although I know that my fault, not 80 percen my fault.

Kadang, setelah kata yang penuh luapan emosi itu keluar, ada rasa penyesan. Jadi aku harus bagaimana? Aku tahu, bahkan sangat tahu mengenai kasih, tetapi itu kan sulit tuk dilakukan. Apalagi di saat emosi di puncak, amarah, kekesalan bercampur menjadi satu, seperti gunung meletus yang siap meletus.

Aku tahu dalam Firman Mu --Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran, Amsal 10-12--
Aku sangat tahu, Engkau selalu mengingatkan setiap orang untuk selalu bersabar dan itu memang tertulis di dalam alkitab. Tapi sulit.

Emosi yang meledak-ledak itu apakah bisa padam hanya memandang orang itu? Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar --Amsal 14:17--

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah --Amsal 15:1-- Delema banget ya? Susah, manknya bisa disaat emosi, kesal bisa memberikan jawaban yang lemah lembut? Tanpa emosi, aku tak yakin, bisa melakukannya.

Ya memang, Si pemarah, membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadaman perbantahan --Amsal 15:18--
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra