Tampilkan postingan dengan label My Project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Project. Tampilkan semua postingan

September 11, 2015

Melayani dengan Hati


Penulisan Content Writer Terpercaya

Penulis content (content writer) adalah seseorang yang menulis artikel secara profesional dengan memperhatikan aspek dari SEO (Search Enging Optimimal), dimana seorang penulis menghasilkan artikel untuk dimasukan ke dalam blog, website atau pun forum yang tulisannya sangat friendly untuk ditangkap dalam mesin pencarian. Sehingga tidak heran bila seseorang mengatakan bahwa dirinya adalah penulis konten (content witer) memiliki keahlian khusus dalam membuat konten yang bisa dicari dalam mesin pencarian untuk mendapatkan target pembaca yang sesuai dengan isi content atau artikel itu sendiri.

Januari 21, 2014

Letter for My Future Son

*Contest writing making letter but I made this just for kill the time


Dear daughter,

I never imagined that I would get pregnant. Until today I'm afraid to commit serious in a relationship of love. But when I look a pregnat woman, I love to touch her belly, -if her allow it. it feels very happy to be pregnant. Because it is a miracle.

Until I found the man of my dreams and I really wish I could feel you came into my life. All efforts we try so that you can present in our small paradise. I want to feel what it's like to have a tiny figure in my little belly. Although I know, a lot of friends say it contains damaging their appearance during childbirth. But I do not care, because I've always wanted to feel your presence.

November 13, 2012

Give Me Drugs, I Give You My Body Part of my Novel

Pleasure for a While
Silent
Every evening comes, there is only silence
There is only darkness around me. . . .
Quiet, that's what I know
Dark, although light so patent

Too quiet, until I could hear crickets
I was afraid of the silence of the night
I was afraid of the dark silence of the silent
Am I wrong, if I drove it with the silent discotheque?
At least there are not as lonely here
There full of people as diverse
Obviously, I'm not afraid of the dark
Although it is not as bright as my lamp
But not as quiet home and my heart
***

Oktober 25, 2012

Part of Novel Simpul Terujung

''Don't be so sad and never give up,'' lanjutnya, ''Ellen, you are one of a good my employees, so don't look so blue or disappointed. Everything will be Ok.''
Usai mengatakan itu, Raymond berdiri, ''Ok dear, I must go home right now,'' katanya, ''Take a rest and see you tomorrow.''
Aku pun juga turut berdiri, ''Thanks Raymond, I will remember that.''
Dipeluknya aku. ''I know you're strong woman and keep spirit, don't make this problems destroy your life.''
***
Usai pernikahan adikku, aku tidak tahan dan tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja. Perasaanku masih hancur, jadi aku mengambil cuti seminggu. Uh, keluhku dalam hati, pesta pernikahan seharusnya jadi milikku, malah menjadi pesta pernikahan adikku. Karena itu, aku masih tidak tahu harus berbuat apa dengan hidupku dan aku merasa malu. Aku merasa tak berdaya menghadapi persoalan ini seorang diri. Hidupku hancur berantakan. Dunia kusuram.

Do you want to know more, buy the novel! Will be on ebook soon with english version
Smile Always®

Part of Novel Simpul Terujung

''Kamu kan sering melakukan hubungan seks bebas. Bisa saja itu bukan anakku!'' bantah Jack tak kalah cepatnya. ''Karena aku lelaki yang bertanggungjawab dan Ellen memintaku untuk mempertanggungjawabkan itu. Aku akan bertanggungjawab,'' suaranya menderu, ''Aku akan menikahimu. Setelah anakmu lahir, kita bercerai,'' lanjut Jack meluap-luap, ''Aku akan tetap membiayai semua keperluanmu.''
Saat Jack berkata seperti itu, aku masuk ke dalam. Jack kaget saat melihatku masuk ke dalam rumahku sendiri. ''Ellen,'' ujar Jack serba salah.
Aku memalingkan wajah, benci melihat mereka berdua, sakit hati itulah yang tepat aku rasakan. ''Lanjutkan saja urusan kalian,'' ujar ku acuh tak acuh, ''Aku hanya mau mengambil beberapa barangku dan pergi dari sini.''
Saat aku melangkahkan kaki ke dalam, Audrey menyusulku. Pandangannya bingung, ''Maksudmu apa kak Ellen,'' tanyanya, ''Kamu mau meninggalkan rumah ini?''
Smile Always®

Part of Novel Simpul Terujung

Kembali Jack menyandarkan tubuhnya, bingung. Setiap kali tidak tahu harus berbuat apa, Jack selalu memandang keluar, matanya menelusuri jalan yang semakin ramai. ''What's my wrong, honey,'' tanyanya bingung. ''Aku tahu, kamu sedang bingung. Karena sedang menghadapi persoalan pra wedding. Aku pernah baca mengenai ini dimajalah.''
''I am not confusing. I just wanna know. What you has done with my sister, Audrey. She's pregnant because of you,'' kataku berusaha menekan rasa emosi ku.
''Apa? Dia hamil!!'' jerit Jack tak percaya.
''Yes, she's pregnant and that's your baby,'' sahutku sama frustasinya dengan Jack, ''That's true. Audrey tell me everything about your secret relationship and about your sex with her.''
Jack tidak bergeming. Dia hanya menutup wajahnya dan berharap aku tidak mengatakan itu. ''How dare you do this! Why?'' kataku berusaha untuk tidak meneteskan air mata didepan lelaki bajingan ini.
''Aku…. Aku minta maaf,'' ujar Jack bergumam, ''Aku tidak bermaksud demikian. Sungguh,'' tutur Jack sambil mencoba meraih tanganku.

Smile Always®

Simpul Terujung Novel I

Simpul Terujung

Jam baru menunjukan pukul 11.00 WIB, aku mencoba membolak-balik berkas sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam kertas putih. Rencananya berkas ini akan segera di letakan di meja manajer untuk meminta persetujuan even yang akan diselengarakan minggu depan.
Aku terkejut, saat seseorang membuka pintu ruang kantorku yang terbuat dari kayu jati tanpa mengetuk terlebih dahulu. Kucoba melihat sosok yang datang dengan terburu-buru. Ah, ternyata Audrey, adikku. Kedatangannya saat itu tidak pernah kuharapkan. Aku tidak bisa menutup rasa terkejutku, saat dia mampir ke tempat kerjaku. Tidak biasanya, dia datang ke kantorku, bahkan penampilannya cukup berantakan, tetapi tidak bisa menutup kecantikannya.

Agustus 30, 2011

Finally I'm Finish Part 3



Actually I want to write my project soon! But I must wait it until the time to write it. I has already research to get answer from the correspondent.


I got a lot of answer from my questions. The answer questions will be making the next questions. Thanks to my correspondents for help me to get your opinion about that.


Agustus 26, 2011

Finally I'm Finish Part 2



I also got some letters from cheater with a good words and also something like they need help. Maybe some of user internet boring with the spam or scammer, me too.

Almost two weeks, a lot of spammer in my email. Like this one
NI PENTING TOLONG DILIHAT.

Salam Kenal. 
 Harap balas ke email pribadi saya..  rosdiana50@hotmail.com  

Agustus 25, 2011

Finally I'm finish Part 1



Can I be happy? Because in a few weeks I try to research the male perspective about love, sex and marriage.


Emmm many many answer and reject and also I got a rude words from the correspondents. But most of them be polite and we are making friends too.

Agustus 21, 2011

Part of Simpul Terujung Novel



Kami berdiam, mata kami hanya menelusuri parkiran yang sudah mulai ramai. ''Lagipula,'' lanjutku, ''Aku merasa tidak enak dengan Raymond. Aku menolak tawarannya. Bagaimana aku bisa bekerja dengan nyaman.''


''Iya juga seh,'' sahut Fanny bingung, ''Terserahlah, semua keputusan ada ditanganmu.''


Kembali Fanny memandangku, ''Sebagai sahabat, teman,'' sahut Fanny sambil menggenggam jemariku, erat, ''Apapun yang kamu pikirkan dan lakukan. Aku akan mendukungmu, wanita super,'' ujar Fanny sambil memelukku lagi.



Semenit kemudian dia pun pergi meninggalkan ruanganku. ''Back to work,'' katanya sambil tertawa. Aku pun mengangguk, kepergian Fanny membuatku berpikir, inikah keputusan yang tepat untukku.


***


''Jack, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini,'' keluh Audrey, ''Aku kan juga manusia.''


''Memangnya, kamu maunya aku bagaimana?'' tanya Jack ketus.


''Dibulan madu kita saja kamu malah asyik bekerja dan tidak memperhatikan aku,'' ujar Audrey mengingatkan, ''Percuma, kita pergi ke Bali selama seminggu, kalau aku hanya berdiam diri di hotel.''


''Itu urusanmu,'' ujar Jack membela diri, ''Kenapa kamu tidak jalan-jalan dan belanja.''


Jack bangkit berdiri dari tempat duduknya, ''Apa perlu kujelaskan lagi Dri,'' sahut Jack masih dengan nada marah, ''Pernikahan kita ini hanya sandiwara sampai anakmu lahir, tidak mengertikah kamu!''


Mendengar perkataan Jack, Audrey marah. ''Ingat ya, ini bukan anakku seorang,'' bentak Audrey, ''Ini juga anakmu. Harus berapa kali aku bilang.''

''Whatever.''


''Ya, terserah,'' jerit Audrey, ''Kamu memang lelaki lemah dan parah. Tidak bertanggungjawab atas perbuatannya. Ok, kamu memang menikahiku.''


''Lalu, mau mu apa,'' ujar Jack sinis. ''Jangan terlalu berharap lebih Audrey, karena kamu tidak akan mendapatkan apapun.''


''Wajar, aku kan istrimu,'' ujar Audrey kembali mengingatkan, ''Biar bagaimanapun, aku adalah istrimu yang sah baik secara hukum dan agama.''


Saat Jack mendengar perkataan Audrey dia pergi meninggalkan Audrey yang sedang duduk di ruang tamu seorang diri. ''Jangan pergi Jack, kalau aku lagi bicara!,'' kata Audrey setengah berteriak, ''Jack… Jack mau kemana kamu.''


''Terserah aku,'' kata Jack sambil membanting pintu depan. ''Lagipula, aku sudah memberikan yang setimpal atas hubungan kita sebelum kita menikah.''
''Ya Tuhan kenapa jadi begini,'' jerit Audrey lebih pada dirinya.


***

Dua bulan lalu, Audrey tidak sengaja bertemu Jack di rumah sakit, saat Ellen dirawat. Pada saat itu, Audrey meminta tolong diantar pulang ke rumah.


Namun, karena jalan sedikit macet dan gerah. Jack mengajak ke café terdekat. Di sana mereka minum-minum --minum yang mengandung alkohol--
Keadaan jadi tidak terkendali, Jack yang merasa tidak nyaman mengantar Audrey pulang dalam keadaan mabuk.


Mengajaknya ke apartemennya. Sampai di apartemen Jack, Jack yang pertama tidak bisa menahan godaan untuk tidak menyentuh tubuh Audrey.


Saat itu, Audrey memakai rok span pendek dan blus tangtop.


Pemandangan itu, membuat iman Jack tidak kuat. Apalagi, saat dia menuntun Audrey yang sudah mabuk masuk ke dalam kamarnya. Disitulah terjadi hubungan terlarang.


Begitu terbangun dari tidurnya dan tersadar pada kenyataan, Audrey merasa terkejut melihat tubuhnya sudah tidak memakai pakaian selembarpun. Disampingnya sendiri, Jack tertidur nyenyak, sama seperti dirinya tanpa menggunakan pakaian.


''Apa yang terjadi?,'' tanya Audrey dengan kepala yang masih pusing.


Jack yang mengetahui Audrey sudah terbangun, berusaha duduk, ''Apa kamu tidak ingat,'' katanya, ''Kita melakukannya atas dasar suka sama suka. Seperti yang pernah kamu lakukan pada pria lain.''


Jack berusaha mengambil selimut sebelum berujar, ''Kamu sudah tidak perawan bukan?''


''Apa maksudmu bicara demikian,'' ujar Audrey menuntut Jack menarik perkataannya. Masih dalam keadaan marah, Audrey berujar, ''Aku tidak pernah berhubungan dalam keadaan mabuk.''


''Masa? Kamu tidak ingat.''


''Dasar bodoh mana bisa aku ingat,'' kata Audrey dengan suara melengking, ''Kamu laki-laki yang tidak gentleman mengambil kesempatan disaat aku mabuk,'' Audrey menambahkan dengan nada marah.


Jack berusaha bangun dan menghampiri Audrey yang masih duduk dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak menggenakan sehelai bajupun. ''Tenang dulu lah,'' pinta Jack, ''Pasti ada jalan keluar.''

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Draft Cyber Crime of Love

My eyes stared at the pile of work on the table. Hours are shown at 06.00 PM. I have forced another overtime finish the work piling up on the table. I can not say no when friends ask for my assistance office. Finally, the job itself is still displaced.


Difficult to younger woman in the office of the majority so some office friends ask to help their jobs without think my jobs, like the bossy. I felt tired already since this afternoon. However, the job itself is still neglected. Though there are many files that I must accomplish. Just for fun, I'm trying to find something that is not important on the internet.

Cyber Crime of Love

Rencana tulisanku yang ketiga, sayang banyak halaman yang hilang. Cuplikan dikit mengenai tulisanku yang ketiga

♧♧♧♧

Mataku menatap pada setumpuk pekerjaan di atas meja. Jam sudah menunjukan pukul 06.00 PM.
Terpaksa aku harus lembur lagi menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di meja. Aku tidak bisa berkata tidak, saat teman-teman kantor meminta bantuanku. Akhirnya, pekerjaanku sendiri masih terlantar. Susah menjadi anak yang lebih muda di kantor yang mayoritas suka memerintah seenaknya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kota Cinta | Kita Bahagia | diary Citra