April 29, 2010

Mama dan Sinetron

Em... Belakangan ini mama lagi gemar nonton sinteron, alhasil tiap malam rebutan nonton film melulu. Habis mau bagaimana lagi, meskipun punya dua TV, tp satu TV gak bisa digunakan untuk nonton. Pasalnya, mama bilang tidak perlu di pasang aliran kabel TV kabel....

jadinya, tiap malam siap-siap 'bertengkar' untuk rebutan saluran chanel TV. Nonton TV hanya bisa kami lakukan malam hari, aku inginnya saluran HBO or Star Movie or Cartoon Network. Nah, mama inginnya SCTV or RCTI. Wah, capek deh mama dengan sinetron mulai dari Karmila, Safa dan Marwah hingga Dia bukan anakku.

Meskipun kesal, dan tetap bertahan pada pendirian di Star Movie or HBO, kami kadang suka rebutan remote. Untung aku punya sekutu yang baik hati --adikku-- Itu kalau film yang kutonton, dia suka nonton juga. Alhasil kadang mama suka kalah.

Ya, untuk film Safa dan Marwah mama masih bisa sabar, tapi untuk film bukan anakku, mama tidak kenal kompromi. Meskipun film yang kami tonton sedang tegang-tegangnya, kalau sudah jamnya pasti mama langsung deh mengganti tuh chanel.

Bahkan film itu baru diputar lima menit langsung nangis --dasar orang Jawa hahaha julukan kami pada mama-- Em, kalau untuk film Safa dan Marwah terlalu di panjang-panjangin gak menarik dan jadi membosankan. Nah, kalau buat sinetron itu tidak perlu terlalu panjang or dibuat terlalu panjang dikarenakan ratingnya lagi tinggi.

Aku jadi ingat film di indosiar ya, yang sampai enam periode. Alamak, aku lebih suka film yang tidak terlalu lama. Namun berkesan dan menarik.... Bagaimana dengan kamu?? Karena itu, aku jarang nonton film Indonesia, khususnya sinetron. Beda kalau film cinema. Ada beberapa yang bagus, seperti Laskar Pelangi....

April 25, 2010

Suami Menulariku AIDS IX

‘’Hei, jangan berlarian. Macam anak kecil,’’ nasehat ibu. ‘’Ada apa?,’’

‘’Aku hamil, ibu akan jadi nenek,’’ teriak ku senang.

‘’Apa. Yang bener,’’ Tanya ibu tak percaya.

‘’Bener, ini hasilnya,’’ kata ku semangat sambil menunjukan tes kehamilan.

‘’Berbahaya kah bagi kesehatan mu,’’ Tanya ibu dengan raut wajah cemas.

‘’Ku rasa tidak. Karena aku sudah berkonsultasi dengan dokter. Tetapi kemungkinan anak ku tertular lima puluh persen,’’ jelas ku. ‘’Bu, akan ku rawat anak ini dan akan ku jaga dia. Aku merasa bersyukur, walaupun aku ODHA, tapi aku masih diberi kesempatan memiliki anak.’’

‘’Ibu akan turut membantu mu dan kita berjuang bersama ya,’’ ungkap ibu ku sambil mengenggam jemari tangan ku.

***

Kelahiran angel di rumah membuat suasana berbeda. Membuat gairah hidup ku semakin tinggi. Doa ku tiap malam kepada Tuhan agar nasib anak ku tidak seperti ku. Doa ku terjawab. Anak ku lahir dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus yang sama dengan ku. Semua berkat dokter dan Tuhan yang menjaga dan mendengar doa-doa yang ku panjatkan dalam setiap tarikan nafas ku.

Angel itu lah nama yang ku berikan. Disaat aku bertarung menghadirkan Angel. Aku mendengar kabar, Didi kembali ke Batam. Namun, ia tak pernah sekalipun mengunjungi ku. Bahkan, kabar yang paling menyakitkan, dia selingkuh. Angelah yang memberi ku semangat untuk hidup.

Dikarenakan aku adalah ODHA, dokter menyarankan ada baiknya aku melakukan operasi sesar untuk menghindari virus tersebut menyebar ke anak yang dalam kandungan. Sebagai wanita, sebenarnya aku menginginkan lahir normal. Namun, kalau itu yang terbaik bagi kami berdua. Tidak ada salahnya. Anak ku lahir dengan berat badan yang montok dan sehat. Aku bangga saat mendengar suara tagisan pertamanya.

‘’Sudah, tidak usah dipikirkan. Kamu kan cantik, masih banyak pria lain yang pantas untuk mu,’’ ujar Wulan, saat mengunjungi ku.

Wulan merupakan waria yang aktif di organisasi ODHA. Semua kawan-kawan datang dan mendukung ku. Mereka mengingatkan aku agar tidak bersedih. Karena berbahaya bagi kesehatan ku. Bila CD4 ku turun dratis.

‘’Makasih. Kalian memang kawan yang baik,’’ ujar ku terharu.

‘’Itu gunanya kawan bukan,’’ tutur Wulan sambil memeluk ku. ‘’Anak kamu lucu Suci, kamu kasih nama siapa?,’’

‘’Angel. Karena dia seperti malaikat bagi ku. Untuk itu, aku harus berjuang, untuk Angel,’’

***



Sepertinya Tuhan masih ingin mencobai hidup ku. Setelah segala masalah bisa ku atasi. Walaupun hati ku hancur. Aku diceraikan suami, karena ada wanita lain. Padahal, dia yang menulari ku HIV. Itu pun aku terima dengan iklas. Namun, jangan anak ku.

Waktu dokter menyatakan bahwa, Angel positif HIV, hidup ku seakan hancur berkeping-keping.

‘’Dari hasil tes darah, anak mu positif HIV. Angel masih bisa hidup normal layaknya anak lainnya. Asalkan, dijaga makanannya. Jangan makan-makanan yang tidak bergizi, sama seperti mu. Makan lah makanan yang fresh ya. Yang tabah,’’ ujar dokter Heni, sambil memeluk ku.

Mimi Lan Mintuna

Aku mendapat pinjaman buku dari seorang wanita nomor satu di Tanjungpinang. Aku merasa senang, bisa mendapatkan kesempatan masuk ke dalam perpustakaannya. Wanita berkulit putih itu memiliki beberapa koleksi buku dan aku merasa senang, aku pilih buku yang berjudul Mimi Lan Mintua.

Awal melihat cover buku ini terus terang kurang menarik. Namun di bawah judul besar yang menuliskan Mimi Lan Mintua, ada tulisan kisah trafficking. Em, aku langsung tertarik untuk membawanya pulang. Setiap lembaran buku karangan Remy Syladov --baru kali ini aku membaca hasil karyanya-- sangat menarik, meskipun ada beberapa lembaran yang kulewati, karena tidak sabaran untuk segera menyelesaikan buku ini.


Tokoh utama dari cerita ini adalah seorang janda, Indayati. Ia merupakan tokoh sentral dalam novel ini. Sang penulis mengawali kisah kehidupannya berawal dari kehidupan keluarga Indayati di Gunungpati, Ungaran. Sang suami, Petrus, tak lagi memiliki pekerjaan. Ia diPHK dari perusahaan milik Korea di sekitar Ungaran.

Sejak Petrus yang kemudian dipanggi Petruk ini mulai suka mabuk-mabukan dan ringan tangan terhadap istrinya. Ia tidak tahan dan memutuskan untuk meninggalkan rumah dan suaminya dengan membawa buah hati mereka, Eka. Ia mencoba memulai babak baru di rumah adik ibunya di Semarang yang bernama Bambang Sunaryo. Lik Naryo, sapaan Indayati pada Bambang.

Namun, Lik Naryo berniat memboyong keluarganya pindah ke Manado. Bambang Sunaryo, pekerja pada perusahaan tambang milik Amerika di Minahasa. Melihat kondisi Indayati yang memprihatinkan, maka diajaklah serta Indayati ikut serta ke Manado untuk tinggal bersama mereka.

Di Manado, Indayati mulai menata kembali hidupnya. Namun kehidupannya mulai terasa jemu. Karena tidak melakukan apa-apa. Ia ingin kembali bisa menghasilkan uang sendiri dan ia tidak may terus menerus enjadi beban keluarga Lik Naryo. Tapi apa daya, surat-surat berharga yang menunjukkan bahwa dia pernah menjadi pegawai apotek di perusahaan farmasi di Semarang tidak terbawa.

Suatu ketika, Indayati melewati lapangan yang saat itu banyak pengunjung yang ingin di-casting menjadi artis. Dari sinilah persoalan kehidupan Indayati berubah total. Ia tidak mengikuti casting, namun 'agen' tersebut tertarik melihat Indayati dan ia membujuk dia untuk ikut ke Bangkok.

Agen tersebut ternyata komplotan mafia yang memperjualbelikan perempuan. Indayati dan Kalyana --sepupunya-- masuk perangkap dan dibawa ke Bangkok. Di sana mereka dijadikan budak pelayan nafsu para lelaki hidung belang.

Saat di sana, Indayati diminta untuk bermain film porno, ia tidak mau. Namun, komplotan itu menyuntikan sesuatu pada tubuhnya dan dalam keadaan tidak sadar, ia di perkosa. Ia merasa kaget pada saat bangun, sudah tidak menggunakan baju dan bagian selangkangannya terasa sakit. Padahal ia sudah lama tidak melakukan hubungan badan dengan suaminya. Ia menangis di dalam kamar mandi.

Nasibnya masih beruntung, sepupunya, Kayla yang masih muda. Disuruh pose telanjang dan difoto. Foto-foto itu dipasang pada 'majalah' yang menjual ke perawanan. Namun, sayang dia diperkirakan tidak perawan. Seorang pelanggan merasa kecewa. Disitulah nasib wanita itu mengenaskan, ditembak mati pada kepalanya oleh Sindikat perdagangan perempuan internasional yang beranggotakan Ng Seng Jung, Sean PV, Kiky dan Bunda yang merupakan seorang waria yang sangat keji.

Wajah Indayati yang Waca Waka – Wanita Cantik Wajah Kampung --gelar yang belakangan diberikan kepada Indayati sebagai primadona seks-- menjadi primadona. Ada satu pelanggan yang menyukai Indayati, namun dikarenakan tubuh Indayati pernah disiksa dan banyak bekas siksaan, seperti bekas siksaan rokok yang ada di bagian dadanya. Ia meminta kepada bunda agar ia dioperasi untuk menghilangkan bekas lukanya.

''Dasar laki-laki! Mereka menyukai tubuh yang mulus, mengabaikan hati yang tulus. Mereka cuma memandang perempuan dari sudut manfaat, bukan martabat. Mereka, melulu berpikir tentang nikmat wanita, ketimbang hikmat perempuan. Mereka bukan memberdayakan tapi memperdayakan,'' gerutu Indayati saat tangan Thanh-Dam dengan tak sabar membuka kancing-kancing blusnya.

Sementara itu, Petruk semakin terbenam dalam ketidakwarasan setelah ditinggal pergi istri dan anaknya. Tiap hari ia berulah. Ia terus memalak warga setempat, meminta uang secara paksa. Sudah lama warga memendam kebencian kepadanya. Mereka bersepakat untuk menghajarnya. Seorang warga bernama Sutejo bahkan telah menyiapkan pembunuh bayaran. Tiga juta rupiah ongkos untuk menghabisi nyawa si tukang palak itu. Pembunuh bayaran itu berhasil melepaskan peluru kearah dada Petruk. Bersama pembunuh bayaran itu, Tejo membuang jasad Petruk di Kali Babon.

Disitulah titik awal Petruk berubah. Nasib buruk yang hampir menghilangkan nyawanya membuatnya insaf. Ia mulai bertekad mencari istrinya dan meminta maaf atas perlakukannya selama ini. Petruk hanyalah preman kampung dan ia harus berhadapan dengan mafia internasional.

Sejauh aku baca, novel ini sangat menarik dan semua diskripsi masing-masing tokoh sangat nyata dan secara analitis dan dramatis ini berakhir melodramatik. Em... baca sendiri ya kelanjutannya, yang pasti tidak menyesal setiap lembar dari 292 halaman ini memiliki kalimat dan cerita yang membuat pembacanya hanyut dalam kisah yang ada di buku tersebut.

. . . Sempat Panik . . .


Hidup ini memang penuh godaan dan kejahatan. Tidak bisa dipungkiri, apalagi sejak beranjak semakin dewasa... Semakin banyak godaan dan bahkan tidak bisa menahan emosi. Em... Belakangan ini banyak sekali kejadian yang menimpa diriku, mulai dari badan sakit semua hingga terkena demam.

Bahkan yang paling parah, emailku di bobol. Hampir saja, aku tidak bisa lagi membuka blogku dan mengupdatenya. Karena ada manusia iseng, yang suka membuat orang lain merasa rugi. Ya, sudah lah yang penting emailku selamat dan juga facebookku.

Manusia.... itu lemah, lemah karena nafsu daging yang selalu menyusup dalam sanubarinya. Nafsu daging yang tidak bisa dikendalikan lagi, seperti kejahatan, dan sebagainya. Semua dilakukan entah pada siapa, kenapa dan mengapa. Tanpa alasan yang jelas.

Siapapun bisa jadi pelaku dan juga korban. Tapi kenapa?? Entahlah, aku juga tidak tahu siapa pelakunya. Saat ini, sudah banyak masalah yang sedang kuhadapi, menunggu kabar dari penerbit yang belum juga ada titik terang dari beberapa penerbit. Buntu ide untuk melanjutkan menulis fiksi mengenai korban kejahatan cyber dan juga trafficking.

Inspirasi ini berdasarkan pengalaman hidup yang ada di sekelilingku. Manusia, bisa menjadi korban dari kejahatan. Dimanapun, Kapanpun. Hidup ini tidak semudah yang kita bayangkan. Selalu ada kejahatan yang mengintai. Namun, tidak semua hidup ini penuh kegelapaan.

Selalu ada cahaya yang menerangi dan menyemangati kita. Semua itu bersumber dari air kehidupan. Meskipun terkadang banyak hal yang terjadi, kita masih bisa menghadapi dan terus berupaya maju.... Aku harap, aku masih punya setitik harapan untuk bisa bertahan dan terus maju.

April 09, 2010

Keputusan Tepat

Benarkan pria membuat wanita lemah dengan segala tipu dayanya. Memikat hati wanita lalu menjatuhkannya berkeping-keping? Terkadang --sebagian besar-- kawanku menanyakan apakah masih ada cinta sejati dalam kehidupan ini. Cinta yang tulus menerima segala kelebihan dan kekurangan masing-masing???

Lalu, bagaimana ada sosok pria yang benar-benar memikat hati, seperti sang pangeran --berkuda putih-- seperti impian para gadis pada masa remaja.... Dari semua yang kamu inginkan ada padanya, hanya satu yang membedakan kamu dengan dia, agama!!!!

Persoalan yang sulit..... Hidup adalah sebuah pilihan, karena itu aku memilih yang terbaik dari segala yang terbaik. Dunia menawarkan segala isinya, keindahannya dan segala janji manis.... Apakah aku terperdaya??? Kadang, sebagai manusia aku terperdaya, tetapi sulit untuk --menghilang-- Karena aku yakin dan percaya, semua akan indah pada waktunya.

Hidup memang sulit, keputusan yang berat hati itupun harus ditetapkan dan aku telah mengambil keputusan itu. Aku tetap bertahan pada prinsipku. Meskipun sakit --kali ini luar biasa sakit-- aku tetap bertahan. Dibalik kesedihanku seorang, rupanya aku tidak sendiri. Ada kakak P yang juga bernasib sama denganku. Ada juga D, M dan juga N.

Mencari cinta sejati --true love-- bukan berarti menghalalkan segala cara. Meskipun jam berdetak terus menerus... Malam berganti pagi, pagi berganti siang, siang berganti malam dan terus menerus seperti itu. Apakah aku akan merasa cemas dan memikirkan perkataan orang akan hidupku???

Ada satu kawan yang mengatakan --kawan yang bernasib sama-- Apakah kita hidup di dunia ini untuk memuaskan mata orang akan hidup kita?? atau kita ingin menyenangkan hati kita tanpa perlu memikirkan perkataan orang yang simpang siur akan diri kita.

Hal itu bukannya tanpa dasar. Karena ia memiliki pengalaman --khususnya bukan pengalaman pribadinya tetapi keluarganya-- Dimana adiknya --perempuan-- berkorban banyak hal dan memilih pria sebagai segalanya. Apa jadinya??? Dia berkorban perasaan dan jiwanya, tertekan dalam pilihannya. Itu dikarenakan hanya ingin memuaskan nafsu mata orang yang melihatnya sudah berkeluarga.

Lalu, bagaimana dengan pengalaman menikah hanya untuk status??? Ini adalah zaman moderen. Kita --manusia-- hidup memang diciptakan berpasang-pasangan. Adam dan Hawa juga demikian. Begitu juga kita --manusia-- Namun jika cinta sejati juga belum datang padamu. Apakah kamu benar-benar akan menikah hanya karena mengejar status MARRIED??

Tik tok tik tok waktu berdetak dan berlalu, semakin cepat dan cepat. Namun kamu juga belum menemukan jodohmu yang tepat. Meskipun hatimu telah berlabuh pada sang pangeran, namun rupanya dia bukan yang the one dikarenakan perbedaan.

Apakah pilihan menikah beda agama adalah pilihan yang tepat atau membuat perjanjian menikah di salah satu agama tetapi boleh menganut agama masing-masing??? Oh no!!!! Aku tidak pernah berpikir demikan --berarti aku membohongi diriku sendiri-- Terkadang terlintas demikian, lagi-lagi aku diingatkan beberapa pengalaman orang terdekatku. Thanks God, you still here beside me.

Ya benar!! Dalam berumah tangga menyatukan dua hal yang berbeda namun bukan dua hal yang berbeda adalah agama. Melainkan dua sifat kepribadian.

Mengalah untuk menang atau mengalah untuk kalah???? Itu pun terlintas dalam benakku. Apakah aku harus menang untuk kalah atau Kalah untuk menang?? Karena kehidupan tidak hanya ada di bumi... Aku jadi ingat salah satu ucapan seseorang yang pernah bertanya dan sang tutor menjawab. Kita hidup di dunia ini sudah menderita, tidak bisa makan enak. Apa kita mau itu menjadi sia-sia?? dunia tak dapat, surga juga tidak dapat.

Membingungkan sangat membingungkan... Namun aku tahu, aku tidak sendirian di dunia ini menghadapi kasus yang sama. Masih banyak hal serupa dan mungkin bahkan buruk. Namun jika kita senantiasa jalan bersamaNya... Alhasil semua akan indah pada waktunya.

Aku tidak peduli kata orang, aku tidak peduli pandangan orang. Yang kupedulikan saat ini bagaimana aku bisa menumbuhkan imanku semakin hari semakin kuat. Jangan sampai aku tersesat dalam pemikiran dan duniaku yang sempit. Karena aku yakin dan percaya, aku tidak sendiri dan aku percaya akan janjiNya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra