Baru kali ini melihat tinta muncrat ke wajah dan tanganku. Ini kejadian ini berawal dari Nadia yang mencoba mengisi tinta printer yang sudah habis untuk memprint kegiatan KPA (Kelompok Pemuda Advent). Sudah deh, rumah banjir tinta --tidak terlalu di dramatisir hehe--

Tinta yang tinggal 1/4 itu muncrat ke wajah dan baju kami. Alhasil, kami langsung lari ke kamar mandi untuk segera meninghilangkan jejak pada wajah dan tangan kami. Setelah berupaya menghilangkan tinta dari wajah, tangan dan dada kami. Masih ada sisa-sia tinta pada tangan.

Ruang tamu sudah --lumayan-- hancur, bunga kena tinta, meja kena tinda, kursi dan pastinya lantai yang lebih parah. Oh ya masih ada sarung bantal xixixi. Untunglah mama tidak marah, karena itu memang tidak disengaja, kecelakaan. Alhasil, jadi kerjakeras membersihkan lumuran tinta yang ada. Namun itu menjadi pengalaman yang unik.

Hampir seluruh rumah masih terkena sisa tinta yang masih tertinggal. Karena tinta printer cair itu lengket. Dibersihkan di pel tetap aja masih ada bekas-bekasnya. Adikku yang pulang kerjapun terkena tinta yang rupanya tersembunyi pada tumpukan buku-buku kuliahnya.

Ya, kejadian kembali terulang. Saat mencoba mengisi tinta lagi. Kembali lantai depan tertumpah tinta. Bahkan jarumnya pun sampai patah... Strong banget kan?????

Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

1 komentar untuk Banjir Tinta

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health

  1. makanya nenk. . .
    jgn maen maenin pena .. .
    gitu dechakibatnya...
    hehehehehehehe:)

    BalasHapus