Desember 30, 2010

Mengenang Awal Karir Jurnalis bag 2

Sesampainya di sana, aku dan mereka pun langsung menuju lantai delapan. Tempat dimana kantor POSMETRO berada. Di sana, kami disambut seketaris redaksi dan disuruh menunggu. Tidak lama kemudian, muncul lah seorang pria yang bertubuh kecil. Begitu menyapa, logat Jawanya masih terlihat kental.

Rupanya, pria itu biasa disapa mas Alib.... Aku dan mereka pun diminta masuk ke dalam ruang rapat. Ia meminta, kami balik lagi untuk datang lagi sore itu. Karena lagi sibuk, sehingga ia meninggalkan aku dan mereka.

Desember 29, 2010

Mengenang Awal Karir Jurnalis bag I

 Ternyata kehidupan ini terus berjalan ya..... Awal mulanya aku menekuni pekerjaan dengan profesi wartawan ini tanpa disengaja. Aku masih ingat benar, pada saat itu hujan sedang turun degan lebatnya dan seorang anak kecil --penjual koran-- menghampiri rumahku....

Desember 08, 2010

Liburan Pulang Kampung

Sebenarnya tidak direncanakan untuk liburan pulang kampung ke Balikpapan. Hanya saja, perjalanannya lumayan melelahkan. Bagaimana tidak, ada banyak kejadian selama dalam perjalanan menuju Balikpapan. Menarik dan ngeselin abi

Oktober 17, 2010

Mencoba Lebih Dekat dengan Tuhan

Puji Tuhan, rencana untuk melaksanakan doa syafaat di gereja terlaksana dengan baik. Meskipun yang datang tidak banyak, namun keinginan untuk mencoba lebih dekat dengan Tuhan terlaksana. Memang undangan untuk mendatangi rumah Tuhan sedikit orang yang tertarik. Berbeda dengan jika mengundang untuk acara makan-makan.

Berada di rumah Tuhan memang berbeda. Terasa damai di hati. Apalagi di saat kita memiliki pergumulan batin terhadap persoalan kehidupan. Dengan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Beberapa kawan mengungkapkan perasaan dan pergelutan di dalam kehidupan mereka. Kita bisa dengan bebas mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan. Meskipun Tuhan itu maha tahu, namun kita harus mencoba menuangkannya dalam doa yang tekun dan bersungguh-sungguh.

Ada kelegaan di dalam hati ini, setelah mencurahkan semua persoalan hidup yang kadang kita tidak bisa mengungkapkannya kepada kawan, sahabat dan juga saudara dengan bebas. Namun kita bisa bebas mengungkapkan galau kita kepada Tuhan.

Tuhan, aku mengetahui kelemahan dan kekuranganku. Untuk itu, dengan mengadakan doa syafaat dan menghadirinya. Tuhan bisa memberikanku iman yang kuat dan teguh. Aku tahu, berada dekat dengan Tuhan adalah baik. Namun, sebagai manusia, terkadang kita tidak memiliki waktu untuk bergumul dengan Tuhan.

Tuhan.... Berikanlah aku kekuatan dalam menghadapi kehidupan ini. Karena aku tahu, Engkau tidak akan memberikan pencobaan terhadap anak-anakMu. Setiap manusia yang diberikan pencobaan oleh setan atas izinMu. Namun, Engkau membeirkan jalan keluar bagi yang memintanya kepadaMu....

Oktober 13, 2010

Twitter Bikin Pusing

Em... memang banyak sekali penyedia jasa layanan jaringan sosial (social networking) namun untuk yang Twitter ini mank rada membingungkan hehe.. Padahal daftarnya dah lama, tapi baru minggu2 ini aku mulai mencoba mengenal twitter.


Namun aku merasa senang mengenal twitter karena aku jadi mengenal www.nulisbuku.com. Ya, alamat ini memang masih belum familiar di google search. Namun aku mendapatkan alamat itu dari salah satu kawan, mantan tribun batam di twitter... Bukunya diterbitkan melalui website itu.

Iseng2 memasukan dua naskah novelku eh, langsung bisa dan praktis, hanya saja di nulisbuku kita juga sebagai marketing buku kita sendiri. Nah, di twitter juga.. meskipun sampai saat ini masih bingung menggunakan twitter... tapi sudah lumayan juga bisa berbincang2 dengan keluarga dan juga kenalan baru...

Oktober 07, 2010

Senja

Senja menyapa.....
Sinar mentari menyilaukan mata
Mulai meredup secara perlahan
Lautan berwarna biru, turut berubah warna
Jingga...
Warna sinar matahari yang terpantul pada lautan

Disisi lain, suara jangkrik mulai terdengar
Mereka saling sahut bersahutan
Terdengar seperti sedang bergosip

Suaranya samar terdengar, karena angin mulai bertiup
Membuat suara jangkrik menjadi samar....
Perlahan, aktivitas mulai berkurang
Sunyi menggantikan pergantian waktu

Kini waktunya matahari tidur dan bulan bekerja
Sedangkan manusia menikmati keajaiban waktu
Yang selalu berganti dengan warna langit berubahi jingga
Lukisan yang selalu dinikmati manusia

Disetiap pergantian waktu…..
Siapakah pencipta pemandangan ini?

No Rice, Please!!!!

Em.... sudah dua minggu eh lebih deh.... Diriku tidak makan nasi. Tetapi herannya, kenapa beberapa kawanku kebingungan diriku menolak makan nasi. No rice, please. Seharusnya kan biasa saja. Karena sumber energi tidak hanya didapat dari nasi. Karena, aku juga tidak terlalu suka nasi. Jadi tidak ada masalah.

Sumber energi atau karbohidrat tidak hanya terdapat dari nasi saja, bisa didapat dari kentang, singkong, ubi, jagung dan sebagainya. Inilah santapanku hampir setiap hari. Meskipun tidak makan nasi, bukan berarti aku tidak mengkonsumsi sayuran dan juga lauk pauk.

Tentu saja sayuran dan buah-buahan masuk dalam urutan pertama dalam daftar sarapan pagi dan siang. Saat ini, aku sedang mencoba mengurangi makan gorengan, tetapi anehnya. Mamaku malah sering memasak serba tumis dan goreng, contohnya, perkenal kentang, tahu dan lain-lainnya.

Uh, kesal seh.... Tetapi, karena diriku hanya memakan dan bukan memasak. Dilarang protes. La kalau mau protes, ya masak sendiri. Duh.... begini deh jadi anak yang bukan anak bawang. Sebenarnya, mama tidak pernah membeda-bedakan anaknya. Hanya saja neh, kadang suka aja menyebutnya demikian.

Bagi orang Indonesia, nasi adalah segalanya. Maksud aku, nasi merupakan makanan wajib yang harus dimakan. Jika makan siang tanpa nasi, dianggap belum makan. Ini pengalamanku dengan sebut aja kak Ve.... Miss you kak.

Pekerjaan kami di Batam sama-sama sebagai pekerja kuli tinta dan kebetulan juga kami sama-sama bertugas di Sekupang dan juga dipindah di bisnis. Sekali-kali, kami janjian liputan bareng dan makan siang bareng. Kebetulan pula, kami sama-sama doyan namanya makanan cepat saji, seperti pizza, KFC, MC Donald dan A&W.

Nah, pada saat itu aku lagi ingin makan pizza.... Em, yummy, right. Jadi lah kami berdua pesan pizza dua small pizza dan juga roti pembuka pizza. Tidak pernah ketinggalan ice cream. Biasanya kan, kalau pesan pizza di pizza hut membutuhkan 15 menit untuk diantar ke meja.

Sambil menunggu pizza kami datang, kami menyantap ice cream coklat. Tidak lama kemudian, pizza pesanan kami pun datang. Uih... lemak banget, bagaimana tidak pinggiran keju dan sosis. Belum lagi dibagian tengahnya.


Alhasil, sambil ngerumpi kami pun menghabiskan semua pesanan kami. Setelah semua turun dan aku serta dia kekenyangan. Kami pun kembali melakukan perjalanan. Eh anehnya, selang 10 menit kemudian. Dia ngajakin aku makan lagi di KFC.

Aku tanya apa tidak kenyang? Karena perutku pun masih terasa kenyang. Lalu, dia menjawab. Belum, jika perut tidak tersentuh nasi berarti belum makan. Oh My God, ada-ada aja ya. Jangan membayangkan kalau kawanku ini gemuk atau montok. Dia orangnya kecil-kecil dan tidak gemuk.

Em, nasi bagi orang Indonesia merupakan makanan yang wajib di santap baik pada pagi, siang dan malam hari. Jadi, mungkin masih heran jika ada orang yang tidak makan nasi. Padahal, banyak juga koq orang yang sudah lama meninggalkan nasi sebagai makanan pokok yang wajib di makan.

Oktober 05, 2010

Koq Aneh???

Sungguh heran, lama aku tidak membuka blog.. ehem... maksud aku mengisi blog. aku dibuat bingung dan alhasil, koq ada tulisan aneh dipinggir tampilan blogku. Ada apa ya??? Kenapa ya??? Aku harus bagaimana donk......

Sebelum melanjutkan menulis, aku harus mencoba utak-atik dulu. Kalo gak ketemu juga... tolong dibantuin ya...

September 16, 2010

Weekend on The Trikora Beach Part III

Kali ini perjalanan untuk menjadi ''model'' ya maklum setiap lihat kamera. Tuh orang, langsung deh bergaya. Meskipun harus melewati perjalanan yang panjang.... Jadi ingat film kartun ninja hatori xixixi..... seperti apa ya lagunya, oh kalau tidak salah liriknya seperti ini, mendaki gunung bla bla bla deh...

Nah, perjalanan itu akhirnya hampir berakhir. Tralalala... duh, senangnya. Saat mau memasuki jalur batu karang lewat pintu. Ternyata di sana banyak --preman-- Habisnya bau alkholol sangat menyengat saat kami lewat. Apalagi mereka juga tidak sopan. Nah, kami jalan aja terus tanpa mengubris kelakukan para preman kuecil2 itu.

Dipalak Per Orang Rp5.000

Kami terus saja berjalan dan ternyata ada orang yang memanggil kami. Kami cuek saja terus jalan. Secara kami tahu, masuk ke lokasi itu gratis. Tidak mempedulikan, orang yang memanggil kami. Rupanya, mereka meminta bayaran, satu orang Rp5.000. Kami tidak mempersoalkan uang tersebut. Jika, uang tersebut masuk ke khas pemerintah. Berhubung, diriku tidak lagi bekerja dan malas berdebat. Aku membayarkan saja uang itu.

Baru beberapa langkah kami meninggalkan ''pos-posan'' itu. Ada lagi orang2 badung yang menggoda2 tak jelas. Cuapek deh... Kapan seh, Indonesia tuh pemuda2nya bisa grow up gitu lho.

Ternyata cuaca yang sudah sore dan badan lelah, membuat kami kurang semangat untuk melanjutkan perjalanan itu. Kami hanya sekedar duduk2 dan kemudian telp pun berbunyi. Di markas mereka sudah menunggu kami untuk pulang ke rumah. Karena hari semakin sore.

Hampir Celaka

Dalam perjalanan pulang, mobil yang dibawa Nadia terus saja melaju. Rupanya, jam 17.00 WIB, sudah banyak orang yang turut pulang kembali ke rumah masing2. Akibatnya, jalanan kecil itu pun menjadi macet.

Didepan kami, ada mobil Avanza yang berniat mau menyalib empat mobil yang ada di depannya. Karena mobil yang berada di barisan depan, merupakan mobil kijang tua yang berjalan lambat. Nadia pun, sejak awal memang ingin menyalib kelima mobil itu. Rupanya, mobil yang didepan kami tuh. Masih ragu2 tuk menyalib.

Namun, pada akhirnya bisa menyalib. Nadia pun mengikuti mobil yang ada di barisan depan itu. Ngebut. Pada saat itu, ban mobil belakang tergincir. Roland dan Hanes yang tidur di jok belakang terkejut dan terbangun.

Bagaimana tidak, kita nyaris celaka. Untung, Tuhan masih memberkati dan melindungi kami. Sehingga kami tiba di rumah dengan selamat. Dikarenakan, mama Nadia sudah memperingatkan dia untuk membawa mobil pelan. Kami pun bisa menikmati pemandangan pantai yang sudah surut dengan rasa syukur atas anugrah Tuhan.

September 15, 2010

Weekend on The Trikora Beach Part II

Ternyata menuju batu karang, penuh duri dan berliku. Pasalnya, kami bilang duri, dikarenakan batu karangnya tajam-tajam dan licin lagi. Jadi, untuk menginjak satu tanjakan untuk jalan harus ekstra hati-hati. Karena licinnya luar biasa.

Jadi seperti orang buta atau nenek-nenek. Kenapa aku bisa bilang seperti itu, karena kami berjalan ekstra hati-hati. Salah menginjak batu karang, ups kaki luka kalau tidak itu, bisa terpeleset dan jatuh. Luar biasa pengorbanan untuk bisa berfoto-foto di batu karang. Ini semua ide Maria. Oh, ya belum lagi banyak rumput laut, lumut dan juga binatang... Wuih... gilber, eh ternyata hasil fotonya kurang memuaskan.

Walaupun begitu, rasa capeknya terobati deh... Mana wajahku jadi makin hitam dan belang. Begitu kembali ke markas, beberapa kawan2 sudah pada cantik kembali. Alias, sudah mandi. Ya, karena sudah gerah. Eh, kebalik.... gatal, jadinya aku pun langsung deh ke tempat pemandian. Siapkan uang Rp2.000 untuk mandi. BAB juga Rp2.000, untuk Pi Rp1.000.

Setelah mandi, sueger... Meskipun airnya payau.. Berdandan dulu, lalu kembali ke markas. Nah, yang lebih parah lagi.... Ternyata beberapa kawan, Meri dan Nadia ngajakin ke sana... Parahnya, bukan karena mereka ngajakin ke sana. Melainkan perjalananya tuh, lumayan bikin kaki puegel tenan.....

Meskipun jam alroji sudah meunjukan pukul 15.00 WIB, cuaca masih saja panas... Ya, kami pun berjalan secara perlahan. Namun pasti.

Ketika ku Menerima-Nya

Tiada seindah hari ini
Dimana aku merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupku
Tiada seindah waktu itu
Dikala semua kesusahanku, kuserahkan padanya

Kerinduan untuk selalu berserah pada Nya
Semakin tinggi dan semakin kuat
Karena aku percaya, bersamaNya aku akan selamat

Kehidupan di dunia ini tidak lah abadi.
Karena kehidupan di dunia ini hanya untuk mencari
Mencari kedamaian dan pencerahan hati

BersamaNya aku merasakan itu
Karena bersamaNya hidupku aman dan tenang
Hidup bersyukur atas semua karunia yang ada
Sebelumnya aku tak pernah merasa bersyukur

Tak pernah merasa cukup
Selalu kekurangan
Selalu ada yang salah
Di dalam kehidupanku

Namun kini kehidupanku berbeda
AKu merasakan kedamaian
Itulah alasan aku hidup saat ini
Karena Yesus akan selalu bersamaku

Menjagaku, Melindungiku
Alasan itulah yang membuat aku bisa tersenyum
Karena seluruh hidupku adalah miliknya
Bersamanya aku akan selamat dan bahagia

Jumat 10 september 2010 di ruang tamu, Tanjungpinang

September 14, 2010

Weekend on The Trikora Beach Part I


Tidak seperti biasanya, weekend kemarin aku bisa libur. Karena berhubung masih suasana Lebaran. Maklum bekerja sebagai kuli tinta, membuatku tidak bisa menikmati waktu bersama keluarga. Walaupun, aku masih belum menikah. Jadi, keluarga yang kumaksud adalah adik2ku dan juga orangtuaku.

Wacana liburan ke trikora sudah lama direncanakan, bersama beberapa kawan yang juga mendapatkan liburan diwaktu yang sama. Alhasil, wacana itu pun bisa terlaksana. Aku bersama keluargaku dan juga beberapa keluarga kawanku, Merry, Nadia, Roland, dan juga keluarga Nababan, menikmati suasana liburan.

Dalam perjalanan akhir pekan kami ini, tidak lah mudah. Bagaimana tidak, semakin banyak orang tentunya komunikasi semakin tidak nyambung. Alhasil, seharusnya pagi, kami sudah berangkat, sampai sana malah jam 11an.

Sepanjang perjalanan ke pantai trikora --sampai saat ini, masih satu2nya pantai yang bisa dinikmati bersama-- Pasalnya, sejauh mata memandang hampir setiap bagian tanah yang kosong, tertuliskan tanah ini milik pemerintah, tanah ini milik A, B hingga Z kali ya.... Entah tahun berapa lagi, masyarakat masih bebas menikmati pantai, secara gratis.

Pantai trikora ini masih belum tercemar, indah dan menarik. Perpohonan kelapa dan juga bebatuan karang, serta ombak. Benar2 membuat kita menikmati suasana alam yang sesungguhnya. Deburan ombak lepas menghantam karang adalah pemandangan yang patut dinikmati dan disyukuri atas anugrah Tuhan.

Tiba dipantai trikora, suasananya --wuih-- full people, hampir semua bibir pantai dari ujung ke ujung penuh manusia. Ya, namanya juga hari libur. Mereka sama seperti kami yang juga ingin menikmati liburan bersama keluarga.

Mencari pondokan aja susahnya minta ampun, semua full. Wah, celutuk salah seorang dari kami, seharusnya lebih pagi... Em, namanya saja nasi sudah menjadi bubur, So tuk apa disesali bukan?

Jadinya, kami semua nongkrong di warung, pesan es degan --es kelape muda, cakap rang Melayu-- Kami pun mulai membuka bekal. Ada yang bawa opor ayam, mie, telur, ikan pepes dan masih banyak menu. Sebelum berenang, kita bersantap dahulu. Setelah itu let's go....

Mama Kesal

Suasana panas, tidak mengurungkan niat kami tuk berenang dan bersenang-senang. Secara memang semua sudah dipersiapkan... Uh, lagi-lagi penyewa ban mengambil kesempatan dengan harga yang mahal. Masa ban kecil aja sewanya mesti mengambil kocek Rp20 ribu, sedangkan ban big sekali sewa Rp40 ribu... Uih... tak apalah, kan tak setiap saat pantai ramai begini.

Aku menyewa ban kecil, jadi kelompok kami menyewa tiga ban. Nah, pada saat menikmati gelombang ombak bersama ban itu, kawan2 mengajak kekedalaman. Secara, aku tak bisa berenang, tentu saja teriak paling histeris. Ya, kalau tenggelam kan repot xixixi......

Em, bosan menganggu diriku, mereka pun mulai mencari korban yang lain. Aku ajak mama, tuk menikmati ban berdua. Secara, ternyata keseimbangan kami tidak sama. Kami hampir dua kali tenggelam --duh ban sialan--

Eh, alhasil, mama dah malas menggunakan ban dan marah-marah. Ya, mau bagaimana lagi, kadar asin di pantai trikora ini memang kelewatan banget... Maklum pantai lepas. Jadinya, uasein.... bener deh....

Mata aja sampai pedih, perut terasa mual pada saat tanpa sengaja ombak menghantam kami. Bosan diganggu ombak, aku pun ke darat. Rupanya, mama sudah ke darat duluan. Em, mencari lokasi kami aja kesusahan. Akhirnya, berhasil juga menemukan lokasi markas kami xixixi... Karena kebanyakan manusia, sampai tersesat pada arus manusia yang hilir mudik di sepanjang bibir pantai dan juga daratan...

Uih.... segarnya air putih yang melewati tenggorokan, yang terasa menyesakan dan pedih. Saat tanpa sengaja meminum air laut yang tak enak itu. Basuh muka dengan air minum.. Masih terasa lengket, karena kadar garamnya yang luar biasa tinggi.

Duduk sambil menikmati cake coklat buatan mama. Tidak lama kemudian, Maria pun datang dengan wajah kesal. Rupanya, tuh anak juga jadi korban ''penindasan''. Kita pun memutuskan untuk mencar dan menikmati aksi narsis kami dengan berfoto2 di sepanjang batu karang.

Penuh Duri dan Berliku

Ternyata untuk mencapai pemandangan yang bagus untuk diabadikan itu rupanya penuh perjuangan. Jarak dari markas kami ke sana hampir sekitar dua kilo meter. Udah sampai di dekat batu karang itu, kami pun melewatinya dengan jalur laut. Airnya di sana lebih jernih. Bahkan, kami bisa melihat perbedaan warna.

Ternyata menuju batu karang, penuh duri dan berliku. Pasalnya, kami bilang duri, dikarenakan batu karangnya tajam-tajam dan licin lagi. Jadi, untuk menginjak satu tanjakan untuk jalan harus ekstra hati-hati. Karena licinnya luar biasa.

September 10, 2010

Cake oh Cake


Add ImageSelama libur dua hari ini, seharusnya aku mengerjakan tulisan yang ingin dilombakan. Eh, bukannya mulai menulis, malah mulai memasak. Aku memiliki rencana ingin membuka cafe, saat aku resign dari perusahaan tempat aku mencari nafkah selama enam tahun ini. Bukannya karena aku sudah tidak betah lagi. Melainkan aku ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.

Bulan karena ikut-ikutan kawan yang pada keluar. Karena aku mendapatkan kesempatan dan ini tidak ingin aku tolak lagi. Em, memasak cake dan menghias membutuhkan waktu dan tenaga... Alhasil capeknya luar biasa, tetapi melihat cake yang sudah dihias dan juga test yang yummy... semuanya telah terbayar....

Biar tidak lupa, aku mau menuliskan resepnya disini... Biar tidak hilang...

Bahan
4 butir telur
1 gelas gula
1 gelas tepung terigu
1/4 mentega yang sudah dicairkan
1 SM tepung meisena
1/2 SM pengembang kue
1/2 SM pelembut kue
1 ST vanila

Cara membuat
Kocok telur, gula, pengembang kue kurang lebih 10 menit, dengan mixer kecepatan penuh. Lalu masukan pelembut kue.
Kemudian kecilkan mixer dan secara bertahap masukan tepung terigu dan maisena. Lalu, mentega. Setelah itu matikan.
Masukan adonan kue ke dalam loyang yang sudah diberi mentega dan tepung. Biar tidak lengket. Campurkan kismis kering atau apapun yang disuka. Lalu, panggang di api sedang selama kurang lebih 30 menit.

Selamat Idul Fitri

Tidak terasa bagi kawan2ku yang menjalankan puasa, akhirnya telah selesai dan memasuki Hari Kemenangannya.... Begitu juga bagi blogger ataupun pengunjung blog di sini.... Kami mengucapkan Selamat Idul Fitri dan Mohon Maaf Lahir dan Batin...

Tiada kata yang begitu berarti, dari kerendahan hati yang paling dalam. Dengan tulus mengucapkan sepenuh hati... Atas segala upaya dan daya yang sudah dilakukan selama satu bulan penuh. Hingga akhirnya, mencapai hari kemenangan...

September 08, 2010

Sahur on The Road

Seperti biasa... Aku dan kawan2 setiap tahunnya selalu membagikan sahur bagi pekerja-pekerja malam. Alhasil, meskipun hujan pada saat itu, rencana membagikan nasi kotak kepada para pekerja malam dan juga pedagang kelontong, gepeng maupun pemulung tetap berjalan.

Tahun ini yang ikut bertambah dan nasi kotak yang dibagikan bertambah. Kita berkumpul di Rina-Rini, Batu 9 jam 1 dini hari. Satu per satu, kawan mulai berdatagan. Sambil menunggu nasi dimasukan ke dalam mobil. Sebagian kawan2 menyantap hidangan. Lalu, kami berlanjut mengelilingi batu sembilan untuk membagikan nasi kepada petugas2 malam, seperti satpam di beberapa penjaga bank, pegadaian hingga swalayan.

Yang paling lucu, waktu kawan membagikan nasi kepada petugas satpam di Bank. Satpam itu takut2 menerima... Ya, secara kan banyak kasus perampokan bank. Ya, begitulah kita sebagai mahluk hidup yang bertanggungjawab atas kerja, harus waspada.

Lalu, waktu pun terus berjalan, kami keliling membagikan makanan ke beberapa lokasi mulai dari pedagang asongan, pemulung hingga polisi dan juga petugas malam di RSUD maupun RSAL. Dimana mereka masih belum membeli makan untuk sahur.

Berbagi merupakan hal yang paling baik. Bukan hanya mencari nama, melainkan menebarkan kebaikan itu adalah baik... Memberikan contoh yang baik, tidak semuanya bisa berjalan dengan lancar dan baik.

September 03, 2010

Blind Side II

iDari situlah Anne simpatik pada Mike. Dipanggilnya Mike yang sudah mendekati pintu gerbang. Mendengar namanya dipanggil, Mike pun menoleh ke belakang. Anne meminta Mike tinggal bersama mereka, sampai Mike mendapatkan tempat tinggal yang nyaman.

Awalnya, Mike menolak. Namun, pada akhirnya, ia pun tinggal bersama Anne. Anak perempuan Anne, Collin, pada mulanya tidak menyukai Mike. Dikarenakan Mike tinggal bersama Anne untuk sementara waktu dan baju-baju Mike hanya beberapa lembar saja.

Anne meminta Mike untuk mengambil baju di rumahnya. Namun, pada saat Mike pulang ke rumah orangtua angkatnya ditemani Anne. Saat itu, Mike meminta Anne untuk tetap duduk didalam mobil. Wajah Mike, sedikit kecewa. Pada saat melihat keluarga angkatnya sudah tidak ada di rumah itu lagi.

Lalu, ia pun menyusul Anne yang sedang menunggunya di dalam mobil. Melihat Mike datang tanpa membawa apa-apa. Akhirnya, Anne memutuskan untuk membelikan Mike baju. Awalnya, Mike menolak. Namun, akhirnya ia bersedia di belikan baju, di salah satu toko yang ada di pinggiran kota. Dimana Anne tidak pernah mengenal lingkungan di sana. Apalagi mendatangi daerah tersebut.

Anne ketakutan, namun Mike berjanji tidak akan terjadi apa-apa pada Anne. Anne pun merasa aman dan nyaman. Ia pun menggandeng tangan Mike. Saat berada di toko serba ada dan serba ukuran big. Ternyata, Anne mengalami kesulitan mencari ukuran baju untuk Mike.

Anne pun memarahi pekerja yang ada di sana. Karena nama tokonya tidak sesuai yang tertulis. Mendengar perkataan Anne, petugas itu malah menyibir Anne. Jelas susah mencari ukuran anak yang berukuran super damper big. Anne sempat tersinggung mendengar perkataan petugas itu. Namun, Mike tidak menggubris.

Beberapa kali, Anne menyodorkan model baju kepada Mike dan Mike pun menolak. Lalu, Mike melihat baju yang dilipat. Saat memperlihatkan model baju pilihan Mike. Anne tidak percaya akan pilihan Mike. Namun, pada akhirnya Anne membelikan baju, pilihan Mike.

Baju pilihan Mike adalah baju garis-garis kuning dan hitam, jadi seperti bee. Eh, binatang lebah dengan ukuran super damper besar. JR pun mengejek Mike untuk mengganti baju hanget itu. Kata SJ, Mike, aku melihatmu seperti melihat lebah berwarna kuning besar.''

Mike hanya tersenyum mendengar perkataan SJ. Pada saat menjelang Natal. Seperti biasanya, keluarga Anne melakukan pemotretan keluarga. Untuk dijadikan kartu Natal. saat itu, Mike melihat prosesi

Begitu juga, pada saat pemotretan keluarga. Dimana pada saat itu, Mike menyaksikan Anne dan sekeluarganya melakukan prosesi pemotretan. Lalu, Anne memanggil Mike untuk bergabung berfoto bersama. Awalnya, Mike ragu. Namun SJ mengajaknya. Anne berjanji bahwa foto itu akan disimpan saja dan tidak dijadikan kartu Natal yang dikirim ke teman dan kerabatnya.

Rupanya, Anne mengirim foto yang ada Mike sebagai kartu Natal. Pada awal prosesi pemotran itu, aku tersenyum sendiri menyaksikan film ini. Dimana Mike tidak pernah tersenyum, saat photografer meminta semua menyembutkan kata agar tersenyum, yang ada malah Mike meringis.

Saat Anne berkumpul bersama kawan-kawannya. Kawan-kawannya lalu mengejek Mike. Anne tidak terima. Lalu, ia meninggalkan kawan-kawannya tersebut. Pasalnya, mereka mengatakan bahwa kehadiran Mike bisa menganggu keluarga mereka. Karena Anne memiliki anak kecil, SJ dan anak gadis, Collins. Keberadaan Mike bisa menganggu kehidupan sosial mereka.

Pada malam harinya, Anne menemui putrinya dan menanyakan mengenai keberadaan Mike apakah menganggunya atau tidak. Anaknya menjawab tidak masalah. Anne menyakinkan putrinya, jika Mike mengganggu kehidupannya. Ia akan mencarikan cara tempat tinggal untuk MIke.

Anne pun menanyakan kepada Mike, apakah ia mau tinggal berapa lama dengan keluarga. Karena, jika ia ingin tinggal lama. Ia tidak mungkin, terus-terusan untuk tidur di kursi tamu.

Agustus 25, 2010

Blind Side

Haru biru nonton fil, The Blind Side... Bukan karena artis yang main film ini adalah artis yang aku sukai, Sandra Bullock. Melainkan alur kisah film yang sederhana dan menyentuh perasaan. Aku bahkan tidak menyangka kalau film ini ternyata berdasarkan base on the true story... Kalau memang benar ini adalah kisah nyata, salut untuk keluarga yang mau menerima anak negro dalam lingkungan kehidupan mereka.

Mungkin dari dulu hingga sekarang, masih ada persoalan gender maupun ras. Film Blind Side ini mengisahkan mengenai seorang anak remaja yang bernama Michael Oher. Anak ini merupakan anak yang diasuh oleh pemerintah. Setiap kali mendapatkan orangtua angkat. Ia selalu kabur. Karena tidak betah dan tidak bisa bertahan lama.

Nama panggilan Michael Oher ini Big Mike.. Mungkin dikarenakan bodynya yang memang big untuk ukuran anak seumur dia. Big Mike memiliki bakat alami dibidang olahraga. Salah seorang kawan ayahnya meminta Mike untuk tidur di sekolah kristen. Ia tidur di lapangan bola basket. Saat itu, ia direkomendasikan oleh kawan ayahnya untuk bersekolah di sana. Karena Big Mike memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang olahraga apapun.

Lalu, Big Mike pun masuk ke sekolah kristen. Karena big Mike memang tidak mempunyai rumah untuk tidur. Secara tidak langsung hidup Big Mike susah. Apalagi baju yang ia miliki sedikit. Pada saat masuk ke dalam kelas, semua mata memandang padanya, dengan tatapan mengejek. Big Mike diam saja. Karena ia memang mengetahui nasibnya.

Pada suatu hari, ia pulang sekolah dan menyapa anak-anak kecil yang sedang bermain ayunan. Kedua gadis kecil itu ketakutan melihat Mike. Lalu, pergi meninggalkannya. Saat itu, terlihat kekecewaan pada wajahnya. Hal itu diketahui Sean "SJ" Jr. Lalu mereka pun bersahabat.

SJ sapaan Sean Junior ini adalah anak dari Leigh Anne Tuohy yang diperankan Sandra Bullock. Dia bekerja sebagai desainer interior. SJ memiliki kakak yang bernama Collins dan seorang ayah yang bernama Sean Tuohy. Pada saat pulang dari menyaksikan pertunjukan drama thanksgiving yang dilakukan SJ.

Anne melihat Mike berjalan hanya menggunakan celana pendek dan kaos tipis. Padahal saat itu cuacanya sedang sangat dingin. Anne merasa kasihan melihat Mike. Lalu, ia menanyakan apakah Mike memiliki tempat tinggal untuk malam itu. Mike pun berkata ada. Namun, saatb didesak Anne, akhirnya ia mengaku tidak memiliki tempat tinggal.

Meskipun saat menerima keberadaan Mike di rumahnya. Saat Anne mau tidur. Ia pun merasa ragu, apakah keputusannya tepat. Bagaimana jika ternyata anak itu adalah seorang pencuri. Namun, ia memastikan keesokan harinya. Saat bangun tidur, ada keraguan pada saat hendak turun ke bawah. Karena pada malam itu, Mike tidur di ruang tamu.

Namun ia terkejut saat tidak mendapati Mike, sedangkan semua barangnya masih pada tempatnya. Hanya saja kursi, tempat tidur Mike malam itu telah rapi. Lalu, ia berteriak memanggil Mike. Namun di dalam rumah, ia tidak menemukannya. Ia pun mencari keluar, ternyata Mike sedang berjalan meninggalkan rumahnya.

Aduh, ngantuk banget... Besok lagi ah disambung nulisnya.

Agustus 24, 2010

Menanti Kedatangan-Nya Part IV

Banyak saat ini, kita mencari masa depan kita. Kita sangat ingin mengetahui masa depan kita. Karena itu, tidak heran, leadakan kepentingan dalam fenomena tenaga dalam saat ini sangat tinggi. Bahkan koran-koran di Amerika Utara saja menyediakan 3000 kolom astrologi. Hal itu menandakan bahwa banyak manusia yang ingin mengetahui nasib masa depannya.

Padahal ramalan yang diterbitkan kurang dari tiga persen yang dapat dicantumkan, kebetulan digenapi dan 97 persen yang meleset sama sekali. Tidak tercantum. Saya jadi ingat, saya memiliki seorang kawan yang gemar sekali membaca zodiak. Bahkan, ia rela mengeluarkan uang hanya untuk membaca bintang di majalah yang ia sukai.

Banyak sekali yang menawarkan ramalan kepada kita untuk mengetahui masa depan kita. Bahkan ada satu kegemaran di Hollywood ialah mencari bimbingan roh, seperti Mafu, Ramtha dan Lazaris. Mereka rela mengantri lama dan membayar tidak sedikit.

Padahal kita sudah mengetahui masa depan kita. Jika kita mengikuti jalan yang seharusnya. Tanda kedatangan Yesus kedua kali adalah konflik Internasional. Seperti tertulis dalam Alkitab di Matius 24: 6-7 "Kamu akan mendengarkan deru perang atau kabaar-kabar tentang perang... Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsam dan kerajaan melawan kerajaan...."

Terbukti dengan terus berlalunya waktu, akan ada banyak peperangan. Seperti korban kematian perang dunia abad ke 20, dimana pada perang dunia, manusia yang tewas akibat perang duniapertama menewaskan sekitar 20 juta orang. Bahkan pada perang dunia edua menjadi 20 kali lipat dibanding perang dunia pertama, yakni sekitar 50 juta orang yang menjadi korban perang dunia kedua.

Setelah perang dunia kedua, peperangan terus berlanjut hingag sekarang yakni perang Korea, perang Vietnam, perang Iran/Iraq, perang Indocina/Aljazan, Bonsia dan Herzegovina. Lalu juga ada perang antar suku di Afrika. Meskipun demikan perang abad ke 20 adalah perang yang paling berdarah.

Agustus 22, 2010

--GOD--

God . . . .
I am waiting You
But I am not a good human

I just a human with a sin
I wish I can follow You
Till I am dying . . .

I am try to be a good human
Although It's difficult . . . .
Like a human, we have a lot of problems
But, I will try to be good in my life

I will try to still living in You
Because without You . . . .
I am nothing . . . .

God
You have power to help me
You always protect everyone
If they are believe in You

I wish, I am one of them . . .
Who always believe in You
Till the world over

Can I?
Because It's so difficult
But I will try as I can do in my life

I just need You will protect me
Blessed Me and Care of me
Without You I am weak




h

Menanti KedatanganNya Part III

Lalu, pada saat ini bagaimana kita megetahui tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Ada sekitar lima belas tanda yang akan kita pelajari, sesuai judul kotbah hari ini, menanti kedatanganNya. Janji Yesus tidak pernah meleset. Terbukti ramalan Yesus akhirnya digenapi.

Karena itu, marilah kita terus meningkatkan ketelitian kita terhadap informasi yang diterima. Banyak orang yang menduga, kiamat terjadi pada saat bumi bertabrakan dengan planet lain. Atau bahkan mungkin, kita pernah mendengar, kiamat adalah pada saat gunung es mencair.

Mungkin beberapa bulan lalu film 2012 yang menghebohkan? Kita tidak tahu kapan dunia ini akan berakhir. Hal itu membuat kita merasa bimbang.

Lalu, dari mana kita mendapatkan pengharapan yang pasti? Akan akhir dunia dan adanya dunia yang baru? Berita Yesus terakhir adalah harapan.

Yesus berkata : ''Jangan gelisah hatimu.... Aku akan datang kembali........" (Yohanes 14:1-3)

Lalu murid2nya pun bertanya ''Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (Matius 24:3)

Tanda kedatangan Yesus yang kedua, salah satunya adalah tanda yang paling penting yang Yesus tekankan kepada manusia, yakni akan ada mesias palsu.

"Sebab banyak orang yang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang." (Matius 24:25)

"Jadi apabila orang berkata kepada kamu: Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi kesitu." (Matius 24:26)

Sebab, Tuhan tidak datang hanya dilihat oleh segelintir orang. Melainkan semua mata akan memandang Dia. Baik orang yang sudah meninggal, maupun yang masih hidup. Melihat kedatanganNya.

"Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia..." (Wahyu 1:7)

Karena itu, jika mendapatkan informasi mengenai kedatangan Mesias, jangan langsung dipercaya ataupun melihat secara langsung. Hal itu agar kita tidak jatuh kedalam pencobaan. Karena kita sudah mengetahuinya, bahwa itu bohong.

Sebenarnya, jika dibandingkan dengan pekerjaanku sebagai jurnalist. Aku harus melihat langsung dan membuktikan kebenaran informasi tersebut. Namun, hal ini berbeda. Karena manusia mudah jatuh ke dalam dosa. Manusia membutuhkan suatu mujizat untuk menjalani kehidupan. Terkadang, mujizat yang ada pada kita, bisa jadi tidak semuanya berasal dari Tuhan.

Kenapa? Karena setan juga memiliki kekuatan untuk memberikan mujizat kepada manusia. Sehingga manusia terlena dan lupa akan Tuhan.

Hang Out di Tepi Laut


Sebenarnya tidak ada niat untuk berpergian ke Tepi Laut, malam minggu. Karena malam minggu kemarin adalah malam terakhir kak Pus di Tanjungpinang. Karena dia mesti pulang kampung ke Manado or Makasar. otomatis, malam itu harus ada kenangan diantara kami --hehehe-- Tujuannya biar cepatan balik dan ngumpul bareng kami lagi.

Mulai dari sekedar ngobrol sambil menikmati makan jagung bakar atau jagung manis.. Plus jangan lupa ice cream coklat... Yummy... Mulai deh tingkah gokilnya keluar.... Main kembang api, seperti masa kecil kurang bahagia aja....

Namun, itu lah kami. Selalu apa adanya dan tidak pernah menutup-nutupi kekurangan kami masing2. Kalo sebel, ya bilang sebel. Kalau suka ya bilang suka.

Persahabatan itu ibarat sayur tanpa garam. Jika garamnya kebanyakan sayurnya tidak bisa dimakan. Begitu juga jika sayur kekurangan garam, akan hambar.

Persabahatan itu tulus dari dalam hati. Tidak dibuat-buat dan tidak hanya membutuhkan baru menerima sahabat. Melainkan di saat suka dan duka selalu ada. We will miss you, Kak Pus..... Cepetan balik ya....

Agustus 21, 2010

Home sweet Home


Perjalanan Hidup Manusia Tak ada yang tahu
Kesedihan, Kepedihan, Penderitaan di rasa . . .
Keinginan untuk mendapatkan tempat yang nyaman
Tanpa di rasa perjalanan terlalu panjang

Kerinduan untuk mendapatkan tempat yang nyaman
Terus dicari dan di cari tiada henti
Dan pada akhirnya kita tiba di rumah Bapa
Rumah yang dirindukan dan dinanti

Rumah yang penuh kehangatan, Kedamaian dan Ketenangan
Rumah itu hanya ada satu dan untuk mendapatkannya
Penuh dengan perjuangan dan pengorbanan
Namun, pada akhirnya kita tiba di rumah Bapa di Surga

Dibacakan di Gereja Advent Batu 2 Tanjungpinang, Sabat 21 Agustus 2010
Sambil menyanyikan lagu Oh Brapa Jauh dari Rumah . . . (LG 231)

Oh, brapa jauh dari rumah? Aku tanyakan penjaga
Jawabnya: Malam lalulah segra siang tiba
Jangan tangis, bersukalah!
Pemimpinmu tak kan gagal
Hinggalah tiba di surga, dalam trang yang kekal.

Agustus 11, 2010

Bahagia Menanti KedatanganNya II

Dimana pada saat itu, Yesus dan murid2nya sedang berjalan2 di Yerusalem. Lalu, muridnya menunjukan bangunan yang megah yang dibangun pemerintah Roma. Lalu, Yesus mengatakan hal yang membuat muridnya terkejut? Apa perkataan Yesus yang membuat muridnya terkejut dan tidak percaya?

Tertulis di dalam Matius 24:2 ''...Mereka tidak akan membiarka satu batupun tinggal terletak diatas batu yang lain..." Dan pernyataan yang Yesus sampaikan itu disampaikan sekitar tahyn 29-30 Tarik Masehi (TM). Apakah pernyataan Yesus itu menjadi nyata?

Mari kita liat kembali Alkitab kita pada Lukas 21:20-24 yang menuliskan, ''Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhan sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yag diperdusunan jangan masuk kembali lagi ke dalam.

Sebab itulah masa pembalasan dimana akan genap semua yang tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dasyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ii, dan mereka akan twas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.

Yesus telah menubuatkan bahwa Yerusalem akan hancur, namun mereka lalai mengikuti intruksi Yesus. Sehingga jutaan lebih manusia tewas pada masa itu, karena melupakan intruksi Yesus. Apakah kita sekarang juga akan melalaikan intruksi Yesus. Sehingga kejadian dulu akan kembali terulang?

Lalu, pada saat ini bagaimana kita megetahui tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Ada sekitar lima belas tanda yang akan kita pelajari, sesuai judul kotbah hari ini, menanti kedatanganNya.

Kepribadian Ganda?

Belakangan ini, aku merasa tertekan akan nasib dan keinginanku sendiri. Aku merasa tidak berdaya diantara ketidak berdayaan. Segala yang kulakukan selalu salah. Keinginan yang mengebu, namun tak didasari oleh kemauan yang keras. DIkala mulai semangat, selalu saja ada halangan.

Terkadang tak ada niat untuk menyakiti, aku malah menyakiti perasaan orang-orang yang kukasihi. Diam salah, banyak bicara salah. Jadi serba salah, membuatku semakin kesal dan semakin marah. Semakin menyakiti orang yang kusayang. Aku tidak tahu bagaimana dengan keadaanku.

Terkadang aku berpikir, apakah aku memiliki kepribadian ganda. Karena terkadang apa yang tidak ingin aku ucapkan atau katakan. Malah aku lakukan dengan suara lantang. Oh, aku bisa dibuat gila oleh rasa yang ada di dalam diriku. Kadang aku berpikir, mungkin lebih enak jika memang berkepribadian ganda. Jadi, tidak ada yang menyalahkan atau merasa sakit hati dengan perkataan ataupun perbuatan. Karena, mereka sudah tahu, satu tubuh, dua jiwa.

Namun itu dikarenakan aku kebanyakan nonton atau membaca buku yang berkepribadian ganda. Padahal, dengan sadar diri aku menyadari bahwa itu bukan kepribadian ganda. Melainkan aku tidak bisa menahan nafsu dagingku untuk menahan diri agar tidak mengatakan perkataan yang nantinya akan kusesali.

Memang mudah berbicara, namun pada dasarnya mempratikkannya sangat susah. Aku tahu itu, karena terkadang aku menangis dalam diam, menyesali diri kenapa tadi aku melakukan itu, menyakiti saudara, orangtua atau orang terdekatku. Namun, dikala bertatap muka kembali, kembali hasrat kesalku ingin kukeluarkan lagi.

Bagaimana caranya aku mengatasi ini? Aku sedang mencari cara agar aku bisa lebih mengendalikan emosi dan tingkah laku ku agar lebih baik lagi. Mudahan aku bisa menemukan cara? Karena aku tidak mau terus dikalahkan nafsu dagingku, bukannya mengikuti suara roh kudus yang membimbing dan menenangkan hatiku.

Jenuh

Jenuh

Tuhan, aku tak berdaya
Aku jenuh
Jenuh, Jenuh
Jenuh pada pekerjaan
Jenuh pada kehidupan
Jenuh pada ketiadaan
Jenuh pada kesia-sian

Aku merasa tak bergerak
Meski waktu terus bergerak
Aku masih saja seperti ini
Melakukan aktivitas bagai robot
Itu karena aku merasa
Jenuh, Jenuh, Jenuh

Aku juga tidak tahu
Kenapa?
Kenapa ada rasa jenuh
Kenapa ada rasa putus asa
Kenapa ada rasa bosan
Beribu kenapa ada didalam kepala

Jenuh....
Itu yang kurasa kini
Berdiri, begerak, makan, minum
Bagaikan manusia tanpa roh
Hanya bergerak berdasarkan waktunya

Begitu besar rasa jenuh
Sampai membunuh rasa dalam diri
Tidak mengetahui Jati Diri
Dasar manusia, Jenuh dijadikan alasan
Alasan untuk mencari alasan

Jenuh....
Malas berada dalam kejenuhan
Namun tidak berani keluar dari rutinitas
Rasa takut keluar dari kejenuhan
Malah membunuh diriku secara perlahan

Tanjungpinang, 11 Agustus 2010

Juli 26, 2010

17

Sengaja memilih judul 17, karena angka tersebut hari ini (26 Juli 2010) sangat bermakna --ceile-- Bermakna kami menempuh jarak 17 Kilometer (17K) dengan nomor urut 17. Pada saat mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka HUT RI yang ke 65.

Kegiatan gerak jalan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, diikuti oleh KJPS (Kelompok Jurnalistik Pecinta Sastra) Tanjungpinang. Ya, kalau sudah para kuli tinta dari berbagai media harian lokal Tanjungpinang hingga wartawan elektronik nasional maupun daerah berkumpul. Bisa donk dibayangkan, bagaimana narsisnya.......

Sebelum langsung ke TKP. Beberapa dari kami yang menginap di Hotel Sadaap, sudah bersiap2 dan juga foto2... Namun sayang, hasil fotonya tiba2 menguap begitu saja. Meskipun hujan sejak dari jam 05.00 WIB, kononnya kata kawan yang memang sudah bangun sejak jam segitu, hujan sudah deras.

Walaupun kondisi cuaca tidak mendukung, gerak jalan 17K tetap dilaksanakan dan memecahkan rekor MURI sebelumnya. Suasana meriah dan menyenangkan terasa setiap tahunnya di kota gurindam negeri pantun ini.

Apalagi kegiatan ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang kami ikuti. Rasanya menyenangkan. Walau baju sudah basah semua hingga ke dalam2an, tetap semangat 45 ditunjukan. Baik sebagai peserta maupun penonton. (to be conti...)

Juli 24, 2010

Bisa Makin Gila

Mama sudah berulang kali memintaku mencari pekerjaan laen. Bahkan beberapa kali informasi mengenai lowongan pekerjaan di luar negeri, aku dapatkan namun aku tolak. Alasan tidak lain, adalah aku masih betah bekerja sebagai kuli disket.

Setelah aku pertimbangkan, mungkin tidak selamanya aku akan bekerja sebagai kuli tinta. Lebih baik mencari pekerjaan yang tidak terlalu banyak tuntutan tugas dan tanggungjawab. Pasalnya, kali ini aku tidak mengerti banget dengan sistem yang ada.

Tugas kuli tinta sekarang ini tidak hanya mencari berita yang minimal harus empat dan interaktif. Melainkan di tuntut juga mencari iklan dan langganan koran..... Alamak, jadi ribet begini.

Sudah begitu, kalau tidak dapat iklan tuh muka pada masem dan dibilangnya kalau aku setiap bulan menerima jatah dari pemerintah... Tanyakan saja pada mereka, apakah memang benar aku mendapatkan setoran tiap bulan dari pemko????

Sungguh tidak terduga ya. Hanya dikarenakan tidak dapat iklan or galeri photo aku dikatakan seperti itu. Padahal, tanyakan saja ke humas jika tidak percaya. Aku juga selalu membantu kantor dengan meminta iklan. jika jawaban humas, gantian... Terus aku harus memaksa agar mereka pasang iklan? Apakah seperti itu???

Entah lah, aku jadi bingung dan memikirkannya saja aku tidak sanggup. Ya, sudahlah, jika memang harus seperti itu. Ada baiknya memang sudah sepatutnya mencari suasana baru....

Wish. aku segera mendapatkan informasi yang terbaik. Bekerja di luar negeri, mengumpulkan banyak uang untuk membuka bisnis sendiri. Bukankah, manusia harus berani mengambil sikap??? Aku harap, sikap ini lah yang terbaik. Meskipun sejujurnya aku sangat menyukai pekerjaanku sebagai kuli tinta... Membagikan informasi, tetapi apa lah daya. Semua tergantung pada waktu yang akan berlalu.

Apalagi beberapa kawan juga sudah mencari informasi pekerjaan laen. Bukan karena tuntutan pekerjaan yang semakin berat, melainkan ketidak pahaman mengenai struktur manajemen yang ada. Tidak ada satupun orang yang tidak menginginkan perusahaan tempatnya bekerja tidak maju.

Tidak tahu mana yang salah dan benar, tetapi aku berharap semuanya akan baik2 saja.

Juli 16, 2010

Change My Life

Aku bingung dan tak berdaya
Aku merasa bagai patung . .
Yang tak berpahat dan berukir
Patung yang tidak berarti

Aku berdiri kaku memandang langit
Setiap waktu, langit berubah
Dari gelap hingga menjadi terang
Namun aku hanya bisa berdiri

Memandang tanpa berbuat . . .
Karena tubuhku kaku
Pikiranku hampa
Diriku lemah dan tak berdaya

Sampai kapan, aku harus begini?
Sampai kapan, waktu ku terbuang
Tidak, teriakku dalam batinku
Aku tidak ingin seperti ini

Aku harus bangkit, melawan rasa kakuku
Melawan rasa sepi, sedihku
Aku harus berdiri mengais harapan
Karena ku yakin, Harapan masih ada

Tubuh kakuku, harus kugerakan
Aku harus mengusir hampaku
Aku harus menciptakan dunia baruku
Karena aku ingin berubah

@ Tanjungpinang 16 Juli 2010

Juli 15, 2010

Bahagia Menanti KedatanganNya Part I

Saat ini kita hidup dalam dunia hura-hara, dimana situasi yang tidak menentu. Banyak informasi yang kita terima mengenai kiamat. Ada yang mengatakan kiamat itu pada saat gunung kutub utara mencair, atau pada saat bumi dan meteor tabrakan.

Apakah memang benar kiamat seperti itu? Untuk itu, ketelitian harus ditingkatkan. Ketelitian seperti apa? Ketelitian dalam mencari kebenaran yang ada. Firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab akan menjelaskan semuanya.

Lalu, bagaimana kita bisa mendapatkan harapan yang pasti? Mungkin, bagi orang yang percaya dengan Juruselamat masih memiliki harapan. Lalu, bagaimana orang yang masih belum mengenal Yesus? Bagi, mereka Yesus adalah abstrak. Mungkin bagi kita juga, karena kita tidak hidup pada masa dimana Yesus hidup.

Namun, setiap lukisan abstrak bagi yang memahaminya akan mengetahui maksud sang pelukisnya... Begitu juga kita, umat yang percaya. Akan mengetahui maksud dari sang penulis. Karena, kita memiliki keyakinan yang kuat untuk itu.

Kenapa? Karena berita Yesus terakhir adalah harapan bagi kita semua. Yesus mengatakan. ''Jangan gelisah hatimu... Aku akan datang Kembali...." ( Yohanes 13 : 1-3)

Aku percaya dengan janji Yesus. Karena janji Yesus tidak pernah meleset. Ada satu kisah menarik di dalam kehidupan Yesus yang tertulis di dalam Alkitab.

Dimana pada saat itu, Yesus dan murid2nya sedang berjalan2 di Yerusalem. Lalu, muridnya menunjukan bangunan yang megah yang dibangun pemerintah Roma. Lalu, Yesus mengatakan hal yang membuat muridnya terkejut? Apa perkataan Yesus yang membuat muridnya terkejut dan tidak percaya? Kita tunggu kelanjutannya besok.....

Wah, Aku Bisa Masak!!


Sehabis liputan lomba memasak yang diselenggarakan ibu2 PKK yang ada di Tanjungpinang. Dengan berbagai menu yang menarik dan beragam. Aku jadi tertarik untuk mencoba memasak.

Seperti biasa, aku pulang kerja dan kali ini berbelanja sayuran. Sampai di rumah, tiba2 malas melandaku. Namun, aku tetap mau mencoba ingin belajar memasak.

Aku sendiri tidak percaya, ternyata aku masi bisa masak.... Wow, setelah belasan tahun tak 'menginjak' dapur. Aku masih bisa masak. Mama suprise banget, anaknya membuatkan makan malam.

Rasanya, tidak kalah deh dengan masakan yang lainnya. Karena dimasak dengan bumbu2 cinta. Next tima, aku akan mencoba memasak dengan menu2 yang berbeda....

I love cooking...............

Juli 13, 2010

Deg-Degan saat Kotbah

Waktu ditunjuk untuk diminta menjadi salah satu pembicara khotbah KKR Pemuda. Jawaban dengan cepat, aku lontarkan. ''Tidak'' Ya, mau bagaimana lagi. Aku sudah lama, tidak aktif di gereja. Apalagi menjadi pembicara khotbah. It's impossible.

Lalu, aku teringat kata mama. Menolak tugas yang diberikan. Apalagi ini adalah tugas gereja. Sama saja menolak berkat. Lalu, aku pun menyetujuinya. Bagian yang harus ku kotbah kan mengenai Tanda-Tanda KedatanganNya yang kedua kali. Judul kotbahku pada saat itu berjudul Bahagia Menantikan KedatanganNya.

Ternyata membawakan firman Tuhan sangat lah berat. Berbeda saat kita sedang bermain teater. Mana yang hadir, lumayan banyak waktu itu, Selasa (29/6). Sebelum hari H, jantungku berdetak tidak karu-karuan. Padahal, bahan kotbah sudah aku siapkan dari minggu lalu.

Bahkan malamnya tidak bisa tidur. Benar-benar 'tekanan batin' Habis yang dibawakan kotbah bukannya main-main. Bahannya mengenai tanda kedatangan Yesus yang kedua kali.

Padahal, secara pribadi. Aku masih disibukan dengan hal dunia. Dan terutama lagi, masih kurang waktuku untuk Tuhan. Padahal, tanda-tanda kedatangannya itu sudah didepan mata. Hanya saja, aku, kamu dan mereka tidak tahu kapan dan jam berapa Tuhan akan datang. Kita (aku dan kamu) diminta untuk berjaga-jaga, karena waktunya sudah dekat.

Rasanya, saat berdiri di mimbar.... Rasa deg-degan itu terus saja datang. Bahkan, sebelum saya berdiri di mimbar. Bawaannya haus saja, tenggorakan ini. Namun, pada langkah awal memang gugup. Setelah itu, aku bisa menguasai panggung. Hal itu tentunya tidak terlepas dari bantuan roh kudus, yang membantu jalannya kegiatan KKR kami.

Bahkan ada salah satu orang menyelentuk, aku seharusnya jadi pendeta atau istri pendeta. Ada-ada saja. Usai kotbah, tentunya pembicara diwajibkan bersalaman. Hampir semua orang bilang ''Terimakasih'' atas perkabaran yang aku bawakan. Mungkin, bagi sebagian kawan2 yang mendapatkan giliran kotbah. Sudah merasa ringan, namun aku juga bingung. Malam usai aku kotbah aku kembali tidak bisa tidur.

Tidak hanya itu saja, hampir lima hari aku terus mendengar perkabaran yang aku bicarakan di mimbar. Mungkin, Tuhan ingin aku terus turut membantu pekerjaan Tuhan. Sejujurnya, aku ingin. Namun, aku tidak kuasa. Maafkan aku Tuhan. Aku rasa Tuhan memaafkan aku, sejak aku terus berdoa dengan rendah hati dan juga khusuk. Tuhan mendengarkan doaku.

Aku tidak lagi mendengarkan suara-suara yang bergema di telingaku. Mengenai tanda-tanda kedatangan Yesus. Ya, Tuhan. Kenapa sekarang, aku ingin terus mengabarkan firman Mu. Tapi, bagaimana caranya? Agar aku bisa menyelesaikan pekerjaan Mu selama di dunia dan akhirnya Tuhan bisa datang.


KKR Pemuda Advent Tanjungpinang

KKR PEMUDA ADVENT 27 Juni - 2 Juli
‘’PERKABARAN PENTING DISAAT GENTING’’

I Tujuan KKR

Tujuan diselenggarakan KKR Pemuda Advent Tanjungpinang yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juni hingga 2 Juli 2010, untuk mengabarkan perkabaran Yesus. Tema yang diambil adalah ‘’Perkabaran Penting di saat Genting’’. Mengingat kondisi dunia sudah semakin genting, dimana dibutuhkan suatu kabar yang menggembirakan mengenai perkabaran kebenaran, Yesus Kristus.

Sebagai pemuda-i yang sudah mengenal kebenaran akan Yesus sebagai juruselamat, untuk itu tugas pemuda-i untuk mengabarkan injil ke seluruh dunia, minimal di lingkungan tempat tinggal. Untuk itu, Pemuda Advent Tanjungpinang pertama kalinya menggelar KKR yang diselenggarakan seluruh pemuda-i Tanjungpinang. Dibawah pimpinan Pdt Sinurat dan Ketua Jemaat Tanjungpinang, J.P Silaen.

II Misi KKR

Misi diselenggarakan KKR ini untuk mengabarkan akan kebenaran Yesus sebagai juru selamat. Meningat tanda-tanda kedatangan Yesus sudah semakin dekat. Untuk itu, tugas dan misi pemuda Advent untuk membantu mengabarkan kabar penting bagi saudara-saudara yang belum mengenal kebenaran.

Selain itu juga untuk memberi kesempatan bagi pemuda-pemudi Advent, khususnya Tanjungpinang untuk menerapkan pelajaran yang sudah didapat, dengan kembali memberitakan pelajaran tersebut kepada saudara-saudara yang hadir pada KKR Pemuda Advent Tanjungpinang.

Susunan Acara KKR Pemuda Advent Tanjungpinang

Pelaksanaan KKR Pemuda Advent Tanjungpinang tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan KKR yang sering diadakan oleh gereja Advent Masehi Hari ke tujuh. Dimana ada sesi (kelas, red) kesehatan dan juga khotbah mengenai berbagai topik menarik mengenai kebenaran selama enam hari.

Kegiatan KKR ini dilaksanakan di gereja Advent Tanjungpinang yang berlokasi di KM 2,5 Tanjungpinang. Pada pukul 18.30 hingga 21.00 (hingga selesai).

Sedangkan untuk pembicara dipimpin langsung oleh Pemuda-Pemudi Advent secara bergantian setiap malam, dengan topik yang berbeda, diantaranya dibawakan oleh, sdr Nikolas, sdri Ellen Suci, Sdri Citra Pandiangan, Sdri Raja Nadia, Sdri Reinhard Simanjuntak, dan ditutup oleh Pdt Sinurat.

Target baptisan adalah lima orang. Namun pada saat pelaksanaan hanya tiga orang yang mau menyerahkan diri di dalam kebenaran. Sedangkan tamu setiap malam selalu hadir untuk menyaksikan dan mendengarkan perkabaran penting di saat genting di dalam kehidupan.

Minggu, 27 Juni 2010

Senin, 28 Juni 2010, dibawakan Ellen Suci

Daniel diberi kuasa Tuhan untuk bisa mengetahui mimpi dari raja Nabukanezar. Tidak hanya mengetahui mimpi itu saja, tetapi juga bisa mengartikan dari mimpi tersebut.

Daniel diberikan kuasa oleh Tuhan untuk menerjemahkan mimpi raja Nabukanezar yang bermimpi mengenai patung. Dimana pada bagian kepala terbuat dari emas, badan terbuat dari perunggu, kaki terbuat dari….. dan untuk telapak dan kesepuluh jari tersebut terbuat dari besi dan tanah liat. Dimana dua unsur elemen ini tidak bisa disatukan.

Gambar patung pada mimpi raja Nabukanezar merupakan gambaran mengenai masa depan bangsa yang hidup di bumi dan itu terbukti benar, apa adanya.

Selasa, 29 Juni 2010, dibawakan Citra Pandiangan

Bahagia Menanti Kedatangan-Nya. Malam ketiga, topik yang dibahas mengenai tanda-tanda kedatangan Yesus. Mengingat kondisi dunia yang semakin buruk dan usang. Maka tanda-tanda kedatagan Tuhan semakin dekat.

Saat ini manusia sedang hidup dalam gambaran telapak dan kesepuluh jari kaki yang akan dihancurkan oleh batu, tanpa kuasa manusia. Dimana, saat ini kita sedang menunggu kedatangannya.

Tanda yang diberikan diantaranya adalah, adanya nabi-nabi dan mesias palsu, peperangan antar bangsa, perdamaian yang rapuh, manusia bisa menghancurkan bumi, kelaparan, bala sampar, gempa bumi, kemerosotan moral, dan sebagainya.

Rabu, 30 Juni 2010 oleh Raja Nadia Patricia

Rambu-rambu yang sudah Tuhan berikan kepada manusia, sudah sepatutnya dilaksanakan. Karena, manusia harus memenuhi rambu-rambu tersebut. Hukum ke sepuluh, merupakan rambu-rambu yang Tuhan berikan kepada manusia. Tidak hanya Tuhan saja yang memberikan rambu-rambu pada kehidupan, yang mana itu adalah baik.

Pemerintah juga memberikan rambu-rambu agar manusia bisa hidup bersosialisasi dengan baik. Karena itu, Tuhan memberikan rambu-rambu yakni ke sepuluh hukum firman Tuhan agar manusia selamat. Sebab, tanpa adanya rambu-rambu atau aturan maka hidup akan semakin kacau.

Kamis 1 Juli 2010 oleh Reinhard Simanjuntak

Mempelajari mengenai sabat. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Keluaran 20:9-11.


Juli 09, 2010

Mimpi Diberi Telur, Lahirkan Bayi Berkepala Dua

Kelahiran bayi perempuan di keluarga Maimunah, seharusnya membawa kebahagian tersendiri bagi ibu yang sudah memiliki dua putra. Namun, kelahiran ketiga ini membuatnya merasa sedih. Meskipun begitu, wanita yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga mencoba menerima keberadaan anak ketiganya ini. Kelahiran anak ketiga dari keluarga Maimunah (26) ini sangat mengejutkan sanak dan familinya. Hal tersebut diungkapkan ibu kandung dari Maimunah, Sumarah (66). ''Kami tidak menyangka kalau anak kami akan melahirkan bayi dengan kepala dua,'' ujarnya sendu.

Ia mengaku, pada kehamilan anaknya yang ketiga ini, anaknya sering mengeluh kesakitan. Namun, hal tersebut dianggap biasa dalam kehamilan.

''Tidak ada tanda-tanda, memang saat hamil. Anak saya ini sempat sakit-sakitan seperti panas, demam dan malaria. Jadi, kita tidak menyangka jika anak yang dikandung memiliki kelainan,'' tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Maimunah sendiri. Saat ditemui Maimunah sedang tergeletak lemas sehabis melahirkan di rumah kediaman orangtuanya di Jalan Lembah Merpati. ''Memang saat melahirkan anak ketiga ini, badan saya lemah dan bengkak-bengkak semua,'' tuturnya.

Kehamilan ketiga yang dirasakan ibu satu ini sangat berbeda pada kehamilan pertama dan kedua yang melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Saat ini anak pertamanya, Kasimo Muhamad (13) telah duduk dibangku SMPN 12 dan putra keduanya yang bernama Muhamad Renaldi (7), sudah duduk di sekolah dasar.

''Saat hamil anak saya yang ketiga ini, bawaannya berat dan sering sakit-sakitan,'' tuturnya.

Diakuinya, dirinya tidak pernah melakukan USG untuk mengetahui kondisi anaknya. Sedangkan untuk perawatan rutin pada saat mengandung bayi perempuan ini dilakukan di bidan. Tidak ada yang berbeda pada kandungan pada saat mengandung putri ketiganya ini, hanya saja kandungannya terasa lebih berat dan dirinya sering sakit-sakitan.

''Pada saat kandungan memasuki bulan ketujuh. Saya bermimpi ada seorang pria memberikan dua butir telur yang dibungkus masing-masing pada plastik biru dan hitam,'' ungkapnya.

Mimpi tersebut sempat membuatnya merasa kuatir. Mimpi tersebut disampaikan kepada ibunya. Namun ibunya beranggapan bunga tidur dan makna dari mimpi itu akan melahirkan bayi kembar. ''Ibu saya bilang, mimpi itu artinya saya akan mendapatkan bayi kembar,'' tuturnya.

Namun, ia tidak menyangka kelahiran anak ketiga yang diberi nama Saskia yang dilahirkan pada Selasa (6/7) lalu termasuk kembar siam. Karena pada sisi kepala kanan terdapat benjolan besar, lebih besar dari bayi yang dilahirkan seberat 4 kilogram itu. ''Saya sedih melihat kondisi anak saya ini, tetapi kami pasrah dan menerimanya dengan iklas. Karena saat mengandung selama sembilan bulan dan juga melahirkannya saya mengalami kesusahan,'' ujarnya pilu.

Juli 01, 2010

Oh My God, I am 29 Years Old

Tidak terasa sekarang sudah memasuki bulan Juli dan ting... tong.... usiaku bertambah satu tahun lagi. Oh my God, I am 29 years Old now . . . Itu, tandanya waktu terus berlalu!!!!!!!!!!

Thanks banget atas ucapannya. Khususnya kepada kawan2 dekat dan keluarga, maupun kawan jauh. Thanks atas perhatiannya. Miss you guys.... Semoga selalu sukses.

Dengan bertambahnya usiaku, tentunya akan banyak hal yang lebih buruk lagi akan menimpaku kedepan. Ya, hal buruk, seperti semakin banyak permintaan2 agar aku segera cepat menikah.

Heran deh, memangnya kalau menikah. Segala urusan akan lebih baik lagi? Aku sendiri tidak mengetahui dan tidak mengerti. Apa yang kuinginkan dalam hidupmu, tidak juga dengan pernikahan.

Meskipun banyak kawan yang sudah menikah. Namun, belum juga aku memiliki minat tersebut. Walaupun sudah sering berganti2 pacar, karena tidak cocok maupun juga karena perbedaan agama, itu yang selalu menjadi jurang dalam hubunganku.

Aku jadi semakin menguatkan imanku. Aku harap, aku masih bisa bertahan mempertahankan kehormatanku dan juga agamaku. Tuhan, aku tahu kedatanganMu tidak akan lama lagi. Berikan aku petunjukMu agar aku bisa lebih mudah menjalani hidupku.

Jangan membawaku ke dalam pencobaan tetapi lepaskan aku dari segala yang jahat. Karena Engkaulah Tuhan sang pencipta manusia. Karena itu, biarlah kehendakMu yang jadi, bukan kehendak manusia.....

Happy b'day to me..... God Bless Us

Mei 28, 2010

Bedah Buku Bual Kedai Kopi Hujan Kritik

Suryatati : Kedepan akan Lebih Baik Lagi

BANDUNG (TP)- Suryatati A Manan kembali meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Bual Kedai Kopi yang ditulisnya bersama Martha Sinaga. Buku ini merupakan buku kelima, setelah buku Surat untu Suami yang dilucurkan pada tahun 2009 lalu. Menurut Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, yang juga penulis Sabtu (15/5), buku ini merupakan buku kelima dan juga buku kedua berduet dengan Martha Sinaga.

''Saya membuatnya sudah lama. Hatiku berdebar-debar menunggu komentator dari tiga orang yang ahli sastra. Kita lihat bagaimana nantinya,'' ungkapnya.

Buku kelima ini merupakan buku pantun dan syair yang telah lama dibuatnya dan baru bisa dilucurkan sekarang. ''Buku ini saya harapkan bisa memberikan motivasi dan inspirasi. Karena kita memiliki aset yang luar biasa dalam dunia sastra. Syair dan pantun sudah lama ada dan tidak hanya di Tanjungpinang saja tetapi juga di Sumbar dan Jawa dengan nama yang berbeda,'' tuturnya.

Ia berharap dengan adanya buku syair dan pantun ini bisa merambah dan memberikan motivasi dan inspirasi bagi yang lain untuk bisa melakukan hal yang serupa.

Sebelum buku Bual Kedai Kopi dibedah oleh
Sides Sudyarto, Matdon dan Ahmadun Yosi Herfanda di hotel Mitra Bandung, beberapa penyair Tanjungpinang membacakan beberapa pantun dan syair yang tertulis di buku Bual Kedai Kopi yang halamannya berjumlah 117.

Tatik, sapaan Suryatati A Manan menambahkan buku ini ada beberapa foto yang menggambarkan kota Tanjungpinang. ''Jika tidak percaya melihat keindahan Tanjungpinang dari foto ini, bisa datang langsung dan melihat sendiri kota Tanjungpinang,'' ungkapnya.

Sementara itu, Sides Sudyarto sebelum membedah buku Suryatati A Manan dan Martha Sinaga menuturkan bahasa Melayu sudah cukup panjang usianya. Karena sudah dikenap pada awal abad ke 20 di Pulau Sumatera dan Pulau Bangka.

''Dalam kandungan bahasa Melayu itu kemudian hidup segala macam bentuk sastra seperti syair, pantun, talibun, gurindam dan sebagainya. Ilmu pengetahuan, kesenian, juga agama hidup dan menyebar melalui bentuk syair dan sebagainya,'' urainya.

Pria kelahiran Desa Banjaranyar itu mencontohkan tokoh tasauf dan agamawan Hamzah Fanzuri, menuliskan larya-karya yang terkenal dalam bentu syair. Begitu juga dengan tokoh budayawan dan sufi melayau Raja Ali Haji yang juga mengabadikan karyanya yang mashur, gurindam dua belas dalam bentuk syair.

Menurut Sides yang sudah melalang buana dalam dunia sastra, bual kedai kopi bukanlah sebuah bualan, melainkan sebuah kesaksian dua pribadi mengenai realitas sosial yang memancing kritik kedua penulis.

''Kesaksian dan kritik sosial dikemas dalam dua bentuk syair dan pantun. Dengan begitu antologi karya berdua memiliki fungsi ganda yakni melestarikan bentuk pantun dan syair sebagai genre sastra kita. Mereka juga menyampaikan sumbanhgsih dalam bentuk keprihatinan menyangkut lingkungan manusia dan lingkungan hidup kita yang sedang meradang akibat ulah sesama manusia,'' tukasnya.

Sementara itu, Matdon menuturkan judul kumpulan syair dan pantun bual kedai kopi ini langsung mengingatkannya pada estetika lokal. ''Bahasa Melayu yang ada di Kepulauan Riau memang terdengar unik dan klasik, namun memiliki daya tarik yang asyik. Lokalitas kata bual yang menggambarkan realitas tradisi masyarakat disana, budaya ngobrol, sekedar berbincang-bincang santai atau membicarakan apa saja,'' ungkap Matdon.

Ia menambahkan kata bual pada awal judul buku ini nampak pragmatik, tetapi konsep kata ini malah membuat sastra di Kepulauan Riau memiliki pijakan, sebab karya sastra yang menyadari estetika lokal akan memperkaya bahasa Indonesia.

Pantun hingga saat ini masih dipakai kalangan muda, meskipun penggunaannya hanya sekedar untuk main-main maupun hiburan dan bahasa pantun pun disesuaikan dengan masa sekarang. ''Pantun menunjukan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata dan fungsi pantun yang sakral agak berubah menjadi profan,'' terangnya.

Untuk syair berbeda dengan pantun. Matdon yang juga penyair menuturkan, syair adalah puisi lama yang sudah jarang dipakai pada masa kini.

''Bedanya pantun masih banyak digunakan dalam bahasa gaul, syair boleh dikatakan tidak. Para penyair lebih memilih syair kontemporer, modern, mbeling, haiku, ketimbang harus membuat syari yang dinilai terlalu mengikuti aturan dan tidak bebas bahkan dianggap membelenggu kebebasan berbahasa,'' jelasnya.

Dari sesi tanya jawab, beberapa penulis dan penyair yang hadir nampak antusias bertanya maupun memberikan masukan dan kritikan kepada hasil karya duet antara Suryatati A Manan dan Martha Sinaga.

Salah satunya, Naning Pranomo seorang novelist menuturkan, hasil karya puisi dan pantun ini merupakan hasil karya yang bagus dan juga harus memperhatikan beberapa aspek dalam hal menulis puisi.

Hal senada juga diungkapkan salah satu tamu yang menuturkan dalam menulis pantun maupun syair juga harus memperhatian etika, jangan sampai menyebut nama apalagi untuk hal yang negatif.

''Untuk judulnya tidak mewakili semua isi dalam buku bual kedai kopi, karena hanya satu penulis saja, Martha Sinaga yang menuliskan mengenai kedai kopi,'' ungkapnya.

Menjawab itu, Suryatati A Manan menuturkan pihaknya sudah menuliskan gambaran mengenai bual kedai kopi pada kata pengantar. ''Kedai kopi yang saya maksud bukan hanya sekedar pembahasan di kedai kopi. Melainkan topik yang dibahas,'' tutur Tatik.

Ia menuturkan, masukan dan kritikan yang diterimanya pada saat bedah buku merupakan suatu pelajaran dan akan lebih teliti lagi dalam menulis.

Namun Tatik menegaskan buku kelimanya ini tetap akan beredar di pasaran untuk menambah warna dunia sastra dalam bidang syair dan pantun.

Mei 25, 2010

Ini No sapa???

Geram Kali aku kale ini. . . . . Sudah hampir dua minggu ini, banyak nomor yang gak jelas miss call -miss call yang gak penting. diangkat mati, dibiarkan menjadi-jadi.

Sadar gak seh, tindakan itu merugikan orang lain.... Merugikan waktu, tenaga. Gara2 orang iseng, eh orang nelp penting malah gak diangkat... Uh bete banget neh, ma beberapa nomor.
Em. Ini hanya sebagian saja nomor orang yang senang menganggu kehidupan orang

0813 712 484 63

085272007954

0813 716 375 37

0813 65688965

081270038296

Em.. Diharapkan jangan gangguin orang ya

Mei 20, 2010

Bijak atau Tidak Bijak

Aku pikir bekerja di 'dapur' media merupakan pekerjaan yang memiliki pemikiran dan pandangan yang 'bebas' dalam artian berbeda jika bekerja sebagai PNS. Dimana semuanya serba terbuka dan saling mensupport atau mendukung satu dengan yang lain. Karena berada dalam satu dapur yang sama.

Aku tidak tahu mana yang bijak atau tidak bijak. Mana suara yang pantas di dengar atau tidak. Karena ternyata semuanya membingungkan dan semu. Semua saling mencela dan menyindir tanpa memberikan argument dan penjelasan yang bisa kumengerti...

Aku mengharapkan ada kebijaksanaan dalam memberikan kritikan dan masukan agar semua menjadi jelas. Bukannya setengah-setengah, itupun bukan langsung disampaikan ke 'kita' melainkan melalui 'orang lain' dan selalu dibahas setiap saat. Tanpa ada intruksi lebih jelas ingin solusi seperti apa?

Mei 19, 2010

Kenangan Buruk Pemacu Semangat

Aku adalah seorang anak yang tidak pintar dan tidak memiliki kepandaian apapun. Aku hanya mempunyai mimpi, mimpi yang berubah-ubah sejak aku kecil. Pertama sekali menginjakan kaki di bangku sekolah. Aku ingin menjadi guru, itu dikarenakan guruku baik sekali.

Meskipun saat ini aku lupa namanya, waktu itu, aku masih ingat dengan jelas gambaran yang kualami dam kurasakan. Guruku itu mengambilkan aku minuman dan kue. Bahkan aku dibelikan ice cream, Ia sangat baik dan perhatian. Aku ingin menjadi dia begitu besar.

waktu berlalu dan saat aku dibangku kelas lima. Aku bercita-cita ingin menjadi perawat agar bisa menyuntik orang. Karena perawat itu sangat baik dan penyabar... Namun menjelang aku duduk di bangku SLTA. Keinginanku ingin menjadi penulis. Aku mencoba menulis dan menulis. Walaupun hasilnya nol, tetapi aku terus mencoba. Beberapa om dan tante suka ''mengejek'' diriku. Karena aku pelat dan sebagainya.

Tapi anehnya aku malah terus ingin membuktikan bahwa aku bisa melakukan apa yang aku inginkan. Kenangan di masa laluku, memicu aku untuk terus berbuat yang lebih baik lagi.

Jakarta-Bandung Part 2

Jam sudah menunjukan pukul 07.00, aku duluan keluar dari dalam kamar. Karena --jeng-- desi masih sibuk mengetik berita. Saat turun dari lantai dua ke lobi, kesal juga saat melihat keluar hotel. Hujan sedang turun dengan derasnya. Padahal aku sengaja turun lebih awal ke lobi, karena dari tadi aku sudah tidak sabaran ingin ke Rumah Buku.

Menunggu sepuluh menit, sambil sekali-kali memandang langit dan berharap hujan reda, atau minimal tidak sederas itu. Sehingga bisa diterobos menuju toko buku yang bersebelahan dengan hotel Mitra, tempat kami menginap nanti malam -karena kan belum tidur di sana hehe--.

Parkiran hotel yang memiliki lantai sekitar lima lantai itu tidak memiliki parkiran luas. Alhasil beberapa sekuriti sibuk membantu orang yang keluar dari mobil. Kucoba berbicara dengan salah satu sekuriti yang juga membawa payung.

''Pak, boleh pinjam payungnya sebentar,'' tanyaku saat itu.

''Boleh aja.''

''Makasih pak, cuma ke toko buku sebelah saja koq. Gak lama.''

Begitu tangan pria yang memiliki kulit sawo matang itu mengulurkan tangannya menyerahkan payung berwarna biru yang sudah agak usang. Aku segera meluncur ke toko buku sebelah hotel. Sayang, baru melihat-lihat sekitar lima menit. Teleponku berbunyi dan aku disuruh segera balik ke hotel.

Dengan sedikit kecewa, aku kembali ke hotel dengan membawa payung pinjaman tersebut. Begitu sampai di hotel, beberapa kawan -tidak semuanya- sudah stand by. Aku segera mengembalikan payung dan masuk ke mini bus.

Rencananya kita mau makan di tempat yang praktis dan simple, sehingga ada waktu tuk jalan-jalan. Jadi terpilihlah Bumbu Desa... Tempat kami makan malam itu.

Mei 17, 2010

Jakarta-Bandung Part 1

Senang juga mendapat kesempatan pergi --lagi-- ke Bandung. Meskipun cuma sehari aku puas juga. Sabtu (15/5) berangkat dari Tanjungpinang bersama dengan kawan-kawan dan juga rombongan walikota Tanjungpinang. Kebetulan karena hari sabtu dan biasanya keluarga pergi ke gereja. Jadi aku berangkat ke sana sesuai dengan perjanjian, tiba di airport atau bandara sekitar jam 06.20.

Karena tak satupun orang yang aku kenal ada di bandara, segera aku setel musik dari ponselku dan membuka lembaran buku yang belum sempat aku tuntaskan. Tiap lembar novel yang kubaca cukup ampuh mengusir kebisuan dan juga kebisingan bandara di pagi hari.

Tak lama berselang, Heni, Opi dan Sri pun datang ke bandara. Kemudian disusul rombongan yang lain, kecuali Desi. Kami sudah hampir naik pesawat, dia baru datang. Jadilah kami naik dengan Sri Wijaya Air menuju Jakarta.

Disepanjang perjalanan, aku menikmati waktu santai dan mendengarkan musik. Sekali-kali berbincang-bincang dengan pak Aris maupun Desi yang kebetulan duduk sederet denganku. Alhasil perjalanan yang ditempuh tidak ada halangan. Kami tiba sesuai dengan jadwal.

Setelah sampai di bandara yang penuh dengan manusia yang hendak berpergian ke beberapa daerah lain, aku tiba di luar bandara Soekarno Hatta. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mini bus --full ac-- Perjalanan selama tiga jam itu tidak terasa membosankan. Meskipun aku tidak tidur di sepanjang perjalanan Jakarta-Bandung.

Aku benar-benar menikmati waktu perjalanan itu. Dikarenakan menggunakan jalan tol, jadi tidak ada yang namanya si komo lewat --baca macet-- Jadi perjalanan sesuai dengan jadwal. Ya, daripada bengong dan bosan, bual-bual --bincang2-- kecil pun dimulai.. Dari hal yang sudah tahu maupun ya pura-pura tahu diluangkan --biar tidak bosan saja--

Dari sekedar mengenang perjalanan dari Jogjakarta ke Semarang naik motor dan mempertanyakan pertanyaan silly --koq tidak ada ya sepeda motor di jalan tol-- hahaha jelas sebagian tertawa. Ya secara -anak kecil- juga tahu. Ya daripada suntuk dan boring, tidak ada salahnya.

Karena kami belum sempat sarapan, alhasil perut keroncongan dan akhirnya kita makan pagi-siang di saung cibiut --entah benar apa gak ya-- Kami makan dan bersenang2 disitu. Setelah itu menuju hotel Mitra yang berlokasi di jalan --lupa aku--

Istirahat sebentar lalu dilanjutkan dengan mengikuti beda buku bual kedai kopi di lantai I. Buku karya Suryatati A Manan dan juga Martha Sinaga. Alhasil menarik pada saat bedah buku tersebut. Selain itu, aku juga bertemu beberapa orang yang menarik dan hebat --bagiku-- Bertemu dengan kak Yanti dan juga penulis senior, Naning Pranoto.

Meskipun perbincangannya singkat, tapi ia memberikan aku kartu nama untuk bisa saling berkomunikasi. Aku harap, aku bisa seperti kak Naning, hebat dalam menulis dan juga bermain theater.

Kegiatan selesai, meskipun wajah kami lelah --termasuk bu Tatik-- Namun sumringahnya tak pernah putus. Walaupun pada saat di bedah hujan kritikan terhadap karyanya terus dilontarkan. Salut buat bu Tatik....

Kemudian, aku kembali ke kamar dan mencoba tidur. Karena aku sekamar dengan Desi, Desi memilih membuat laporan dan aku mencoba tidur. Namun, meskipun mata lima wat tetapi kantuk belum juga datang.

Aku lirik jam di ponsel jam 5.30, kumencoba makin memejamkan mataku. Meskipun terasa ngantuk dan capek, tetapi mata ini tidak juga bisa dipejamkan. Lalu, aku memilih mandi. Rasanya menyegarkan ketika tubuh yang lelah bersentuhan dengan air anget dari shower yang keluar dan membahasi tubuhku.

Mei 03, 2010

Banjir Tinta

Baru kali ini melihat tinta muncrat ke wajah dan tanganku. Ini kejadian ini berawal dari Nadia yang mencoba mengisi tinta printer yang sudah habis untuk memprint kegiatan KPA (Kelompok Pemuda Advent). Sudah deh, rumah banjir tinta --tidak terlalu di dramatisir hehe--

Tinta yang tinggal 1/4 itu muncrat ke wajah dan baju kami. Alhasil, kami langsung lari ke kamar mandi untuk segera meninghilangkan jejak pada wajah dan tangan kami. Setelah berupaya menghilangkan tinta dari wajah, tangan dan dada kami. Masih ada sisa-sia tinta pada tangan.

Ruang tamu sudah --lumayan-- hancur, bunga kena tinta, meja kena tinda, kursi dan pastinya lantai yang lebih parah. Oh ya masih ada sarung bantal xixixi. Untunglah mama tidak marah, karena itu memang tidak disengaja, kecelakaan. Alhasil, jadi kerjakeras membersihkan lumuran tinta yang ada. Namun itu menjadi pengalaman yang unik.

Hampir seluruh rumah masih terkena sisa tinta yang masih tertinggal. Karena tinta printer cair itu lengket. Dibersihkan di pel tetap aja masih ada bekas-bekasnya. Adikku yang pulang kerjapun terkena tinta yang rupanya tersembunyi pada tumpukan buku-buku kuliahnya.

Ya, kejadian kembali terulang. Saat mencoba mengisi tinta lagi. Kembali lantai depan tertumpah tinta. Bahkan jarumnya pun sampai patah... Strong banget kan?????

April 29, 2010

Mama dan Sinetron

Em... Belakangan ini mama lagi gemar nonton sinteron, alhasil tiap malam rebutan nonton film melulu. Habis mau bagaimana lagi, meskipun punya dua TV, tp satu TV gak bisa digunakan untuk nonton. Pasalnya, mama bilang tidak perlu di pasang aliran kabel TV kabel....

jadinya, tiap malam siap-siap 'bertengkar' untuk rebutan saluran chanel TV. Nonton TV hanya bisa kami lakukan malam hari, aku inginnya saluran HBO or Star Movie or Cartoon Network. Nah, mama inginnya SCTV or RCTI. Wah, capek deh mama dengan sinetron mulai dari Karmila, Safa dan Marwah hingga Dia bukan anakku.

Meskipun kesal, dan tetap bertahan pada pendirian di Star Movie or HBO, kami kadang suka rebutan remote. Untung aku punya sekutu yang baik hati --adikku-- Itu kalau film yang kutonton, dia suka nonton juga. Alhasil kadang mama suka kalah.

Ya, untuk film Safa dan Marwah mama masih bisa sabar, tapi untuk film bukan anakku, mama tidak kenal kompromi. Meskipun film yang kami tonton sedang tegang-tegangnya, kalau sudah jamnya pasti mama langsung deh mengganti tuh chanel.

Bahkan film itu baru diputar lima menit langsung nangis --dasar orang Jawa hahaha julukan kami pada mama-- Em, kalau untuk film Safa dan Marwah terlalu di panjang-panjangin gak menarik dan jadi membosankan. Nah, kalau buat sinetron itu tidak perlu terlalu panjang or dibuat terlalu panjang dikarenakan ratingnya lagi tinggi.

Aku jadi ingat film di indosiar ya, yang sampai enam periode. Alamak, aku lebih suka film yang tidak terlalu lama. Namun berkesan dan menarik.... Bagaimana dengan kamu?? Karena itu, aku jarang nonton film Indonesia, khususnya sinetron. Beda kalau film cinema. Ada beberapa yang bagus, seperti Laskar Pelangi....

April 25, 2010

Suami Menulariku AIDS IX

‘’Hei, jangan berlarian. Macam anak kecil,’’ nasehat ibu. ‘’Ada apa?,’’

‘’Aku hamil, ibu akan jadi nenek,’’ teriak ku senang.

‘’Apa. Yang bener,’’ Tanya ibu tak percaya.

‘’Bener, ini hasilnya,’’ kata ku semangat sambil menunjukan tes kehamilan.

‘’Berbahaya kah bagi kesehatan mu,’’ Tanya ibu dengan raut wajah cemas.

‘’Ku rasa tidak. Karena aku sudah berkonsultasi dengan dokter. Tetapi kemungkinan anak ku tertular lima puluh persen,’’ jelas ku. ‘’Bu, akan ku rawat anak ini dan akan ku jaga dia. Aku merasa bersyukur, walaupun aku ODHA, tapi aku masih diberi kesempatan memiliki anak.’’

‘’Ibu akan turut membantu mu dan kita berjuang bersama ya,’’ ungkap ibu ku sambil mengenggam jemari tangan ku.

***

Kelahiran angel di rumah membuat suasana berbeda. Membuat gairah hidup ku semakin tinggi. Doa ku tiap malam kepada Tuhan agar nasib anak ku tidak seperti ku. Doa ku terjawab. Anak ku lahir dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus yang sama dengan ku. Semua berkat dokter dan Tuhan yang menjaga dan mendengar doa-doa yang ku panjatkan dalam setiap tarikan nafas ku.

Angel itu lah nama yang ku berikan. Disaat aku bertarung menghadirkan Angel. Aku mendengar kabar, Didi kembali ke Batam. Namun, ia tak pernah sekalipun mengunjungi ku. Bahkan, kabar yang paling menyakitkan, dia selingkuh. Angelah yang memberi ku semangat untuk hidup.

Dikarenakan aku adalah ODHA, dokter menyarankan ada baiknya aku melakukan operasi sesar untuk menghindari virus tersebut menyebar ke anak yang dalam kandungan. Sebagai wanita, sebenarnya aku menginginkan lahir normal. Namun, kalau itu yang terbaik bagi kami berdua. Tidak ada salahnya. Anak ku lahir dengan berat badan yang montok dan sehat. Aku bangga saat mendengar suara tagisan pertamanya.

‘’Sudah, tidak usah dipikirkan. Kamu kan cantik, masih banyak pria lain yang pantas untuk mu,’’ ujar Wulan, saat mengunjungi ku.

Wulan merupakan waria yang aktif di organisasi ODHA. Semua kawan-kawan datang dan mendukung ku. Mereka mengingatkan aku agar tidak bersedih. Karena berbahaya bagi kesehatan ku. Bila CD4 ku turun dratis.

‘’Makasih. Kalian memang kawan yang baik,’’ ujar ku terharu.

‘’Itu gunanya kawan bukan,’’ tutur Wulan sambil memeluk ku. ‘’Anak kamu lucu Suci, kamu kasih nama siapa?,’’

‘’Angel. Karena dia seperti malaikat bagi ku. Untuk itu, aku harus berjuang, untuk Angel,’’

***



Sepertinya Tuhan masih ingin mencobai hidup ku. Setelah segala masalah bisa ku atasi. Walaupun hati ku hancur. Aku diceraikan suami, karena ada wanita lain. Padahal, dia yang menulari ku HIV. Itu pun aku terima dengan iklas. Namun, jangan anak ku.

Waktu dokter menyatakan bahwa, Angel positif HIV, hidup ku seakan hancur berkeping-keping.

‘’Dari hasil tes darah, anak mu positif HIV. Angel masih bisa hidup normal layaknya anak lainnya. Asalkan, dijaga makanannya. Jangan makan-makanan yang tidak bergizi, sama seperti mu. Makan lah makanan yang fresh ya. Yang tabah,’’ ujar dokter Heni, sambil memeluk ku.

Mimi Lan Mintuna

Aku mendapat pinjaman buku dari seorang wanita nomor satu di Tanjungpinang. Aku merasa senang, bisa mendapatkan kesempatan masuk ke dalam perpustakaannya. Wanita berkulit putih itu memiliki beberapa koleksi buku dan aku merasa senang, aku pilih buku yang berjudul Mimi Lan Mintua.

Awal melihat cover buku ini terus terang kurang menarik. Namun di bawah judul besar yang menuliskan Mimi Lan Mintua, ada tulisan kisah trafficking. Em, aku langsung tertarik untuk membawanya pulang. Setiap lembaran buku karangan Remy Syladov --baru kali ini aku membaca hasil karyanya-- sangat menarik, meskipun ada beberapa lembaran yang kulewati, karena tidak sabaran untuk segera menyelesaikan buku ini.


Tokoh utama dari cerita ini adalah seorang janda, Indayati. Ia merupakan tokoh sentral dalam novel ini. Sang penulis mengawali kisah kehidupannya berawal dari kehidupan keluarga Indayati di Gunungpati, Ungaran. Sang suami, Petrus, tak lagi memiliki pekerjaan. Ia diPHK dari perusahaan milik Korea di sekitar Ungaran.

Sejak Petrus yang kemudian dipanggi Petruk ini mulai suka mabuk-mabukan dan ringan tangan terhadap istrinya. Ia tidak tahan dan memutuskan untuk meninggalkan rumah dan suaminya dengan membawa buah hati mereka, Eka. Ia mencoba memulai babak baru di rumah adik ibunya di Semarang yang bernama Bambang Sunaryo. Lik Naryo, sapaan Indayati pada Bambang.

Namun, Lik Naryo berniat memboyong keluarganya pindah ke Manado. Bambang Sunaryo, pekerja pada perusahaan tambang milik Amerika di Minahasa. Melihat kondisi Indayati yang memprihatinkan, maka diajaklah serta Indayati ikut serta ke Manado untuk tinggal bersama mereka.

Di Manado, Indayati mulai menata kembali hidupnya. Namun kehidupannya mulai terasa jemu. Karena tidak melakukan apa-apa. Ia ingin kembali bisa menghasilkan uang sendiri dan ia tidak may terus menerus enjadi beban keluarga Lik Naryo. Tapi apa daya, surat-surat berharga yang menunjukkan bahwa dia pernah menjadi pegawai apotek di perusahaan farmasi di Semarang tidak terbawa.

Suatu ketika, Indayati melewati lapangan yang saat itu banyak pengunjung yang ingin di-casting menjadi artis. Dari sinilah persoalan kehidupan Indayati berubah total. Ia tidak mengikuti casting, namun 'agen' tersebut tertarik melihat Indayati dan ia membujuk dia untuk ikut ke Bangkok.

Agen tersebut ternyata komplotan mafia yang memperjualbelikan perempuan. Indayati dan Kalyana --sepupunya-- masuk perangkap dan dibawa ke Bangkok. Di sana mereka dijadikan budak pelayan nafsu para lelaki hidung belang.

Saat di sana, Indayati diminta untuk bermain film porno, ia tidak mau. Namun, komplotan itu menyuntikan sesuatu pada tubuhnya dan dalam keadaan tidak sadar, ia di perkosa. Ia merasa kaget pada saat bangun, sudah tidak menggunakan baju dan bagian selangkangannya terasa sakit. Padahal ia sudah lama tidak melakukan hubungan badan dengan suaminya. Ia menangis di dalam kamar mandi.

Nasibnya masih beruntung, sepupunya, Kayla yang masih muda. Disuruh pose telanjang dan difoto. Foto-foto itu dipasang pada 'majalah' yang menjual ke perawanan. Namun, sayang dia diperkirakan tidak perawan. Seorang pelanggan merasa kecewa. Disitulah nasib wanita itu mengenaskan, ditembak mati pada kepalanya oleh Sindikat perdagangan perempuan internasional yang beranggotakan Ng Seng Jung, Sean PV, Kiky dan Bunda yang merupakan seorang waria yang sangat keji.

Wajah Indayati yang Waca Waka – Wanita Cantik Wajah Kampung --gelar yang belakangan diberikan kepada Indayati sebagai primadona seks-- menjadi primadona. Ada satu pelanggan yang menyukai Indayati, namun dikarenakan tubuh Indayati pernah disiksa dan banyak bekas siksaan, seperti bekas siksaan rokok yang ada di bagian dadanya. Ia meminta kepada bunda agar ia dioperasi untuk menghilangkan bekas lukanya.

''Dasar laki-laki! Mereka menyukai tubuh yang mulus, mengabaikan hati yang tulus. Mereka cuma memandang perempuan dari sudut manfaat, bukan martabat. Mereka, melulu berpikir tentang nikmat wanita, ketimbang hikmat perempuan. Mereka bukan memberdayakan tapi memperdayakan,'' gerutu Indayati saat tangan Thanh-Dam dengan tak sabar membuka kancing-kancing blusnya.

Sementara itu, Petruk semakin terbenam dalam ketidakwarasan setelah ditinggal pergi istri dan anaknya. Tiap hari ia berulah. Ia terus memalak warga setempat, meminta uang secara paksa. Sudah lama warga memendam kebencian kepadanya. Mereka bersepakat untuk menghajarnya. Seorang warga bernama Sutejo bahkan telah menyiapkan pembunuh bayaran. Tiga juta rupiah ongkos untuk menghabisi nyawa si tukang palak itu. Pembunuh bayaran itu berhasil melepaskan peluru kearah dada Petruk. Bersama pembunuh bayaran itu, Tejo membuang jasad Petruk di Kali Babon.

Disitulah titik awal Petruk berubah. Nasib buruk yang hampir menghilangkan nyawanya membuatnya insaf. Ia mulai bertekad mencari istrinya dan meminta maaf atas perlakukannya selama ini. Petruk hanyalah preman kampung dan ia harus berhadapan dengan mafia internasional.

Sejauh aku baca, novel ini sangat menarik dan semua diskripsi masing-masing tokoh sangat nyata dan secara analitis dan dramatis ini berakhir melodramatik. Em... baca sendiri ya kelanjutannya, yang pasti tidak menyesal setiap lembar dari 292 halaman ini memiliki kalimat dan cerita yang membuat pembacanya hanyut dalam kisah yang ada di buku tersebut.

. . . Sempat Panik . . .


Hidup ini memang penuh godaan dan kejahatan. Tidak bisa dipungkiri, apalagi sejak beranjak semakin dewasa... Semakin banyak godaan dan bahkan tidak bisa menahan emosi. Em... Belakangan ini banyak sekali kejadian yang menimpa diriku, mulai dari badan sakit semua hingga terkena demam.

Bahkan yang paling parah, emailku di bobol. Hampir saja, aku tidak bisa lagi membuka blogku dan mengupdatenya. Karena ada manusia iseng, yang suka membuat orang lain merasa rugi. Ya, sudah lah yang penting emailku selamat dan juga facebookku.

Manusia.... itu lemah, lemah karena nafsu daging yang selalu menyusup dalam sanubarinya. Nafsu daging yang tidak bisa dikendalikan lagi, seperti kejahatan, dan sebagainya. Semua dilakukan entah pada siapa, kenapa dan mengapa. Tanpa alasan yang jelas.

Siapapun bisa jadi pelaku dan juga korban. Tapi kenapa?? Entahlah, aku juga tidak tahu siapa pelakunya. Saat ini, sudah banyak masalah yang sedang kuhadapi, menunggu kabar dari penerbit yang belum juga ada titik terang dari beberapa penerbit. Buntu ide untuk melanjutkan menulis fiksi mengenai korban kejahatan cyber dan juga trafficking.

Inspirasi ini berdasarkan pengalaman hidup yang ada di sekelilingku. Manusia, bisa menjadi korban dari kejahatan. Dimanapun, Kapanpun. Hidup ini tidak semudah yang kita bayangkan. Selalu ada kejahatan yang mengintai. Namun, tidak semua hidup ini penuh kegelapaan.

Selalu ada cahaya yang menerangi dan menyemangati kita. Semua itu bersumber dari air kehidupan. Meskipun terkadang banyak hal yang terjadi, kita masih bisa menghadapi dan terus berupaya maju.... Aku harap, aku masih punya setitik harapan untuk bisa bertahan dan terus maju.

April 09, 2010

Keputusan Tepat

Benarkan pria membuat wanita lemah dengan segala tipu dayanya. Memikat hati wanita lalu menjatuhkannya berkeping-keping? Terkadang --sebagian besar-- kawanku menanyakan apakah masih ada cinta sejati dalam kehidupan ini. Cinta yang tulus menerima segala kelebihan dan kekurangan masing-masing???

Lalu, bagaimana ada sosok pria yang benar-benar memikat hati, seperti sang pangeran --berkuda putih-- seperti impian para gadis pada masa remaja.... Dari semua yang kamu inginkan ada padanya, hanya satu yang membedakan kamu dengan dia, agama!!!!

Persoalan yang sulit..... Hidup adalah sebuah pilihan, karena itu aku memilih yang terbaik dari segala yang terbaik. Dunia menawarkan segala isinya, keindahannya dan segala janji manis.... Apakah aku terperdaya??? Kadang, sebagai manusia aku terperdaya, tetapi sulit untuk --menghilang-- Karena aku yakin dan percaya, semua akan indah pada waktunya.

Hidup memang sulit, keputusan yang berat hati itupun harus ditetapkan dan aku telah mengambil keputusan itu. Aku tetap bertahan pada prinsipku. Meskipun sakit --kali ini luar biasa sakit-- aku tetap bertahan. Dibalik kesedihanku seorang, rupanya aku tidak sendiri. Ada kakak P yang juga bernasib sama denganku. Ada juga D, M dan juga N.

Mencari cinta sejati --true love-- bukan berarti menghalalkan segala cara. Meskipun jam berdetak terus menerus... Malam berganti pagi, pagi berganti siang, siang berganti malam dan terus menerus seperti itu. Apakah aku akan merasa cemas dan memikirkan perkataan orang akan hidupku???

Ada satu kawan yang mengatakan --kawan yang bernasib sama-- Apakah kita hidup di dunia ini untuk memuaskan mata orang akan hidup kita?? atau kita ingin menyenangkan hati kita tanpa perlu memikirkan perkataan orang yang simpang siur akan diri kita.

Hal itu bukannya tanpa dasar. Karena ia memiliki pengalaman --khususnya bukan pengalaman pribadinya tetapi keluarganya-- Dimana adiknya --perempuan-- berkorban banyak hal dan memilih pria sebagai segalanya. Apa jadinya??? Dia berkorban perasaan dan jiwanya, tertekan dalam pilihannya. Itu dikarenakan hanya ingin memuaskan nafsu mata orang yang melihatnya sudah berkeluarga.

Lalu, bagaimana dengan pengalaman menikah hanya untuk status??? Ini adalah zaman moderen. Kita --manusia-- hidup memang diciptakan berpasang-pasangan. Adam dan Hawa juga demikian. Begitu juga kita --manusia-- Namun jika cinta sejati juga belum datang padamu. Apakah kamu benar-benar akan menikah hanya karena mengejar status MARRIED??

Tik tok tik tok waktu berdetak dan berlalu, semakin cepat dan cepat. Namun kamu juga belum menemukan jodohmu yang tepat. Meskipun hatimu telah berlabuh pada sang pangeran, namun rupanya dia bukan yang the one dikarenakan perbedaan.

Apakah pilihan menikah beda agama adalah pilihan yang tepat atau membuat perjanjian menikah di salah satu agama tetapi boleh menganut agama masing-masing??? Oh no!!!! Aku tidak pernah berpikir demikan --berarti aku membohongi diriku sendiri-- Terkadang terlintas demikian, lagi-lagi aku diingatkan beberapa pengalaman orang terdekatku. Thanks God, you still here beside me.

Ya benar!! Dalam berumah tangga menyatukan dua hal yang berbeda namun bukan dua hal yang berbeda adalah agama. Melainkan dua sifat kepribadian.

Mengalah untuk menang atau mengalah untuk kalah???? Itu pun terlintas dalam benakku. Apakah aku harus menang untuk kalah atau Kalah untuk menang?? Karena kehidupan tidak hanya ada di bumi... Aku jadi ingat salah satu ucapan seseorang yang pernah bertanya dan sang tutor menjawab. Kita hidup di dunia ini sudah menderita, tidak bisa makan enak. Apa kita mau itu menjadi sia-sia?? dunia tak dapat, surga juga tidak dapat.

Membingungkan sangat membingungkan... Namun aku tahu, aku tidak sendirian di dunia ini menghadapi kasus yang sama. Masih banyak hal serupa dan mungkin bahkan buruk. Namun jika kita senantiasa jalan bersamaNya... Alhasil semua akan indah pada waktunya.

Aku tidak peduli kata orang, aku tidak peduli pandangan orang. Yang kupedulikan saat ini bagaimana aku bisa menumbuhkan imanku semakin hari semakin kuat. Jangan sampai aku tersesat dalam pemikiran dan duniaku yang sempit. Karena aku yakin dan percaya, aku tidak sendiri dan aku percaya akan janjiNya....

Maret 31, 2010

Oh No . . . I am Fat


Em, wanita itu benar-benar rumit dan sukar dimengerti. Termasuk diriku. Terkadang aku tidak mengerti apa yang kumau dan kuinginkan. Mencoba diet, malah makan banyak. Mencoba makan banyak, juga tidak bisa. Belakangan ini banyak orang yang mengatakan diriku gemuk... Oh No... I am fat, pikirku.

Tidak hanya kawan-kawan saja, tetapi juga narasumberku. Bahkan narasumber yang rada cuek pun nyampe bilang sekarang gemuk lagi ya?? Wah, gawat!!!!! Memang jika ada niat diet, aku bisa benar-benar diet dan bela-belain bangun lebih pagi tuk olahraga.

Sekarang boro-boro bangun lebih pagi tuk olahraga, malasnya minta ampun. Sampai saat ini, aku tidak berani lihat timbangan. Aku beranggapan timbanganku rusak, jika melihat angka 50 or lebih pada jarum penunjuk berat badan. Ckckck segitunya.

Aku ngerasa tubuhku kembali melar. Padahal, aku sudah berupaya diet dan menjaga berat badan. Kini, aku kembali kesulitan untuk memilih menggunakan baju yang nyaman dikenakan. Em, hal yang paling membuatku kesal adalah bagian depan yang jika berat badanku bertambah. Bagian itu yang paling menonjol. Capek deh,

Kenapa perempuan itu ribet dan memiliki segudang aturan tidak boleh terlalu gemuk, montok dan juga kurus. Duh... mank susah jadi wanita. Banyak aturan yang kasat mata. Tapi kadang menjadi wajib untuk dilakukan. Mengingat semua hal bisa terjadi.

Sekarang aku berupaya kembali melakukan diet dan bahkan puasa untuk mengurangi berat badan. Niat yang tidak bagus bukan???
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra