Dari kemarin, aku ingin menuliskan review buku dari Sherryl Woods dengan judul Amazing Gracie, kalau di bahasa Indonesiakan judulnyasama penerbitnya diganti menjadi Anugerah Terindah. Ini merupakan buku
terakhir yang aku baca di tahun 2014.

menceritakan mengenai Gracie Mac Dougal yang memutuskan keluar daripekerjaannya dan kembali ke Kota Seagull Point, Virginia. Gracie bisa dikatakan wanita workocholic atau gila kerja. Diceritakan, Gracie adalah seorang manajer hotel bertaraf yang sangatgila kerja. Ia rela berpindah-pindah hotel dari daerah satu ke daerahyang lainnya hanya karena kegilaannya bekerja sebagai manajer hotel bertaraf internasional, yang pada suatu waktu ia sempat bekerja dihotel Wordwide yang di CEO-i oleh Maximillian Devereaux.

Namun, karena tetidakcocokan Gracie terhadap gaya memerintah Max,Gracie akhirnya berhenti dan memutuskan untuk mencari hotel lain.Gracie merasa tidak cocok dengan Max karena sifat Max yang tidak
begitu mementingkan kesopanan terhadap tamu, sedangkan Gracie sendiriingin selalu begitu menghormat para tamu yang singgah menginap. Padahal yang kecil pun Max tidak begitu peduli. Ia hanya peduli pada uang semata, tanpa memikirkan kenyamanan tamu. Bahkan kadang Max jengkelterhadap sikap Gracie yang selalu ingin mengganti setiap hari bunga yang layu di Wordwide. Bagi Max bunga diganti setiap seminggu sekali saja, karena dapat menghemat pengeluaran.

Meski Gracie memutuskan untuk tidak lagi bekerja di Wordwide di bawah arahan Max, Gracie tidak tahu mau pindah ke mana. Ia sudah tidak mempunyai orang tua, sanak saudara, dan teman. Setelah keputusannya
itu yang terlintas di benaknya hanyalah sebuah kota yang sempat iakunjungi bersama keluarganya waktu ia kecil dulu; sebuah kota Pantai Seagull Point di Virginia. Dia resign dari pekerjaannya karena merasa
sudah tidak memiliki konsep yang sama dengan bosnya, Maximillian Devereaux, CEO ketiga dari Worldwide Hotels.

Setelah pertengkaran kecil dengan Max karena urusan pekerjaan yang dianggap Max apa yang dilakukan Gracie tidaklah penting. Graice pun merasa konsep dan semua hal yang telah dilakukannya tidak dibutuhkanlagi disini. Dia pun memilih keluar dari perusahaan tersebut. Gracie sangat mencintai pekerjaannya sebagai pengelola hotel dan mengurus hal-hal kecil dan selalu bersikap perfeksionis. Dikarenakan sekarang Max adalah pemimpin hotel dan melakukan perubahaan yang besar dalam mengelola penginapan membuat pekerjaan impiannya menjadi mimpi buruk.

Memutuskan resign, mengecek keuangan dan akhirnya Gracie memutuskan liburan selama lima bulan kedepan. Dia memilih Seagull Point, dalam peta Seagull Point hanya seperti titik noda yang terletak antaraColonial beach dan Montross. Dia pun menyewa sebuah rumah melalui kantor agen properti. Rumah kecil didekat sungai menjadi pilihannya.

Saat berjalan-jalan ia jatuh hati pada rumah besar bergaya Victoria yang sudah rusak tetapi sinar matahari membuat rumah ini menjadi menarik. Dengan kondisi rumah tiga lantai yang nampak seperti rumah hantu. Tetapi Graice berpikir lain dia membayangkan rumah itu disulapmenjadi penginapan sederhana.

Ia mencoba mencari tahu siapa pemiliknya karena dia berniat membeli rumah tersebut. Karena rumah tua yang menghadap ke pantai akan menjadi daya tarik tersendiri untuk penginapannya nanti. Namun, niat untuk memiliki rumah tua itu tidak mulus. Dia dihalangi Kevin Patrick Daniels. Kevin adalah pemilik rumah tua bergaya Victoriaitu. Ia pria tradisional dan cukup terkenal di kota itu. Gracie mendambakan rumah tua itu, namun Kevin tidak tertarik untuk menjualnya. Berbagai negosiasi dicoba Gracie, tapi Kevin tetap pada pendirian awalnya.

Berbagai cara Graice untuk mendapatkan rumah itu, tetapi tidak berhasil. Sambil mencari cara, Graice menyadari kelemahannya jika ia ingin membuat penginapan. Dia tidak bisa memasak. Dia pun mencoba
membeli buku resep masakan. Seiring berjalannya waktu, ia pun mengenal beberapa orang dilingkungan desa kecil itu. Salah satunya, Mrs Johnson. Dia merupakan ahli memasak kue dan Mrs Johnson ini juga
berupaya untuk mendekatkan Graice dengan Kevin.

Kevin sendiri mulai tertarik dengan Graice tetapi kehidupan keluarganya yang complicated membuatnya urung. Hingga akhirnya Max menyusul Graice dan memintanya agar kembali bekerja dengannya. Suatu
cerita yang memiliki plot yang menarik, konflik, cemburu, cinta dan perjuangan, serta unsur komedi yang tidak picisan membuat novel ini menjadi urutan novel favorite yang patut dibaca.

Bagaimana kisah-kisah tokoh yang banyak di buku ini menjadikan klimaks yang baik. Benar-benar amazing book.



www.diary-citra.blogspot.com

*Keep Smile and Spirit*
Silakan pilih sistem komentar anda

Jadilah orang pertama yang berkomentar!

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health