Agustus 24, 2009

My friends Comments

Ini dia beberapa kawan yang membaca sebelum dipublikasikan, makasih ya guys. . . . Karena sudah meluangkan waktu untuk memberikan comentar. Sayang, waktu itu, pak Marganas Naingolan nggak sempat memberikan kata pengantar, mudahan di lain waktu memberikan comentar terhadap tulisan ini.

Aku suka novel ini, karena lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya warna pikiran dengan gaya bercerita anak muda dan moderen.

Rida K Liamsi - Penulis Bulang Cahaya dan CEO Riau Pos Grup

Cerita yang sangat menyentuh dan dapat dijadikan pelajaran bagi orangtua agar tidak pilih kasih pada anak. Cerita dari awal hingga akhir yang mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Mengenai pergaulan bebas yang memang tidak baik, karena digambarkan dengan jelas akibat dari pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Layak untuk dibaca kalangan
remaja hingga dewasa. Untuk menambah pengetahuan mengenai HIV dan AIDS. Karena penulisannya sangat lincah dan mungkin bagus kali ya kalau di filmkan.


Syaniar Usman -Aktifis Wanita dan Politikus Golkar

Novel ini bukan novel biasa. Karena novel ini bukan saja menghibur, tetapi juga mendidik. Tidak hanya kisah cinta yang manis, sekaligus menyakitkan, dan juga persahabatan dan keluarga yang ada di dalamnya, tetapi juga memberikan pencerahan kepada pembacanya tentang apa itu HIV, apa itu ODHA. Sebuah rangkaian cerita yang bagus . Penuturannya dramatis dan mampu membawa perasaan pembacanya sehingga seolah-olah pembaca masuk ke dalam alur cerita.
Sebagai penulis baru, Citra patut diacungi jempol.

Ani - karyawan -Bunda Blog Batam -www.ani.tehobenk.com-

Rasa benci seorang kakak terhadap adiknya, dan sang adik yang selalu berusaha mandiri tanpa membebankan sang kakak malah menjadi korban pria mempunyai kelainan sex. Bahkan, risiko apapun yang kemudian muncul, bisa jadi tak dilihat sebagai penghalang melainkan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Itu pula yang dikisahkan dalam novel Simpul Terujung ini. Kisah seorang kakak dengan keterbatasannya tidak bias memperhatikan sang adik yang selalu meminta perhatian kakak sebagai sosok seorang ibu. Kisah Kakak beradik ini memang berliku dan penuh pengorbanan.

Tidak hanya kisah cinta yang bisa diambil hikmahnya dari novel ini. Lebih dari itu adalah perjuangan seorang kakak dengan segala upaya untuk membatu orang lain sehingga tidak menjadi koraban yang di alami adiknya. Dan pederitaan yang di alami sang adiklah yang menjadi tema hangat dalam Novel Simpul Terujung ini. Novel ini membawa kita peduli
terhadap lingkungan sekitar kita. Bagus Banget!

Ridwan Rambe - Kabag Layout dan blogger

Sketsa kehidupan masa kini, bukan sekadar membahas tentang cinta, pengkhianatan dan perselingkuhan. Akan tetapi lebih mendalam karena penulis bukan hanya menulis sebuah cerita tapi membebaskan diri dari belenggu karya tulis yang kaku dan arogan.
Cerita yang tidak bias dari awal sampai akhir mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Penyakit Aids yang cukup melekat kuat dalam cerita memberikan pemahaman pada kita bahwa sastra bukan sekadar untaian kata, disana ada pikiran, imajinasi, khayalan, juga barangkali ada provokasi dan kesakitan.

Bisa jadi di akhir cerita anda menemukan kearifan bagaimana sulitnya menghilangkan kesakitan akibat pengkhianatan serta memaafkan yang merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang saat ini sulit untuk didapatkan.

Yoga Regawa Indra a.k.a Kopitozie -blogger-

Nah, comen kawan-kawan yang ada di Facebook. Comen ini dibuat sesudah dan sebelum peluncuran buku simpul. Aku sengaja menuliskan atau mengmkopi paste di note facebook dengan judul Simpul Terujung pada note yang ada di facebook. Sebab, saat itu, lagi hot-hotnya semua kalangan menggunakan facebook baik tua maupun muda.

Ini dia yang memberikan jempolnya pada sinopsis buku pertama ku diantaranya Susi Lim, Hevila Erica Francisca Pandiangan, Andrew Munandar and 3 others like this.

Sedangkan yang memberikan comentar pada note facebook, em... pasti kalian mikir, gue neh norak banget. Karena blog ini adalah catatan harian aku dan ini termasuk catatan harianku yang patut aku simpan juga, benarkan?

Harry Suhartanto : Mau dong dikirimin, Cit... Tapi kasi autograhp juga ye.. Tx 02 June at 21:28

Arie Srie Riyanie Tio: ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... 02 June at 21:29 ·

Elfis Pandiangan : bagaimana sy bs dapatkan novelnya..?tq 02 June at 21:36 ·

Citra Pandiangan@ bg Harry masih dalam proses mas, oke deh. ntar disediakan satu ya xixixi tp ambil sendiri d pinang@ Mom Yesssssssssss hehe 02 June at 21:39 ·

Caroline Elysa Valentina : Mantapp,,mw lagi nahh...02 June at 21:42 ·

Endang Soentoro : Cant wait to read the full version. When will i get the copy? :D 02 June at 21:45 ·

Citra Pandiangan @ Elfish Masih dalam proses cetak mbak. Kalau tidak ada aral melintang bulan Juni sudah beredar tp
tuk sementara masih di Kepri
@ Caroline Sabar ya say, masih dala proses cetak hehe... Read more
@ Endang A.S.A.P I will send it 4 u Ndang ^_^ 02 June at 21:51 ·

Ika Novitasari Terusannya mana mba? Hehe..Beh, nama anak gw audrey pun dibawa2.. Haha.. Tp penasaran jg ma critanya, info2 ya kalo dah kelar, gud luck c0usin!02 June at 21:56

Arie Srie Riyanie Tio Wuih keren abiz.. Kayak ngaca diri aja ya? Cnta emang penuh perjuangan..penuh intriks dan yg ini
krn anakq yg buat jd bangga deh,jo lali mami dikrmin 02 June at 22:06

Caroline Elysa Valentina Aq tunggu slanjutx.. Tar low udh slese,kirimin aq y sist.. 02 June at 22:11 ·

Soegih Telogood effort. good news. 02 June at 22:21 ·

Keqi Pradana woh akhirnya keluar juga, selamat ya.. 02 June at 23:03 ·

Chacha Kirei cinta ak jg mauu........03 June at 01:12

Meike Binsneyder Kerennn...akhirnya keluar jg,congrats cit,jgn lupa 1 untuk ku,kpn ni?...:) 03 June at 08:05

Citra Pandiangan@ Vita hehe... asli gak niat pake nama keponakan ku yang cantik, tapi kebetulan waktu buka kamus
nama itu keren juga di pakai . Oke, pasti deh kalo dah cetak, di kabari deh... Thanks ya@ Mom Yanie beres mom, ntar d kirimin deh hehe... Read more@ Olin Ya, aman tuh sis, tenang aja ya
@ Soegi TeloI think so like that xixi ^_^
@ ms EqiYa mas akhirnya selesai juga :D Thanks ya
@ ChachaBeres say, mudahan akhir bulan neh dah bisa beredar deh
@ Ka Mei Thanks ka Mei, beres deh. Akhir bulan ini ka Mei. Beredarnya tapi gak pakai launching2an seh hehe. . . .03 June at 19:02
Bahtiar S Abbas Kasi tahu di mana Bp bisa beli kopinya ya :) Salut ama kamu .. 04 June at 16:49 ·
Citra Pandiangan tuk saat ini beredarnya hanya di Kepri saja pak, tapi kalau bapak mau, ntar bisa Citra kirim koq pak...
Makasih ya pak 04 June at 16:50 ·
Bahtiar S Abbas Mks. Citra ........ Bapak punya perjalanan hidup lebih seru dari Laskar Pelangi, cuma sayang Bapak nggak
punya bakat nulis novel, kalau Bp cerita Citra yang bikin novelnya boleh juga tuh...... he he he 04 June at 17:08 ·
Citra Pandianganwah boleh juga tuh pak, usulan diterima xixi.... tapi bapak aja baru sekali ke Kepri :D bagaimana bisa
cerita ya ^_^ 04 June at 17:16
Bahtiar S Abbas Ya ... ntar kapan Bpak sempatkan pulang ke Pinang .... plus kapan2 Citra ke Jkt :))
Citra Pandianganberes pak, mank ada rencana mau main ke Jakarta, cuma masih belum tahu kapan :D
Bahtiar S AbbasLet me know when yiu are in Jakarta OK!
Davy PolitonSist..mau dong... :) Akhirnya...keluar juga yach...jadi penasaran...:)
Andrew MunandarNice story you wrote... Is this based on true story..?
uni Antomantap coy......hidup adalah pilihan?
Citra Pandiangan@ P Bahtiar Ok Pak
@ ms Davyboleh aja, ya neh mas.... dalam waktu dekat, cuma beredarnya masih sekitar TPi, tapi kalo mank mau, boleh d kirim koq
xixi... Read more
@ andrew Just fiksi but all of information about ODHA that's true
@ AntoYoi man... hidup tuh sebuah pilihan
Bertha Pandiangan ck..ck..ck..novelnya udah terbit yach..hhhmmm..jangan lupa bagian buat gw yach hahahaha
Citra Pandiangan wkakak... dasar matre..... miss u muach
Bertha Pandiangan namanya jg usaha,masa adek minta ama kk terus! sekali2 kk nya kecipratan rezeki donk wakakaka
Citra Pandiangan hi all guys... novelnya sudah ada, kalau mau beli

T Rama Sunanto Citra novelnya bagus banget... Bisa terima koment or masukan ya?

Citra Pandiangan bisa, apa neh comen or masukannya?

Arya Adhika Bgs and mnarik.. Ngga lpas dri pngorbanan dan cinta.. Cinta itu ngga buta,dy hnya mmahami..Hehehe..=)

Citra Pandianganyup, sapa bilang cinta itu buta?

Arya AdhikaBnyk kok orng yg blg..Klo cinta itu buta,buat ap ad bikini..Ngga nyambung kyk nya...Hehehe..Kepri nya dmn?... Read moreAq dpku,tp kuliah djogja..Hehehe..

Citra Pandiangan d Tanjungpinang bro, tuh bagi mereka kali bro

T Rama SunantoParagrhap 1 a.1 bertentangan. P.3 dgn 13 bertentangan. Maaf ya... Sekedar koreksi

Citra Pandiangan lho ya jelas donk kalo sama boring itu kan sinopsis kalo mw baca ful cari aja hehe . . . kritikan d terima koq, open minded

T Rama Sunanto Kau orangx asyik ya... Legowo en pinter... Sukses slalu buat kamu. Imiss se u...

Citra Pandianganthanks, biasa aja ko bro

Endang Purnama Sarimbak. buat aku mana novelnya...maaf ya tadi malam jadi ngga bisa ngobrol banyakkkkk

Citra Pandiangan pasti mba, nanti kalau kita ketemuan lagi saya kasih deh

Arni Dahniar Keren keren..Mau dungs kak..

Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.

Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.

Deby Pandiangan ka, dapetinnya dimana?mau duong..

Citra Pandiangan@ Arni thanks ya sis
@ P Machzumituk sementara pesannya via pos, d toko buku baru ada di Batam. Kalo mau pesan, bisa tinggalkan pesan d inbox saya
saja. Harganya Rp45 ribu... Read more
@ Debytuk saat ini pesananya via pos sist, belum nemu distributor nasional
Arni Dahniar@k.Citra..Kog dpasarinY cm dbatam kak..Pdhl nOvel kK tU bgs lho..Jd ga sbr pgn baca..
Citra Pandiangan @ Arni maklum say, belum kenal distributor or agen buku nasional jadi tuk sementara d wilayah Kepri.
ntar kalo pulang ada koq
Arni Dahniar Bener ya k.Cit..Jgn mpe anik ga kebAgIan lho..Ngemeng2 ini udh nOvel kbrP yg dterbitin..
Citra Pandiangan baru novel pertama dan rencananya mau di buat triologi, doain ya hehe,.. sekarang lagi ngumpulin
data mengenai t4 rehabilitas narkoba
Arni Dahniar Sipmantap x lah kk yg satU ini..Butuh bAntUan blg aja ya kak,aye siap bntU..
Citra Pandiangan sip sister, pasti deh, lebaran pulang ga
Arni Dahniar Pulang dungs sis..JanjiY dtepatin yach..
Citra Pandianganpasti sist,
Komentar kawan yang sudah membaca novel yang sudah dicetak. Thanks bagi yang membeli novel saya, dan semoga
slalu sukses ^_^ yang tidak membeli juga sukses koq :) Ini dia komennya.

Moel : Tulisannya bagus, tapi mank masih ada salah eja dan kalau dilihat sekilas mirip tulisan Mira W

Aris : Konfliknya masih kurang mantap

Aji : Konfliknya kurang tetapi alurnya sudah cukup bagus.

Donna : Aku suka tokoh Audrey dan Ramon, cukup menggemaskan membacanya.
Chipenk : Tiap ceritanya membuatku penasaran dan ingin menyelesaikan sampai akhir, bagus.
Candy :

Reza : Aq Udah Baca Ampai hbs............aduh endingnya seru X...emang sich kita ngak pernah dalam entuk apa kasih sayang seorang dik kepada kita...... eja merasa kok krna eja jga anak
petama dari 3 adik beradik............ sedih campur gondok jga sich bacanya hbs penghianatan cinta ngak bisa di ma'afkan
masak ambil kesempatan dalam kesempitan..........
aduh...... gmana rasanya kita mau menikah lantas kita melakukan hubungan badan ama adik ipar kita aduh..... ngak
punya perasaan tuch org...... aku smpat sedih jga membacanya...........
yg jelas Bravo Citra......................... Aq Suka Novelnya...., Jangan Bosan-bosan berkarya.......

Dwi: Hai cit, kk udah baca novelnya.. Menurut kk Bagus.. Tidak hanya sekedar novel cinta biasa, tapi jg berisi info ttg aids dan banyak hal tentang kehidupan, tapi tetap nyambung dan mudah di pahami..
Novel ini mengingatkan kk pada novel ayat2 cinta, bukan sekedar novel cinta biasa, tp jg berisi dakwah dan realita
kehidupan..
Kk jg suka novel ini krn novel ini menceritakan sisi manusiawi seorang insan yang tersakiti, tidak di buat2 tegar, seperti
kebanyakan novel lainnya.. mmm.. Kk terharu dan suka banget puisi audrey saat mnjelang kematiannya..Kakak salut deh buat citra
Tapi kl boleh kk kasi kritik.. Mengingat novel ini bagus jg di baca untuk semua kalangan dan umur..Kk agak terganggu dengan ekspos adegan ranjang yang ditulis secara detil, hehehe.. Maaf ya cit jk kurang berkenan.. Kk
cm ngasi pendapat kk pribadi aja.. Ok thanks ya udh kasi kk kesempatan membaca novel citra,
My friends Comments
Ini dia beberapa kawan yang membaca sebelum dipublikasikan, makasih ya guys. . . . Karena sudah meluangkan waktu
untuk memberikan comentar. Sayang, waktu itu, pak Marganas Naingolan nggak sempat memberikan kata pengantar,
mudahan di lain waktu memberikan comentar terhadap tulisan ini.

Aku suka novel ini, karena lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya warna pikiran dengan gaya bercerita anak muda
dan moderen.
Rida K Liamsi - Penulis Bulang Cahaya dan CEO Riau Pos Grup

Cerita yang sangat menyentuh dan dapat dijadikan pelajaran bagi orangtua agar tidak pilih kasih pada anak. Cerita dari
awal hingga akhir yang mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Mengenai pergaulan bebas yang memang tidak baik,
karena digambarkan dengan jelas akibat dari pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Layak untuk dibaca kalangan
remaja hingga dewasa. Untuk menambah pengetahuan mengenai HIV dan AIDS. Karena penulisannya sangat lincah dan
mungkin bagus kali ya kalau di filmkan.
Syaniar Usman -Aktifis Wanita dan Politikus Golkar

Novel ini bukan novel biasa. Karena novel ini bukan saja menghibur, tetapi juga mendidik. Tidak hanya kisah cinta yang
manis, sekaligus menyakitkan, dan juga persahabatan dan keluarga yang ada di dalamnya, tetapi juga memberikan
pencerahan kepada pembacanya tentang apa itu HIV, apa itu ODHA. Sebuah rangkaian cerita yang bagus . Penuturannya
dramatis dan mampu membawa perasaan pembacanya sehingga seolah-olah pembaca masuk ke dalam alur cerita.
Sebagai penulis baru, Citra patut diacungi jempol.
Ani - karyawan -Bunda Blog Batam -www.ani.tehobenk.com-

Rasa benci seorang kakak terhadap adiknya, dan sang adik yang selalu berusaha mandiri tanpa membebankan sang
kakak malah menjadi korban pria mempunyai kelainan sex. Bahkan, risiko apapun yang kemudian muncul, bisa jadi tak
dilihat sebagai penghalang melainkan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Itu pula yang dikisahkan dalam novel Simpul Terujung ini. Kisah seorang kakak dengan keterbatasannya tidak bias
memperhatikan sang adik yang selalu meminta perhatian kakak sebagai sosok seorang ibu. Kisah Kakak beradik ini
memang berliku dan penuh pengorbanan.

Tidak hanya kisah cinta yang bisa diambil hikmahnya dari novel ini. Lebih dari itu adalah perjuangan seorang kakak
dengan segala upaya untuk membatu orang lain sehingga tidak menjadi koraban yang di alami adiknya. Dan pederitaan
yang di alami sang adiklah yang menjadi tema hangat dalam Novel Simpul Terujung ini. Novel ini membawa kita peduli
terhadap lingkungan sekitar kita. Bagus Banget!

Ridwan Rambe - Kabag Layout dan blogger

Sketsa kehidupan masa kini, bukan sekadar membahas tentang cinta, pengkhianatan dan perselingkuhan. Akan tetapi
lebih mendalam karena penulis bukan hanya menulis sebuah cerita tapi membebaskan diri dari belenggu karya tulis
yang kaku dan arogan.
Cerita yang tidak bias dari awal sampai akhir mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Penyakit Aids yang cukup melekat
kuat dalam cerita memberikan pemahaman pada kita bahwa sastra bukan sekadar untaian kata, disana ada pikiran,
imajinasi, khayalan, juga barangkali ada provokasi dan kesakitan.
Bisa jadi di akhir cerita anda menemukan kearifan bagaimana sulitnya menghilangkan kesakitan akibat pengkhianatan
serta memaafkan yang merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang saat ini sulit untuk didapatkan.
Yoga Regawa Indra a.k.a Kopitozie -blogger-

Nah, comen kawan-kawan yang ada di Facebook. Comen ini dibuat sesudah dan sebelum peluncuran buku simpul. Aku
sengaja menuliskan atau mengmkopi paste di note facebook dengan judul Simpul Terujung pada note yang ada di
facebook. Sebab, saat itu, lagi hot-hotnya semua kalangan menggunakan facebook baik tua maupun muda.

Ini dia yang memberikan jempolnya pada sinopsis buku pertama ku diantaranya Susi Lim, Hevila Erica Francisca
Pandiangan, Andrew Munandar and 3 others like this.

Sedangkan yang memberikan comentar pada note facebook, em... pasti kalian mikir, gue neh norak banget. Karena blog i
ni adalah catatan harian aku dan ini termasuk catatan harianku yang patut aku simpan juga, benarkan?

Harry Suhartanto : Mau dong dikirimin, Cit... Tapi kasi autograhp juga ye.. Tx 02 June at 21:28

Arie Srie Riyanie Tio: ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.... 02 June at 21:29 ·

Elfis Pandiangan : bagaimana sy bs dapatkan novelnya..?tq 02 June at 21:36 ·

Citra Pandiangan@ bg Harry masih dalam proses mas, oke deh. ntar disediakan satu ya xixixi tp ambil sendiri d pinang@ Mom Yesssssssssss hehe 02 June at 21:39 ·

Caroline Elysa Valentina : Mantapp,,mw lagi nahh...02 June at 21:42 ·

Endang Soentoro : Cant wait to read the full version. When will i get the copy? :D 02 June at 21:45 ·

Citra Pandiangan @ Elfish Masih dalam proses cetak mbak. Kalau tidak ada aral melintang bulan Juni sudah beredar tp
tuk sementara masih di Kepri
@ Caroline Sabar ya say, masih dala proses cetak hehe... Read more
@ Endang A.S.A.P I will send it 4 u Ndang ^_^ 02 June at 21:51 ·

Ika Novitasari Terusannya mana mba? Hehe..Beh, nama anak gw audrey pun dibawa2.. Haha.. Tp penasaran jg ma critanya, info2 ya kalo dah kelar, gud luck c0usin!02 June at 21:56

Arie Srie Riyanie Tio Wuih keren abiz.. Kayak ngaca diri aja ya? Cnta emang penuh perjuangan..penuh intriks dan yg ini
krn anakq yg buat jd bangga deh,jo lali mami dikrmin 02 June at 22:06

Caroline Elysa Valentina Aq tunggu slanjutx.. Tar low udh slese,kirimin aq y sist.. 02 June at 22:11 ·

Soegih Telogood effort. good news. 02 June at 22:21 ·

Keqi Pradana woh akhirnya keluar juga, selamat ya.. 02 June at 23:03 ·

Chacha Kirei cinta ak jg mauu........03 June at 01:12

Meike Binsneyder Kerennn...akhirnya keluar jg,congrats cit,jgn lupa 1 untuk ku,kpn ni?...:) 03 June at 08:05

Citra Pandiangan@ Vita hehe... asli gak niat pake nama keponakan ku yang cantik, tapi kebetulan waktu buka kamus
nama itu keren juga di pakai . Oke, pasti deh kalo dah cetak, di kabari deh... Thanks ya@ Mom Yanie beres mom, ntar d kirimin deh hehe... Read more@ Olin Ya, aman tuh sis, tenang aja ya
@ Soegi TeloI think so like that xixi ^_^
@ ms EqiYa mas akhirnya selesai juga :D Thanks ya
@ ChachaBeres say, mudahan akhir bulan neh dah bisa beredar deh
@ Ka Mei Thanks ka Mei, beres deh. Akhir bulan ini ka Mei. Beredarnya tapi gak pakai launching2an seh hehe. . . .03 June at 19:02
Bahtiar S Abbas Kasi tahu di mana Bp bisa beli kopinya ya :) Salut ama kamu .. 04 June at 16:49 ·
Citra Pandiangan tuk saat ini beredarnya hanya di Kepri saja pak, tapi kalau bapak mau, ntar bisa Citra kirim koq pak...
Makasih ya pak 04 June at 16:50 ·
Bahtiar S Abbas Mks. Citra ........ Bapak punya perjalanan hidup lebih seru dari Laskar Pelangi, cuma sayang Bapak nggak
punya bakat nulis novel, kalau Bp cerita Citra yang bikin novelnya boleh juga tuh...... he he he 04 June at 17:08 ·
Citra Pandianganwah boleh juga tuh pak, usulan diterima xixi.... tapi bapak aja baru sekali ke Kepri :D bagaimana bisa
cerita ya ^_^ 04 June at 17:16
Bahtiar S Abbas Ya ... ntar kapan Bpak sempatkan pulang ke Pinang .... plus kapan2 Citra ke Jkt :))
Citra Pandianganberes pak, mank ada rencana mau main ke Jakarta, cuma masih belum tahu kapan :D
Bahtiar S AbbasLet me know when yiu are in Jakarta OK!
Davy PolitonSist..mau dong... :) Akhirnya...keluar juga yach...jadi penasaran...:)
Andrew MunandarNice story you wrote... Is this based on true story..?
uni Antomantap coy......hidup adalah pilihan?
Citra Pandiangan@ P Bahtiar Ok Pak
@ ms Davyboleh aja, ya neh mas.... dalam waktu dekat, cuma beredarnya masih sekitar TPi, tapi kalo mank mau, boleh d kirim koq
xixi... Read more
@ andrew Just fiksi but all of information about ODHA that's true
@ AntoYoi man... hidup tuh sebuah pilihan
Bertha Pandiangan ck..ck..ck..novelnya udah terbit yach..hhhmmm..jangan lupa bagian buat gw yach hahahaha
Citra Pandiangan wkakak... dasar matre..... miss u muach
Bertha Pandiangan namanya jg usaha,masa adek minta ama kk terus! sekali2 kk nya kecipratan rezeki donk wakakaka
Citra Pandiangan hi all guys... novelnya sudah ada, kalau mau beli
T Rama Sunanto Citra novelnya bagus banget... Bisa terima koment or masukan ya?
Citra Pandiangan bisa, apa neh comen or masukannya?
Arya Adhika Bgs and mnarik.. Ngga lpas dri pngorbanan dan cinta.. Cinta itu ngga buta,dy hnya mmahami..Hehehe..=)
Citra Pandianganyup, sapa bilang cinta itu buta?
Arya AdhikaBnyk kok orng yg blg..Klo cinta itu buta,buat ap ad bikini..Ngga nyambung kyk nya...Hehehe..Kepri nya dmn?... Read moreAq dpku,tp kuliah djogja..Hehehe..
Citra Pandiangan d Tanjungpinang bro, tuh bagi mereka kali bro
T Rama SunantoParagrhap 1 a.1 bertentangan. P.3 dgn 13 bertentangan. Maaf ya... Sekedar koreksi
Citra Pandiangan lho ya jelas donk kalo sama boring itu kan sinopsis kalo mw baca ful cari aja hehe . . . kritikan d terima
koq, open minded
T Rama Sunanto Kau orangx asyik ya... Legowo en pinter... Sukses slalu buat kamu. Imiss se u...
Citra Pandianganthanks, biasa aja ko bro
Endang Purnama Sarimbak. buat aku mana novelnya...maaf ya tadi malam jadi ngga bisa ngobrol banyakkkkk
Citra Pandiangan pasti mba, nanti kalau kita ketemuan lagi saya kasih deh
Arni Dahniar Keren keren..Mau dungs kak..
Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.
Machzumi Dawood Di mana buku ini bisa didapatkan, Citra? Berapa harganya?Selamat atas terbitnya novel ini.
Deby Pandiangan ka, dapetinnya dimana?mau duong..
Citra Pandiangan@ Arni thanks ya sis
@ P Machzumituk sementara pesannya via pos, d toko buku baru ada di Batam. Kalo mau pesan, bisa tinggalkan pesan d inbox saya
saja. Harganya Rp45 ribu... Read more
@ Debytuk saat ini pesananya via pos sist, belum nemu distributor nasional
Arni Dahniar@k.Citra..Kog dpasarinY cm dbatam kak..Pdhl nOvel kK tU bgs lho..Jd ga sbr pgn baca..
Citra Pandiangan @ Arni maklum say, belum kenal distributor or agen buku nasional jadi tuk sementara d wilayah Kepri.
ntar kalo pulang ada koq
Arni Dahniar Bener ya k.Cit..Jgn mpe anik ga kebAgIan lho..Ngemeng2 ini udh nOvel kbrP yg dterbitin..
Citra Pandiangan baru novel pertama dan rencananya mau di buat triologi, doain ya hehe,.. sekarang lagi ngumpulin
data mengenai t4 rehabilitas narkoba
Arni Dahniar Sipmantap x lah kk yg satU ini..Butuh bAntUan blg aja ya kak,aye siap bntU..
Citra Pandiangan sip sister, pasti deh, lebaran pulang ga
Arni Dahniar Pulang dungs sis..JanjiY dtepatin yach..
Citra Pandianganpasti sist,
Komentar kawan yang sudah membaca novel yang sudah dicetak. Thanks bagi yang membeli novel saya, dan semoga
slalu sukses ^_^ yang tidak membeli juga sukses koq :) Ini dia komennya.

Moel : Tulisannya bagus, tapi mank masih ada salah eja dan kalau dilihat sekilas mirip tulisan Mira W

Aris : Konfliknya masih kurang mantap

Aji : Konfliknya kurang tetapi alurnya sudah cukup bagus.

Donna : Aku suka tokoh Audrey dan Ramon, cukup menggemaskan membacanya.
Chipenk : Tiap ceritanya membuatku penasaran dan ingin menyelesaikan sampai akhir, bagus.
Candy :

Reza : Aq Udah Baca Ampai hbs............aduh endingnya seru X...emang sich kita ngak pernah dalam entuk apa kasih sayang seorang dik kepada kita...... eja merasa kok krna eja jga anak
petama dari 3 adik beradik............ sedih campur gondok jga sich bacanya hbs penghianatan cinta ngak bisa di ma'afkan
masak ambil kesempatan dalam kesempitan..........
aduh...... gmana rasanya kita mau menikah lantas kita melakukan hubungan badan ama adik ipar kita aduh..... ngak
punya perasaan tuch org...... aku smpat sedih jga membacanya...........
yg jelas Bravo Citra......................... Aq Suka Novelnya...., Jangan Bosan-bosan berkarya.......

Dwi: Hai cit, kk udah baca novelnya.. Menurut kk Bagus.. Tidak hanya sekedar novel cinta biasa, tapi jg berisi info ttg aids dan banyak hal tentang kehidupan, tapi tetap nyambung dan mudah di pahami..
Novel ini mengingatkan kk pada novel ayat2 cinta, bukan sekedar novel cinta biasa, tp jg berisi dakwah dan realita
kehidupan..
Kk jg suka novel ini krn novel ini menceritakan sisi manusiawi seorang insan yang tersakiti, tidak di buat2 tegar, seperti
kebanyakan novel lainnya.. mmm.. Kk terharu dan suka banget puisi audrey saat mnjelang kematiannya..Kakak salut deh buat citra
Tapi kl boleh kk kasi kritik.. Mengingat novel ini bagus jg di baca untuk semua kalangan dan umur..Kk agak terganggu dengan ekspos adegan ranjang yang ditulis secara detil, hehehe.. Maaf ya cit jk kurang berkenan.. Kk
cm ngasi pendapat kk pribadi aja.. Ok thanks ya udh kasi kk kesempatan membaca novel citra,

Simpul Terujung versi bahasa inggris

Ellen is a strong woman, very brave to face the turmoil of her life. Even though she was frail. Born as the first child, a four-year difference in age of Audrey, her sister. Made to be protective. Although, she was not really like Audrey. It was not without good reason.
She always blamed every time Audrey was doing a problem. Dad always punished. While in college, she decided to leave the home for independent, in fact the most powerful reasons to avoid Audrey.

That's where Ellen found a lover, Jack. He is a handsome and also attractive man. Their relationship lasted for four years. In fact, they decided to get married.
A week before the wedding, Ellen cancel it. The reason, Audrey reveals a very painful feeling. Audrey was pregnant with Jack admitted. Immediately Ellen world destroyed.
Even so Ellen tried to brave it all and she asked him to account for his actions. Ellen's only human who can feel pain. Therefore, she took the decision to break up with Audrey.
Ellen came out of work and out in the village for three months. To complete the determination cut off ties with her family, she changed her phone number. Only Fanny, her friend who know the latest numbers.

Feeling devastated and did not make him desperate constantly destroyed. Ellen decided to get up and start a new life. Leaving the city of Jakarta, which is full of bitter memories to Batam city to start his new life.
Starting a new life means to forget the pain. For two years, Ellen settled in the city of Batam. Her life gradually improved, work and work at one of four-star hotel in Nagoya just standing.
For two years, Ellen had never received news of her sister, Audrey. Until one day, her sister Fanny's ill informed. AIDS and cancer pain.

There was disbelief, confused and not know what to do. In times of despair and doubt, Ellen tried to contact friend’s Audrey, Barbara. There she got the information that is still vague. But Barbara justify the information conveyed Fanny. HIV illness plus her sister acute cancer.
Although there is still hurt, Ellen tries to find the truth. Until finally, she decided to return to Jakarta. There she saw her sister's condition is weak and helpless.

There is a sense of guilt that her heart pierced, because it pulls away from her family for two years. Especially after getting information that contradicts with thoughts and hopes. Her life was always filled with guilt.
***
Audrey, was a fragile woman. She always felt lonely. Especially after her sister, Ellen decided to boarding house. The house was quiet, especially my father was never there for her. She needed someone who cared about her.

While loneliness kept sweeping her life, Audrey make friends with the wrong crowd. Clubbing, disco and drugs are part of can not escape from it. Dependence on drugs made to sacrifice her virginity to get a gram of sabu-sabu (drugs).

According to Audrey with drugs, drunk may forget the sadness and loneliness. Even after that, she often turns to the couple just can not drink alcohol and get drugs in any form, putaw, ecstasy, sabu-sabu or marijuana. Provided that could make it fly and forget about loneliness.
Are you interesting to buy this novel after reading the synopsis, u can contact me on my mail citrapandiangan@gmail.com or call me on the number phone +628566 814 2575

Google Searching

Iseng-iseng buka google searching, kali ini bukan tuk mencari data or tulisan lain. Melainkan mengetikan judul buku saya sendiri, simpul terujung. Em . . . . rupanya saat melihat mesin pencarian google terhadap key word yang saya ketik, rupanya sudah banyak yang mengulas sekilas terhadap karya pertama saya. Untuk itu guys, saya ucapkan terimakasih.
Ada beberapa kawan menanyakan mengenai buku yang saya buat, apa alasan kenapa saya membuat buku tersebut. Alasan, pertama saya, sudah saya tuliskan pada pengantar buku tersebut atau lebih tepatnya goresan pena.Goresan Pena.

Awal ditunjuk untuk membuat tulisan mengenai ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)
membuatku sedikit merasa takut. Namanya juga manusia, dengan pemikiran terbatas
mengenai virus HIV.
Namun tugas adalah tugas, aku mencoba semampuku untuk
mencari informasi salah seorang penderita HIV.

Ketemulah orang itu dan dia bersedia di wawancarai. Janjian ketemu di
rumahnya, ternyata dia ada kegiatan lain. Akhirnya dia mengajakku turut serta
kegiatan ulang tahun kawannya. Aku ikut bergabung dengan mereka, tidak ada
perbedaan memang antara yang sakit dan yang sehat. Kegiatan dilaksanakan di
salah satu fast food.

Terus terang, ada rasa takut saat menyantap makanan tersebut. Padahal
makanan itu baru diantar pelayan. Bagaimana tidak, aku habis bersalaman.
Walaupun tanganku sudah dicuci dengan sabun, tetap saja rasa was-was itu
ada.

Pengalaman kedua pun sama, masih ada rasa was-was saat aku makan bersama
salah satu narasumberku. Kali ini aku yang mengundangnya dan meminta kawanku
mengantarkan. Karena sudah malam, sekitar jam 21.00 WIB. Kami janjian ketemu di fast food dibilangan Nagoya yang buka 1 x 24 jam.

Aku pesankan langsung tiga porsi, untukku, kawanku dan narasumber itu.
Karena aku memang tidak terlalu suka nasi, jadi aku pesan kentang. Dia, orangnya
ramah. Langsung menyapaku, mbak Citra. Ya, kami pun bersalaman, tidak mungkin
aku ke dalam lagi untuk mencuci tangan. Sehabis bersentuhan dengannya. Bagaimana
perasaannya? Bisa tersinggung dan sakit hati, mungkin. Bahkan dia mengambil
beberapa pieces kentang goreng yang memang kutawarkan padanya.

Tentunya dalam bekerja harus bersifat professional. Karena itu, aku
menanamkan dalam benakku, aku tidak akan tertular berada didekat ODHA dan
bersentuhan dengan mereka. Selain itu, aku terus menggali informasi mengenai
HIV. Aku ingin mengetahui lebih, bukan hanya sebagai tuntutan pekerjaan ku
sebagai ‘’kuli’’.

Melainkan aku ingin mengubah pola pikirku dan aku bisa. Kenapa aku tidak
mencoba mengubah pemikiran yang lain mengenai ODHA. Karena mereka juga manusia, mereka juga berhak mendapatkan kesempatan hidup layak, layaknya orang normal. Tanpa merasa takut berada didekatnya.

Karena itu lah aku mencoba menulis novel pertamaku mengenai ODHA. Sudah
sejak lama aku ingin membuat novel. Cuma masih belum percaya diri, namun tidak
ada salahnya mencoba. Untuk itu, saya mengucapkan terimakasih kepada
orangtuaku, Albert Pandiangan dan Sofi Yanie yang memberikan dukungan. Karena
aku tahu, mereka selalu memberikan dukungan yang terkadang tidak pernah ku
pahami hingga saat ini. I Love you soooo much….

Tidak ketinggalan, almarhum grand ma, yang sejak kecil mendukung diriku
menjadi penulis. Namun baru kali ini terwujud. Begitu juga dengan Grand Fa,
Soekomiharjo yang ada di Balikpapan, tidak pernah henti-hentinya memberikan
support yang aku butuhkan.

Makasih juga tuk, Pak Sani, Wakil Gubernur Kepri, kak Rani, Seketaris KPA
Kepri yang memberikan gambaran mengenai HIV dan kegiatan yang dilakukannya.
Turut juga AKBP Yusri Yunus, Kapolresta Tanjungpinang dan juga Kapolresta
Bintan, AKBP Yohanes Widodo, yang bersedia memberikan gambaran mengenai
penangkapan bandar Narkoba dan juga inspirasinya. Karena berhasil menangkap
empat Bandar Narkoba dalam 1 x 24 jam di wilayah Bintan dan
Tanjungpinang.

Em . . . Tidak ketinggalan, makasih juga kepada orang yang memberiku kesempatan sebagai ‘’kuli’’ hingga saat ini, Rikson Sitomeang, dan tak henti-hentinya bang Alib, Socrates yang suka ‘’memarahi’’ saat tulisanku ancur, tuk pertama kali menjajaki dunia jurnalistik.

Sehingga memberikan berbagai pengalaman dan membuat keinginan untuk menulis
buku semakin tersirat. Tentu, tidak terlupa bagi dokter Fransiska, yang tidak
pernah bosan ditelepon maupun didatangi untuk berbagi informasi mengenai virus
HIV/AIDS. Sehingga informasi yang ada di dalam novel ini bisa berguna bagi
pembaca.

Selain itu, thanks ya Rambe, kamu sudah bersedia membuatkan cover novel
yang aku inginkan. Bang Kohar Ibrahim juga yang memberikan ide mengenai
judul yang sesuai dengan alur cerita Simpul Terujung. Tidak ketinggalan Pak Rida
K Liamsi dan bang Raymond yang memberikan masukan, sehingga novel ini menjadi
lebih enak tuk dibaca. Karena masukan dari penulis dua generasi yang berbeda,
namun karyanya spektakuler.

Tentunya tidak ketinggalan juga my cute sister, Bertha, yang mau membaca
konsep novel yang belum jadi. Em… Pastinya tidak kelupaan, tuk kawan-kawan
blogger yang juga memberikan support dan kawan-kawan laen yang ada di
Tanjungpinang, Thanks all of your support. Maaf tidak bisa disebutkan satu per
satu. Bisa penuh soalnya ^_^ thanks guys . . . .

Tanjungpinang, Desember 2008


Aku akui, buku ini bukanlah buku yang bisa menghasilkan banyak uang. Untuk yang mendukung penerbitan buku ini aku ucapkan terimakasih banyak. Begitu juga masukan dari beberapa penulis senior yang aku kagumi, walaupun banyak keritik tetapi itu untuk kemajuan tulisan saya sendiri.

Kembali, aku akui memang sebagian yang sudah membeli buku saya dan banyak memberikan komentar baik yang bagus maupun yang buruk. Semua aku terima dengan lapang dada. Karena, aku tahu, mereka semua mau agar aku terus berkarya dan tidak merasa puas dengan apa yang sudah aku hasilkan sekarang.

Untuk awal karya saya ini, memang saya cetak sendiri dan itu juga atas bantuan dari 'orang' yang mau menghargai karya saya. Saya merasa sedikit senang dengan hasil tulisan yang saya buat saat saya cuti dan tidak pergi kemana-mana, berjam-jam dan berhari-hari bergelut dengan computer dan terciptalah karya Simpul Terujung.

Atas karya saya ini, saya ucapkan syukur atas Tuhan yang Maha Esa, yang membantuku membuat diskripsi kata-kata mengalir begitu saja. Walaupun, ada beberapa ejaan yang salah, maklum karena yang mengedit lebih dari lima orang, mereka adalah kawan-kawanku dan untuk itu, aku juga mengucapkan terimakasih.

Cetakan pertama buku ini adalah 500 buku dan sudah setengah terjual dan dibagikan secara gratis pada saat peluncuran dan untuk itu juga, bagi yang berniat membeli maupun membantu agar modal bisa kembali dan untuk karya kedua masih dengan tema HIV dan drugs, silahkan membeli buku saya ini. Bantuan atas pembelian novel saya ini sangat saya hargai. Bagi yang berminat bisa email saya di citrapandiangan@gmail.com or SMS ke +628566 814 2575.

Agustus 18, 2009

Perjalanan ke Bali

Ini pertama kalinya aku menginjakan kaki ke Bali, setiap mau ke Bali selalu saja ada halangan. Padahal waktu kuliah dari Jogjakarta ke Bali lebih dekat dibading posisiku sekarang. cuti ingin ke Bali, tak sempat juga. Hingga akhirnya kesampaian juga ke Bali. Entah kenapa, aku tertarik banget ingin menginjakan kaki di pulau dewata tersebut. Minggu pagi. Pagi-pagi banget, aku sudah harus terbang dari Tanjungpinang ke Jakarta dengan satu tujuan Bali. Bali, I am coming, begitu pikirku saat itu. Bela-belain bangun pagi, karena dapatnya penerbangan pertama dengan pesawat Sri Wijaya. Em . . . . . rasanya kantuk banget, mana pagi itu, cuaca panas. Padahal masih pagi.

Sampai di Jakarta tepat pukul 07.30 WIB, bisa dibayangkan, terlalu pagi. Padahal penerbanganku berikutnya adalah ke Bali jam 13.00 WIB. Bingung mau ngapain, akhirnya aku keliling2 melihat bandara yang ada di dalam. Tetap saja bosan, akhirnya aku putuskan menelpon narasumber untuk mengetik berita dan aku kirim berita.

Perut terasa lapar, mau makan malas, tapi dasar perut ga kompromi, akhirnya makan juga di salah satu restauran di sana. Setelah terisi dan bosan berada disitu. Aku putuskan nunggu waktu di terminal D5 saja.

Di sana juga sudah banyak orang yang menunggu, kebanyakan dari Padang, Bangka Belitung, dan sebagainya. Mata ngantuk, aku pejamkan sejak mencoba duduk paling belakang dan yang tidak terlalu ramai. Akhirnya walau cuma 10 menit, mata bisa terpejam juga.

Setelah itu mulai lagi tangan bergerak ke sana-sani di tuts keybord laptop untuk menyelesaikan novel berikutnya. Sambil berharap mudahan novelku yang pertama segera habis terjual ^_^
Ok, mengetik dan mengetik, bosan duduk disitu, apalagi sudah banyak yang duduk disitu, aku pun kembali mencari t4 yang nyaman. Duduk disitu dan mulai mengetik. Lalu, datanglah lagi seorang duduk disitu, jadilah kami terlibat pembicaraan singkat dan saling menukar facebook dan sampai saat ini masih berhubungan lewat facebook.

Penerbangan yang delay pun tak terasa ngerumpi dan kesana-sani. Oh ya, saat itu ada rombongan dari sekda suatu provinsi yang niatnya mau kunker di Bali,tapi anehnya yang kunker ibu-ibu alias istri pada pejabat yang berniat kunker untuk kemajuan daerahnya --kali--
Sampai di Bali sekitar pukul 05.00 waktu setempat, kawanku sudah menjemput, Hendriawan. Kami pun langsung meluncur ke hotel di kawasan Legian, Harmony Legian Hotel, itulah tempat aku menginap selama empat hari, tiga malam.

Rasa lelah badan dan mata mengantuk terasa, kawanku pun pulang. Aku mandi, lalu tidur sejenak. Terbangun, karena perut lapar. Malas mau keluar, rencananya mau pesan di hotel saja. Lalu, berubah pikiran, masa ke Bali cuma ngendon di kamar saja. jadilah, aku keluar menelusuri jalan legian dan menuju monumen peringatan BOM Bali, di sana banyak turis dari berbagai negara mengabadikan momen nama2 yang tercatat pada dinding tersebut.

Lelah dan lapar terasa juga, namun sayang saat lihat menu-menu seafood dan juga lainnya, harga rata2 sama, sayangnya gak bisa makan, Ya, soalnya kan agamaku mank ribet tuk urusan makan. Advent gitu lho. Akhirnya mentok2 berniat pulang ke hotel, lupa arah pulang hotel. Nanya2 juga gak nemu. Em . . . . liat ada warung tradisional, aku coba makan d sana. lihat daftar menu, sama saja dengan harga di cafe kurang lebih, beti (beda tipis).

Ya, karena sudah tak kuat lagi kaki melangkah, akhirnya aku duduk disitu pesan soto. Membayangkan makan soto kaya soto2 biasanya, ternyata sungguh mengecewakan plus masa soto pakai ebi, Ifeel jadinya. Tak jadi ku makan, aku pun kembali mencari hotel, dah hampir putus asa, eh malah ketemu di depan mata, kacau deh. Aku pun segera tidur, karena restauran sudah tutup.

Agustus 14, 2009

Wisata Pantai Kuta Tak Pernah Sepi

Pengojek Meraup Untung dari Turis

Bali (BN)- Pulau Dewata memang tidak pernah sepi dari kunjungan turis baik domestik hingga luar negeri. Pulau yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata itu memiliki beragam wisata yang banyak dilirik wisata domestik dan luar negeri. Mulai dari dinas hingga rombongan banyak menghampiri pulau Bali yang perbedaan waktu di Kepri satu jam lebih cepat. Salah satu kawasan yang tidak pernah sepi adalah kawasan legian atau jalan legian.

Puluhan hotel bisa didapat di jalan Legian yang jarak tempuh ke pantai kuta yang terkenal dengan ombaknya itu mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan. Menurut Andi, kemarin malam, salah satu pekerja hotel melati, di gang-gang masih banyak hotel yang tarifnya lebih murah dibanding bintang tiga di jalan Legian.

''Ada tarif mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu, untuk harga segitu tentunya fasilitasnya tidak tersedia. Cuma bisa untuk tidur saja,'' ujar Andi, perantauan dari Jawa itu.

Untuk mendapatkan tarif hotel dengan harga segitu, bisa didapat di gang-gang disekitar jalan Legian. Menariknya lagi, menurut salah satu pekerja di hotel tersebut, kebanyakan yang menyewa kamar tersebut untuk melakukan short time. Pasalnya, lokasi tersebut memang lumayan jauh untuk masuk ke dalam.

Jalan Legian, selain menawarkan tarif hotel yang beragam, di sepanjang jalan itu juga dipenuhi pedagang dari merek terkenal hingga buatan Bali. Kebanyakan yang menginap di jalan Legian dan kawasan Kuta. Karena lokasi tersebut merupakan lokasi yang sangat strategis untuk menuju pantai kuta berkisar lima belas menit hingga empat puluh menit dengan menempuh jalan kaki.

Hampir sebagian tamu lebih memilih jalan kaki menuju pantai Kuta. Pantai Kuta sendiri tidak pernah sepi dari turis. Salah satunya kelompok Carol, mahasiswi Australia. Dia memang sengaja memilih hotel di kawasan Legian, karena memudahkan dia dan empat kawannya menuju Pantai Kuta. ''Kami sengaja malam ini tidak kembali ke hotel. Kami ingi menghabiskan malam di pantai kuta,'' ujarnya saat ditemui sedang memandang hamparan laut.

Hingga tengah malam, pantai Kuta tak pernah sepi. Bergantian orang yang datang ke sana untuk menikmati malam. Ada yang berduan dan berkelompok. Sekitar jam 04.00, waktu setempat, di pantai kuta juga sudah banyak orang yang datang. Ada yang berniat menunggu matahari terbit dan ada yang sekedar menyempatkan olahraga di sekitar pantai.

''Saya memang sengaja memilih subuh ke pantai, hamparannya bagus dan udaranya segar dan kalau jam segini tidak terlalu banyak orang yang datang,'' tutur Rikky, yang mengaku sudah tiga hari liburan di Bali bersama teman-temannya.

Rikky menuturkan, pilihan Bali merupakan pilihan tempat berlibur dari rutinitas kerja dibidang hukum di Jakarta. ''Jarak dari Jakarta ke Bali dekat dan harga tiketnya terjangkau kapanpun kita mau pergi,'' katanya.

Dibalik para turis domestik dan juga Luar Negeri yang datang ke Bali. Dibalik itu, ada sekumpulan orang yang menarik rejeki dari kedatangan turis yang datang ke Bali, khususnya tamu yang menginap di jalan Legian dan Kuta. Menurut Agus, tukang ojek, tiap hari bisa meraih keuntungan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu kalau banyak tamu.

''Kami mematok tarif berbeda-beda dan tidak membedakan tamu luar negeri atau lokal. Bagi tamu yang pertama kali datang ke Bali dan mau ke :Pantai Kuta kami kenakan tarif berkisar Rp10 ribu dan tergantung jaraknya. Sedangkan yang sudah biasa dan sering ke Bali. Kita kenakan tarif Rp5 ribu,'' tutur Agus saat sedang mangkal di depan swalayan Circle yang buka 1 x 24 di dekat pantai Kuta.

Diakui Agus, yang baru enam bulan di Bali, kerja jadi pengojek bukanlah kerja tetap tapi sambilan, karena jam berapa pun orang butuh ojek. ''Disini jarang pengojek dijadikan kerja terusan yang ada kerja sampingan saja,'' katanya.

Untuk mengelilingi jalan Legian dan Kuta, lanjut pria gondrong itu, dikenakan tarif berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. ''Di sini orang bilangnya round-round long,'' katanya yang mengaku ikut-ikutan.

Biasanya pengojek yang menarik penumpang untuk keliling jalan legian dan kuta biasanya membiarkan penumpangnya untuk melihat-lihat barang atau di toko, dimana ia minta berhenti. ''Biasanya kami kasih waktu dua hingga tiga jam,'' ujarnya.

Sedangkan dikala Bali sepi dan pesaing ojek banyak, Agus mengaku, kadang memberikan tarif murah asalkan bisa mengisi bensin atau mengganti bensin yang sudah dipakainya keliling mencari turis lokal dan domestik.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra