Hidup ini terkadang tidak bisa kumengerti sepenuhnya. Banyak hal yang unik dan terjadi belakangan ini. Namun, dari semua itu aku bertambah dewasa dan bersikap dan berpikir. Harus kah? Itu lah yang selalu menjadi pertanyaanku berulang-ulang.

Permainan

Hidup ini bagaikan permainan dan terkadang kita diatas dan terkadang kita dibawah. Namun dari semua itu Harus kah? Itulah yang selalu membayangi setiap langkahku. Semuanya hanyalah permainan, baik kita yang menyusun skenario maupun orang lain.

Permainan yang kadang kita membuat kita kalah, menang atau seri. Aku hampir terjerumus di dalamnya. Di dalam permainan yang bisa membuatku hancur berkeping-keping. Pengalaman yang kurasakan ini, ternyata juga pernah dialami oleh beberapa kawan.

Ya, memang. . . . The game... everybody is player. Karena itu, jika permainanmu kalah dan telah terlanjur keluar dari jalur. Jangan malu untuk kembali ke jalur dan membuatmu semakin berhati-hati dalam menentukan kehidupan.

Perasaan

Jika mengingat perasaan, semua orang memiliki perasaan. Namun harus kah, perasaan itu jatuh pada orang yang salah? Kalau iya, buang jauh-jauh perasaan itu. Mulai kembali menata perasaan. Jangan jadikan perasaan itu bumerang bagi diri sendiri. Karena terkadang perasaan bisa saja salah.

Logika VS Feeling

Ah, ini lah manusia, selalu menggunakan logika atau feeling. Terkadang logika dan feeling sangat bertentangan. Kadang kita tidak tahu mana yang tepat, feeling or logika. Dengan adanya orang-orang disekeliling kita. Itu akan membuat kita kuat dan tidak terjatuh pada tipu muslihat dunia ini. Yang kadang menggunakan cara kotor mempermainkan perasaan.

Jika manusia sudah memainkan perasaan, terombang-ambing dalam perasaan. Kadang akal sehat dan logika tidak sejalan. Namun dari semua itu, pastilah feeling yang diutamakan. Terkadang, kita harus akui feeling dan insting kita terkadang salah!!!

Jadi haruskah? berbagi persoalan dengan teman atau keluarga?? Atau hanya berdiam diri dalam kebisuan. Ini sudah aku rasakan selama beberapa bulan terakhir. Aku menyadari terkadang feelingku salah. Instingku tidak peka, karena perasaanku yang hanyut dalam alunan permainan skenario seseorang... Untunglah, aku masih punya peganggan yang selalu mengingatkanku.

Doa

Bagi sebagian orang terkadang doa hanyalah rutinitas dan menjemukan. Namun, aku sadari doa yang tak pernah putus-putusnya aku panjatkan. Membuatku menyadari kesalahan dan kekeliruanku. Walaupun sakit, aku tetap bersyukur. Karena meskipun aku jatuh, aku masih jatuh diatas awan-awan. Thanks God, berkatMu aku masih bisa mengendalikan pikiran dan hatiku.

Artikel Terkait:

Silakan pilih sistem komentar anda

Jadilah orang pertama yang berkomentar!

You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health