Juli 23, 2009

Geliat Perempuan Penulis

By : moel

Dunia kepengarangan di Kepri memang tak pernah mati walau gairahnya kurang terasa. Kemunculan buku-buku baru, yang bersifat karya sastra, sejak sepuluh tahun belakangan dalam setiap tahunnya dapat dihitung dengan jari. Namun gairah itu mulai tumbuh kembali. Terutama di kalangan perempuan penulis di Tanjungpinang.

''Walau secara kualitas agaknya belum dapat disanding dengan karya-karya perempuan penulis era sebelumnya, tapi secara kuantitas perkembangan itu cukup nyata,'' ungkap Machzumi Dawood,'' sastrawan dan penulis yang tunak di Kepulauan Riau.

Tersebutlah nama Suryatati A Manan. Perempuan yang juga Wali Kota Tanjungpinang ini sejak jatuh hati pada puisi, telah mengeluarkan tiga buku masing-masing berjudul, Melayukah Aku, Perempuan Wali Kota dan Perempuan Dalam Makna. Tatik, sapaan akrab wali kota, termasuk penulis puisi yang produktif jika dibandingkan kesibukannya sebagai teraju negeri.

Masih dari Tanjungpinang, nama Aisyah Gustirani telah dulu dikenal sebagai penulis novel belia yang juga cukup produktif. Perempuan yang masih duduk di bangku sekolah ini telah menerbitkan sekitar empat judul novel yang kesemuanya dapat dijumpai di toko-toko buku. ''Satu judul lagi dalam pengerjaan. Insya allah, segera terbit,'' ujar dara manis ini beberapa waktu lalu.

Lalu ada nama Ruziana yang bernama pena Unizara. Sejak memenangkan sayembara penulisan cerita pendek yang diadakan Pemerintah Kota Tanjungpinang tahun 2007, wartawati ini sudah menerbitkan dua buku karya sastra antaranya, Novel Penyengat Aku Akan Kembali dan Perpustakaan Mini Tasya. Cerpennya berjudul KaTePe diterbitkan pemerintah dalam antologi cerpen dengan judul yang sama.

Nama Endang Purnamasari, dosen di Universitas Maritim Raja Ali Haji, juga patut dicatat sebagai penulis perempuan Tanjungpinang. Pertama kali muncul, perempuan yang hobi menulis meski disibukkan kegiatan lainnya ini, meluncurkan sekaligus dua buku, satu novel dan satu buku ilmiah.

Paling terbaru, nama Citra Pandiangan. Belum lama ini, perempuan yang juga tercatat sebagai wartawati koran lokal di Kepri ini meluncurkan novel berjudul Simpul Terujung. Novel yang didedikasikan untuk ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), ini, memotret kisah bagaimana orang-orang bisa terjangkit HIV/AIDS dan bagaimana masyarakat di sekelilingnya memperlakukan ODHA.

Citra, menurut penulis senior yang juga CEO Riau Pos Group, memiliki kekhasan gaya penulisan dalam novel ini. ''Lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya pikiran dengan gaya bercerita modern,'' ungkap Rida.

Dalam karya sastra, unsur ekpresi, peluapan emosi, peluapan rasa hati, dan pertentangan pemikiran batin pengarang memang tidak akan pernah hilang. Unsur yang berkaitan dengan kejiwaan dan lingkungan pengarangnya akan muncul walau tanpa kita cermati dengan saksama.

Karya sastra bukan semuanya kenyataan. Bukan pula seratus peratus imajinasi. Juga, karya sastra bukan semata mengungkap hal-hal, peristiwa, kejadian yang berkaitan dengan kehidupan luaran, tetapi juga membungkus keadaan dan kehidupan dalaman si pengarangnya. Karya sastra terlahir dari kehalusan otak dan hati pengarangnya.

Novel Simpul Terujung, tentunya dilahirkan Citra dari otak dan kehalusan hatinya. Alur cerita yang terus mengalir terasa tak menjemukan untuk terus menelusurinya. Kepiawaian Citra bercerita, kata banyak tanggapan pembaca, inilah kekuatan Simpul Terujung yang membuat pembaca ingin menuntaskan bacaannya. Tak banyak memang penulis yang bisa menggiring keingintahuan pembaca. Tapi meski tak sempurna, Citra boleh dikatakan berhasil, setidaknya meningkatkan minat baca pada novelnya.

Kepada Sijori Mandiri, Citra mengungkapkan, akan terbit novel berikutnya yang merupakan bagian dari Simpul Terujung. ''Aku bercita-cita novel ini menjadi trilogi,'' katanya.

Karya penulis perempuan yang juga disebut-sebut akan terbit adalah novel milik Baiq Desi, juga wartawati koran lokal di Kepri. Sebenarnya, dari penelusuran yang dilakukan, banyak sekali penulis-penulis perempuan di Tanjungpinang khususnya, yang ingin menerbitkan karyanya. Tapi, kebuntuan jalan, utamanya soal cetak, inilah yang menghambat sehingga hasil tulisan dan buah pikiran mereka terpendam.

Ada banyak hal menjadi penyebab, antara lain, tidak banyak percetakan yang bersedia menjadi penerbit, dukungan dari pihak yang seharusnya mengapresiasi setiap karya yang akan lahir, pun minim. Selama ini, pengakuan dari perempuan-perempuan yang sudah menerbitkan karyanya, pemerintahlah yang menjadi sandaran mencairkan kebuntuan penerbitan. Itu pun, terkesan belum maksimal.

''Jika jalan untuk menerbitkan karya itu terbuka, maka dipastikan setiap bulan dalam satu tahun, karya-karya perempuan penulis di Tanjungpinang akan lahir dan lebih semarak. Secara kualitas pun, dipastikan bisa disandingkan dengan penulis-penulis yang sudah populer,'' ungkap Ruziana.

terbit Sijori Mandiri Minggu, 12 Juli 2009

Juli 18, 2009

Amarah

Sudah lama tidak ada menulis mengenai kasih, kali ini enaknya membahas apa ya? Em . . . karena belakangan ini emosiku suka meledak-ledak. Jadi, tidak ada salahnya, sekarang diary-citra membahas mengenai amarah.

Terkadang sebagai manusia, kita tidak bisa mengendalikan emosi amarah yang ada. Rasanya, terkadang 'PLONG' saat apa yang ada di dalam hati, kita luapkan. Namun, kita tidak menyadari bahwa apa yang kita ungkapkan di kala marah, menyakiti seseorang.

Sebenarnya, cara efesien seperti apa untuk bisa meluapkan emosi, namun tidak menyakiti perasaan orang lain? Tidak mungkin, selamanya kita bisa menahan emosi. Jadi, bagaimana cara mengungkapkan emosi yang ada. Dah, keburu memuncak neh. Em . . . sebagai orang Kristen, tentunya kita selalu belajar mengasihi, tidak bosan-bosannya Alkitab membahas mengenai kasih.

Dalam Mazmur 4 : 5 bertulisan ''Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah DIAM. sela''
Kalau kita membaca ayat tersebut, sepertinya Tuhan memahami mahluk ciptaannya. Kita diizinkan marah, tetapi Tuhan juga mengingatkan agar kita tidak berbuat dosa saat kita marah?

Nah lo bagaimana ini? Boleh marah, tetapi tidak boleh berbuat dosa? Maksudnya adalah, terkadang perkataan yang kita ucapkan di kala marah, kesal, tanpa disadari menyakiti hati seseorang. Itu, berarti, kita berbuat dosa. Em..... karena itu lah, kita diperbolehkan marah, tetapi di dalam hati kita. Sehingga orang yang dimaksud tidak mengetahui apa yang kita ucapkan di dalam hati.

Perasaan juga plong, masih kurang plong juga. Bisa tuh dilampiaskan dengan memukul boneka, sampai tenaga habis. Perasaan jadi benar-benar plong. Bukan kah, Tuhan mengajarkan memaafkan dan mengasihi musuhmu.

Bahkan, mengampuni saudara yang berdosa tidak hanya satu kali atau sampai tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Hal itu terdapat pada Matius 18 :22 yakni Yesus berkata kepadanya: ''Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.''

Dalam artian orang awam, tidak terhingga. Memang itu sulit, tetapi dengan memberikan maaf, ada kelegaan tersendiri yang bisa kita rasakan. Nggak percaya? Buktikan saja sendiri.

Juli 17, 2009

Berserah Lebih Baik

Dering ponsel Anne tidak berhenti. Padahal, Anne saat itu tengah bertekad untuk tidak mengangkat telepon dari siapa pun. Ia lelah, menjadi sosok yang sempurna, sosok yang tegar, sosok wanita karir yang mandiri. Padahal, dia sedang meratapi nasibnya yang kian suram.

Biasanya, hidup Anne sangat lah indah, menyenangkan. Bekerja dan memiliki bisnis merupakan impian yang sejak dulu ingin diraihnya. Entah, kenapa belakangan ini hidupnya terasa sunyi, hampa dan tidak berarti.

Mengerjakan pekerjaannya pun mulai setengah hati, bisnis yang berkembang pun mulai menyita waktunya, belum lagi deadline di majalah dwi mingguan yang harus disetor.

Selain itu, persoalan jodoh juga membuatnya sedikit gundah. Walaupun hal itu tidak terlalu masuk dalam perhitungan kamus dalam hidupnya. Karena jatuh cinta itu tidak pernah membutakan matanya untuk berpaling dari sesuatu yang sudah diyakininya sejak dulu.

Dering ponsel itu merupakan dering ke dua puluh. Sudah ada dua puluh misscall, saat Anne mencoba meraih ponselnya yang sengaja di letakan jauh dari kamarnya.

Berbagai nomor yang belum disimpan dan sejumlah nama muncul di layar ponselnya. Belum lagi pesan mail box dan SMS yang sudah menumpuk Anne tertarik dengan nomor ponsel yang menelponnya berkali-kali.

Anne mencoba menelponnya kembali, belum dering pertamanya, suara di seberang sana berteriak, cemas.

''Kamu kemana saja, kami cemas sudah beberapa hari ini gak ada online, chatting, kirim email, sms atau kabar,'' jeritnya.

Aku berdiam, menarik nafas. ''Nggak kemana-mana, di rumah saja,'' kataku masih dengan nada malas-malasan.

Perempuan diseberang itu pun kembali bersuara, ''Ini bukan kamu, bukan kamu yang biasanya. Ada apa?''

Kembali, aku terdiam dan mencoba merenungkan kata-katanya. Memangnya, aku sebenarnya itu seperti apa? Aku saja tidak pernah tahu siapa diriku sebenarnya, jati diriku dan masih banyak hal yang tak kupahami akan diriku sendiri. Tanpa, kusadari aku terisak, tanpa sebab, hampa.

''Kenapa,'' ujarnya lembut.

''Aku merasa jenuh, bosan dan hampa.''

''Memangnya, kenapa bisa sampai merasa seperti itu. Apa kamu sudah berserah? Mencoba yang terbaik dalam doamu?''

Aku tertegun. Ya, aku menyadari, belakangan ini, sudah hampir dua bulan aku tak pernah berdoa, pergi ke gereja pun hanya sebatas rutinitas yang wajib aku lakukan. Aku menangis, hanya karena ucapan yang sedikit namun menggena di hatiku.

Aku tidak sendirian di dalam hidup ini. Karena masih banyak orang yang menyayangiku apa adanya. Tinggal bagaimana aku lebih mendekatkan diriku padaNya.

''Anne, kalau kamu butuh di kuatkan, aku bersedia datang untuk berdoa bersama. Karena kamu tidak sendirian di dunia ini,'' ucap tulus sahabatku.

Sosok Pahlawan

Setiap orang membutuhkan sosok pahlawan, sosok yang bisa dicontoh dan dijadikan panutan hidup. Entah, sejak kapan hal itu lahir, karena sampai hari ini semua selalu mencari sosok pahlawan dan juga ingin merasa di kagumi. Itu merupakan hal yang lumrah, apalagi di kondisi saat ini. Dimana, semua ingin menjadi 'pahlawan'.

Pahlawan yang ku maksud bukan yang berani mati dalam medan perang. Pahlawan yang aku maksud adalah idola, orang yang di kagumi, di banggakan. Gak, mesti artis or lainnya. Bisa jadi sosok pahlawan adalah ibu or ayah kamu. Terkadang tanpa disadari ayah ingin menjadi sosok yang sempurna di mata anaknya. Begitu juga sebaliknya.

Namun, terkadang karena ingin dianggap sempurna di mata anak atau orangtua. Malah kesalahan yang terjadi, menjadi sosok pahlawan itu tidak lah gampang. Menjadi sosok pahlawan, padahal tak sanggup menyandang gelar itu, malah membuat kita tersandung dalam masalah.

Be yourself and do the best itu lah yang terbaik. Dari pada membohongi untuk mendapatkan sosok pahlawan di mata keluarga, seperti film tentang petinju. Dimana jurnalist tersebut memiliki seorang anak, untuk membuat anaknya bangga, ia mencoba mencari article yang berbeda dan bertemulah dengan seorang petinju.

Ternyata petinju itu tidak lain adalah seorang 'penipu'. Alhasil, terjadi masalah dengan article yang dibuatnya. Disitulah, ia mulai belajar kesalahannya. Mencoba menjadi sosok pahlawan di mata keluarga, sebenarnya tidak lah susah. Hanya tunjukan cinta kita dan berusaha bekerja maksimal tanpa perlu merasa harus menjadi sempurna.

Juli 15, 2009

Suami, Menulari Ku AIDS

Aku baru berumur 18 tahun, saat menginjakkan kaki di Kota Batam. Berharap mendapatkan pekerjaan dengan bermodalkan ijazah berharga ku. Ijazah SMA yang ku tempuh selama tiga tahun. Dari Karimun, ku melangkahkan kaki ke kota Indutri. Dengan harapan perusahaan-perusahaan di kota Batam memberikan kesempatan untuk gadis seperti ku bekerja di sana.

Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Industri elektronik di daerah Batamcentre. Dalam hitungan minggu, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan, hanya berbekal semangat dan ijazah SMA, aku memulai pekerjaan pertama ku.


Langkah kaki penuh kebanggaan, saat aku mengenakan uniform berwarna biru muda. Bekerja sebagai operator berarti system bekerjanya ada tiga shift, pagi, siang dan sore. Kalau beruntung, bisa mendapatkan over time yang berarti ada penambahan gaji diluar salary. Itu yang ku tahu, sewaktu aku diterima bekerja oleh pak Boy, bagian HRD yang mewawancari ku dan akhirnya, aku masuk dalam 50 karyawati yang dibutuhkan.

Waktu terus berlalu, tak terasa gajian pun tiba. Gaji pertama yang ku terima dengan usaha sendiri membuat ku merasa bangga. Aku kirimkan sebagian ke orangtua dan membeli segala yang ku butuhkan dan juga untuk membayar kos-kosan.

Juli 03, 2009

Launching Buku Lagi Batam

Em . . . . makasih banget buat KPA Kepri yang mau memberikan waktu untuk kembali memperkenalkan buku ku kepada kalangan orang yang peduli terhadap ODHA dan penyebaran HIV/AIDS. Kembali lagi KPA mengundang diriku untuk bisa hadir pada kesempatan kegiatan yang diadakan di Batam, 28 Juni 2009 lalu, tepatnya di Hotel Swish In.

Di sana hadir Wakil Gubernur Kepri, HM Sani dan juga Seketaris KPA Kepri, Rina, serta dokter Fransiska. Pada kesempatan itu, aku langsung mengucapkan terimakasih pada dokter Fransiska yang mau berbagi informasi mengenai HIV/AIDS.

Sejujurnya, aku gugup, padahal yang hadir cuma tidak sebanyak di Senggarang, tetapi yang hadir di ruangan rapat lantai dua itu adalah orang yang lebih paham terhadap ODHA.

Tentunya, aku apalah diriku dibanding mereka. Makasih banget, responnya baik dan antusias. Bahkan buku yang hanya ku bawa 15 buku habis dan pada minta semua tamu yang hadir, sayangnya gak semua di kasih. Soalnya, lumayan berat juga lho bawanya hehe . . .

Jadi gak enak dengan mas satu itu yang sudah order eh malah kelupaan, sorry ya. Waktu itu, di depan belasan tamu yang hadir, aku ungkapkan kenapa aku membuat buku itu. Buku yang mungkin kalau dijual di pasaran kurang laris, soalnya mengenai ODHA seh.

Tapi, aku hanya ingin menyampaikan pesan moral dari novel Simpul Terujung, walaupun masih banyak kekurangan, ada kesalahan tulisan dan sebagainya. Tapi, aku yakin novel ini bisa mengugah masyarakat untuk lebih memperhatikan dirinya sendiri, setidaknya mendapatkan gambaran mengenai ODHA, penderita dan juga penyebab serta berbagai hal dari penyakit yang masih belum memiliki penangkal (baca obat penyembuh)

Dulu, aku juga beranggapan ODHA sangat berbahaya dan mengerikan, was-was berada di dekatnya, mereka diasingkan. Itu tidak perlu sebenarnya bukan? Sekali lagi, Thanks Tuhan yang memberikan aku ide dan membantuku melewati beberapa tahapan, teman-teman yang membantu mengedit, yang memberi dukungan moral, yang memberi masukan dan juga kritikan agar novel ini menjadi novel yang patut dibaca dan juga layak menjadi bagian dari koleki buku yang ada di rak-rak buku.

Penggunaan Kondom dapat Mengurangi Penularan HIV

By : Citra Pandiangan

Berbagai pendapat sudah sering dilontarkan para ahli dan kegiatan berupa sosialisasi sudah sering dilakukan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), baik ditingkat pusat maupun daerah dengan menggandeng berbagai organisasi maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak dibidang yang sama. Hal itu dalam rangka memberikan penyuluhan dan informasi mengenai HIV/AIDS dan pencegahan terhadap virus yang menyebabkan penurunan kekebalan daya tubuh.

Namun masih saja banyak masyarakat yang salah mengartikan virus HIV/AIDS. Bahkan menjauhi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) karena takut tertular penyakit tersebut. Pemahaman HIV dan AIDS sedikit berbeda. Sekedar diketahui AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, suatu penyakit yang membuat tubuh sulit mencegah terjadinya infeksi penyakit. Sedangkan HIV adalah Virus Human Immunodeficiency yang menyebabkan terjadinya penurunan kekebalan tubuh pada manusia, menyebabkan AIDS dengan menginfeksi dan merusak sebagian dari kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Para penderita HIV/AIDS biasanya diasingkan dan dijauhkan dari lingkungan masyarakat. Karena merasa takut tertular bila melakukan kontak tubuh dengan penderita. Bahkan pihak keluarga merasa malu bila mengetahui salah satu sanak keluarga tertular virus HIV. Padahal mereka butuh dukungan dan juga memiliki kesempatan yang sama layaknya orang normal lainnya.

Penularan virus HIV bukan karena makan sepiring berdua, berjabat tangan maupun bersentuhan. Sebab bersentuhan dengan penderita tidak akan menularkan virus itu pada tubuh kita. Virus itu tertular bila kita melakukan hubungan kontak secara intim, seperti berhubungan badan dengan penderita atau menggunakan jarum suntik yang tidak steril, misalnya menggunakan narkoba.

Hal itu disebabkan kemungkinan ada salah satu pengguna jarum suntik penderita HIV/AIDS. Di Jakarta, Medan penularan HIV/AIDS lebih didominasi oleh penggunaan jarum suntik. Berbeda dengan di Kepulauan Riau, penularan HIV/AIDS masih dominan melalui hubungan seksual. Banyaknya tempat-tempat penjaja seksual baik dalam satu wadah maupun yang berkeliaran di jalan-jalan di kota gemerlap merupakan salah satu faktor yang menyebabkan virus itu terus merambah dan bertambah.

Jumlah angka penderita tiap tahun terus meningkat di setiap daerah di Indonesia. Tidak lain, karena penderita baru menyadari beberapa tahun kemudian. Bahwa dirinya telah tertular atau telah positif HIV. Cara kerja virus HIV/AIDS sangat lama. Bahkan, terkadang kita tidak menyadari orang yang dekat dengan kita sudah tertular virus tersebut.

Untuk melakukan pencegahan penularan HIV melalui hubungan seks adalah jangan melakukan hubungan seks di luar nikah dan sering berganti-ganti pasangan. Penularan HIV bisa terjadi pada saat melakukan hubungan seksual, sebab kita tidak mengetahui bahwa pasangan kita sudah positif HIV. Penularan melalui hubungan seksual terdapat dalam air mani dan cairan vagina. Hal itu dikarenakan penis bergesekan langsung dengan vagina/

Seperti diketahui banyak kasus penularan HIV terjadi tanpa disadari karena tidak ada tanda, gejala, atau ciri-ciri yang khas AIDS pada orang-orang yang sudah tertular HIV sebelum masa AIDS (antara 5 – 10 tahun setelah tertular HIV). Orang-orang yang baru tertular tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV.

Tapi, pada rentang waktu itu seseorang yang tertular HIV sudah bisa menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seks, transfusi darah, jarum suntik, jarum tindik, jarum akupunktur, jarum tattoo, dan cangkok organ tubuh, dan air susu ibu (ASI).

Biasanya penularan HIV/AIDS paling didominasi bagi orang yang senang berganti-ganti pasangan. Karena ada kemungkinan pasangan kita sudah menderita penyakit tersebut. Cara yang efektif, hindari melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal. Cukup dengan pasangan kita saja, baik itu istri maupun suami. Hanya dengan mereka saja kita melakukan hubungan intim untuk menghindari HIV/AIDS.

Bagaimana dengan yang suka gonta-ganti pasangan, bahkan yang senang berkecimpung di diskotik maupun di tempat portitusi, ada baiknya waspada. Belum tentu kelihatannya sehat, mereka benar-benar sehat. Ada baiknya juga saat melakukan hubungan intim menggunakan pengaman atau pun kondom. Fenomena pemakaian kondom memang masih menggelitik dilingkungan Indonesia.

Masih banyak masyarakat beranggapan dengan adanya kondom, berarti menyetujui pergaulan bebas. Sehingga beberapa warga yang senang berkecimpung di dunia malam bisa bebas bergonta-ganti pasangan.

Sebenarnya kondom diciptakan selain untuk menjaga agar tidak tertular penyakit melalui transmisi seksual (PMTS) hingga menyebabkan penularan virus HIV/AIDS, Kondom juga digunakan sebagai salah satu alat mencegah terjadinya kehamilan atau membuat keluarga berencana.

Namun masih banyak masyarakat beranggapan memakai kondom sangat tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual. Sebenarnya tidak demikian, sekarang sudah tersedia berbagai pilihan, bentuk dan ukuran kondom. Bahkan di salah satu tempat lokalisai yang ada di Kepulauan Riau menganjurkan agar para tamu menggunakan kondom. Masuk ke lokalisasi tersebut kita langsung dapat membaca tulisan besar yang tepasang ‘Daerah Wajib Kondom’.

Dengan menggunakan kondom, tentunya dapat mengurangi penularan HIV/AIDS. Namun masih banyak orang beranggapan menggunakan kondom tidak nyaman dan tidak enak. Menganggu saat melakukan hubungan intim. Hal itu tidak benar, karena tekstur bahan kondom sangat tipis. Sehingga salah kalau beranggapan memakai kondom menganggu kenyamanan berhubungan.

Sekarang ini berbagai perusahaan yang bergerak dibidang alat kontrasepsi atau pun Keluarga Berencana menyajikan kenyamanan pengguna alat pengamanan. Bahkan alat kontrasepsi tersebut sebelum diedarkan telah dilakukan uji coba terlebih dahulu, seperti mengecek elektrolit, tekan udara hingga pengisian air. Untuk mengetahui kekuatan kondom, sebelum diedarkan.

Menggunakan kondom saat berhubungan memiliki banyak keuntungan, bagi pasangan suami-istri yang masih belum menginginkan anak, bisa menggunakan kondom saat melakukan hubungan intim. Karena kondom merupakan alat pelindung, dengan menggunakan kondom dapat mencegah pertukaran cairan tubuh.

Saat ini jumlah penderita HIV/AIDS tiap tahun bertambah, hal itu karena masih banyaknya masyarakat yang masih mempertahankan gaya hidup bebas, berganti-ganti pasangan untuk mendapatkan kenikmataan sesaat. Mereka tidak pernah merasa takut untuk melakukan hubungan seksual. Menurutnya, mereka sehat dan hal tersebut belum tentu benar. Semua orang tahu, untuk mengetahui apakah kita sudah terjangkit virus itu harus mengikuti sejumlah tes dan konseling. Namun, kebanyakan orang yang sedang berkelut di hiburan malam maupun para penyuka kehidupan malam tak pernah memiliki keberanian untuk melakukan pengecekan dirinya terhadap virus HIV/AIDS yang hingga saat ini masih belum bisa disembuhkan.

Penggunaan kondom juga dapat mengurangi resiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) hingga HIV/AIDS. Masih banyak masyarakat beranggapan dengan mengedarkan dan memberikan penyuluhan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim sama dengan menyetujui seks bebas. Namun dari itu semua, kita harus berpikir dengan memberikan sosialisasi penggunaan kondom dapat mengurangi dampak penularan HIV/AIDS dan itu berarti juga menyelamatkan sebagian kehidupan masyarakat. Lingkaran rantai pergaulan bebas ini memang tidak bisa di putuskan atau dihindari, kecuali keinginan dan tekad pekerja malam maupun pengguna yang berniat mengubah cara pandangan dan gaya hidup ke arah yang benar. Dan itu tidak lah mudah, salah satu cara yang saat ini relevan dan prespentif yakni memberikan penyuluhan terhadap penggunaan kondom, serta sosialisasi mengenai dampak dari pergaulan bebas. Hal itu pun pada kenyataan di lapangan sangat susah diterapkan.

Satu-satunya cara yang saat ini bisa diterapkan dengan penggunaan kondom. Walaupun hal itu masih sedikit para ‘pekerja malam’ yang mau menggunakannya. Alasan mereka, karena pelanggan merasa tidak puas saat melakukan hubungan menggunakan kondom. Karena itu sekarang kondom tidak hanya untuk pria tetapi juga disediakan untuk wanita.

Penggunaan kondom yang tepat dapat mencengah pertukaran cairan vegina dan air mani saat melakukan penggesekan yang memicu penuran PMS, seperti spilis hingga virus HIV.

Keuntungan lain menggunakan kondom juga meningkatkan kesuburan dan juga menghindari interfilitas atau ketidak suburan pada pasangan akibat gesekan yang terjadi. Jangan beranggapan menggunakan kondom berarti tidak puas dalam berhubungan intim, karena menganggu. Karena hal tersebut tidak benar.

Ingat untuk membeli kondom pada tempat yang benar dan melihat tanggal kadarluasa yang tertera. Namun, ada baiknya untuk melakukan hubungan intim hanya dengan pasangan cinta sejati saja. Lebih indah dan lebih aman tanpa merasa was-was akan tertular penyakit menular seksual maupun HIV. ***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra