Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 20 Desember 2011

Menunggu...



Alkisah seorang putri sedang menunggu di gerbang istana. Menanti kedatangan sang pangeran. Ia menanti tiada bosan, menghitung tiap kuda yang gagah perkasa melangkah melewatinya. Namun, tak satu pun meliriknya.

Si putri pun bersedih, karena penantiannya sia-sia. Ia mulai menghitung waktu yang berlalu. Kepedihan terpancar jelas pada sorot matanya. Sekali-kali ada kuda yang berhenti, namun tak satu pun penunggang kuda yang bisa menyentuh hati sang putri yang kian membeku.

Tak ada rasa yang ada. Kehampaan terus hadir pada hati sang putri. Siapakah pangeran yang bisa mencairkan hati sang putri?


Beberapa pangeran mencoba memberikan perhatian pada sang putri, tapi hati yang putri sudah membeku. Namun berlalunya waktu, hati sang putri kian mencair. Namun sayang, sang putri salah jatuh cinta. Hati si putri pun kembali tertutup.

(To be continue)

0 komentar:

Narsis

I tried to be myself
But I can not afford
I tried to reach the dream
But I can not afford

I just keep trying and trying
Did not know until when. . .
But I will continue to try
And I will not a surrender
Until I get what I want

The Words of Bible

--behavior--

Do not reply to a crime with crime, or obscenities with obscenities. But otherwise, shall bless you, because for that you called, namely to obtain the blessing (I Pet 3:9)

--Sinned--

So if one knows how to do good, but he did not do so, he sinned (Yak 4:17)

Memories on Pictures