Pernah Naik Gajah?  Pertanyaan pembukaan dalam penulisan kali ini mengenai binatang gajah, setelah sebelumnya membahas binatang Badak. Gajah banyak ditemukan di Sumatera dan Riau. Siapa coba yang tidak senang melihat binatang yang memiliki belalai yang panjang dan kuping yang lebar, serta suara yang nyaring bila sedang senang, seperti suara terompet berkumandang, mungggg. Binatang yang memiliki warna abu-abu ini selalu menarik untuk dibahas.


Gajah adalah binatang mamalia besar dan bahasa latin gajah adalah Elephantidae dan ordo Proboscidea. Meskipun bertubuh tambun rupanya gajah ini termasuk golongan binatang pekerja lho? Keren kan? Pernah bertandang ke Pekanbaru? Aunty Citra pernah sekali tetapi tidak sampai ke hutan Pekanbaru hanya di perkotaannya saja. Bicara pekanbaru untuk saat ini kita juga merasakan dampak dari pembakaran hutan dari pelaku yang tidak bertanggungjawab. Mudahan pemerintah bisa mengatasinya dengan baik dan mencengah kejadian serupa terulang kembali.

Di Pekanbaru banyak sekali gajah liar, aunty Citra pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi volunteer mengenai gajah liar di sana, tetapi orangtua aunty tidak mengizinkan aku berurusan dengan hutan dan hewan besar itu. Mereka takut dan sebagai anak yang baik dan berbakti, tentu saja permintaan mereka aku perhatikan.

Siapa coba yang tidak senang mendengar atau melihat gajah dari berbagai versi cerita, bahkan dalam kartun Ice Age yang menceritakan “gajah” pada zaman es. Pesona gajah tidak pernah ada matinya, binatang yang satu ini memang menyenangkan untuk dilihat di kebun binatang yang ada di Jakarta. Aku pernah kesana bersama teman-teman dan melakukan selfie. Naik gajah? Tentu saja rasanya itu sungguh menyenangkan, jalannya naik turun, seru banget.

Ah jadi teringat masa lalu deh, saat itu aku dan temanku, Mr Kuiperij pergi ke safari yang ada di Bogor. Disana kami mendapatkan tiket untuk menaikin salah satu binatang. Binatang yang ditawarkan kuda poni, onta (camel) atau gajah. Jadilah kami memilih gajah. Wah, si gajah berjalan perlahan dipandu oleh si pawang, si gajah ini memutarin lapangan yang didesain semenarik mungkin plus ada sungai kecil. Saat disungai buatan itu, si gajah berhenti dan bermain air. Wah rasanya deg degan banget lho, tetapi asyik. Pak pawang gajah juga sangat baik, ia menceritakan mengenai si gajah yang sedang kami tunggangin. Karena temanku tidak pandai bahasa indonesia, jadi aku mentranslitkannya ke bahasa inggris.

Bagaimana adik-adik sudah pernah naik gajah? Bagaimana rasanya? Pasti seru bukan? Ada yang takut tidak naik gajah? Karena waktu aunty Citra mengantri untuk naik gajah, di depan aunty ada adik-adik yang menangis karena takut naik gajah. Tidak perlu takut sama binatang besar yang memiliki belalai ini ya, karena si gajah sudah terlatih dengan baik. Karena si gajah juga belajar dari si pawang. Mau membaca cerita mengenai si gajah yang aunty citra buat? Yuk, simak disini Impian Elfina versi bahasa Indonesia dan versi bahasa inggris. 




Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

Jadilah orang pertama yang berkomentar!

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health