Mei 15, 2009

Menulis

by Citra Pandiangan

Biarkan lah jemari mu mengalir
Mengisi lembaran putih yang ada
Biarkan lah jemari mu mengalir
menyusun setiap kata menjadi kalimat
membuat untaian kata menjadi enak di baca

Jangan batasi ruang informasi mu
Biarkan jemari mu mengetik
Sesuai dengan kenyataan yang ada
Menyusun suatu kata yang penuh makna

Walaupun terkadang kamu berhenti mengetik
Namun pikiran mu terus melayang
Menuangkan informasi yang di dapat
Dalam bentuk tulisan yang nantinya akan di baca

Meskipun kadang tulisan mu di kritik dan di puja
Kamu tidak peduli karena itu bagian dari tugas mu
Suka, tidak suka dengan tulisan yang akan di publikasikan
Kamu berusaha menyajikan fakta dan aktual akan informasi

Baik pagi, siang, maupun malam
Meskipun enggan kamu melangkahkan kaki
Begitu mendapatkan informasi dari kawan
Maupun sumber yang di percaya . . .
Kamu pun berusaha menuju lokasi kejadian

Menepis perasaan lelah yang sudah menyelimuti mu
Itu adalah tugas mu tuk menyajikan tulisan
Sehingga pembaca mengetahui informasi
Walaupun hujan atau pun panas tak kamu pedulikan
Agar informasi yang kamu dapat aktual dan dapat di percaya

Menyajikan fakta dan aktual sebuah kejadian yang terjadi
Di lingkungan masyarakat, Pemerintah hingga kantor Polisi
Semua tersaji dalam lembaran kertas yang sudah dicetak
Dibaca ribuan orang dengan berbagai versi mengartikan
Makna informasi yang terkandung dalam tulisan mu
Namun, itu adalah kenyataan yang ada . . .

Mei 14, 2009

Love's Complicated


Ketika mentari tak lagi bersinar, aku bingung dan terpuruk dalam kegelapan malam. Aku tidak tahu harus bagaimana. Rasanya aku putus asa pada kehidupan ku. Aku ingin pergi menjauh dan melupakan semua rasa yang ada. Kenapa ini harus terjadi. Isak tangis Maria, saat menelpon ku.

Aku mencoba mendengarkan dengan seksama. Aku hanya lah seorang kawan yang belum berpengalaman dalam hal cinta. Aku hanya mendengarkan rasa galau yang dia tuangkan pada ku dengan suara isak tangisnya yang menggema di ponsel ku.

Ingin rasanya ku dekap dan memberikannya kekuatan dari sentuhan dan belaian tangan ku. Namun, aku tak bisa menjangkaunya. Aku hanya bisa berujar, menangislah kalau memang mau menangis. Siapa tahu dengan begitu perasaan mu akan tenang dan damai. Sebab, segala unek-unek yang ada di dalam diri mu telah hilang dan sirna.

Sepertinya, suara tangisnya sudah hilang, tinggal suara isak tangisnya yang sekali-kali terdengar. Dengan suara pilu dia menceritakan kisahnya pada ku, kisah pilunya mengenai kehidupannya. Sungguh ironis, sudah beberapa tahun menikah dan di karuniai satu orang anak, sifat aslinya baru terlihat . . . Sifat yang tak pernah di duga sebelumnya.

Padahal sebelumnya setiap SMS dan nelpon selalu menceritakan kebahagiannya dalam berumah tangga. Dan dengan bangganya menceritakan anaknya dan yang sudah ku anggap keponakan ku. Karena kami tiga sahabat, anak-anak mereka adalah keponakan ku, begitu juga mereka adalah saudara. Walaupun persaudaraan itu hanya terjalin sesama kami masih duduk di bangku sekolah.

Aku tak pernah lupa, permintaan tiga sobat ku agar aku pun menyusul langkah mereka untuk membina rumah tangga. Bukannya aku tidak mau, aku masih bingung dan ragu. Selain itu, perbedaan ku dengan pacar serta mantan-mantan ku sangat jauh, hal itu lah yang membuat ku tidak bisa melangkah maju ke jenjang yang lebih intim lagi.

Cinta kenapa begitu rumit dan bisa menutup dan menyembunyikan prilaku yang jelek dan begitu terbongkar, rasa sakit luar biasa hingga menyebabkan ancaman ingin bunuh diri, karena menanggung malu. Sungguh luar biasa bukan?

Aku hanya bilang yang sabar, itu hanya lah cobaan dan aku yakin kamu bisa melaluinya. Dan ingat lah kamu memiliki anak say, kamu bisa hidup tanpanya. Kamu memiliki kemampuan dan keahlian tuk bekerja. Jadi, tidak perlu bersedih. Karena, itu cobaan dan kamu juga bisa memaafkannya dan memberinya satu kesempatan. Kalau kesempatan yang kamu berikan tetap di salah gunakan, mungkin itu adalah jalan terbaik.

Apakah aku salah memberikan masukan seperti itu? Karena aku sendiri memang belum pernah menjalin hubungan yang serius. Namun, terkadang banyaknya kawan yang curhat mengenai hubbynya membuat aku urung menikah. Ada rasa cemas dan takut, bila itu terjadi pada ku. Kadang-kadang lelaki itu egois dan ingin menang sendiri.

Aku nggak tahu, mana yang salah dan benar. Mudahan aja, kelak aku mendapatkan soulmate ku yang terbaik dari yang baik. I hope so coz I am not hopeless about that. God will be show me who man is the best for my hubby . . . and I also wish all of my friends will be happy forever with their life and love . . .

Peace and Love

Citra

Mei 11, 2009

Mother Day

Mom . . . .
Mata mu lelah . . .
Tetapi kamu s'lalu menunggu ku
Mom . . .
Berapa kali aku menyakiti mu . . .
Tetapi kamu selalu memaafkan ku

Walaupun hati mu terluka
Kamu tetap mempedulikan ku
Tidak memperhatikan perasaan mu sendiri
Walau kadang aku mengetahui aku salah
Tapi, enggan juga aku mengakuinya

Dengan lapang hati kamu memaafkan ku
Walaupun tak terucap kata maaf dari bibir ku
Mom . . .
Kamu segalanya bagi ku . . .
Walau terkadang aku tak menyadarinya

Betapa besar perhatian mu
Betapa iri orang melihat ku
Melihat perhatian mu untuk ku
Aku bangga pada mu . . .

Mom . . .
Aku akan terus mencoba membahagiakan mu
Karena kamu adalah Mom ku tercinta. . . .
Tak ku sesali, aku lahir dari rahim mu
Tak ku sesali, walau aku tak seperti aku ingin kan
Semua karena kasih mu yang berlimpah . . .

Tanjungpinang, 11 Mei 2009, jam 21.44

Cinta Ku Mati


Tuhan, maaf kan aku jika aku harus mengatakannya. . .
Cinta ku mati bersama redupnya binar cahaya dari dirinya
Aku tak lagi memiliki cinta tuk diri ku dan dirinya. . . .
Karena dia membawa cinta itu mati bersamanya

Maaf kan aku, jika ku terus mengeluh dan mengadu
Karena aku tak sanggup lagi menghadapi hidup mu
Rasanya, jiwa ku pun telah hampa bersama berjalannya waktu
Aku tak kuasa tuk bertahan menghadapinya . . . .

Cinta ku mati . . . .
Bersamanya di alam kuburnya
Aku tak mau mengingat dan terluka karenanya
Biarkan lah aku melupakannya bersama dengannya
Biarkan lah orang menganggap aku kejam . . .

Karena hanya aku lah yang mengetahui perasaan ku
Tuk apa, aku bersedih dan menangis dihadapan orang
Kalau pun mereka tak mengetahui kepedihan akan jiwa ku
Karena itu biarkan lah cinta ku mati bersamanya

50 FIRST DATES

Mank film lama, cuma gak sempat aja buat resensi filmnya. Berdasarkan judulnya saja, tentu sudah diketahui bahwa ini film drama komedi. Apalagi film ini didukung artis yang mantap dalam berperan.

Film ini mengisahkan cerita mengenai Henry Roth (Adam Sandler), seorang dokter hewan lokal. Dia hanya sedang berkencan dengan para turis untuk menghindari komitmen, hingga akhirnya ia bertemu Lucy (Drew Barrymore).

Sayangnya, Lucy kehilangan daya ingat jangka pendek. Setiap dia bangun tidur, dia tak pernah mengingat lagi kejadian 1 x 24 jam yang dialaminya. Hal tersebut dikarenakan, setahun yang lalu pada sebuah kecelakaan mobil, hingga menghapuskan memori ingatnnya dan baginya, setiap hari adalah tanggal 13 Oktober.

Henry, bagaimanapun juga tak ingin dilupakan, dan layaknya orang yang sedang jatuh cinta, ia pun mulai mengambil bagian untuk mencari hal-hal yang dapat memulihkan ingatan Lucy. Begitu tahu, Lucy memiliki penyakit tersebut. Menurutnya, paling tidak ia dapat menjadi bagian dari rutinitas Lucy.

Pertama, dia harus meyakinkan ayah dan abang Lucy bahwa dia bersungguh-sungguh, mencintai putrinya. Bukan mengambil kesempatan dengan penyakit Lucy. Selain itu, dia juga harus berjuang untuk mendapatkan Lucy. Karena begitu Lucy terbangun dari tidurnya. Dia harus mengingatkan akan dirinya.

Cara yang ampuh adalah dengan membuat video Lucy dan kehidupan disekitarnya. Video tersebut untuk Lucy tonton setiap pagi setiap harinya, untuk mengingatkan siapa dia dan apa yang ia lakukan. Bagaimana dia harus membuat date tiap hari yang berbeda agar Lucy jatuh cinta padanya. Hingga Lucy memiliki anak, penyakit itu tidak lah hilang.

Film komedi yang romantis, so sweet ada gak ya di dunia nyata???

Teganya 'Kau'

Wajahnya lugu dan tak berdosa di gendong 'wanita jadi-jadian' yang di panggilnya mama. Dia datang ke kantor polisi, karena habis di perkosa. Dia adalah anak yang baru berusia 3 tahun lebih, masih belum tahu apa-apa.

Wajahnya lugu dan dana bicaranya polos, tidak di buat-buat. Kedatangannya di dampingi mama angkat yang sudah membesarkannya sejak masih bayi merah.

Tidak disangka, dia merupakan korban pemerkosaan. Bahkan enam kali di lakukan oleh pria yang disebutnya om buyung. Embel-embel permen menjadi senjata pria berumur 38 tahun itu dan tetap masih memujang.

Bisa-bisanya dia melakukan perbuatan bejatnya pada bocah lugu di ruang kamar kostnya yang dikunci dari dalam. Bahkan, dengan nada dikit bingung, anak itu pun menceritakan, celananya di tarik, burung di masukan ke kemaluannya. Tentu saja, anak itu meronta, tetapi, ya namanya anak-anak mana tahu itu apa.

Bahkan, dia bisa mempraktikan gerakan laki-laki itu mengagahinya. Kampret ! ! ! ! ! Ingin aku maki, tapi sapalah aku, Bajingan, ingin rasanya ku tendang, dan ku hukum tuh pria bajingan itu. Tapi aku bukanlah aparat, hakim dan penuntut umum untuk bisa melakukan apa yang ingin ku lakukan.

Aku hanya bisa mendengarkan, menulis dan bertanya. Walaupun dalam hati ku kesal dan geram dengan tindakan pria tak bermoral itu. Kenapa ya, masih saja ada kasus pencabulan, pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, balita, bahkan. Apa yang dilihatnya dari sosok anak kecil yang dengan tulus memanggil om dan tak punya pemikiran buruk.

Sebegitu bejatnya kah sekarang tingkah laku manusia, aku memang lah bukan juri maupun tim penilai. Namun, alangkah ironisnya, jika kasus-kasus serupa selalu terulang dan terulang kembali. Salah siapakah ini???

Mei 07, 2009

Cerai, Dikit-Dikit Cerai

''Aku minta cerai,'' teriak Intan.

Em . . . setiap ada petengkaran, slalu saja ada kata penceraian dalam rumah tangga. Ironis banget ya, masalah kecil bisa memuncak dan membuat cinta yang dulu bersemi akhirnya hilang. Semua itu dikarenakan emosi. Setiap persoalan, slalu di bawa emosi.

Sesulit apa seh sebenarnya dalam berumah tangga? Pasalnya, aku sendiri pun masih belum tahu --secara gitu masih single forever-- Dulu cinta, sekarang benci. Dulu wajahnya slalu di kangenin, sekarang melihat wajahnya dah enek duluan. Uh, aneh banget ya.

Entah apa yang di pikirkan ya waktu menikah? Enaknya doank or asyiknya doank tuk sesaat. --Tahu kan maksud ku-- Karena aku ndiri tidak tahu. --La wong belum merasakan--

Cinta itu memang complicated dan rupanya penceraian juga lebih complicated lagi. . . . Aneh-aneh aja, alkisah mengenai, sebut saja Viona, dia menikah tanpa persetujuan mamanya. Sebelum pesta pernikahan dengan pria yang di pilihnya sendiri, dia dan calon suaminya merayu-rayu dan hingga akhirnya terketuk lah hati sang mama.

Namun lagi-lagi pertengarakan pun tak terelakan, hingga kata cerai keluar dari sang mulut si wanita. Sedangkan prianya merasa pesimis dan mencoba bunuh diri. . .

Seiring waktu, beberapa kali hal itu terus diperlihatkan. Aneh??? Kemana cinta itu pergi, hingga dikit-dikit bertengkar. Bahkan mengucapkan kata cerai. Bin ajaib kan???

Lain kisah dengan Wulan, dia bercerai dengan suaminya, selamanya --meninggal-- Waktu itu ada pertengkaran hebat dan berbuntut pada topic penceraian. Sang suami tidak mau bercerai dan istri tetap ngotot bercerai. Hingga akhirnya, kecelakaan yang tak bisa dihindarkan meregut sang jiwa si pria.

Akhirnya keinginan tuk bercerai berhasil. Namun, malah membawa luka yang dalam. Aneh kan??? Ada lagi kisah unik, sang polisi ingin bercerai dengan istri yang sudah memberikan anak padanya. Bahkan agar proses bercerai cepat, ia pun memalsukan identitasnya. Sekali lagi aneh! ! ! ! !

Mei 06, 2009

Sedih bukan tuk Menyerah

Aku sedih bukan berarti aku terluka
Aku marah bukan berarti aku membenci mu
Aku hanya lah manusia yang memiliki rasa
Rasa marah, sedih, putus asa . . . . . .

Walaupun begitu dunia ini belum berakhir
Tanpa mu, aku masih bisa menjalani hidup ku
Tanpa mu, aku masih bisa bertahan . . .
Karena tanpa mu aku tetap lah aku

Meskipun harus kembali mengapai apa yang hilang
Namun tak ku sesali massa-massa aku bersama mu
Karena kamu adalah orang yang kesekian mengisi hari ku
Walaupun ada rasa kehilangan dan sedih . . .

Itu adalah hal yang lumrah . . .
Biar bagaimana pun, Kamu pernah mengisi hari-hari ku
Mengisi segala sesuatu yang ada pada ku . .
Cinta, kebencian dan kecemburuan yang kamu tunjukan

Itu hanyalah tinggal kenangan . . .
Bukan berarti itu akan ku tutup rapat-rapat
Walaupun sedih, patah hati, aku kan bangkit
Karena aku adalah wanita yang tegar . . . .

Tanpa mu, cinta mu dan perhatian mu
Aku masih bisa bertahan dan hidup . .
Karena hidup ku masih panjang
Nikmati hidup mu tanpa ku juga . . .

Jangan pernah menyesal akan keputusan ini
Sebab, itu lah yang terbaik bagi ku dan bagi mu
Jarak memang memisahkan kita . . .
Walaupun begitu, itu lah yang terbaik . . .

Tanjungpinang, 3 Mei 2009

Mei 05, 2009

Ketika Harapan Tak Sesuai

Em . . . jelang Pemilu banyak bertaburan kegiatan sosial yang dilakukan para caleg, mulai dari berkumpul bersama warga hingga memberikan sumbangan, memperbaiki jalan hingga memberikan genset di pulau agar mendapat penerangan. Karena listrik belum masuk ke pulau tersebut. Hal yang paling mudah saja, membangun jembatan penghubung. . .

Semua dilakukan hanya untuk satu hal, menarik simpatisan warga dengan satu tujuan agar di pilih pada saat Pemilu lalu. Nah, dari hari ke hari seperti di ketahui, spanduk, kegiatan awal, rajin menghadiri kegiatan pemerintah maupun dilingkungan RT setempat pun dilakoni, walaupun mungkin dulunya mereka belum pernah mendatangi lokasi tersebut.

Ironisnya lagi, hasil dan upaya yang sudah mereka lakukan hingga menghabiskan jutaan hingga ratusan juta sia-sia. Suara yang diharapkan tidak sesuai. Nampak raut wajah putus asa, kesal, amarah. Untunglah mereka tidak sampai gila menerima kekalahan tersebut.

Ya, tidak mungkinkan seratus caleg, misalnya yang mencalonkan diri semua duduk di kursi dewan. Lha wong kursi tersebut cuma tersedia dua puluh lima, ya otomatis dari 100 yang tidak terpilih ya 75 donk. Tidak mungkin menambah kursi lantaran banyak caleg yang mendaftar. Katanya demokrasi, semua berhak memilih, tapi nyatanya koq gak dipilih atau suara yang diharapkan tidak sesuai ngambek. . .

Berarti gak demokrasi donk, selain itu berarti menolong minta pamrih donk. Bukannya seharusnya kalau menolong itu tanpa pamrih. Jadi ingat waktu SD, guru Pancasila mengajarkan, kalau menolong seseorang itu harus tanpa pamrih, iklas. Karena sebagai sesama manusia harus saling tolong menolong dalam kehidupan.

Nah, sekarang. . . lo pilih gue, gue berikan sumbangan. Pamrih kan itu namanya?? Lalu, bagaimana reaksi caleg yang suaranya tidak mencukupi kuota, padahal segala upaya dan uang sudah habis tuk menarik simpatisan suara dari kiri ke kanan, depan dan belakang. Eh, tau-taunya gigit jari.

Ini dia beberapa gambaran caleg yang 'balas dendam' tak perlu aku sebut siapa orangnya. Karena sudah tersebar juga di koran-koran, jadi kasihan kalau mengulang masa pahit itu. Em, di Batam, ada caleg yang merusak jembatan penhubung, lantaran tidak terpilih dilingkungannya. Di daerah Jawa lebih teruk lagi, tuh jalan sudah di aspal eh ternyata yang memilih tidak ada. Alhasil, tuh jalan kembali di bongkar yang empunya uang . . .

Sedih seh membaca dan melihat di berita baik elektronik maupun cetak semua mengupas hal tersebut. Mengenaskan bukan? Em, bagaiman di Tanjungpinang. Aku dengar, sayang gak punya bukti kuat. Beberapa warga bilang ada caleg yang menyumbangkan genset kepada warga, dan genset itu boleh di pakai, setelah Pemilu. Eh, rupanya suaranya cuma beberapa. Tuh barang di tarik empunya duit.

Sejujurnya, mungkin para rakyat atau masyarakat sudah pintar memilih calon yang benar-benar layak duduk di bangku dewan. Entah itu nantinya jadi kursi empuk atau panas. Yang mengetahuinya sendiri adalah mereka yang sudah duduk untuk periode yang lumayan.

Buktinya, dari sekian banyak caleg yang terdaftar di KPU dan menebar pesona, rupanya mereka hati-hati dalam memilih menggunakan suaranya agar benar-benar orang yang dipilih layak tuk dipilih. Bagi yang terpilih, selamat dan bagi yang kalah ini merupakan pembelajaran politik, kelak ke depan sudah lebih pandai lagi dalam melakukan trik dan bersosialisasi agar terpilih. Jika harapan tidak sesuai kenyataan, ya jangan menyerah dan menjadi stres, masih ada kesempatan.

Belajar dan mulai lah menjalin partisipan sejak dini. Jangan pas hari H sibuk mencari simpati. Tentunya, itu tidak lah efesien dan terbuktikan???

@ Citra Pandiangan

Tanjungpinang, 3 Mei 2009
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra