Mei 30, 2017

Ssstts The reason cannot sleep


Dear diary, Aku tidak dapat tidur! Aku tidak tahu kenapa, padahal mata seharusnya terpejam. Disini, aku berada di Malaysia, tepatnya di Johor sudah memasuki jam 2 tetap saja aku tidak bisa tidur. Apakah, karena aku memikirkan sesuatu atau meminum secangkir kopi panas yang membuat aku tak bisa memejamkan mata sempurna!


 
Dear diary, setiap detik berlalu aku merasakan sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuat perasaan ini tercampur bagaikan adonan donat yang harus dibanting sekuat tenaga agar mendapatkan hasil adonan yang kalis dan lezat pada akhirnya. Namun, proses pembantingan tersebuttentu saja menuai rasa sakit, proses yang panjang. Apakah aku sedang dalam delima kehidupan yang sudah lama tidak aku rasakan kembali?

Maklum detik-detik di bulan Juni selalu saja membuat aku tak bisa tidur lelap. Karena sehabis Juni terbitlah eh datanglah Juli. Aku masih takut akan bertambahnya angka di dalam tulisan usiaku hahaha. Takut tua keles. Mungkin benar dan mungkin salah, ada ribuan pemikiran dalam benakku. Salah satunya adalah sebuah projek yang sedang aku coba garap. Sebuah kisah mengenai seorang perempuan yang tiba-tiba harus mengurus bayi yang baru lahir. Padahal, usianya sudah matang tetapi dia memang memilih tetap single dan bekerja dari rumah. Karena enggan bertatap mata langsung dengan orang banyak, tipe orang tertutup, kalau bahasa kerennya in..... ayo teruskan kalau bisa tebak aku kasih coklat tapi fotonya saja ya.


Sejujurnya, setiap manusia memiliki cerita kehidupannya masing-masing. Nah, semoga saja novel ini bisa aku garap dengan baik ya. Masih dalam bentuk tulisan cakar ayam di sebuah note or buku catatan warna hijau dan benar-benar langsung melihat dan mengendong bayi baru “lahir” setidaknya aku melihatnya seperti itu. rupanya, menjadi seorang ibu itu tidak mudah. Apalagi, kalau seorang wanita yang tidak pernah berharap memiliki kondrat sebagai seorang ibu dan tiba-tiba mendapatkan anak tanpa berhubungan intim. Ayo, penasaran dengan kisah buku ini? Doakan saja, aku bisa menyelesaikannya ketika kembali ke Indonesia. Sehingga, aku bisa menulisnya dalam waktu 30 hari +++++ yang tak terhitung hahaha. Kemudian, ditawarkan ke penerbit. Kira-kira penerbit mana yang bersedia menerima tulisan novel yang selalu aneh ini?

Pernah sewaktu kali, buku pertamaku ini aku tawarkan ke penerbit nasional dan mereka mengatakan tulisanku ini bagus tetapi tidak bisa dipasarkan! Nah, lho sedihkan. Ternyata buku itu terbit juga dan menuai banyak pujian dan kritikan manis dan pedas. Paling sebel, ketika dikatakan buku porno, atau buku seksi atau apalah apalah gitu. Padahal tujuan buku Simpul Terujung itu diciptakan agar terhindar dari kehidupan bebas yang berakibat fatal dalam kehidupan.


Namanya cerita kehidupan bebas, ada drunk, seks bebas otomatis menjadi bumbu dan bagian dari cerita. Walaupun tidak vulgar, meski mantan jurnalis di kriminal koran merah yang suka menulis sensasi. Tetap saja tulisanku tidak berbau porno grafi. Nah, bagi yang membaca berpikiran berbeda, that’s not my fault right! Ya sudahlah, aku sendiri masih suka senyum-senyum kalau mengingat temanteman langsung datang secara pribadi dan mengatakan, wow, you make me hot! Hahaha maksudnya novelku bukan diriku. Kalau aku, aku tahu koq i always sexy in their eyes. Hahaha, PD banget. Semoga saja tahun ini tetap seksi dan sehat, amin.



Thanks for Visit Diary Citra | It's about Me, You and Them
Title : Ssstts The reason cannot sleep
Writen By : Citra Pandiangan
Do You like this article: Ssstts The reason cannot sleep Do You want to keep it? You can ask me and I will give it to you. Happy Reading and Hapy Blogging. God bless us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra